
Mendengar apa yang telah dilakukan Burhan, bu Retno dan pak Herman seketika merasa sedih dan kecewa dengan dosa besar yang telah adiknya lakukan. Apapun itu alasannya berzina adalah dosa besar dan haram hukumnya.
"Kak tolong maafkan Burhan, Burhan khilaf. tapi Burhan ini laki-laki normal yang butuh melakukan itu, Burhan punya istri. Tapi istri Burhan tidak mau melakukan tugasnya sebagai seorang istri karena kesibukannya. Tolong maafkan Burhan kak, tolong maafkan Burhan" Cicit Burhan menyesali perbuatannya karena tidak bisa mengontrol nafsunya hingga terjerumus kedalam kubangan dosa yang tidak semestinya dilakukannya.
"Apapun alasan kamu, kamu teteplah bersalah. Kamu tau kan Burhan berzina itu dosa besar dan tidak main-main hukumannya. Bagaimana bisa kamu melakukan semua itu, orang tua kita diakhirat pasti sedih melihat apa yang kamu lakukan" bu Retno mengelus dadanya merasakan sakit dengan perbuatan yang telah adiknya lakukan. padahal orang tuanya tidak kurang-kurang membekali ilmu agama untuk mereka. hanya saja setan telah menguasai pikiran dan hatinya hingga terjerumus kedalam nafsu dunia yang tidak seharusnya dilakukan.
"Burhan salah, Burhan minta maaf kak. Burhan tidak akan mengulanginya lagi" ucap Burhan penuh penyesalan
"Sekarang kakak tau alasan kenapa aku menuntut cerai?" sahut Devi lantang merasa dirinya sudah melakukan hal yang benar dan dengan wajah angkuhnya yang tidak pernah merasa berdosa
Bu Retno dan pak Herman terdiam karena memang adik mereka juga bersalah dan merasa malu untuk menghadapi Devi
"Maaf kalo boleh Aisyah ikut bicara disini tante Devi juga melakukan kesalahan dosa yang tidak kalah besarnya" cicit Aisyah yang faham akan kewajiban seorang istri pada suami
"Dosa besar apa yang aku lakukan aku tidak berselingkuh seperti mas Burhan, aku tidak bisa melayani mas Burhan karena aku capek sudah seharian bekerja" terang Devi yang belum mengerti kesalahannya
"Apakah jika tante tidak bekerja om Burhan tidak bisa memenuhi kebutuhan didalam rumah tangga kalian? sehingga tante Devi harus bekerja begitu keras?" kembali Aisyah bertanya dengan lembut agar tidak menyinggung orang yang lebih tua darinya
"Bisa sih bisa, tapi aku kan wanita karir dari awal menikah semua juga tau itu, jadi mana mungkin aku bisa hanya diam dirumah seperti kamu, mau apa minta sama suami" ucap Devi menganggap Aisyah hanya istri yang berpangku tangan dirumah
"Tidak salah dan tidak berdosa jika seorang istri meminta nafkah pada suami, dan tidak berdosa juga jika seorang istri ingin bekerja membantu suami mencari nafkah. Tapi jika seorang istri bekerja tentu dia harus tau konsekuensi yang harus diterimanya. karena tugas utama seorang istri bukan mencari nafkah tapi melayani suami. Jika bekerja membuat kita lalai akan kodrat kita sebagai seorang istri, maka berhentilah bekerja jika suami kita sudah mencukupi semua kebutuhan kita. Tapi jika kita ingin bekerja ketahuilah kodrat kita sebagai seorang istri!
Menolak untuk melayani suami adalah keslahan, apabila sedang tidak ada udzur. seperti haid dan sakit, maka diperbolehkan menolak untuk berhubungan badan. Tapi jika tanpa udzur itu tante menolak maka tante melakukan dosa besar" terang Aisyah menohok
"Kamu anak kecil baru kemarin sore mau menggurui saya?" Devi tidak terima dengan nasehat yang disampaikan Aisyah dan itu membuat Devi merasa kesal lantaran Aisyah yang dinilai anak kecil justru mengurui dirinya
"Maaf tante, Ais tidak menggurui. Ais hanya menyampaikan seperti yang Alloh perintahkan. sesuai dengan Alquran dan Al-Hadis.
Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang suami mengajak istrinya untuk berhubungan, akan tetapi ia (istri) tidak memenuhi ajakan suami, hingga malam itu suaminya marah, maka ia (istri) mendapatkan laknat para Malaikat sampai subuh." (HR Muslim).
Di dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda bahwa istri yang menolak ajakan suami untuk berhubungan badan akan dimurkai yang ada di langit hingga suaminya memaafkan istrinya." kembali Aisyah menjelaskan tentang hukum seorang istri yang menolak ajakan suami.
