Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
TERUNGKAP


__ADS_3

"Tadi Roni bilang, kamu bertemu dengan Vallen lagi ya" tanya Danu ragu-ragu


"Iya mas"


"Maafkan mas ya. sebenarnya Vallen itu.."


"Tidak apa-apa mas, ya sudah Ais tutup dulu telpon nya ya mas. ini sudah hampir sampai rumah. Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" Danu merasa tidak tenang


"Kenapa suaranya seperti orang habis menangis. apa benar Aisyah tidak apa-apa?" gumam Danu


Sepulang kerja, Danu mendatangi Vallen ke apartemennya


Ting.. tong..


Suara bel ditekan Danu, dan Vallen yang melihat Danu berkunjung merasa sangat senang. segera Vallen merapikan rambutnya dan bergegas membuka pintu


"Honey, akhirnya kamu datang. aku sangat merindukanmu. jangan pergi lagi honey! jangan tinggalkan aku. aku mencintaimu" ucap Vallen memeluk tubuh Danu


"Jangan mimpi kamu" Ucap Danu melepaskan pelukkan Vallen


Vallen menggelengkan kepala tidak mengerti

__ADS_1


"Aku kesini cuma mau memperingati kamu, jangan berani lagi kamu ganggu istriku!" Danu memperingatkan dan menjuk muka Vallen dengan jari telunjuknya


"Kamu tidak mungkin benar-benar jatuh cinta sama gadis kampungan kayak dia kan han? aku tau, kamu tidak mungkin jatuh cinta dengan dia. aku tau kamu hanya mencintai aku. kamu menikahi perempuan itu hanya karena dipaksa sama papa kamu, kamu tidak mencintai dia!" ucap Vallen


"Apa yang kamu katakan benar, awalnya kami memang akan menikah karena kami dijodohkan. tapi papa tidak pernah memaksa aku untuk menikah dengan Aisyah. aku memang sempat menolak untuk menikah dengan Aisyah tapi pada akhirnya aku sendiri yang menyetujui untuk menikah dengan Aisyah" ucap Danu


"Apa maksud kamu? kamu mau bilang kalau kamu menikahi perempuan itu, karena kamu mencintai nya?"


"Aku tidak bilang seperti itu, awal menikah aku memang tidak mencintainya. aku menikah dengan Aisyah awalnya karena aku marah. aku kecewa sama kamu. tapi sekarang setelah cukup lama kami bersama, aku jatuh cinta padanya. aku baru sadar, dia wanita yang sangat luar biasa dan mungkin tidak banyak wanita seperti dia didunia ini. sangat menjadi marwahnya sebagai seorang istri. jujur saja aku merasa bangga menjadi suaminya "


"Kamu bohong, tidak mungkin kamu mencintai wanita kampungan seperti itu"


"Dia bukan wanita kampungan seperti yang kamu bilang, tapi dia wanita yang berusaha menjaga dirinya, ayahnya dan suaminya dari api neraka. dan aku merasa sangat beruntung bisa menjadi suaminya. karena aku satu-satunya laki-laki yang bisa melihat kecantikannya bukan sembarang orang bisa melihat kecantikannya. kecantikannya hanya diperuntukkan untukku seorang suaminya! tidak seperti kamu" ucap Danu dengan tatap jijik melihat Vallen


"Apa maksud kamu berkata seperti ini? dari dulu aku memang seperti ini kan? dan kamu tau itu. dulu kamu selalu menyukai penampilanku tidak pernah berkata seperti itu. kenapa sekarang menyalahkan caraku berpakaian?"


Plak..


Vallen menampar Danu


"Kamu boleh benci dan kecewa denganku karena aku sempat menolak ajakanmu untuk menikah. tapi jaga bicara kamu! jangan tuduh aku sembarangan! kamu tau apa tentang aku? apa kamu tau, karena aku menyesal pernah menolak lamaran kamu, aku mengundurkan diri dari perusahaan padahal karirku saat ini sedang di puncak tapi aku tinggalkan itu demi kamu. karena hal itu, aku harus membayar denda dengan jumlah yang cukup banyak. demi apa? demi kamu Danu! sekarang kamu bilang aku wanita murahan? apa kamu tau, aku menepis sakit hati dan egoku untuk marah sama kamu. bukan hanya kamu yang bisa marah dan kecewa aku juga bisa.


