
"Niko sini nak Mama mau menanyakan kenapa kamu memutus kontrak kerja sama dengan perusahaan pak Bram? kemarin istrinya sempat menanyakan hal ini sama Mama" tanya Bu Nisa menyuruh Niko duduk di sampingnya
"Oow masalah itu, jadi begini ma, Niko menemukan ada kecurangan dari pihak perusahaan pak Bram. Niko gak mau ambil resiko bekerjasama dengan orang seperti itu" jelas Niko setelah melakukan adanya kecurangan dibeberapa supplier
"Kamu yakin Nik? perusahaan pak Bram itu sudah lama lho bekerjasama dengan perusahaan kita?" Bu Nisa menyakinkan Niko
"Yakinlah ma, Niko sudah selidiki ini semua sebelum Niko memutuskan kerjasama dengan perusahaan pak Bram" jelas Niko
"Begini Nik, kamu harus membahas masalah ini dan menyertakan barang bukti didepan para pemegang saham, biar tidak ada kesalahan pahaman, karena ada yang mengira pemutusan kerja sama ini karena ada persolan pribadi, tidak enak kan jadinya kalau dikira mencampur adukan persolan pribadi dengan urusan pekerjaan?"
"Urusan pribadi apa maksud mama?" Niko menaikan alisnya
"Masalah apa lagi kamu kira? tentu saja hubunganmu dimasa lalu dengan Sandra. Kepergian Sandra keluar negeri ditambah pernikahan kamu dan pengalihan perusahaan yang sekarang kamu pegang. Semua itu tentu dikaitkan, karena itu Mama berharap kamu bicarakan ini didepan para pemegang saham yang lain, agar mereka tidak menerka-nerka"
"Niko tidak membuka masalah ini didepan pemegang saham karena Niko kasihan sama pak Bram kalau sampai orang lain mengetahui kecurangan dari pabrik pak Bram pasti akan banyak perusahaan yang tidak mau lagi bekerjasama dengan mereka" jelas Niko
"Iya tapi masalahnya, mereka itu menyalahkan kamu. Seolah-olah kamu dendam karena Sandra pindah keluar negeri"
"Ini itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Sandra ma, hubungan Niko dan Sandra sudah berakhir jauh sebelum Niko memimpim perusahaan kan?"
"Itu kan menurut kamu, tapi kita kan tidak tau dengan pemikiran orang lain. Kita tidak bisa menyuruh orang lain mengerti pemikiran kita Nik"
"Terserah jika ada yang berpikir buruk tentang Niko ma, bukankah itu justru jadi ladang pahala buat Niko. Semakin orang berpikir buruk tentang Niko bukankah mereka akan mengurangi dosa Niko dan mentransfer pahala mereka buat Niko
Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian di akan dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim 6744 & Ahmad 8029).
"Ya sudah lah terserah kamu saja, tapi mama sudah mengingatkan ya! mama hanya khawatir saja kalau orang-orang berpikir kamu seenaknya sendiri menyalahkan gunakan jabatan kamu sebagai seorang CEO."
