
Siang ini Ray, Niko dan Danu bertemu untuk makan siang bersama, Ray menceritakan kisah sedihnya kepada dua sahabatnya.
"Nekat juga ya tu cewek, kok ada cewek seperti itu. Tidak punya perasaan apa tu cewek?" ucap Niko spontan
"Sepertinya sih gitu, dia sama sekali tidak perduli dengan rasa sayang atau tidak. karena dari awal dia sudah bilang kalau ini hanya pernikahan bisnis. Jadi dia tidak perduli dengan perasaan. Sepertinya perasaan tidak penting lagi" terang Ray
"Bisa jadi, dia itu selama ini sama seperti kamu yang tidak memiliki hak untuk bicara dan menentukan apa yang menjadi keinginannya. Hingga akhirnya dia seperti udahlah aja dengan semua yang sudah diatur oleh orang tuanya" Sahut Danu
Ray menyandarkan tubuhnya ke kursi dan menghela nafas kasar.
"Apa yang kamu katakan mungkin benar Dan, aku pun bisa melihat hal itu, terlahir dari anak seorang pengusaha memang terkadang membuat kita ini mau tidak mau harus ikut andil untuk memajukan perusahaan, dan bukan hal baru kan pernikahan bisnis seperti ini! hanya saja aku tidak menyangka kalau aku harus mengalaminya juga. Menikah karena bisnis. Padahal menjadi seorang pemimpin keluarga itu pertanggungjawaban sampai akhirat, tapi saat aku coba jelaskan semua itu sama Mami, lagi-lagi Mami tidak mau tau" keluh Ray
"Mungkin ini ujian, sejauh mana kamu berhijrah dan tetep istiqomah dijalan Alloh. InsyaAlloh Alloh akan menaikan derajat kamu" jawab Danu
"Apa aku benar-benar harus menikah dengan Bela? dia sama sekali bukan wanita sholihah seperti yang dicontohkan Rosulullah SAW." jelas Ray
"Karena itu, nanti setelah kalian menikah sebagai seorang imam dalam rumah tangga, itu kewajiban kamu untuk bisa membimbing istri kamu kembali ke jalan yang benar. Jika kamu bisa membimbingnya itu akan menjadi ladang pahala yang besar untuk kamu" sahut Niko
"Setuju dengan Niko, tumben sekarang pinter" geda Danu menaikan alisnya
"Agh.. bapak bisa aja haha.." jawab Niko tertawa
Dret... dret...
Pangilan masuk
"Siapa lagi ini, ganggu banget" keluh Ray menatap nomer ponsel yang yang tidak ada namanya
"Siapa memang?" tanya Niko
"Gak tau, nomer gak dikenal" jawab Ray membiarkan ponselnya berdering tapi yang telpon tidak menyerah dan kembali menghubungi
"Assalamu'alaikum" jawab Ray setelah beberpa kali mengabaikan panggilan.
"Kamu dimana sih Ray? aku cari- cari dirumah tidak ada.Kamu tau kan hari ini kita harus fitting baju? cerca Bela dari sebrang telpon
"Iya, iya tunggu sebentar! Ribut terus. ya sudah aku tutup dulu telponnya Assalamu'alaikum" Ray menutup telpon dan meletakkan kembali ponselnya dimeja
"Cie.. calon istri udah gak sabar aja kayaknya" goda Niko
Ray memijit pelipisnya
"Aku pergi dulu, kalau gak segera kesana ribut terus nanti dia" ucap Ray berdiri
"Wah.. sudah mulai memahami calon istri ni ceritanya" goda Danu
"Sialan kalian" gerutu Ray berlalu
"Hahaha... " Gelak tawa Niko dan Danu
"Sebenarnya kalau dipikir-pikir kasihan juga Ray, Pasti dia tertekan banget dengan pilihan orang tuanya. Memang benar tidak selamanya perjodohan itu buruk, tapi jika dijodohkan dengan perempuan seperti itu. Memang bukanlah hal yang mudah, tapi kita do'akan saja. Semoga Ray bisa melewati ujian ini dengan baik. yang pasti Alloh tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan umatNya. yang penting sabar dan iklas dalam menghadapi ujian dari Alloh" ucap Niko
***
"Assalamu'alaikum" ucap Ray saat sampai dirumah
"Kamu lama banget sih Ray, nanti kita terlambat ke butiknya. Dia itu disainer terkenal susah sekali mendapatkan waktunya!" gerutu Bela
"Kalau ada orang salam tolong dijawab dulu" Ucap Ray
"Iya, iya. Walaikumsalam" jawab Bela memayunkan bibirnya
"Menjawab salam bagi seorang muslim wajib hukumnya" jelas Ray
Hukum menjawab salam dalam Islam adalah wajib sebagaimana dalam Al-Qur'an surat an-Nisa ayat 86. Allah SWT berfirman: “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).