"Kamu dengar itu, jadi kamu itu berdosa karena tidak mau melayaniku sebagai suami kamu, dan karena kamu juga aku harus melakukan dengan wanita lain" sahut Pak Burhan merasa dibela
"Maaf om Burhan, tapi biar bagaimana om Burhan juga salah dan berdosa. bukan berarti om Burhan menjadikan kesalahan tante Devi sebagai pembenar dari dosa yang telah om lakukan" terang Aisyah meluruskan pak Burhan agar menyadari dosa yang dilakukannya bukanlah dosa kecil
"Lalu menurut kamu aku harus bagaimana, jika istriku tidak melakukan tugasnya? aku ini laki-laki normal" cicit pak Burhan kesal
"Seperti yang Aisyah bilang sama om Burhan kemarin saat kita bertemu dikantor mas Danu. jika memang seorang istri tidak mau melayani suami, om Burhan bisa menggugat cerai atau om bisa berpoligami. Karena islam memperbolehkan seorang suami memiliki istri lebih dari satu tetapi bagi yang mampu bersikap adil"
__ADS_1
"Aku tidak sudi dimadu!" sentak Devi
"Kalau seperti itu maka bercerailah mungkin itu lebih baik, Alloh membenci perceraian tapi Alloh juga tidak melarang perceraian. jika memang seorang istri sudah tidak mau melayani suami ikhlaskan suami menikah lagi, jangan siksa batinnya dengan menggantung suami. dosa besar tante."
"Bagaimana Burhan, apa keputusan kamu?" sahut pak Herman yang sedari tadi diam mendengarkan Aisyah berbicara menasehati paman dan tantenya sesuai dengan tuntutan Alquran dan Al-Hadis.
"Burhan sekarang mau menebus dosa Burhan kak, Burhan takut Alloh murka. Aisyah menurut kamu apa yang harus om lakukan agar Alloh mau memaafkan om Burhan? dan apakah Alloh masih mau memaafkan pendosa seperti om Burhan" tanya Burhan yang kali ini hatinya mulai terketuk
"Kalau om Burhan benar-benar ingin bertaubat dan menyesali perbuatan yang telah om lakukan. Menyesal dan menangis karena kesalahan yang om lakukan. Alloh pasti kan mengampuni dosa om Burhan."
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”
Allah sangat menyukai umat Muslim yang benar-benar bertaubat dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat. Seperti yang difirmankan dalam Al-Baqarah 2:22, yang artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."
"Kalau begitu baiklah kita akan bercerai tapi tidak sekarang! Devi sedang ada proyek besar. Devi tidak mau perceraian kita akan mempengaruhi bisnis Devi. kalian tau kan sebagai seorang pengusaha kita harus menjaga nama baik kita" sahut Devi yang masih tidak mau melakukan tugasnya sebagai layaknya seorang istri.
"Mau sampai kapan aku harus menunggu kamu menyelesaikan proyek kamu itu? kenapa kamu begitu egois?" cicit pak Burhan geram dengan istrinya yang masih juga tidak mau mengerti dirinya
"Apakah menurut tante pekerjaan tante lebih penting dari pada keutuhan rumah tangga om dan tante?" kembali Aisyah bertanya karena tidak menyanga tantenya akan memilih jalan bercerai
"Tentu saja pekerjaan yang terpenting, pekerjaan segalanya bagiku" ucap Devi yang memang sangat tergila-gila dengan pekerjaan. hampir seluruh hidungnya didedikasikan untuk bekerja
"Sudahlah Aisyah prcuma berbicara dengan wanita yang hatinya sekeras batu. biarkan saja sekarang om akan fokus memperbaiki diri" ucap pak Burhan
"Kak tolong bantu Burhan kembali kejalan yang benar" pinta Burhan pada pak Herman dan bu Retno
"InsyaAlloh kita semua akan belajar bersama menjadi kekasih Alloh. jangan hanya sibuk dengan urusan dunia. Jika Alloh berkehendak dalam sekejap apa yang kita miliki bisa saja musnah" jawab bu Retno
"Kakak nyumpahin Devi?" pekik Devi mendengar kata-kata yang dilontarkan kakak iparnya
"Kakak tidak nyumpahin siapapun, tapi seperti itulah kenyataannya. Dunia ini fana hanya tempat singgah sementara, jangan mau dijadikan budak dunia hingga kita lalai akan akhirat yang kekal." jawab bu Retno menohok membuat Devi salah tingkah
"Itulah pentingnya ilmu didalam suatu rumah tangga, agar kita sama-sama mengetahui tugas hak dan kewajiban masing-masing." timpal Aisyah
"Sudah-sudah Devi tidak punya waktu untuk berdebat dengan kalian. Devi harus segera pergi untuk menemui klien. Sekarang terserah kamu mas mau melakukan apa yang penting jangan sampai nama baikku rusak gara-gara kamu" ucap Devi berlalu dan meninggalkan rumah pak Herman
"Astaghfirullah, ternyata Devi belum juga mau menyadari kesalahannya" gumam bu Retno mengelus dadanya
"Tapi ingat Burhan, jangan jadikan ini sebagai alasan untuk kembali berbuat dosa" timpal pak Herman
__ADS_1
"InsyaAlloh sekarang Burhan tidak akan melakukan dosa itu lagi kak. Burhan janji. Burhan menyesal" ucap Burhan menundukkan kepala
***
Setelah makan malam Danu dan Aisyah kembali kekamar dan seperti biasa sebelum tidur meraka akan bersenda gurau melampiaskan kerinduan yang seharian tertahan karena pekerjaannya.
