Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 90


__ADS_3

"Assalamu'alaikum om, tante" ucap David yang baru datang


"David kamu sudah mendengar berita tentang Vallen?" tanya Pak Bagaskara berdiri


"Sudah om, saya sudah mendengar semuanya. lalu bagaimana sekarang keadaan Vallen Om? apa om dan tante tau sekarang Vallen ada dimana?" David panik


"Kalau kami tau, kami tidak aka sepanik ini" jawab pak Bagaskara


"Jadi belum ada kabar dimana sekarang Vallen berada" gumam David


***


"Eee..ee.." Aisyah mengerang


"Sayang, kamu sudah sadar?" Danu dan Umi segera mendekat Aisyah


Danu yang dari semalam selalu berjaga disisi Aisyah merasa bahagia saat melihat tanda-tanda Aisyah sadar


"Aisyah apa yang kamu rasakan nak?" tanya Umi


Perlahan Aisyah membuka mata dan melihat sekeliling, ada Danu dihadapannya, ada Umi, ada Abah, ada papa dan mamanya. juga Ada kak Ulya.


"Kenapa Ais ada disini?" ucap Aisyah menyentuh kepala nya yang terasa sakit dan berat


"Awwww" Aisyah merasa kepalanya sakit saat berusaha duduk


"Kamu tidur saja sayang, jangan bangun dulu" ucap Danu


"Mas, Ais kenapa ada disini?" Aisyah berusaha mengingat-ingat


"Bayiku, bayiku baik-baik saja kan? mas anak kita baik-baik saja kan?" tanya Aisyah panik memegang perutnya saat mengingat tadi ada mobil yang datang kearahnya


"Kamu tenang ya, tenang dulu sayang! jangan teralu banyak berpikir!" ucap Danu mengusap kepala Aisyah


"Mas aku mau tau keadaan bayi kita mas, bayi kita baik-baik saja kan mas? jawab mas, apa bayi kita baik-baik saja? Ais mau bicara sama Dokter. Aisyah mau ketemu Dokter" ucap Aisyah histeris berusaha bangun


Umi, kak Ulya, mama Danu dan semua yang ada disana tak kuasa lagi membendung air mata mereka, melihat Aisyah begitu terpukul hati semua orang yang ada disana seakan ikut hancur berkeping-keping.


Terutama Danu yang tidak tau harus mengatakan apa pada istrinya.

__ADS_1


"Kenapa kalian semua menangis? ada apa dengan bayi Ais? anak kita baik-baik saja kan mas? Jawab mas, jawab!" tangis Aisyah pecah


Danu menghela nafas berat


"Sayang, kamu tenang dulu ya. bayi kita, bayi kita sudah bahagia disisi Alloh"


"Apa maksudnya mas? apa anak kita?" ucap Aisyah membuka matanya dan menggelengkan kepala


"Tidak mungkin kan mas? anak kita baik-baik saja kan mas? anak kita baik-baik saja kan mas?" kembali Aisyah histeris


"Tenang sayang, tenang" Danu memeluk Aisyah


"Hua.. hua.. " Aisyah histeris


"Istighfar Aisyah, istighfar" ucap Abah


"Astaghfirullah hal adzim, astaghfirullah hal adzim" gumam Aisyah dengan derai air kata yang membasahi pipinya


"Sayang sabar ya sayang, ikhlaskan anak kita" ucap Danu memeluk Aisyah


"Aisyah, semua yang kita miliki ini hanya titipan. dan semua akan kembali kepada Alloh jika Alloh berkehendak, maka kita harus iklas. kalian boleh bersedih karena kehilangan calon anak kalian tapi jangan meratapi kepergian calon anak kalian. ingat bahkan diri kita sendiri ini pun hanya titipan yang kita tidak tau kapan Alloh Akan manggil kita." ucap Abah


"Inalilahi wainnailaihi rojiun" ucap Aisyah berusaha tegar


"Kamu tidak salah, jangan minta maaf sayang. aku yang salah karena aku tidak bisa menjaga kamu dengan baik. dan ini semua terjadi karena aku. aku yang harus minta maaf sama kamu sayang" ucap Danu


"Tidak mas, seandainya Aisyah mendengarkan mas Danu dan Aisyah tidak nekat untuk pulang sendiri. pasti semua ini tidak akan terjadi. pasti anak kita akan baik-baik saja"


