Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 39


__ADS_3

Aisyah dan Danu tidur berhadapan, keduanya saling menatap dan tersenyum


"Aisyah, apa kamu belum mencintaiku" tanya Danu


"Kenapa mas?" Aisyah balik bertanya


"Aisyah sepertinya aku, aku. aku mencintai kamu Aisyah" ucap Danu


Setelah mendengar pernyataan cinta dari suaminya, Aisyah yang masih ragu dengan perasaan hanya tersenyum. Sebenarnya Aisyah juga merasa sudah mulai mencintai Danu hanya saja, Aisyah juga merasa dihatinya masih ada ruang untuk Ilham.


Aisyah belum bisa menghapus rasa cinta untuk laki-laki yang selama ini menjadi cinta dalam do'anya.


Meski mereka tidak pacaran, tapi Ilham adalah laki-laki yang selama ini ada didalam hatinya. bukan hal yang mudah bagi dirinya untuk menghapus rasa yang pernah ada itu, terlebih Ilham adalah sosok laki-laki yang bisa dikatakan hampir sempurna tanpa celah untuk bisa melupakanmu.


Laki-laki Sholih, taat dalam agama, pintar dan sangat menghargai wanita. butuh perjuangan yang keras untuk bisa melupakan laki-laki seperti itu. laki-laki yang mungkin diidamkan semua kaum hawa.


"Aisyah kenapa tidak menjawab? apa kamu belum mencintai aku? apa kamu masih mencintai laki-laki itu?" tanya Danu melihat mata Aisyah yang sembab setelah selesai menangis


"Mas maafkan Aisyah ya, Aisyah akan terus berusaha untuk mencintai mas Danu. jujur mas, Aisyah merasa nyaman setiap dekat mas Danu dan Aisyah senang dengan perhatian dari mas Danu, tapi jujur sampai saat ini memang masih ada ruang di hati Ais untuk Ilham. Aisyah tau, ini tidak boleh. tapi pernikahan kita yang tiba-tiba, saat disetiap Doa Aisyah ada nama Ilham membuat Aisyah bingung. tapi Aisyah akui saat ini mas Danu juga menempati ruang dihati Aisyah."


"Tidak apa-apa Aisyah, aku mengerti. tidak perlu buru-buru, aku akan sabar menunggu kamu benar-benar mencintai aku." Ucap Danu menatap mata Aisyah dan mendaratkan sebuah ciuman di kening Aisyah. Aisyah pun memejamkan matanya merasa ada kehangatan dihatinya saat Danu mencium keningnya.


Malam ini Aisyah terlelap dalam pelukan suaminya. sementara Danu tidak dapat memejamkan matanya. memikirkan perkataan Aisyah yang masih menyisakan ruang dihatinya untuk Ilham.


"Sebenarnya kamu tidak bersalah Aisyah, aku yang membuatmu harus berpisah dari laki-laki yang kamu cintai. aku yang harusnya meminta maaf karena aku benar-benar mencintaimu. aku tidak akan membiarkan siapapun mendekatimu. termasuk laki-laki itu" batin Danu dan kembali mencium kening Aisyah yang saat ini sudah berada di dunia mimpinya.


Sebagai laki-laki normal yang sudah mencintai istrinya, sebenarnya Danu menginginkan istrinya untuk memberikan haknya sebagai seorang suami. tapi mengingat Aisyah yang belum yakin dengan perasaannya. membuat Danu mengurungkan niatnya dan memilih untuk bersabar sampai rasa cinta dihati istrinya benar-benar tumbuh dan sampai Aisyah benar-benar bisa melupakan Ilham.


****


Madinah


"Assalamu'alaikum" sapa Khadijah


"Walaikumsalam" jawab Ilham tersenyum dan menyatukan dua tangannya didadanya


"Selamat ya, aku dengar semester ini nilai kamu tertinggi. kamu hebat Ilham"( Dalam bahasa Arab)

__ADS_1


"Terimakasih, Khadijah" Ilham senyum


"Boleh Khadijah menanyakan sesuatu pada Ilham?"


"Katakan apa yang ingin Khadijah tanyakan pada saya?"


"Khadijah dengar dari ayah katanya Ilham menolak pinangan dari ayah untuk Khadijah? kalau boleh Khadijah tau, apa kekurangan Khadijah sehingga Ilham menolak Khadijah?"