"Niko paham ma, tapi Alloh tau. Niat Niko baik, dan pak Bram sudah mengetahui soal itu"
"Tapi kalau pak Bram tau kenapa istrinya malah tanya sama mama? sepertinya pak Bram tidak menceritakan pada istrinya"
"Kalau itu sudah ranah keluarga pak Bram ma, Pak Bram tidak jujur dengan istrinya pasti punya alasan." jawab Niko
"Ya sudahlah mama tau, kamu pasti bisa mengatasi ini sendiri. Dan besok mama mau nyusul papa ke Jerman. Kamu baik-baik sama Ulya ya!"ucap bu Nisa
"Mama mau ke Jerman, berapa lama ma?" tanya Niko
"Entahlah mama juga belum tau, berapa lamanya. Mungkin Satu sampe dua bulan. Atau mungkin bisa lebih cepet pulang kalau sudah dapat kabar bahagia dari kamu" bu Nisa senyum
"Emang mau kabar bahagia apa ma? setiap hari kan selalu bahagia" ucap Niko
"Mungkin kabar mama mau punya cucu gitu hehe.. " Goda bu Nisa
"Aamiin, do'ain ya ma" jawab Niko
"Ma, Mas Niko. Ulya berangkat dulu ya" Ulya pamit
"Hari ini kamu ngajak sayang? aku antarin ya, sekalian aku mau kekantor" ucap Niko
"Apa tidak merepotkan mas? pesantren dan kantor mas Niko kan tidak searah" ucap Ulya
"Tidak apa-apa, hari ini aku lumayan santai kok. Kita berangkat bareng aja. Ma kita berangkat ya!" pamit Niko
"Iya hati-hati ya sayang" ucap bu Nisa
***
"Sayang aku tidak ikut masuk tolong salam buat Umi dan Abah. Nanti pulangnya tunggu aku jemput ya" ucap Niko setelah sampai depan pesantren
"Iya mas, Hati-hati dijalan" ucap Ulya mencium tangan Niko
"Assalamualaikum" ucap Niko dan melanjutkan mobilnya
"Walaikumsalam" jawab Ulya melambaikan tangan
"Assalamu'alaikum bah" ucap Ulya mencium tangan Abah
"Walaikumsalam, kamu hari ini ngajar? Abah kira libur" tanya Abah
__ADS_1
"Harusnya memang libur bah, tapi diminta bu Lina untuk menggantikan kelasnya. Bu Lina sedang tidak bisa mengajar jadi Ulya gantiin" jawab Ulya
"Ya sudah, mau langsung ngajar apa mau ketemu Umi dulu?" tanya Abah
"Sepertinya langsung ngajar saja bah, sudah ditungguin anak-anak" jawab Ulya
Ulya adalah guru yang penyabar dan penyayang. Disini Ulya termasuk guru yang banyak diidolakan murid-muridnya.
"Tadi Umi sepertinya mendengar suara Ulya bah dari dalam?" tanya umi saat keteras nyusul Abah
"Iya tadi Ulya kesini, tapi sekarang sudah kesekolah ngajar, harusnya hari ini libur tapi katanya menggantikan bu Lina yang tidak bisa mengajar" jawab Abah
"Oo gitu, Alhamdulillah ya bah. Sepertinya Ulya sekarang bahagia. Suami dan mertuanya terasa sekali sangat menyayangi Ulya" ucap Umi merasa bersyukur
"Iya mi, Alhamdulillah dua putri kita sekarang sudah menemukan jodohnya. Abah bisa tenang sekarang. Jika sewaktu-waktu Abah dipanggil Alloh, anak-anak sudah bersama dengan jodohnya. Dan melihat mereka bahagia, sebagai orang tua hati Abah rasanya juga bahagia sekali Mi" ucap Abah
Karena pada dasarnya, semua orang tua ingin melihat anak-anaknya bahagia.
