
"Assalamu'alaikum" ucap Niko yang baru pulang dari kantor
"Walaikumsalam, panjang umur. baru juga diomongin udah langsung nongol aja ni anak" ucap bu Nisa
"Lho, kok kamu ada disini?" tanya Niko menunjuk Ulya
"Ulya ini sekarang setiap akhir pekan mengajar papa dan mama belajar ngaji" jawab pak Bima
"Jadi orang dari pesantren yang Abah kirim buat ngajari papa dan ngaji itu Ulya?" tanya Niko
"Iya mas Niko, awalnya mas Hendra yang mau dikirim kesini. tapi mas Hendra kebetulan sudah ada jam mengajar juga. karena kebetulan Ulya yang nganggur jadi Ulya yang Abah kirim kesini" jawab Ulya
"Kenapa papa dan mama tidak bilang dari awal?"
"Kenapa papa dan mama harus bilang kamu? kan kita yang diajari" sahut pak Bima
"Tau gitu kan sekalian Niko ikut belajar" sahut Niko
"Ya mana kita tau, kalau kamu juga mau belajar. bukannya kamu sudah belajar dipesantren?" tanya bu Nisa
"Iya belajar kan harus seterusnya ma, gak cuma sekali itu aja" jawab Niko
"Ya sudah minggu depan kamu ikut ngaji kita saja" ucap bu Nisa
"Ini berarti ngajinya udah selesai?" tanya Niko
"Sudah mas, ini Ulya mau pulang" jawab Ulya
"Oo.. Ulya mau pulang? ya sudah saya antar saja?" Niko menawarkan diri.
"Tidak usah mas, Ulya pulang sendiri. takut jadi fitnah" jawab Ulya
"Saya permisi dulu om, tente. Assalamu'alaikum" pamit Ulya
"Walaikumsalam" jawab Semuanya
Sesampai dihalaman Niko kembali memanggil Ulya dan berusaha membujuk untuk mengantarkan Ulya pulang. tapi kembali dengan halus Ulya menolak. Ulya sangat menjaga takut terjadinya fitnah. apalagi mengingat dirinya yang seorang janda.
"Maaf mas Niko, bukan saya tidak menghargai tawaran mas Niko untuk mengantar Ulya pulang. tapi Ulya hanya menghindari fitnah. lagi pula tidak baik jika laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim hanya pergi berdua" terang Ulya
"Kamu pulangnya ini nanti naik apa?" tanya Niko
"Naik tadi" Jawab Ulya singkat
"Sopir taxinya laki-laki atau perempuan?" kembali Niko bertanya
"Biasanya sih laki-laki" jawab Ulya
__ADS_1
"Kalau didalam taxi cuma berdua sama supir atau ada yang lainnya?" tanya Niko
"Em.. ya suma pak sopir" jawab Ulya sedikit bingung dengan pertanyaan yang Niko ajukan
"Lalu bedanya kalau aku yang antar pulang apa?" kembali Niko bertanya
"Em.. apa ya, ya kan memang itu sudah menjadi tugasnya pak sopir" jawab Ulya asal
"Ya kalau gitu anggap saja aku sebagai sopir, gampang kan?" ucap Niko
"Ya sudah, aku terima tawaran mas Niko." jawab Ulya
"Tunggu sebentar, aku siapkan mobil" ucap Niko pada Ulya
"Yes" ucap Niko girang saat sudah berbalik badan
Niko yang sudah berada di dalam mobil membunyikan klakson dan membuka kaca jendela mobil
"Ayo masuk" suruh Niko dan Ulya segera membuka pintu belakang
Sesekali Niko melirik kearah Ulya dari jendelanya.
"Terimakasih ya?" ucap Niko
"Terimakasih untuk apa? bukannya aku yang seharusnya berterimakasih, karena mas Niko sudah mengantarkan aku pulang?"
"Itu sudah kewajibanku sesama seorang muslim. justru Ulya senang kalau melihat om Bima dan tente Nisa semangat dalam belajar agama yang benar"
"Kamu memang wanita yang luar biasa Ulya. wanita yang tidak mudah untuk ditemui dijaman seperti sekarang ini" batin Niko tersenyum saat melihat Ulya dari kaca yang berada ditengah
Sesampainya dipesantren Ulya segera turun dan pamit untuk masuk kedalam. Niko memperhatikan Ulya yang berjalan masuk setelah membuka pintu gerbang pesantren. Niko memperhatikan sampai punggung Ulya sudah tak tampak di penglihatannya.
