Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 42


__ADS_3

"Aku akan kembali ke Indonesia" ucap Ilham


"Kembali ke Indonesia? bagaimana dengan kuliah kamu?"


"Aku sudah tidak perduli lagi dengan semua ini. karena aku kuliah jauh disini aku harus kehilangan wanita yang selama ini ada didalam doaku"


"Ilham, kenapa kamu berpikir seperti itu? itu sama halnya kamu tidak percaya dengan takdir yang telah Alloh tetapkan" jelas Khadijah


"Kami sudah berjanji untuk sama-sama memantaskan diri sebelum kami bersama menjadi pasangan yang halal, bagaimana bisa sekarang dia mengatakan bahwa dia sudah menikah dengan orang lain. tidak, aku yakin itu tidak benar aku harus segera kembali ke Indonesia" Ucap Ilham dengan mata berkaca-kaca.


"Apa dengan kembali ke Indonesia sekarang itu akan merubah kenyataan kalau wanita itu tidak jadi menikah? lalu bagaimana dengan dirimu? jika kuliah kamu gagal sementara wanita yang kamu harapkan juga sudah menikah. apa kamu tidak memikirkan sedihnya orang tua kamu?"


"Lalu apa aku harus diam saja disini?"


"Berdoalah, meminta petunjuk dari Alloh. percayalah bukakan jodoh itu takdir Alloh? manusia boleh berencana tapi kembalikan hasil akhirnya hanya pada Alloh. jika wanita itu sudah menikah kamu harus bisa mengiklaskannya, karena itu artinya dia bukan jodoh yang Alloh kirim untuk kamu. Manusia mempunyai harapan dengan cita-cita tapi Alloh mempunyai tujuan dengan cinta"


"Astaghfirullah.. " gumam Ilham lirih


Jiwanya terguncang dan belum bisa menerima kenyataan tentang pernikahan Aisyah. wanita yang selama bertahun-tahun selalu ada didalam doanya. dan wanita yang menjadi tujuan dalam penantiannya. tapi Ilham lupa sebaik-baiknya tujuan dan sebaik-baiknya cinta hanya pada Alloh.


Cinta adalah perasaan indah yang dirasakan setiap manusia. namun mencintai segala sesuatu dengan berlebihan itu tidak dibenarkan dalam islam. karena tidak ada cinta yang lebih besar kecuali cinta kita kepada Alloh SWT dan Rosul-Nya.


"Bersabarlah Ilham, yakinlah ketentuan Alloh adalah yang terbaik" ucap Khadijah


***

__ADS_1


Hari ini Aisyah dengan dan Danu bersiap untuk melakukan Konferensi pers di perusahaan Danu, semua wartawan sudah memenuhi ruangan yang telah disiapkan.


tampak Danu menggandeng Aisyah dengan erat seolah memberi kekuatan semua akan baik-baik. saja.


"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh, saya Danu Dirgantara Direktur Utama PT. Dirgantara grup. tujuan saya mengumpulkan para wartawan disini untuk melakukan konferensi pers terkait berita tentang wanita disamping saya saat ini. saya tau berita di luar yang mempertanyakan wanita yang akhir-akhir ini sering kalian lihat bersama dengan saya. namanya Aisyah, dia adalah istri saya" ucap Danu mencium tangan Aisyah didepan para wartawan


"Maaf Pak Danu kenapa pernikahan kalian terkesan disembunyikan?" tanya salah seorang wartawan


"Bukan disembunyikan, hanya saja istri saya ini tidak ingin pernikahan kami ini menjadi konsumsi publik."


"Apa bener seperti itu bu Aisyah?"


