Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
MENJEMPUT DANU


__ADS_3

Disana Danu hanya diam dan minum softdrink, melihat teman-temannya yang berjoget dan mabuk.


"Aku ke toilet dulu" Danu melangkah pergi


Sementara Aisyah melihat jam didinding menunjukkan pukul 23.15 WIB tapi belum ada tanda-tanda suaminya pulang.


Aisyah yang gelisah mencoba menghubungi Suaminya


***


Dret.. dret...


Panggilan masuk diponsel Danu yang tertinggal atas dimeja.


Hati Vallen bergemuruh melihat panggilan masuk dari "My Wife"


"Hallo" Vallen mengangkat telpon dari Aisyah


Aisyah yang bingung karena suara seorang wanita yang mengangkat panggilannya kembali melihat ponselnya dan memastikan kalau dirinya tidak salah sambung.


"Maaf ini benar nomernya mas Danu kan?" tanya Aisyah


"Iya bener, ada apa kamu telpon Danu?"


"Bukannya aku yang seharusnya bertanya sama kamu ya? kamu siapa? kenapa ponsel suamiku ada sama kamu?" tanya Aisyah


"Aku Vallen, Danu sedang dikamar mandi"


"Astaghfirullah, kalian ada dimana sekarang"


"Sudah ya, jangan ganggu kami." ucap Vallen menutup panggilan Aisyah


"Hallo, hallo" ucap Aisyah melihat ponselnya


"Astaghfirullah, kenapa malam-malam begini kamu bersama seorang wanita mas? apa yang kamu lakukan?" gumam Aisyah


Kini pikiran dan perasaannya tidak tenang. selain merasa cemburu tentu saja Aisyah takut Danu akan melakukan dosa karena pergi dengan wanita yang bukan mahramnya.


Aisyah turun dan memberanikan diri bertanya pada mertuanya.


Tok.. tok..


"Assalamu'alaikum ma" ucap Aisyah mengetuk pintu kamar mertuanya


"Walaikumsalam" jawab Bu Retno dari kamarnya


"Seperti suara Aisyah ma?" ucap Pak Herman


"Iya Pak, sepertinya itu Aisyah. kenapa ya malam-malam mengetuk pintu? ya sudah mama kesana dulu" Bu Retno turun dari ranjangnya

__ADS_1


"Aisyah ada apa sayang? kenapa malam-malam begini belum tidur?" tanya Bu Retno


"Ma, Aisyah boleh tanya tidak?" ucap Aisyah ragu


"Tanya? mau tanya apa sayang?" Bu Retno menatap Aisyah


"Apa mama tau kemana biasanya mas Danu pergi, maksud Aisyah tempat diamana Mas Danu biasa nongkrong?"


"Memang ada apa? apa Danu belum pulang?" tanya Bu Retno


"Iya ma, mas Danu belum pulang. Aisyah ingin mencari mas Danu tapi Aisyah belum tau kemana biasanya mas Danu pergi"


"Mama sepertinya tau, biasanya kalau Danu pulang malam itu sedang main dicafe temannya Ray namanya" ucap Bu Retno


"Mama tau dimana tempatnya?" tanya Aisyah


"Kamu yakin mau ngusulin Danu kesana?" tanya bu Retno


"Iya ma, Aisyah mau kesana"


"Kalau begitu biar diantar supir saja! pak supir tau


kok tempat dimana biasanya Danu nongkrong"


"Baiklah ma, Aisyah akan minta diantar pak sopir kesana. Aisyah pamit ya ma. Assalamu'alaikum" Aisyah mencium tangan bu Retno


"Walaikumsalam"


Sesampainya dicafe Aisyah segera turun dari mobil


"Nona apa mau saya temani masuk" ucap pak sopir karena merasa tempat yang didatangi istri majikannya ini terlalu berbahaya


"Tidak usah pak, biar saya masuk sendiri" jawab Aisyah tersenyum


Dengan sedikit rasa ragu Aisyah untuk pertama kalinya menginjakkan kakinya di tempat seperti itu, tempat dimana banyak orang melakukan dosa dan kemaksiatan. sepasang muda mudi yang bukan mahram asyik berjoget tanpa rasa malu, dan hampir semua pengunjung meneguk minuman beralkohol.


Ada perasaan risih saat Aisyah menginjakkan kaki di cafe tersebut. lampu yang bisa dibilang remang-remang. suara musik yang terdengar sangat keras dan banyaknya pengunjung membuat Aisyah sedikit kesusahan mencari-cari keberadaan Danu suaminya.


