
Hari yang seharusnya membahagiakan buat orang yang akan memasuki bahtera rumah tangga, tapi saat ini entah apa yang sedang dirasakan Ray dan juga Bela.
Karena menikah hanya untuk bisnis, demi kemajuan perusahaan kedua keluarga.
"Danu, kenapa hatiku saat ini merasa gelisah seperti ini?" tanya Ray memegang tangan Danu di
"Tarik, nafas keluarkan pelan-pelan, ucap Bismillah dan jangan lupa istighfar yay banyak" jawab Danu menengkan
"Biasa calon pengantin emang gitu Ray, santai aja." timpal Niko
"Aku ini kayak punya beban, takut kalau nantinya tidak bisa membimbing istriku. Dan aku punya perasaan takut tidak bisa menjadi imam yang baik" Ray merasa gelisah
"Percayakan semua hanya pada Alloh. Yakinlah Alloh punya tujuan yang baik kenapa kamu harus menikah dengan Bela." ucy Danu menepuk bahu Ray
"Ray, sebaiknya kamu masuk. Sebentar lagi acara akan dimulai" panggil bu Santi
"Iya Mi" jawab Ray kini berjalan menuju tempat yang telah disediakan untuk melakukan ijab qobul
Setelah menarik nafas panjang, Ray mengucapkan Bismillah dan berjabat tangan dengan penghulu hingga terdengar para saksi mengucapkan kata "SAH" dan mulai saat itu juga kehidupan seorang Ray sudah berubah, kini dirinya bukan hanya bertanggungjawab atas dirinya sendiri lagi tapi juga bertanggungjawab atas diri Bela yang mulia saat ini sudah sah menjadi istrinya dan kelak akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
"Alhamdulillah" ucap seluruh tamu yang ada disitu
Setelah Ray mengucapkan ijab qobul, Aisyah menggandeng Bela untuk diajak keluar bertemu dengan laki-laki yang kini sudah sah menjadi suaminya.
Untuk beberapa detik Ray terpukau melihat kecantikan Bela dalam balutan baju pernikahan bernuansa Islami, mencerminkan pakaian seorang muslimah. Terlihat cantik dan Anggun
Semua tamu juga mengagumimu kecantikan Bela, Bela yang awalnya merasa minder dan tidak percaya diri dengan pakaiannya hari ini, mulai menemukan kepercayaan diri saat mendengar beberapa tamu undangan memuji kecantikannya. Ray pun tidak memungkiri kalau hari ini Bela terlihat cantik. Diam-diam Ray menyembunyikan senyumnya karena mengagumi kecantikan wanita yang kini sudah menjadi istrinya.
"Kedip woe" Danu menyenggol Ray dan membuat Ray canggung
Bela perlahan datang mendekat mencium tangan Ray. Dan seketika itu pandangannya terhadap Bela kini berubah.
Meskipun Ray menikah dengan Bela bukan karena cinta, tapi Ray sudah berkomitmen untuk menjadi suami yang baik. Dan Ray pun berdoa pada Alloh agar Alloh menumbuhkan rasa cinta diantara mereka, menjadikan keluarga mereka menjadi keluarga yang Qurrotaa'yun, yaitu keluarga yang menjadi penenang hati, penyejuk mata dan jiwa.
"Selamat ya sekarang sudah menjadi seorang suami, Semoga selalu bahagia dunia hingga akhirat" ucap Danu dan Niko
Aisyah pun memeluk Bela dan mengucapkan selamat. Meski mereka baru mengenal beberapa waktu yang lalu, tapi Bela bisa merasakan kalau Aisyah tulus baik kepada dirinya.
"Aisyah terimakasih sudah membuatkan aku baju pengantin ini, ya walaupun jujur saja sebenarnya aku tidak percaya diri dengan pakaian ini" ucap Bela melihat bajunya.
