Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 107


__ADS_3

Hari ini dikampus Fitri merasa sepi lantaran sahabat Aisyah tidak masuk kuliah, sejak Aisyah hami memang Aisyah sering ijin karena masih sering mual


"Tumben sendirian, Aisyah dimana?" tanya Vera teman satu kampus mereka


"Aisyah lagi gak enak badan jadi gak kuliah hari ini" Jawab Fitri


"Eh.. kalian udah dengan ada dosen baru gak dikampus kita? dengar-dengar sih orangnya ganteng dan masih muda" timpal Kiki


"Masak sih? wah tambah sempat ni kalau ada dosen ganteng" sahut mahasiswa yang lain


Disaat yang lain pada heboh membahas dosen baru yang ganteng, Fitri hanya diam melihat ponselnya. Tidak terlalu tertarik dengan pembicaraan teman-temannya.


Fitri ini sebelas dua belas sama Aisyah, tidak tertarik membahas masalah cowok.


"Kita ke kelas yuk, sebentar lagi kuliah dimulai" ucap Fitri berdiri dan semuanya kembali ke kelas


Fitri mengeluarkan buku-bukunya persiapan kuliah akan segera dimulai.


"Assalamu'alaikum, selamat siang semuanya" ucap Dosen yang baru masuk kedalam kelas


"Wow ganteng banget, Kayak gini dosennya aku makin rajin kuliah ini" gumam Vera membuat Fitri yang dari tadi fokus melihat buka kini mengalihkan pandangannya ke depan melihat dosen barunya.


Selama pelajaran banyak mahasiswa khususnya kaum hawa yang gagal fokus pada pelajaran tapi malah terpukau dengan kegantengan dosennya. Fitri pun tak fokus dengan pelajaran tapi bukan karena kegantengan dosennya melainkan Fitri berusaha mengingat dosen barunya yang seperti tak asing buat Fitri. Hingga tanpa sengaja pandangan mereka bertemu dan sekarang Aisyah ingin siapa laki-laki yang kini menjadi dosennya itu, ya dialah Firdaus


***


"Maaf tunggu sebentar" panggil Firdaus saat Fitri baru melangkah mau keluar


Fitri melihat kanan dan kiri "Bapak manggil saya?"


"Iya kamu? siapa nama kamu?" Firdaus bertanya didalam kelas saat masih ada banyak mahasiswa.


Seketika pandang yang lain melihat kearah Fitri


"Fitri pak" jawab Fitri singkat


"Fitri bisa tolong keruang dosen, ada yang perlu saya bicarakan sama kamu" ucap Firdaus yang menyadari jadi semua melihat kearah Fitri


"Baik Pak" jawab Fitri


Setelah Firdaus meninggalkan kelas, semua berkerumun mendekati Fitri karena penasaran


"Apa kamu sudah mengenal pak Fir sebelumnya? apa itu alasan kenapa tadi kamu biasa aja waktu tau ada dosen baru disini?" cerca Vera


"Gak kenal kok" jawab Fitri singkat


"Pasti bohong ya? kalau gak kenal kenapa pak Fir nyuruh kamu ke ruangannya?" sahut teman yang lain


"Benar aku gak kenal sebelumnya, aku juga gak tau kenapa disuruh ke ruangannya. sudah agh.. aku pergi dulu"


Fitri berlalu dan menuju keruang dosen Firdaus.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk"


Fitri membuka pintu dan masuk keruang Firdaus


"Bapak memanggil saya?" tanya Fitri


"Kamu, bukankah kamu yang ada di pesta pernikahan Ulya? kamu yang bajunya basah karena aku tidak sengaja menumpahkan minuman kamu kan?" tanya Firdaus


"I-iya pak, tidak apa-apa saya sudah melupakannya" jawab Fitri


"Wah.. kebetulan sekali ya, kita bisa ketemu lagi disini. Aku tidak menyangka kalau ternyata kamu mahasiswa disini"


"Iya Pak, saya juga tidak menyangka"


"Kamu kenal sama Ulya?"

__ADS_1


"Iya kenal pak, kalau tidak kenal tidak mungkin kan saya menghadiri pernikahan kak Ulya. Tapi tepatnya saya sahabatnya Aisyah."