"Jadi tadi Om Burhan dan tante Devi kesini sayang?" tanya Danu setelah Aisyah menceritakan perdebatan antara om dan tantenya tadi siang
"Iya mas, kalau dipikir-pikir sebenarnya om Burhan juga kasihan, karena ego istrinya yang lebih mementingkan pekerjaan sampai mengabaikan kebutuhan suami. Tapi om Burhan juga salah sampai melakukan dosa Zina seperti itu. harusnya mereka bercerai saja kalau memang didalam rumah tangga itu sudah tidak sehat. Suami dan istri harus saling memahami tugas dan tanggungjawab masing-masing" cicit Aisyah meraso bersedih dengan apa yang kerabatnya alami hanya karena kurangnya keimanan dan tidak taunya ilmu tentang rumah tangga sesuai syari'at islam.
"Kita do'akan saja semoga tante Devi dan Burhan mendapatkan hidayah dari Alloh" sahut Danu
"Oya Aisyah, boleh aku tanya soal kak Ulya?" tanya Danu karena tadi siang Niko ke kantornya dan mengatakan kalau menyukai kakak iparnya
"Kak Ulya? ada dengan kak Ulya mas? tumben mas Danu bertanya tentang kak Ulya?" tanya Aisyah karena tidak biasanya Danu menayangkan soal kakaknya
"Emm.. begini tadi siang Niko ke kantor dan Niko mengatakan ingin menta'aruf kak Ulya" cicit Danu menyampaikan apa yang Niko sampaikan tadi siang dan sontak hal tersebut membuat Aisyah tercengang tidak menyangka kalau Niko ada hati dengan kakaknya
"Hah..Mas Danu serius? Mas Niko ingin ta'aruf dengan kak Ulya? ini Ais gak salah dengar kan?" cicit Aisyah tercengang dan menggelengkan kepala saking tidak percayanya
"Ya itu yang Niko sampaikan tadi siang sewaktu ke kantor. Aku sendiri juga setelah tidak percaya awalnya, aku kira cuma bercanda ternyata benaran malah" Danu menyakinkan kalau Niko tidak main-main dengan apa yang disampaikan
"Apa yang membuat mas Niko ingin ta'aruf dengan kak Ulya?"
"Sepertinya Niko melihat kak Ulya ini sosok wanita yang selama ini dicarinya. Jujur aku berteman dengan Niko sudah lama. Dan dia itu playboy, pacarnya banyak dan suka bersenang-senang dengan wanita. Tapi diantara banyak wanita yang diajak pacaran tidak satupun diantara mereka yang berhasil membuat seorang Niko ini jatuh cinta. Baru kali ini Niko mau berniat serius dengan seorang wanita.
"Sepertinya sih mas Niko sudah berubah, tapi Aisyah ingin kali ini kak Ulya menemukan cinta sejatinya sendiri. Tanpa paksaan dari siapapun. Ais ingin kakak bahagia" cicit Aisyah yang tau betul kehidupan kakaknya dulu seperti apa saat harus menerima perjodohan dengan laki-laki yang tidak dicintainya
"Jadi menurut kamu, kalau nikah karena dijodohkan atau dipaksa itu tidak bisa bahagia?" tanya Danu menyelidik
"Bukan begitu juga mas, tapi kasus kak Ulya dan kita ini berbeda?" Aisyah langsung faham arah pembicaraannya kemana
"Beda gimana? kan sama saja, kita juga nikah dijodohkan dan kamu juga awalnya menolak kan nikah sama aku? berarti kamu gak bahagia dong?" cerca Danu menggoda Aisyah
"Igh.. gak seperti itu juga konsepnya mas, kalau kita beda. emang iya sih awalnya Aisyah sempat marah dan menolak saat tau akan dijodohkan tapi begitu ijab qobul terucap dari bibir mas Danu, saat itu juga Ais berusaha untuk menerima takdir Aisyah dan selalu bersdoa agar ditumbuhkan rasa cinta diantara kita mas" terang Aisyah yang memang awalnya sempat sedih saat takdir mengharuskan dirinya menikah dengan laki-laki yang tak cintai dan bahkan tidak dikenalnya. Apalagi saat itu ada laki-laki lain yang selalu ada didalam do'anya, tapi ternyata saat Aisyah iklas menerima takdir itu justru sekarang hidungnya sangat bahagia dan dihujani begitu banyak cinta. karena ketetapan Alloh pasti yang terbaik. karena itu jangan sedih jika ternyata takdir tidak seperti yang kamu harapan, jangan sedih ketika doamu belum terkabulkan, karena Alloh memiliki rencana yang jauh lebih indah yang kita sebagai hamba tidak mengetahui rencana Alloh.
^ Happy Reading ^
Jangan lupa tekan like, coment, vote dan kasih poin ya. karena kamu masih punya kesempatan untuk mendapatkan hadiah pulsa dan parfum alunan dari thor dengan syarat sudah mengikuti qurrotaayun ya🙏terimakasih 🙏🙏
__ADS_1