"Kenapa tidak percaya diri, justru mbak Bela terlihat sangat cantik dengan pakaian ini" puji Aisyah
"Benarkah? tapi aku tetep tidak merasa seperti itu" ucap Bela n
"Bela, sini Papi mau bicara sebentar" ucap oak Bobby
"Aisyah, aku tinggal dulu ya" pamit Bela dan Aisyah tersendiri
Bela menghampiri Papinya " Kamu kenapa menggunakan pakaian seperti ini? bikin malu saja" cerca pak Bobby
"Ini syarat yang diajukan Ray Pi, Kalau Bela gak pakai pakain ini, Ray gak mau nikah sama Bela. Nanti Papi ganti marahi Bela kalau Ray gak mau nikah sama Bela. Kalau bukan karena Papi memaksa Bela untuk menikah dengan Ray, Bela juga gak mau Pi, bisa gila setiap hari diceramahi" gerutu Bela
"Ya sudah, kamu sabar saja. Ini demi perusahaan kita yang diambang kebangkrutan. Kalau bukan karena perusahaan mereka yang bisa menolong perusahaan kita, Papi juga tidak rela melihat kamu diatur-atur kayak gini. Maafin Papi ya!" ucy Pak Bobby
"Iya Pi, tenang saja Bela tau kok apa yang harus Bela lakukan" jawab Bela tersenyum
Bela sangat menyayangi Papinya, pasalnya sejak Bela ditinggal Maminya entah kemana meninggalkan dirinya dan Papinya. Sejak saat itu hanya ada papinya yang ada dihidupnya dan memberikan kasih sayang, sekarang perusahaan yang dirintis pak Bobby sedang goyah, hingga mau tidak mau dirinya harus membantu papinya menyelamatkan perusahaan dengan menikah. Karena saat ini hanya perusahaan kuat seperti perusahaan pak Yudha lah yang mampu menolong perusahaan pak Bobby.
"Segera bujuk mertua kamu untuk menyatukan perusahaan, jangan sampai berita kebrangkutan perusahaan kita terdengar orang lain, dan sebelum hal itu terjadi kamu sudah harus bisa membuat perusahaan mertua kamu mendatangi kerjasama dengan pengalihan saham untuk perusahaan kita" ucap pak Bobby
"Iya Pi, tidak perlu diingatkan lagi. Bela ingat semua perkataan Papi kok" ucap Bela
"Bel, ayo mami kenalkan rekan-rekan Mami" ucap Bu Santi
__ADS_1
"Iya mi, Pi Bela ikut Mami dulu ya" ucap Bela melihat Bu Santi dan kembali melihat pak Bobby
"Ya sudah, sebaiknya kamu temani mertua kamu dulu" ucap Pak Bobby
Bela berjalan menghampiri ini mertuanya dan diperkenalkan dengan rekan-rekan bu Santi sesama pengusaha.
"Ini menantu saya, namanya Bela. Dia ini hebat sekali lho, masih muda sudah berhasil memimpin perusahaan papinya, dan dia juga lulusan dari Aussie. Saya ini bangga sekali punya menantu seperti Bela" puji bu Santi
"Wah diluar dugaan kami, ternyata jeng Santi ini seleranya yang kalem gini, menantu sholihah" gurau bu Salma melihat Bela dari ujung atas sampai kaki yang tertutup sempurna dengan hijab.
"Oow .. ini keinginan Ray, ingin melihat istrinya pakai baju pengantin seperti ini" jelas bu Santai dan Bela hanya tersenyum
Karena bagi mereka, melihat wanita berjilbab itu seperti dianggap wanita kono yang tidak mengikuti trend saat ini.
"Oow.. kirain hahaha... "
"Ada apa ini ? kenapa menertawakan istri saya? apa yang lucu, justru kalian yang lucu? maaf sebelumnya tapi sebelum masa peradapan bukankan justru manusia tidak ada yang menggunakan pakaian? seperti manusia purba contohnya mereka tidak mengenakan baju kan? baru setelah muncul peradapan manusia menemukan pakaian, jadi justru dijaman modern seperti ini seharusnya manusia itu bisa menutup auratnya dengan sempurna, jangan seperti manusia purba yang belum tau cara menutup aurat dengan benar " ucap Ray membela harga diri istrinya dan menarik tangan Bela.
Bela mengekori Ray matanya melihat tangannya yang kini dipegang Ray.