"Oow.. jadi kamu sahabat Aisyah adik Ulya? berarti Aisyah kuliah disini juga?"


"Iya Pak, Aisyah kuliah disini juga. Cuma tadi tidak masuk karena kurang enak badan, Aisyah lagi hamil pak"


"Aisyah hamil? Alhamdulillah saya ikut senang mendengarnya"


"Bapak kenal sama Aisyah?" tanya Fitri


"Kenal, keluarga saya dan keluarga Aisyah lumayan deket" Jawab pak Firdaus


Setelah pertemuan itu, Firdaus dan Fitri lumayan sering bertukar pesan, awalnya hanya obrolan ringan seputar pelajaran hingga akhirnya Firdaus meminta tolong Abah sebagai orang ketiga untuk melantari hubungannya dengan Fitri. Firdaus mengirimkan proposal untuk mengajak Fitri ta'aruf melalui Abah. tidak butuh waktu lama untuk keduannya menjalani ta'aruf. satu bulan setelah ta'aruf, Firdaus mengkhitbah Fitri dan Fitri pun menerima pinangan dari dosennya.


Hari ini Fitri dan Firdaus menikah dengan hanya dihadiri kerabat dekat.


Jika Alloh sudah mentakdirkan seseorang bertemu dengan jodohnya tak butuh waktu lama untukNya menyatukan keduanya dalam ikatan halal pernikahan. Karena pacaran yang sesungguhnya adalah pacaran setelah menikah.


"Selamat ya Fit, Alhamdulillah sekarang kamu sudah bertemu dengan jodoh yang selama ini kamu tunggu" ucap Aisyah memeluk sahabatnya


"Alhamdulillah Aisyah, saya pun tidak menyangka kalau ternyata jodoh itu unik. Terkadang kita mengejar-ngejar seseorang yang bukan jodoh kita, dan hanya membuat luka ketika cinta itu bertepuk sebelah tangan. Tapi kita tidak mengejarnya pun jika Alloh sudah mentakdirkan seseorang untuk berjodoh tak butuh waktu lama tiba-tiba sudah sah saja kita menjadi sepasang suami istri.


Fitri masih tidak menyangka kini dirinya dalam sekejap sudah berganti setatus menjadi seorang istri dari dosennya sendiri.


***


"Ada kak Ray disini?" tanya Aisyah yang baru pulang dari kampus


"Iya sayang, kamu pulang sama siapa tadi kenapa tidak bilang kalau sudah pulang?" tanya Danu yang sedang duduk diteras dengan Ray


"Aisyah pulang sama Fitri tadi mas, dari butik."


"Kamu jangan capek-capek sayang, ingat anak kita" ucap Danu mengelus perut Aisyah yang sudah sedikit membuncit


"Iya mas, cuma ngecek aja kok. Semua sudah siap dan tinggal nunggu mbak Khadijah sampai ke Indonesia."


"Memang kapan, Khadijah kesini?" tanya Danu


"Aisyah, teman kamu apa kabar?" timpal Ray


"Fitri maksudnya?" Aisyah melihat Ray


"Iya, Fitri apa kabar?"


"Fitri Alhamdulillah baik mas" jawab Aisyah tersenyum


"Tidak usah tanya-tanya istrinya orang" sahut Danu


"Istri orang maksudnya?" Ray bingung


"Fitri sekarang udah punya suami mas, mas Ray telat" timpal Aisyah


"Hah, Fitri dah nikah? perasaan baru bulan kemarin ketemu dia masih sendiri. kok tiba-tiba udah nikah aja?" Ray menggelengkan kepala heran.


"Mas Ray kelamaan, orang yang cuma mengagumi akan kalah dengan orang yang mau menghalalkan. Karena perempuan itu butuh yang serius dan tanggungjawab menjaga marwahnya. Itu sebabnya diislam tidak ada istilah pacaran. Boleh pacaran tapi setelah menikah, karena pacaran sebelum menikah mudhorotnya lebih banyak, beda dengan pacaran setelah menikah yang semuanya akan dinilai pahala. memegang tangan pasangan contohnya itu sudah dinilai pahala."