***
Dikantor
"Ron, tolong kosongkan semua jadwal hari ini, aku akan menemani istriku kedokter"ucap Danu dari sebrang telpon
"Tapi pak, hari ini ada meeting dengan anak perusahaan" ucap Roni mengingatkan
"Batalkan! Assalamu'alaikum" ucap Danu menutup telpon
"Tapi pak, pak" ucap Roni namun sudah tidak ada jawaban
"Haduh.. ini gimana? kenapa tiba-tiba membatalkan gini, harus ngomong apa sama dewan direksi?" gumam Roni bingung
"Kamu kenapa Ron? Danu sudah kamu hubungi?" tanya pak Burhan
"Itu dia pak masalahnya, Pak Danu tiba-tiba membatalkan meeting karena mau mengantar istrinya kedokter" jawab Roni
ucap pak Burhan
"Bapak? maksudnya pak Burhan yang akan menggantikan Pak Danu memimpin rapat dengan dewan direksi?" tanya Roni
"Iya, menurut kamu siapa lagi? tidak mungkin juga kita batalkan meeting ini, kasihan kan mereka sudah datang dari jauh" ucap Pak Burhan karena anak perusahaan Danu memang kebanyakan berada di luar Jawa
"Baiklah pak, tapi biar saya hubungi pak Danu dulu" ucap Roni
"Okay, nanti antarkan berkasnya ke ruangan saya setelah kamu telpon Danu" jawab pak Burhan berlalu
Setelah menghubungi Danu, kini pak Burhan yang memimpin rapat dengan Dewan direksi seluruh anak cabang perusahaan
***
"Ini benaran tidak apa-apa mas kalau kamu tidak hadir dalam rapat?" tanya Aisyah saat menunggu giliran periksa
"Iya gak apa-apa, kamu tidak usah memikirkan itu. Tadi Roni sudah bilang kalau rapat hari ini dipimpin sama Om Burhan. Jadi kamu tenang saja, bagi aku yang terpenting kamu dan anak kita." ucap Danu
"Iya tapi kan tetep harus profesional mas! lain kali jangan seperti ini lagi ya. Jangan terbiasa meninggalkan pekerjaan hanya karena masalah pribadi. Apalagi ini rapat penting, dan mereka semua datang dari jauh, apa tidak kasihan jika sampai sini tenyata rapatnya batal?" tanya Aisyah
"Iya, maaf. Lain kali tidak akan seperti ini lagi" ucap Danu tersenyum
"Bu Aisyah" panggil perawat
Aisyah dan Danu berdiri
"Silakan masuk, sekarang giliran ibu" ucap Perawat membukakan pintu
"Terimakasih ya mbak" ucap Aisyah dan Danu
Diruang Dokter Aisyah melakukan USG dan melihat pertumbuhan janinnya
"MasyaAlloh itu anak kita dok?" tanya Aisyah dengan mata berkaca-kaca
__ADS_1
"Iya Bu Aisyah, Dan ini jantungnya. Alhamdulillah semua sehat, ini tangan, kaki. Semua lengkap ya bu, bapak. berat badan juga sesuai dengan usianya, air ketubannya cukup. Alhamdulillah semua sehat. Mari kita duduk disana dulu" ucap Dokter setelah memeriksa
"Alhamdulillah, Ya Alloh terimakasih" gumam Aisyah dan Danu merasa bahagia
"Dari hasil periksa semua sehat ya bu, ini saya kasih resep vitamin. Silahkan nanti vitaminnya ditebus di bagian farmasi" ucap Dokter menulis resep
"Terimakasih Dokter" ucap Aisyah dan Danu pamit
Setelah menebus Vitamin Danu dan Aisyah pulang, tapi sebelum pulang Aisyah minta diantar kebutik untuk melihat pengerjaan baju pengantin Bela.
"Jadi benaran Bela mau pakek jilbab diacara pernikahan mereka nanti?" tanya Danu
"Iya mas, Dan sudah hampir jadi kok ini pengerjaannya. Kemungkinan besok sudah jadi" jawab Aisyah
"Semoga saja Ray bisa menyadarkan Bela. Dan semoga pernikahan mereka menjadi lantaran Bela serta orang tua Ray mendapatkan hidayah" ucap Danu
"Aamiin" jawab Aisyah
***
Dirumah Ray
"Ray, Bela" panggil Bu Santi
"Mami, Papi kalian sudah pulang" ucy Ray menuruni anak tangga dan mencium tangan kedua orang tuanya, pemandangan yang asing bagi mereka
Bu Santi dan Pak Yudha melihat anaknya dari atas sampai kaki karena Ray mengenakan baju koko, sarung lengkap dengan pecinya.