Khadijah yang sebenarnya sudah cukup lama memendam rasa untuk laki-laki ini. laki-laki yang selalu menarik perhatian semua orang, selain Ilham mahasiswa yang pintar, Ilham juga laki-laki yang sangat ramah dengan siapapun. gaya bicara yang lembut dan senyum yang selalu menghiasi bibirnya seolah menjadi daya tarik tersendiri untuk kaum hawa dan beberapa orang tua yang ingin menjadikan Ilham sebagai menantu.


"Sungguh Khadijah adalah ciptaan Alloh yang sangat sempurna dan tidak ada kurangnya di penglihatan Ilham. justru Ilham lah mungkin yang tak layak untuk Khadijah"


"Lalu kenapa Ilham menolak Khadijah?"


"Maafkan Ilham, bukan maksud Ilham untuk menolak Khadijah, hanya saja ruang hati Ilham sudah terisi oleh wanita yang namanya selalu ada didalam doa Ilham"


"Apa dia pacar Ilham?"


"Bukan, dia bukan pacar Ilham, tapi kita mencintai dalam diam, mengagumi dari jarak jauh dan saling mendoakan semoga Alloh mengikatkan cinta kami dalam jalinan suci pernikahan. seperti kisah cinta Ali bin Thalib dan Fatimah putri Rosululloh SAW"


"Hanya Alloh yang bisa menjawab pertanyaan Khadijah, karena sesungguhnya Alloh lah Dzat pemolak malik hati hambanya." Ilham tersenyum


***


Dikantor


Danu terlihat murung dan tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya.


"Hufftt.. " Danu menghela nafas kasar


"Apa apa pak?" tanya Roni yang melihat atasannya gelisah


"Sedang memikirkan istriku?" jawabannya singkat


"Ada apa dengan ibu Aisyah pak?"


"Seperti yang kamu tau, istriku masih memikirkan laki-laki yang saat ini masih berada di Madinah itu. ada kekhawatiran dihatiku, kalau Aisyah akan berubah pikiran saat laki-laki itu kembali ke Indonesia. aku takut Aisyah akan goyang dengan pernikahan kami"

__ADS_1


"Saya rasa bu Aisyah tidak akan melakukan hal itu, Bu Aisyah sangat faham tentang apa itu pernikahan didalam ajaran agama kita. apalagi kalau pak Danu dan Bu Aisyah sudah memiliki anak pasti semua yang pak Danu pikirkan tidak akan pernah terjadi"


"Anak?" gumam Danu


"Iya anak, kenapa Pak Danu kaget? jamu bilang kalau pak Danu dan Bu Aisyah_" ucap Roni terputus


"Kenapa? kamu mau bilang, kalau kami belum menyempurnakan ibadah pernikahan kami?" ucap Danu


Roni hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Tapi tebakan kamu memang benar, aku hanya sedang memberi waktu untuk Aisyah agar bisa menerima pernikahan kami dan aku akan menunggu sampai Aisyah mencintaiku"


"Tapi apa bapak sendiri benar-benar sudah melupakan bu Vallen?"


"Melupakan mungkin memang belum, tapi sudah tidak ada tempat di hidupku untuknya. Saat ini dan seterusnya sepertinya hanya Aisyah yang akan mengisi hatiku, tidak mungkin lagi akan aku dapatkan wanita sebaik Aisyah. karena itu aku tidak akan pernah menyia-nyiakan jodoh yang Alloh kirim untukku"


Tok.. tok.. tok..


"Masuk" Roni membukakan pintu


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam Aisyah" Danu yang senang dengan kedatangan istrinya segera berdiri menyambut kedatangannya.


"Mas" ucap Aisyah mencium tangan suaminya


"Kalau begitu saya keluar dulu pak" pamit Roni


"Okey" jawab Danu


"Mas maaf ya, Aisyah tidak bilang dulu mau kesini"


"Tidak apa-apa Aisyah, justru aku senang kamu berinisiatif datang ke kantor suami kamu" ucap Danu mencolek hidung Aisyah


^Happy Reading^


Mohon Dukungannya dengan Like, Coment dan Vote ya! terimakasih 🙏😍😘

__ADS_1


__ADS_2