Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 113


__ADS_3

"Assalamu'alaikum" ucap Aisyah tersenyum melihat perdebatan Ray dan Bela


"Walaikumsalam" jawab Ray


"Kalau ada orang salam dijawab Bela! kan tadi udah aku kasih tau" ucap Ray


"Iya, iya. Walaikumsalam" ucap Bela kesal tapi tetap menurut


"Aisyah tadi Danu sudah memberitahu kamu tentang tujuanku datang kesini kan?" tanya Ray


"Iya mas Danu sudah menghubungi Aisyah, kalau ma Ray minta dibuatkan baju pengantin buat calon istrinya kan?"Aisyah balik tanya


"Iya, aku ingin kamu membuatkan baju untuk dia" Ray melirik Bela.


"Tunggu! jadi kamu mau aku pakai baju dari sini?" tanya Bela melihat Aisyah dari ujung rambut sampai ujung kaki yang tak terlihat karena gamis Aisyah menjuntai sampai lantai


"Biasa aja kalau lihat orang, tidak usah seperti itu. Ini namanya wanita sholihah pakaiannya menutup aurat hanya suami sahnya yang boleh melihat bukan semua mata bisa melihat" terang Ray


"Maaf ya Aisyah, dia memang belum paham" ucap Ray merasa tidak enak lantaran pndangan Bela pada Aisyah


"Tidak apa-apa, jadi bagaimana?" kembali Aisyah bertanya


"Tidak, aku tidak mau" ucap Bela dengan sombongnya


"Ya sudah, kalau tidak mau tidak usah nikah. Aku yang akan menanggung jika Mami dan Papi marah. Karena aku tidak mau menanggung dosa kamu" ucap Ray


"Siapa juga yang minta kamu menanggung dosaku? aku tanggung sendiri dosaku" Jawab Bela


"Susah ya ngomong sama kamu, kalau kita jadi menikah otomatis suami akan menanggung dosa istrinya. Karena suami itu kepala rumah tangga yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban diakhirat. Betul kan Aisyah?" Ray melihat Aisyah


Aisyah tersenyum dan membenarkan perkataan Ray


"Apa yang mas Ray katakan benar mbak, maaf dengan mbak siapa? tanya Aisyah mengulurkan tangannya


"Bela" ucap Bela membalas uluran tangan Aisyah


"Mbak Bela, jadi seorang suami itu tugas dan tanggung jawabnya berat karena harus bisa mendidik istrinya untuk menjadi wanita sholihah. Suami akan ikut berdosa jika tidak mengingatkan istrinya, dan istri yang baik wajib taat dah patuh dengan perintah suami selama bukan maksiat.


Dan disini yang penting sebagai suami sudah menjalankan tugasnya dengan menasehati istrinya, jika istrinya tidak mau mendengarkan nasehat suaminya maka si istri yang menanggung dosanya sendiri.


 "Dan setiap jiwa tidak akan (disalahkan) kecuali terhadap dirinya sendiri, dan tidak ada pembawa beban yang akan menanggung beban orang lain," (Al-An`am ayat 164)."


"Okey, tapi mana bisa aku disuruh pakai pakaian seperti kalian, apa lagi ini hari istimewa. Dimana aku akan menjadi ratu sehari, tentu saja aku ingin menjadi ratu yang cantik dan sexy." ucap Bela melihat pakaian Aisyah


"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan ***********, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (aurat) kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An-Nur : 31)


"Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Ahzab : 59)


Dari sini kita bisa tau kalau jilbab itu wajib hukumnya bagi wanita muslimah dan dari sini juga kita tau siapa saja yang boleh melihat kita tanpa memakai jilbab. Hanya mahram saja yang lain tidak boleh mbak Bela." jelas Aisyah lembut


"Tapi kan panas jika harus tertutup kayak gitu, apalagi di Indonesia dengan iklim seperti ini, mana bisa pakek pakaian seperti itu, pasti panas dan gerah banget" Bela mengipas-ngipas wajahnya dengan tangan kanannya


"Lebih panas mana sama dineraka? panasnya bumi tidak sebanding dengan panasnya neraka, disana jauh lebih panas tidak ada AC lagi. Tidak akan ada juga yang bisa menolong kita.


Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR. Muslim).


Semua yang bernyawa pasti akan kembali kepada yang pencipta, Tidak lama kok mbak kita hidup didunia yang fana ini, karena mati itu pasti. Tidak ada manusia yang bisa menghindari kematian sesukses apapun orang itu, secantik apapun orang itu, jika waktunya sudah tiba pasti semua akan meninggal dan saat itu kita baru akan menyesal karena selama didunia tidak melakukan apa yang Alloh perintahkan. Tapi saat penyesalan itu datang semua sudah terlambat, kita sudah tidak mungkin lagi mengulang masa itu. Jika nantinya tidak ingin menyesal mulailah untuk belajar menjadi muslimah yang sesuai dengan perintah Alloh SWT."