"Sudah dong Ray jangan ceramah terus, panas nih kuping Bela" gerutunya
"Wajib hukumnya mengingtkan sesama muslim. karena ada dalil yang mengatakan bahwa sampaikan kebenaran walaupun hanya satu ayat.
Dari Abdillah ibn Amr ibn Ash RA, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat. Berkisahlah tentang Bani Israel dan tidak apa-apa. Barangsiapa berdusta atas namaku, maka bersiaplah mendapatkan kursinya dari api neraka.”
__ADS_1
"Haduh kenapa masih ceramah juga" ucap Bela menutup telinganya dengan kedua tangannya
"Dan jika seorang muslim yang diingatkan justru merasakan panas dengan kebenaran itu, berarti didalam jiwa orang itu pasti ada setan yang memasukinya" ucap Ray menyeringai
"Apa maksudnya? kamu mau bilang aku setan? wah keterlaluan kamu Ray, ini sudah kesekian kalinya kamu mengatai aku? bagaimana bisa Papi menyuruhku menikah dengan laki-laki aneh seperti kamu" ucap Bela kesal
"Itu tau, kalau aku aneh. Sebaiknya kamu mundur saja sebelum semua terlambat. Jika kamu menolak perjodohan kita aku yakin, Mami dan Papiku pasti akan menyetujuinya dan tidak akan memaksa aku lagi" ucap Ray semangat, merasa kali ini berhasil membuat Bela menyerah menikah dengan dirinya.
"Membatalkan pernikahan? coba saja kalau kamu bisa. Ayo ke butik!" ucap Bela menyeringai juga
"Tunggu" ucap Ray menghentikan langkah Bela
"Apa lagi sih Ray?" Bela kesal
"Okey, aku mau pergi ke butik sama kamu dengan syarat" tegas Ray
"Syarat? syarat apa lagi kali ini?" Bela menaikan alisnya sepertinya curiga dengan permintaan Ray
"Ganti baju kamu, aku malu pergi dengan tarzan!" ucap Ray
"What tarzan? apa maksud kamu? wanita secantik aku, kamu bilang apa tadi? tarzan? wah.. bisa gila aku lama-lama Ray, naik darah karena kamu"
"Kalau begitu kita batalkan saja pernikahan ini?" ucap Ray menjatuhkan tubuhnya disofa
"Okay aku ganti pakaian, puas sekarang" gerutu Bela kembali masuk kekamar dengan perasaan kesal
Tak lama setelahnya Bela keluar dengan pakaian yang jauh lebih sopan meskipun juga masih termasuk terbuka dengan rok selutut dan atasan mengenakan blazer, setidaknya lebih sopan tidak terlalu terbuka.
"Apa kamu tidak punya baju yang lebih tertutup?" tanya Ray melihat sekilas penampilan Bela
"Ini sudah sangat tertup, dari sekian banyak pakaian cuma ini yang paling tertutup." jelas Bela
"Ya sudah" ucap Ray berdiri dan berjalan menuju tempat mobilnya terparkir, dan Bela mengekori Ray
Sesampainya dibutik Bela memilih-milih gaun pengantin sementara Ray hanya duduk disofa asyik bermain game.
Bela mencoba berbagai macam gaun pengantin
"Astaghfirullah" gumam Ray
"Ganti" ucapnya lagi
"Ini bagus Ray" ucap Bela
"Aku bilang ganti!" tegas Ray
Bela kesal dan menghentakkan kakinya ke tanah seraya memayunkan bibirnya
Bela mencoba dengan pakaian yang lain dah kembali keluar
"Ganti" ucap Ray
Bela kembali ke ruang ganti dan menggantikan dengan pakaian yang lain, dan lagi dan lagi Ray hanya mengatakan ganti tanpa melihat gaunnya
"Igh.. apa sih sebenernya mau kamu? kamu mau mempermainkan aku ya?" gerutu Bela kesal dengan Ray
"Kamu masih mau nikah sama aku?" tanya Ray datar
"Oow.. jadi kamu sengaja membuat aku kesal biar aku membatalkan pernikahan kita kan? hah percuma saja Ray, pernikahan kita ini sudah pasti akan tetep terjadi" ucap Bela
"Bisa tidak, gak usah suudzon terus tentang orang lain?" tanya Ray
"Apa su.. su.. su apa tadi? aku gak paham dengan bahasa kamu" Bela tampak berpikir
"Suudzon, suudzon itu artinya berprasangka buruk. Bisa tidak kalau kamu itu tidak berprasangka buruk atau negatif sama orang" jelas Ray
"Emang bukan seperti itu mau kamu? kamu kan ingin aku menyerah dengan pernikahan kita kan?"