"Kamu mau ke pengajian pakek baju kayak gitu?" tanya Bu Santi
"Oo.. Ray habis sholat Mi" jawab Ray
"Emang Ray itu aneh tante, Bayangkan saja tan. bisa-bisanya dihari bahagia kami, aku disuruh pakai baju aneh gak jelas" Bela yang baru datang mengadu pada Maminya Ray
"Baju tidak jelas gimana? kan tante sudah kasih kamu nomer disainer terkenal disini, apa kamu tidak kesana?" tanya Bu Santi
"Kita kesana Tan, tapi Ray gak suka. Dan maksa Bela buat pakai baju pengantin dari temannya Ray, mana harus pakai kerudung yang besar itu tante, igh..Gak kebayang nanti Bela kayak apa? apa tante tidak malu kalau menantu tante pakek baju aneh dihari pernikahannya, apalagi pasti banyak media yang meliput. Pasti malu banget kan tante?" gerutu Bela
"Semoga tante akan membujuk Ray untuk memakai pakaian dari disainer yang sebelumnya saja" Batin Bela
Ray menggaruk keningnya yang tidak gatal "Bela bukankah diantara kita sudah ada kesepakatan? apa perlu kita bahas lagi masalah ini? Dan satu lagi, tadi kamu bilang apa? pakaian aneh? istighfar kamu sekarang, itu bukan pakaian aneh. Itu pakaian sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, jadi jangan sembang berkata!" tegas Ray
Ray akan bersikap tegas jika sudah menyangkut agama, apalagi jika keterlaluan seperti Bela.
"Kesepakatan? kesepakatan apa yang kalian maksud?" tanya pak Yudha
"Ray bersedia menikah dengan Bela dengan syarat, Bela mau menghargai Ray sebagai seorang calon pemimpin rumah tangga kami, dan sebagai seorang calon pemimpin rumah tangga Ray ingin calon istri Ray menggunakan pakaian sesuai dengan tuntunan Rosulullah SAW. Karena sesaat setelah Ijab qobul secara otomatis Bela akan menjadi tanggungjawab Ray. Dan Ray akan berdosa jika Ray tidak memberitahu mana yang benar dan mana yang salah" jelas Ray
"Kamu ini apa-apaan sih Ray? ini itu jaman apa? please deh Ray, jangan kampungan kayak gini" ucup Bu Santi
"Lebih baik dikatain norak, dari pada harus jatuh kedalam lembah dosa dan terpeleset ke neraka. Maaf Mi, Ray takut kalau nanti Ray meninggal terus masuk neraka. Ray tidak akan kuat dengan panasnya api neraka. Ray ingin diSurga bersama dengan orang-orang yang Ray sayang, itupun kalau orang yang Ray sayang mau masuk surga. Tapi kalau orang yang Ray sayang lebih memilih masuk neraka, Ray bisa apa lagi?" Ray mengangkat kedua bahunya
"Sudah-sudah, tidak perlu ribut lagi. Ikuti saja kemauan Ray, dari pada ceramah terus. Panas telinga Papi" ucap pak Yudha berlalu dan masuk kamar malas berdebat dengan Ray, begitu juga dengan bu Santi
"Sudah puas ngadunya?" Ray melirik Bela
"Siapa juga yang ngadu" jawab Bela
"Sekarang silahkan mengadu tapi nanti setelah kita menikah, aku tidak mau sedikit-sedikit kamu mengadu. Setelah menikah kamu tanggungjawab ku, dan masalah yang ada didalam rumah tangga kita jangan sampai terdengar orang luar, apapun itu, keluh kesahmu hanya bagi denganku, tidak dengan yang lain."
Bela tercengang mendengar pernyataan Ray
"Kenapa? nyesel? masih ada kesempatan mundur jika menyesal! karena setelah aku mengucapkan ijab qobul, sudah tidak ada kata menyesal lagi. Pernikahan bukan suatu permainan, Menyesal setelah pernikahan sudah terlambat dan tidak akan merubah apapun. Karena setelah aku mengucap ijab qobul, tidak akan mudah bagiku untuk melepaskan, karena ijab qobul adalah janji yang aku ucapkan disaksikan Alloh, malaikat dan banyak orang. Karena itu sebelum ijab qobul pikirkan baik-baik , apa kamu yakin mau menikah denganku. Jika kamu berubah pikiran, kamu bisa mundur " jelas Ray
"Tidak akan" jawab Bela singkat dan berlalu meninggalkan Ray dengan kesal
Ray hanya menyeringai melihat tingkah Bela
^ Happy Reading ^
__ADS_1