"MasyaAlloh semudah itu ya mendapatkan pahala" ucap Ray


"Karena sebenarnya jalan menuju surga itu murah dan mudah lho mas dibandingkan jalan menuju neraka" ucap Aisyah


"Kenapa begitu?" Ray bingung dengan pernyataan Aisyah bagaimana bisa jalan menuju surga lebih murah dibandingkan jalan menuju neraka.


"Sholat contohnya gratis atau bayar?" tanya Aisyah


"Gratis lah" jawab Ray


"Kalau berbuat maksiat seperti minum alkohol bayar tidak?" kembali Aisyah bertanya


"Bayar lah, siapa juga orang yang mau ngasih minum gratis, mahal lagi" jawab Ray

__ADS_1


"Iya benar kan berarti, jalan menuju surga itu sebenarnya lebih mudah dan murah ketimbang neraka. Karena kalau mau keneraka mesti modal uang, sedangkan kesurga, cukup kita jadi hamba yang taat, sholat tepat waktu, kerjakan puasa wajib lebih-lebih ditambah sunah. InsyaAlloh jalan menuju surga akan dipermudah.


Ada lagi seperti menikah contohnya, setiap apa yang dilakukan dengan istrinya dinilai Pahala, tapi malah banyak yang lebih memilih pacaran pergi sana sini berdua padahal dosa."


"Tapi kalau gak pacaran gimana kita bisa tau kepribadian orang itu? iya kalau baik, kalau tidak dan baru ketauan setelah menikah gimana? namanya pernikahan kan inginnya sekali seumur hidup. Dan tidak ingin salah pilih kan tentunya?"


"Jawabannya dekatkan diri dengan Dzat pemilik hati. Lakukan sholat istiqarroh jika setelah sholat istiqarroh hati merasa tenang dan yakin atau mungkin dipertemukan didalam mimpi, berarti itu jawaban dari Alloh. Dan disaat proses ta'aruf manfaatkan untuk menggali informasi disekitar lingkungananya. Contohnya kita bisa bertanya dengan orang-orang terdekatnya kebiasaan keluarganya seperti apa, mungkinkah keluarganya suka dunia malam atau keluarganya suka mendatangi majelis keagamaan? dari situ kita bisa menilai seperti apa orang itu. Tapi jangan hanya berpatokan dengan satu orang saja, karena kalau satu orang saja yang dilihat itu belum bisa mewakili kebiasaan seseorang. Lihatnya lebih luas lagi secara garis besar keluarganya atau keturunannya. Itu cara kita mengenali seperti apa orang yang akan kita jadikan pasangan hidup kita. Dan dalam proses ta'aruf akan saling bertukar informasi mengenai diri kita, pekerjaan kita, kebiasaan kita dengan bertukar proposal, dan disaat itu tanyakan semua yang ingin ditanyakan dan keduanya harus menjawab secara jujur sebelum proses khitbah."


Aisyah menjelaskan proses ta'aruf kepada Ray yang sampai saat ini belum menemukan jodohnya


"Untuk apa juga kamu jelaskan soal ta'aruf ke Ray sayang, Ray mungkin tidak akan berta'aruf karena orang tuanya sudah menjodohkan Ray dengan wanita pilihan orang tuanya" sahut Danu


"Jujur aku masih ragu dengan wanita pilihan orang tuaku. Aku tau mau seperti apa aku menolak orang tuaku pasti akan tetep memaksa aku untuk menikah dengan wanita itu.Aku hanya takut kalau aku tidak bisa membimbing wanita seperti itu dengan bekal agama yang minim seperti aku miliki ini. Aku saja masih butuh dibimbing, bagaimana aku bisa membimbing wanita seperti itu?"