"Ini bukan salah siapa-siapa, ini semua sudah kehendak Alloh. iklaskan! InsyaAlloh, Alloh akan menggantikan kebahagiaan kalian dengan yang jauh lebih baik" sahut Abah


"Benar Aisyah, Danu. kita semua disini sedih. tapi ini semua sudah menjadi kehendak Alloh. ini ujian untuk kalian. Ingatlah takdir Alloh pasti yang terbaik" timpal pak Herman


"Aisyah, Danu. kalian masih muda, masih banyak kesempatan. Jadi jangan terus bersedih" ucap bu Retno


"Apa kamu tau siapa yang menabrak kamu dek?" tanya Ulya


Aisyah berusaha mengingat-ingat, samar-samar di ingatannya seperti melihat Vallen yang sedang ada didalam mobil itu dan seolah sengaja ingin menabraknya.


"Mbak Vallen, iya dia mbak Vallen. Aisyah ingat, mbak Vallen yang menabrak Aisyah, dia sengaja. mbak Vallen sengaja ingin mencelakai Aisyah mas" ucap Aisyah melihat Danu

__ADS_1


"Iya sayang, tadi Polisi sudah memperlihatkan rekaman CCTV dan memang Vallen lah yang berusaha mencelakai kamu. tapi kamu jangan khawatir sayang, saat ini Polisi sedang berusaha untuk menangkapnya." ucap Danu


"Siapa itu Vallen?" tanya Umi


"Vallen itu mantan pacarnya Danu saat di Paris. mungkin dia iri dengan kebahagiaan Danu." jawab bu Retno


"Mantan pacar Danu? ja-jadi yang melakukan ini pada Aisyah mantan pacar Danu?" tanya Umi syok


"Maafkan Danu Umi, ini semua terjadi karena masa lalu Danu. Danu bersalah maafkan Danu Umi" ucap Danu menunduk


"Apa kalian masih berhubungan?" tanya Abah


"Tidak Abah, Danu berani bersumpah. Danu sudah tidak ada hubungan dengan Vallen. Semenjak Danu memutuskan untuk menikah dengan Aisyah, Danu sudah tidak pernah berhubungan dengan Vallen. Danu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Vallen bahkan sebelum Danu menikah" terang Danu


"Lalu kenapa semua ini bisa terjadi?" kembali Abah bertanya


"Vallen memang masih berusaha untuk mendekati Danu, tapi Danu selalu menghindar dan Danu sudah menegaskan kalau Danu hanya mencintai Aisyah. Demi Alloh bah, Danu tidak ada hubungan lagi dengan Vallen, Danu hanya mencintai Aisyah" Danu berusaha menyakinkan Abah dan Umi


Abah menghela nafas dalam


"Ya sudah, semoga Polisi bisa segera menemukan wanita itu. agar dia bisa mempertanggung jawabankan perbuatannya. karena apapun alasannya apa yang telah dilakukan itu salah" ucap Abah


"Iya Abah, Danu mengerti. Danu juga tidak akan tinggal diam. Vallen harus membayar untuk apa yang sudah dilakukan pada Aisyah" ucap Danu


***


Sementara Polisi masih berusaha mencari Vallen. Sedangkan Vallen yang masih bersembunyi ketakutan di dalam kamar hotel dan menutup rapat kamar hotel. bahkan dari kemarin Vallen sama sekali tidak membuka kamar dan tidak menghidupkan lampu kamarnya. Vallen hanya duduk ketakutan disudut kamar.


Polisi berusaha melacak semua CCTV dan nomer kendaraan Vallen hingga akhirnya Polisi berhasil menemukan keberadaan Vallen.


Dengan sigap Polisi mendatangi hotel yang dijadikan tempat persembunyian Vallen


Tok.. tok.. tok..


Polisi mengetuk pintu kamar hotel tempat Vallen bersembunyi


Tok.. tok.. tok..


Berkali-kali diketuk namun tetep tidak ada jawaban. Sehingga Polisi meminta petugas hotel untuk bekerjasama dan membuka pintu hotel dengan kunci cadangan

__ADS_1


Didalam hotel, Vallen yang mendengar pintunya diketuk sangat panik dan ketakutan.


^ Happy Reading ^


__ADS_2