Bela memijit pelipisnya karena merasa pusing dengan ceramah mereka


"Kok aku jadi pusing gini ya? udah deh terserah kalian saja mau buat baju seperti apa, yang penting cepet buatkan aku baju sesuai yang Ray mau, aku ingin segera pulang. Kepalaku dah pusing banget"


"Siap mbak Bela, mari saya ukur dulu" ucap Aisyah tersenyum


Ray mengagumkan bibirnya menahan senyum.


Pulang dari Butik, lagi-lagi Bela berusaha membujuk Ray agar berubah pikiran tentang baju nikahnya.

__ADS_1


"Harus banget ya pakek pakaian kedodoran gitu?" tanya Bela melihat Ray


"Emang kamu gak suka lihat aku cantik dan sexy seperti ini? apalagi dihari istimewa kita" ucapnya lagi


Ray menggelengkan kepala


"Aku itu hanya berusaha melindungi marwah kamu sebagai seorang wanita, sudah jangan ditawar-tawar lagi. Kalau mau nikah ikuti saja syarat yang aku ajukan." ucap Ray kembali fokus menatap jalan


***


"Calon istrinya mas Ray ternyata cantik lho mas, cantik banget malah" Aisyah menceritakan pertemuannya tadi siang dengan Bela


"Cantik mana sama istriku? pasti cantik istriku dong" ucap Danu


"Cantik mbak Bela mas, apalagi sekarang lihat aja badan udah pada bengkak gini, mana ada cantiknya"


"Kata siapa? mau seperti apapun kamu, mau gendut, mau langsing kamu akan selalu cantik dimataku" ucap Danu memeluk Aisyah dan mengelus perut istrinya yang sudah mulai membuncit


"Hai anak papa, sehat-sehat ya didalam perut mama ya, papa sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan kamu sayang" ucap Danu di depan perut Aisyah berbicara dengan bayinya.


"Sayang jadwal periksa kandungan kapan? aku akan mengosongkan jadwal untuk menemani kamu kedokter"


"Minggu depan mas" jawab Aisyah


"Hari ini sudah minum vitamin?" tanya Danu


"Sudah" jawab Aisyah


"Susunya sudah diminum?" tanya Danu lagi tapi Aisyah hanya diam dan sedikit tersenyum


"Pasti belum ya? suka bandel kalau disuruh minum susu. Ya sudah tunggu dulu, aku buatkan susu buat kamu" ucap Danu berlalu dan segera kedapur untuk membuat susu


"Mau buat apa Dan? tanya bu Retno


"Bikinin susu buat Aisyah ma, Aisyah kalau minum susu memang agak susah soalnya" jawab Danu


"Terus gimana ma kalau tidak suka minum susu?" tanya Danu


"Ya pelan-pelan dicoba dikit-dikit aja gak usah sampai habis gak apa-apa, sebenarnya hamil gak mesti minum susu juga kok, yang penting semua nutrisinya terpenuhi. Bisa dari makanan, bisa dari buah-buahan, dan vitamin-vitamin yang lain." jelas bu Retno


"Gitu ya ma, ya sudah Danu antar susu buat Aisyah dulu ya ma" ucap Danu berlalu


"Sayang susunya sudah jadi, diminum dulu yuk!" ucap Danu memberikan susu pada Aisyah yang sedang belajar


Aisyah mengambil gelas yang berisi susu dan setelah mengucapkan Bismillah, Aisyah langsung meminumnya sampai habis tak bersisa


"Alhamdulillah, terimakasih ya mas" ucap Aisyah


"Kok susu langsung habis sayang, biasanya mual dulu dan lama banget kalau minum susu?" tanya Danu


"Gak tau, rasanya enak aja mas. Apa mungkin karena mas yang buat ya?"


"Ya sudah, kalau gitu mulai sekarang aku yang akan bikin susu buat kamu dan anak kita" ucap Danu memegang perut Aisyah tersenyum


Belajarnya jangan sampai malam-malam, tidur dulu yuk. Dipikirkan anak yang ada didalam kandungan kamu sayang"


"Iya mas" jawab Aisyah menurut dan segera menutup buku-bukunya.


Aisyah merebahkan tubuhnya diranjang dan Danu duduk disamping Aisyah dan memijit kaki istrinya


"Mas mau ngapain?" Aisyah reflek terduduk kembali melihat Danu memijit kakinya


"Kamu istirahat saja, aku ingin memijit kaki kamu" jawab Danu tersenyum


"Tidak usah mas, Aisyah tidak capek. Mas Danu tidur aja. Besok mas Danu harus kerja kan?" Aisyah merasa tidak enak kalau suaminya memijit kakinya meskipun sebenarnya Aisyah memang merasa capek lantaran seharian harus kuliah dan ke butik untuk melihat pesanan-pesanan costumer.