Hatinya tiba-tiba berdesir untuk kali pertamanya Ray memegang tangannya.
"Ray, Kamu.. kamu_?" Bela tergagap
"Kenapa?" tanya Ray mengurutkan keningnya melihat wanita yang kini sudah menjadi istrinya tampak bingung
"Kamu memegang tanganku? bisanya kamu begitu jijik denganku? kenapa sekarang kamu memegang tanganku?" tanya Bela bingung dengan perubahan sikap Ray yay drastis menurutnya
Ray menghela nafas dan tersenyum, kemudian mendekatkan wajahnya
"Kamu itu bodoh ya" ucap Ray dengan jarak yang lumayan deket hingga Bela bisa merasakan hembusan nafas Ray
"Kenapa malah ngatai aku bodo?" Bela mendorong tubuh Ray menjauh
Ray tersenyum menyeringai dan kembali mendekatkan wajahnya "Kamu itu istriku, jangankan menyentuh tanganmu, menyentuh semua yang ada pada dirimu pun halal bagiku" ucap Ray membuat Bela sontak tercengang.
Bela pikir sifat Ray selama ini yang seolah jijik dengan dirinya karena Ray tidak menyukainya tapi diluar dugaan, tanyata Ray mengatakan semua itu.
"Bagaimana ini? bagaimana kalau nanti Ray benar-benar meminta haknya sebagai seorang suami. Jadi dia ini tidak jijik denganku? tapi.. tapi aku tidak mungkin melakukannya dengan Ray, bagaimana dengan Brian? aku sudah janji dengan Brian kalau aku menikah dengan Ray hanya untuk bisnis sampai perusahaan papi kembali normal. Dan aku sudah janji kalau aku tidak akan mau disentuh Ray" batin Bela gelisah
"Kamu kenapa? membayangkan malam pertama kita ya?" Goda Ray menyentuh kepala Bela yang tertutup dengan Jilbabnya
Sikap Ray kali ini benar-benar membuat Bela bergidik. Sungguh diluar dugaannya. Karena yang Bela tau, Ray tidak menyukai dirinya.
Dan kini Bela semakin bergidik ketika mengingat kata-kata Ray
*Flashback*
Kenapa? nyesel? masih ada kesempatan mundur jika menyesal! karena setelah aku mengucapkan ijab qobul, sudah tidak ada kata menyesal lagi. Pernikahan bukan suatu permainan, Menyesal setelah pernikahan sudah terlambat dan tidak akan merubah apapun. Karena setelah aku mengucap ijab qobul, tidak akan mudah bagiku untuk melepaskan, karena ijab qobul adalah janji yang aku ucapkan disaksikan Alloh, malaikat dan banyak orang. Karena itu sebelum ijab qobul pikirkan baik-baik , apa kamu yakin mau menikah denganku. Jika kamu berubah pikiran, kamu bisa mundur " jelas Ray
*Flashback off*
Bela menggeleng-gelengkan kepalanya
"Tidak-tidak, ssmoga Ray tidak serius dengan ucapannya dan menjadikan aku tahanan hidupnya selamanya. Bisa gila aku kalau terlalu lama bersama dengan Ray" Batin Bela
"Ayo ikut denganku, aku kenalkan dengan temanku" Ajak Ray kembali memegang tangan Bela
"Haii.. brow, ini istriku Bela. Bel ini Niko sahabatku dan ini Danu suaminya Aisyah" Ray menunjuk Niko dan Danu
Niko dan Danu tersenyum melipat tangan didepan dadanya saat Bela mengulurkan tangannya, kemudian Ulya segera meraih tangan Bela
"Saya Ulya istri Niko" ucap Ulya berjabat tangan dengan Bela dan tersenyum
__ADS_1
"Bela" ucap Bela melihat penampilan Ulya yang mirip dengan Aisyah
"Pasti mereka sefrekuensi" batin Bela
"Bela mereka ini sahabatku dan mulai sekarang kamu harus tau semua sahabatku, dan aku berharap kamu bisa sering-sering bergaul dengan Aisyah dan kak Ulya, mereka adalah wanita-wanita yang baik, aku yakin lama-lama kamu pasti akan menjadi muslimah yang baik jika kamu sering bergaul dengan mereka" ucap Ray