Bela berkecak pinggang
"Bukannya kamu sendiri tadi yang bilang, mau aku menolak seperti apa juga, pernikahan ini akan tetep terjadi kan?" kembali Ray bertanya
__ADS_1
"Iya, pernikahan ini pasti tetep akan terjadi kok" jawab Bela
"Kalau begitu kenapa kamu masih punya pikiran seperti itu? aku tanya sekarang sama kamu? apa benar kamu benar-benar mau menikah denganku?" tanya Ray
"Aku tidak ada pilihan lain, mau gak mau tetep kita harus menikah" jawab Bela
"Bukan jawaban itu yang aku mau, pernikahan itu bukan main-main. Sekali lagi aku tanya, apa kamu benar mau menikah dengan aku?" kembali Ray bertanya
"Anggap saja seperti itu" jawab Bela singkat
"Bel, aku tanya sekali lagi! apa kamu mau menikah dengan ku?" kali ini Ray menatap mata Bela membuat Bela salah tingkah
"I-iya mau" jawab Bela gugup karena ini kali pertama Ray menatap dirinya
"Ternyata Ray seganteng itu, tatapan matanya aawww" teriak Bela dalam hati
Bela sebenarnya memang sudah jatuh hati dengan Ray sejak pandangan pertama, terlepas dari perjodohan dan sifat juteknya Ray. Bela memang terpesona dengan kegantengan Ray.
"Kalau kamu masih mau menikah denganku, aku ajukan satu syarat, jika kamu bersedia aku akan menerima perjodohan ini tanpa merasa berat" ucap Ray
"Syarat lagi? kenapa hidup kamu ini banyak syarat sih Ray?" protes Bela yang selalu saja menerima syarat dari Ray, dan kali ini pun Bela menerima syarat darinya lagi
"Katakan apa syaratnya? " tanya Bela mencoba menebak
"Pasti syaratnya aneh-aneh lagi" batin Bela
"Syaratnya tidak aneh kok, aku hanya mengajukan syarat sesuai syariat islam, dan karena kamu mau menikah denganku kamu harus mau ikut aturanku" ucap Ray
"Sepertinya dia juga bisa baca pikiran orang" batin Bela lagi
"Iya, iya katakan apa syaratnya?" tanya Bela pasrah
"Kamu ganti dulu pakaian kamu, dan ikut denganku. Nanti kamu akan tau sendiri" ucap Ray
Bela kembali ke ruang ganti dan melepas pakaian pengantinnya.
"Mbak kita pulang dulu ya, nanti kami akan hubungi lagi" ucap Bela pada karyawan butik
Didalam mobil tidak ada percakapan, Ray pun hanya fokus mengemudi, sampai didepan butik yang cukup mewah Ray memarkirkan mobilnya
"Turun" ucap Ray
Bela masih diam dan hanya menurut
Matanya melihat ke sekeliling dan saat memasuki butik Bela semakin dibuat heran, denganku semua karyawan toko yang mengenakan pakaian dengan gamis syar'i.
"Ray tunggu, kenapa kamu ngajak aku kesini?" tanya Bela lirih
Tapi Ray hanya diam tak menjawab
"Ray" ucap Bela memegang tangan Ray karena tak ada jawaban
"Astaghfirullah lepaskan tangan kamu" sentak Ray
"Kenapa sih Ray, dikit ini" ucap Bela kesal
"Kita bukan mahram, jadi gak boleh sentuhan walaupun cuma dikit" ucap Ray menjelaskan
"Tapi sebentar lagi kita kan akan menikah" kembali Bela berargumen
"Masih sebentar lagi kan? tapi belum kan? jadi sabar dulu sampai kita sudah sah menjadi suami istri" ucap Ray
"Assalamu'alaikum" ucap Aisyah tersenyum melihat perdebatan Ray dan Bela
"Walaikumsalam" jawab Ray
"Kalau ada orang salam dijawab Bela! kan tadi udah aku kasih tau" ucap Ray
"Iya, iya. Walaikumsalam" ucap Bela kesal tapi tetap menurut
^ Happy Reading ^
__ADS_1
jangan lupa, like, coment, vote dan kasih Poin ya. dukungan kalian sangat berarti bagi author terimakasih 🙏