"Iya apa yang dikatakan suami saya memang benar" jawab Aisyah


"Kami mendengar apa benar istri pak Danu ini masih mahasiswa? kenapa bapak tiba-tiba menikah dengan wanita yang usianya jauh dibawah bapak, padahal ada yang mengatakan pak Danu sudah memiliki seorang kekasih yang kabarnya saat ini juga bekerja di perusahaan Dirgantara grup"


"Lalu bagaimana dengan kekasih bapak? apa bapak meninggalkan kekasih bapak karena mendapatkan wanita yang usianya jauh lebih muda?" wartawan yang seolah ingin memojokkan Danu


"Ini tidak ada hubungannya dengan istri saya yang lebih muda. mengenai wanita yang kalian maksud. saya sudah tidak ada hubungannya dengan wanita sebelum saya menikah. bukan saya yang meninggalkan tapi dia sendiri yang meninggalkan saya" ucap Danu


"Bohong, apa dikatakannya jelas bohong" ucap Vallen yang tiba-tiba masuk ke acara konferensi pers


"Vallen" Gumam Danu menahan amarah tapi Aisyah segera menggenggam tangan Danu seraya tersenyum menggelengkan kepala,


"Karena perempuan inilah Danu memutuskan hubungan kami yang sudah terjalin hampir lima tahun. saya akui awalnya saya masih menolak saat Danu meminta saya untuk menikah karena saya sedang berjuang dengan karir saya, bukan karena saya tidak ingin menerima lamaran Danu tapi saya ingin memantaskan diri, saya ingin jadi wanita yang mandiri yang tidak bergantung dari nama suami saya nantinya. tapi disaat saya sedang berjuang demi masa depan kami perempuan ini datang mengambil semuanya. dan pastinya karena ingin menikmati kekayaan suaminya. apalagi tujuannya kalau bukan harta? perempuan seusia dia yang harusnya masih berjuang dengan pendidikan justru memilih mengorbankan pendidikannya demi hidup enak tanpa berjuang"ucap Vallen yang sengaja ingin mempermalukan Aisyah

__ADS_1


"Dimana salahnya jika seorang istri menggunakan harta suaminya? bukankah memang seharusnya seperti itu? sebaik-baiknya seorang istri itu dirumah, Alhamdulillah suami saya tidak keberatan dengan hal itu"


"Apa yang dikatakan istri saya benar. saya tidak memerlukan wanita mandiri dan sukses dalam karir. untuk apa saya bekerja jika istri saya sudah bisa mencukupi semua kebutuhannya sendiri. karena saya bekerja untuk membahagiakan istri saya. justru dengan istri saya tidak menyibukkan diri dalam karir membuat saya sangat dihargai sebagai seorang suami" ucap Danu mencium kening Aisyah


Vallen yang awalnya ingin mempermalukan Aisyah tapi tidak berhasil membuat dirinya sangat kesal.


***


"Danu kenapa kamu setega itu? aku mencintai kamu Dan. aku tidak rela kamu menikah dengan wanita itu" ucap Vallen menunjuk Aisyah


"Sudahlah tidak perlu lagi kamu mendekatiku, karena semua itu percuma. aku sudah benar-benar mencintai istriku. sebaiknya kamu segera keluar dari hidupku dan perusahaanku" tegas Danu


"Danu" Panggil seseorang dan membuat semuanya melihat kearah sumber suara


"David" ucap Danu lirih


"Danu lama tidak bertemu" David mengulurkan tangannya tapi Danu tak membalas uluran tangan sahabat yang sudah berkhianat


David segera menarik tangannya dan memasukkan ke dalam saku celananya.


"Okay, aku tau kamu marah sama aku. Vallen sudah menceritakan kesalah pahaman diantara kita. dan aku jauh-jauh dari Paris datang ke Indonesia untuk menjelaskan kesalah pahaman diantara kita."


"Tidak perlu menjelaskan apapun. semua itu sudah tidak penting bagiku" jawab Danu menaikan sebelah bibirnya


"Tapi aku berkewajiban untuk tetap menjelaskan, aku dan Vallen sungguh tidak memiliki hubungan seperti yang kamu pikirkan. saat itu kami sama-sama tidak sadarkan diri. kami melakukan itu di luar kendali kami. Kamu yang membuat Vallen frustasi malam itu"

__ADS_1


^ Happy Reading ^


__ADS_2