"Aduh Ray apa-apaan sih. iya kali aku disuruh seperti mereka? ini aja rasanya udah pengen aku lepas bajunya. Panas banget" gerutunya dalam hati
"Kami akan sangat senang jika bisa berteman dengan mbak Bela. jadi kita bisa belajar bersama, Aisyah juga tidak sebaik yang mas Ray katakan. Hanya saja kita bisa belajar bersama jika mbak Bela mau" ucap Aisyah
"Bukan tidak mau, mau banget malah tapi masalahnya aku ini sibuk mengurus perusahaan, dan sebentar lagi bahkan aku harus kembali ke Singapura karena aku tidak bisa meninggalkan perusahaan terlalu lama" kilah Bela
"Kamu mau kembali ke Singapura? kita ini sudah menikah. Kamu tidak bisa seenaknya memutuskan keluar negeri begitu saja" sahut Ray
"Iya aku tau kita memang sudah menikah, tapi kamu tau perusahaan yang aku pimpin ada di Singapura. tidak mungkin kan aku tinggalkan perusahaan gitu aja" terang Bela
"Masalah perusahaan kita harus bahas lagi nanti" ucap Ray tampak tidak senang
***
"Kalau dipikir-pikir mas Ray kasihan juga ya mas. Sepertinya mbak Bela belum mengetahui kewajiban seorang istri jika sudah menikah" ucap Aisyah didalam mobil saat pulang dari pernikahan Ray
"Itulah sayang pentingnya ilmu, bukan hanya masalah ilmu. menikah pun perlu ilmu kan agar keduanya memahami tugas dan tanggungjawabnya masing-masing. Jika dalam suatu rumah tangga tidak memiliki ilmu mereka tidak akan pernah tau hakikatnya istri itu merawat suami dan yang bertugas mencari nafkah adalah suami. Kalaupun istri bekerja tetep tidak boleh melupakan tugasnya sebagai istri kan?"
"Iya mas, ya kita do'akan saja. semoga mas Ray bisa membimbing istrinya untuk menjadi istri yang taat agama dan istri yang bisa menghormati suaminya sebagai seorang imam dalam rumah tangga mereka"
"Aamiin" ucap Danu
"Sekarang kita mau kemana dulu sebelum pulang? mungkin kamu ingin ada yang dimakan?" tanya Danu melihat Aisyah
"Emm.. ada sih mas, Aisyah ingin makan sate ayam. Tapi sate ayam yang dijual abang-abang keliling gitu mas"
"Memang harus yang keliling ya, kalau yang dirumah makan aja gak mau?" tanya Danu
"Gak mau, anak kita maunya sama abang-abang keliling" Aisyah tersenyum
"Ini benaran anak kita yang minta kayak gitu? bukan mamanya yang mau?" kembali Danu bertanya
"Iya mas, anak kita yang mau"
"Baiklah kita cari dulu ya abang tukang satenya nak. Pokonya buat kamu papa akan turuti semua keinginan kamu nak" ucap Danu mengusap perut Aisyah
"Berarti kalau yang ingin Aisyah tidak dituruti mas?" Aisyah memayunkan bibirnya
"Hahaha.. cemburu sama anak, ya sama dong! pasti aku kabulkan juga" ucap Danu tertawa dan mengusap kepala Aisyah lembut.
"Eh.. itu ada abang tukang satenya mas" Aisyah menunjuk tukang sate yang sedang keliling komplek
Danu menepikan mobilnya dan memesan sate ayam dia porsi.
"Aisyah pengen makan disini saja mas" ucap Aisyah
"Disini? dipinggir jalan gini?" tanya Danu melihat istrinya
"Iya" Aisyah menundukkan kepala
"Hah.. orang hamil ada-ada saja maunya, makan aja minta di tepi jalan. okey deh kita makan disini" jawab Danu
"Terimakasih mas" Aisyah tersenyum
"Bang satenya makan disini ya"
Aisyah makan sate di tepi jalan dengan begitu lahapnya.
__ADS_1
^ Happy Reading ^