Dimana kamu saat aku menggelar peragaan busana? apa kamu pikir aku tidak kecewa karena kamu tidak datang? aku kecewa, aku marah Danu. kamu tau peragaan busana itu sangat penting untukku, tapi kamu tidak ada disana untuk ku. apa kamu pikir aku tidak kecewa? tapi aku tepis semua itu, aku kesampingkan semua itu. aku kembali ke Indonesia. untuk apa? untuk kamu Danu, untuk kamu" Vallen terisak dan duduk dilantai memegangi rambutnya

__ADS_1


Sejenak semua terdiam, Danu yang selalu tidak tahan melihat Vallen menangis ikut duduk disampingnya tangannya diangkat hampir mengusap rambut Vallen untuk menenangkannya tapi segera ditarik kembali tangannya.


"Kenapa Danu? kenapa? kenapa harus seperti ini. kita saling mencintai. aku tau kamu mencintaku" ucap Vallen mendekatkan wajahnya pada Danu, dekat dan semakin dekat hingga Danu bisa merasakan dengan jelas nafas Vallen, hidung mereka saling bersentuhan dan hampir saja mereka berciuman tapi Danu segera sadar dan berdiri


"Danu" tangis Vallen memeluk tubuh Danu dari belakang


"Lepaskan tangan kamu" ucap Danu datar


"Tidak Danu, aku tidak akan melepaskan kamu, aku mencintaimu dan aku tau kamu juga masih mencintaiku, aku mohon Danu, jangan seperti ini. kita mulai semua dari awal Danu. apa kamu tau Danu? sejak kamu tidak datang ke peragaan busana itu, Hari-hari ku terasa suram, aku memang kecewa sama kamu, aku selalu menunggumu. aku pikir kamu akan datang dan meminta maaf karena melewatkan hari penting untuk ku. jelas-jelas kamu tau, peragaan busana itu sangat penting untuk ku. tapi kamu tidak pernah datang, mengirim pesan permintaan maaf pun tidak kamu lakukan. aku mengkesampingkan semua itu karena rasa sayangku untukmu Dan"


"Siapa bilang aku tidak pernah berusaha meminta maaf, siapa bilang aku tidak pernah datang" ucap Danu mengepalkan tangannya menahan amarah karena harus mengingat hari itu, hari dimana dirinya harus melihat wanita yang selama ini dicintai dan diperjuangkan tidur dengan sahabat nya sendiri.


"Apa maksud kamu?" Vallen tercengang dan melepaskan pelukannya membalikkan badan Danu dan menatap mata Danu


"Iya, aku datang kesana. aku menemui kamu ke Paris. setelah bernegosiasi dengan papa, akhirnya papa dan mama memberi kita restu untuk menikah. papa memberi syarat asal kita segera menikah papa dan mama akan merestui hubungan kita dan tidak akan lagi menjodohkan aku dengan Aisyah. karena yang papa inginkan aku segera menikah bukan pacaran. yang membuat papa marah sama kamu itu karena kamu selalu menolak menikah dengan alasan karir."


"Tapi kenapa aku tidak pernah melihatmu di Paris kalau kamu kesana?"


"Bagaimana mungkin kamu menyadari kedatanganku, karena saat itu kamu sedang asyik tidur dengan sahabatku David" ucap Danu datar dan melangkah keluar


"Dan.. Danu.. aku bisa jelaskan. itu.. kejadian itu, tidak seperti yang kamu bayangkan. aku mohon Dan, tolong kasih aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya" ucap Vallen berusaha menahan Danu agar tidak pergi


"Awalnya aku marah, aku kecewa tapi sekarang sudah tidak lagi. aku bersyukur karena kejadian itu sekarang aku bisa melihat wanita seperti apa kamu sebenarnya. sekarang aku menyadari kamu hanya lah sampah yang tak sebanding dengan istriku. aku menjagamu baik-baik tidak berani menyentuhmu sebelum kamu halal jadi milikku, tapi apa? kamu malah tidur dengan laki-laki lain" Teriak Danu murka

__ADS_1


^Happy Reading^


Terimakasih sayanx atas dukungan nya, karyaku yang ini sedang aku ikutkan lomba. mohon dukungannya biar menang ya dengan like, coment dan syukur2 mau Vote. 🙏🥰😘


__ADS_2