Saat Aisyah masuk semua mata tertuju pada Aisyah, yang dinilai mungkin sosok aneh untuk orang-orang disana. Aisyah yang dengan jilbab besarnya, masuk kedalam sebuah cafe yang seperti itu. tentu saja ini menjadi pemandangan yang aneh dan langka untuk orang yang berada disana.


"Assalamu'alaikum" ucap Aisyah dibelakang Danu


Danu yang sedang disamping Vallen dan meneguk segelas softdrink tersedak saat mendengar suara yang sepertinya tidak asing di pendengarannya.


"Uhuk.. uhuk.. " Danu tersedak dan segera membalikkan badannya


"A- Aisyah, kenapa bisa ada disini" Ucap Danu membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya


"Assalamu'alaikum" Kembali Aisyah mengucapkan salam. karena salam yang pertama tidak dijawab oleh Danu

__ADS_1


"Wa-Walaikumsalam, A-Aisyah, Ba-bagaimana bisa kamu ada disini?" Danu tercengang


"Aisyah ingin menjemput mas Danu pulang, ayo kita pulang?" ucap Aisyah


Danu turun dari kursinya


"Berhenti, tetep disana" ucap Vallen pada Danu dan Danu terdiam melihat Aisyah


"Dan kamu, siapa kamu seenaknya menyuruh Danu pulang?" Vallen menatap tajam kearah Aisyah


"Apa kamu lupa siapa saya? apa saya perlu memperkenalkan siapa saya lagi disini?" ucap Aisyah menatap Vallen


"Kamu" Vallen menatap dan menunjuk jarinya ke wajah Aisyah


"Dan, dia siapa?" tanya Niko


Danu terdiam menatap wajah Aisyah dan Vallen. Vallen menggelengkan kepala seakan memberi kode untuk tidak mengungkap identitas Aisyah


"Dia, Di-Dia istriku" jawab Danu gagap dan Vallen yang mendengar Danu mengatakan Aisyah adalah istrinya merasa panas. hatinya bergemuruh, pandangannya menatap tajam kearah Aisyah seolah ingin menyantapnya hidup-hidup.


"What? istri? dia istri kamu?" ucap Ray dan Niko kaget saling berhadapan


"Gak, gak, kamu pasti lagi bercanda kan Dan? mana mungkin kamu menikah dan kita tidak tau, dan mana mungkin kamu menikah dengan, dengan_" Niko tidak melanjutkan kata-katanya. hanya saja matanya menatap Aisyah dari atas sampai bawah hingga membuat Aisyah risih


"Kenapa menatap istriku seperti itu?" Danu tidak suka dengan cara Niko dan Ray menatap istrinya


"Ja-Jadi benar dia istri kamu?" Niko menunjuk kearah Aisyah


"Iya dia istriku" ucap Danu tersenyum melihat Aisyah


"Gimana ceritanya kamu nikah gak bilang-bilang? gerutu Niko


"Mas, apa kita sudah bisa pulang?" Aisyah memotong pembicaraan Danu dan Niko


"Sudah" jawab Danu singkat


"Danu, kalau kamu pulang dengan dia, bagaimana dengan aku?" ucap Vallen


"Kamu bisa pulang sendiri kan?" ucap Aisyah melihat Vallen


"Heh.. kecil, kamu tau apa? kamu tidak lihat tanganku sakit?" ucap Vallen yang menganggap Aisyah masih kecil karena memang Aisyah masih terlihat imut sesuai dengan usianya yang baru menginjak 20 tahun. sedangkan Vallen seumuran dengan Danu


"Tante, tante masih punya kaki kan? yang sakit tangan tante, bukan kaki tante. kenapa harus merepotkan suami saya!" ucap Aisyah lembut


"Dasar Kamu" Vallen hendak menampar Aisyah tapi beruntung Danu segera menyadarinya dan menipis tangan Vallen


"Kamu apa-apaan Vallen?" Danu menatap tajam Vallen


"Dan, kamu tidak sadar? dia ini sudah menghina aku?" teriak Vallen

__ADS_1


"Menghina? siapa yang menghina tante? saya hanya berbicara fakta. bukankah justru tante yang menghina diri tante sendiri dengan menjadi pelakor" ucap Aisyah


"Jaga ya bicara kamu! siapa yang menjadi pelakor?" Vallen emosi


__ADS_2