"Tidak apa-apa, aku senang kok kalau bisa sedikit mengurangi rasa capek kamu, Aku tau wanita hamil itu tidak mudah. pasti merasakan rasa yang tidak enak karena perubahan hormon. Setidaknya kalau dengan memijit kaki kamu, bisa membuat kamu sedikit nyaman. Aku sudah merasa senang. Setidaknya sebagai suami aku bisa mengurangi rasa sakit kamu"

__ADS_1


Mata Aisyah berkaca-kaca karena terharu


"Lho kenapa malah nangis? aku salah ya? maaf ya sayang kalau ada yang membuat kamu marah" Danu panik dan menyeka air mata istrinya


"Aisyah menangis karena senang, Aisyah merasa menjadi wanita yang paling bahagia memiliki suami seperti mas Danu. Seandainya semua laki-laki diluar sana seperti mas Danu, pasti banyak wanita yang akan dengan senang hati hamil walaupun merasakan mual dan pusing seperti ini" Aisyah tersenyum


"Aisyah mau dipeluk?"


Aisyah menaikan tangannya meminta dipeluk dengan manja


Danu segera memeluk Aisyah dan mengacak-acak rambutnya karena gemas dengan tingkah manja istrinya


"Kok malah rambut Aisyah diacak-acak" Aisyah memayunkan bibirnya


"Kamu bikin aku gemes banget tau" Danu menarik Aisyah dan kembali memeluknya erat seraya mencium pucuk kepala Aisyah


***


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam, Bu Zaroh kok pagi sekali, sendirian saja? dimana pak Ahmad?" tanya Bu Retno


"Iya bu, Abah tidak ikut. Saya kesini karena mau nganter madu, kurma dan minyak Zaitun untuk Aisyah. Aisyahnya ada dirumah?" tanya Umi Zaroh


"Mari masuk dulu bu, Aisyah sedang jalan-jalan sama Danu ketaman dekat rumah. Ditunggu sebentar lagi pasti pulang."


***


"Kita pulang yuk mas, matahari sudah mulai tinggi, mas Danu kan harus segera kekantor" ucap Aisyah


"Ya sudah, kita pulang sekarang"


Aisyah dan Danu pulang ke rumah setelah menghirup udara pagi ditaman dekat rumah


Sesampainya dirumah Aisyah senang mendapati Uminya ada dirumah.


"Umi sudah lama. menunggu?" tanya Aisyah setelah salam dan mencium tangan uminya


"Baru saja umi sampai, sengaja umi datang pagi-pagi takut kamu sudah berangkat kekampus"


"Hari ini Aisyah gak ada kuliah mi, jadi gak kekampus, cuma nanti siang Aisyah mau ke butik cek barang"


"Jangan capek-capek ya Is, ingat ada janin yang perlu kamu perhatikan. Oya ini umi sengaja kesini karena mau kasih kamu madu, kurma dan minyak zaitun. Ini semua bagus dikonsumsi ibu hamil." jelas Umi Zaroh


"Ini semua harus Aisyah makan mi?" tanya Aisyah karena uminya membawa banyak kurma dan beberapa botol madu serta minyak zaitun


"Iya buat stok aja, sama kalau mungkin yang lain membutuhkan. Nak Danu juga boleh kalau mau makan, ini kan bagus buat kesehatan"


"Iya Umi" jawab Danu


"Kalau untuk Aisyah cukup 1 sendok madu, 1 sendok minyak zaitun dan 7 kurma setiap harinya" jelas Umi Zaroh


"Iya Umi, terimakasih ya mi." ucap Aisyah memeluk Umi Zaroh


"Umi, Danu persiapan kekantor dulu ya mi, ada meeting pagi ini" pamit Danu


"Iya nak Danu, sana segera persiapan. Umi juga tidak lama kok disini. Kasian Abah kalau ditingal lama-lama pasti nyariin, padahal udah tau kalau disini. Tapi ya gitu Abah, gak bisa lama-lama jauh dari Umi" ucap Umi tersenyum


"Bu Zaroh ini memang pasangan romantis sama pak Ahmad, semakin tua semakin romantis" sahut bu Retno


"Alhamdulillah bu, sama kan bu Retno sama pak Herman juga. Saya perhatikan selalu romantis dan kemana-mana selalu berdua"


"Iya bu Zaroh, kita ini orang tua apa lagi yang mau dicari kalau bukan hidup rukun dengan pasangan orang yang dari muda berjuang bersama. Dan sebagai panutan anak-anak harus bisa memberikan contoh bagaimana memperlakukan pasangan dengan baik, menjaga rumah tangga dengan baik agar bisa selalu rukun sampai tua." ucap bu Retno


^ Happy Reading ^


Jangan lupa , like, coment, vote dan beri poin ya. dukungan kalian sangat berarti bagi author terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2