"Memang seperti apa wanita pilihan orang tua mas Ray?" tanya Aisyah


"Wanita yang penampilannya seperti tarzan, jauh dari kata sholihah" jawab Ray


"Bukannya kemarin aku sudah menjawab pertanyaan kamu itu ya? kamu tidak perlu merasa takut, karena ada Alloh. Sandarkan semua pada Alloh, justru jadikan itu sebagai motivasi agar kamu semakin rajin menggali ilmu untuk bekal berumah tangga dan memberi contoh yang terbaik untuk istri kamu. Yakinlah tidak ada yang tidak mungkin dengan kekuatan doa, mintalah, berdo'alah sama Alloh untuk melembutkan hatinya." sahut Danu


"Benar mas Ray, apa yang dikatakan mas Danu. Sesungguhnya Alloh Dzat pemilik hati, dan maha pembalap balik hati manusia. Aisyah yakin suatu saat apa yang menjadi keinginan mas Ray dengan doa pasti bisa terwujud termasuk memiliki istri yang sholihah dan Aisyah do'akan semoga kedua orang tua mas Ray mendapatkan hidayah dari Alloh" ucap Aisyah


Danu dan Ray mengaminkan doa Aisyah


"Wah.. lagi pada ngobrolin apa sih? mama perhatiankan serius sekali" sahut bu Retno yang datang membawakan minuman


"Ini ma, Ray lagi galau karena dipaksa nikah sama orang tuanya" jawab Danu tersenyum


"Oow.. terus gimana? Ray mau?" tanya Bu Retno


"Gimana ya tan, pengen nolak tapi tante tau kan orang tua Ray seperti apa? nolak juga percuma" jawab Ray menghela nafas berat


"Tidak selamanya perjodohan itu buruk kok Ray, kamu bisa lihat tu Danu sama Aisyah juga hasil perjodohan, Alhamdulillah sekarang bucinnya minta ampun hehe" goda Bu Retno tertawa


"Iya tan, do'ain Ray ya Tan, semoga Ray juga bisa bahagia seperti Danu saat nanti Ray sudah menikah dengan wanita pilihan orang tua Ray"


Meski Ray berat menerima perjodohan ini tapi Ray juga tidak bisa menjadi anak durhaka. Ray hanya ingin belajar menjadi anak yang baik untuk orang tuanya.


*Flashback*


"Assalamu'alaikum mi, Bagaimana keadaan Mami? Mami baik-baik saja kan? tanya Ray yang baru saja menginjakkan kakinya di Singapura


"Kamu sudah datang Ray?" tanya pak Yudha Papi Ray yang baru masuk kamar


"Mami baik kok, tadi memang Mami sedikit pusing tapi sekarang sudah jauh lebih baik saat kamu ada disini" jawab bu Santi Mami Ray


"Ya Alloh mi, tadi Ray panik banget saat Papi telpon dan mengatakan Mami sakit parah ternyata cuma pusing biasa" keluh Ray


"Ya pusing kan juga sakit Ray, lagipula kalau tidak seperti ini apa kamu akan datang kesini menemui Mami dan Papi? kamu itu anak kami satu-satunya tapi kamu itu tidak perduli dengan kami" keluh bu Santi


"Bukan seperti itu mi, tolong maafkan Ray ya mi. beberapa waktu yang lalu Ray sedang berada di pesantren untuk belajar agama, karena itu Ray tidak bisa mengunjungi Mami kesini" jelas ray


"Pesantren? kamu benar-benar ada di pesantren?" pak Yudha menyeringai


"Iya Pi, Ray belajar ilmu agama di Pesantren" jawab Ray


"Hah.. buat apa kamu belajar ilmu agama sampai tidur di pesantren? buang-buang waktu saja. Kalau kamu punya banyak waktu sebaiknya kamu urus perusahaan Papi yang disana bukan malah main-main di pesantren"


"Astaghfirullah Pi, belajar ilmu agama itu bukan main-main itu dasar dan pedoman kita hidup didunia ini. Hidup kita tidak akan ada artinya kalau kita jauh dari Alloh" jelas Ray


"Sudah-sudah, jangan ceramah lagi. Dimasjid saja kalau ceramah jangan disini. Sekarang sebaiknya kamu siap-siap kita akan ketemu keluarga Bela wanita yang akan Papi jodohkan dengan kamu"


"What? dijodohkan? maksudnya Ray mau dijodohkan? gak, gak Ray gak mau Pi" ucap Ray


"Turuti saja keinginan kami, kamu tau kan Papi tidak suka dibantah"


^ Happy Reading ^


Masih ditunggu LIke, coment vote dan hadiahnya

__ADS_1


terimakasih 🙏🙏


__ADS_2