Didalam perjalanan pulang Niko tersenyum membayangkan wajah Ulya.
"Astaghfirullah hal adzim, sebenarnya apa yang ada didalam pikiranku? kenapa aku merasa senang melihat senyum Ulya? aku tidak mungkin jatuh cinta dengan Ulya kan? tidak, tidak. pasti tidak. aku tidak mungkin jatuh cinta dengan Ulya. dia memang wanita yang baik dan sholihah. tapi aku tidak mungkin jatuh cinta dengan dia." Gumam Niko yang sedang menyetir
***
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" jawab Abah dan Firdaus menoleh kearah sumber suara
"Ulya, kamu baru pulang nak?" tanya Abah
"Iya bah, tadi dari pabrik Ulya mengajar dirumah om Bima dan tante Nisa" jawab Ulya mencium tangan Abah, matanya sedikit melirik kearah Firdaus sedikit menunduk dan tersenyum
"Ulya masuk kedalam dulu ya bah, Ulya mau masak dulu. karena malam ini sepertinya Umi menginap dirumah Aisyah" ucap Ulya pamit ke dalam
__ADS_1
"Ulya" panggil Firdaus menghentikan langkah Ulya
"Iya" jawab Ulya membalikkan badan
"Kamu lupa sama aku? aku Firdaus. kakak kelas kamu waktu SMA"
"Oo.. iya mas Firdaus, Ulya ingat. apa kabar mas?" tanya Ulya sedikit tersenyum tapi masih ddengan pandangan sedikit menunduk
"Alhamdulillah aku baik, setelah sekian tahun kita tidak pernah ketemu. aku tidak menyangka kalau kita akan bertemu lagi" ucap Firdaus
"Jadi kalian ini dulu satu sekolah, sepertinya kalian sudah kenal dengan akrab?" sahut Abah
"Iya bah, dulu waktu SMA kami memang lumayan deket. karena Ulya ini waktu SMA sering digangguin anak-anak bah, dan Firdaus saat itu sempat menolong Ulya. apa kamu ingat kejadian itu Ul?" tanya Firdaus
"Iya, Ulya ingat. dulu mas Fir ini sering tolong Ulya setiap ada anak yang gangguin Ulya disekolah bah" jawab Ulya
"Benarkah, berarti harusnya Abah berterimakasih ya sama kamu Fir, sudah menjaga anak perempuan Abah" ucap Abah
"Tidak bah, waktu itu memang kebetulan Fir ini selalu lihat setiap kali Ulya diganggu sama ank-anak." cerita Firdaus
"Mas Firdaus, Ulya masuk kedalam dulu ya, Ulya mau masak untuk makan malam Abah" pamit Ulya
"Iya Ulya" ucap Firdaus tersenyum
"Nak Firdaus, bagaimana kalau nak Firdaus makan malam disini saja?" ucap Abah
"Tidak usah bah, Firdaus tidak mau merepotkan"
"Bagaimana bisa merepotkan, tentu saja tidak. mumpung Ulya yang masak. Ulya ini kalau masak, masakannya selalu saja enak" puji Abah
Baiklah kalau memang tidak merepotkan bah. Aisyah adiknya Ulya sudah menikah bah?" tanya Firdaus
"Alhamdulillah, Aisyah sudah menikah dan sekarang sedang hamil" jawab Abah tersenyum
"Alhamdulillah, Firdaus ikut senang bah, berarti sebentar lagi Abah akan menjadi seorang kakek"
"Betul nak Fir, Sebentar lagi Abah akan jadi seorang kakek InsyaAlloh" jawab Abah
"Maaf bah, apa Ulya juga sudah menikah? apa suami Ulya juga tinggal disini?" tanya Firdaus
Abah menghela nafas dalam sebelum menjawab pertanyaan Firdaus
"Ada apa bah?" tanya Firdaus melihat Abah
"Ulya saat ini sudah bercerai dengan suaminya, dan sekarang Ulya kembali tinggal bersama Abah dan Umi" jawab Abah dengan raut wajah yang terlihat sedih
^Happy Reading^
__ADS_1
Jangan lupa dukung karya ini yang banyak ya, dengan like, Comet dan Vote. karena tanggal 3 September akan diumumkan siapa pemenangnya. dan bagi 5 orang pemenang akan menjadi mendapatkan hadiah sesuai yang diumumkan di depan ya. terimakasih 🙏