Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 83


__ADS_3

Dikantor Danu yang ingin segera menyelesaikan pekerjaannya agar bisa segera kembali menemani istrinya.


"Jadi bagaimana apa semua berkas untuk meeting sudah disiapkan?" tanya Danu


"Sudah pak, semua sudah siap. bahan paparan untuk persentasi juga sudah kami siapkan. bapak tinggal melihat ulang, jika mungkin bapak menghendaki ada yang perlu direvisi kami masih ada waktu" jawab Roni


"Okay bawa sini, biar aku lihat"


Danu mempelajari bahan presentasi dan juga berkas yang akan dibawa saat meeting dengan klien.


"Bapak kenapa sepertinya senang sekali? bukankah kemarin bu Aisyah masuk rumah sakit?" tanya Roni


"Ais masuk rumah sakit bukan karena sakit, tapi saat ini Ais sedang hamil. dan sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah"


"Benarkah pak, selamat ya pak. saya ikut senang dengan kehamilan bu Aisyah"


"Terimakasih Ron, tolong belikan makan siang untuk seluruh staf. ini kamu gunakan untuk membayar tagihannya" Danu memberikan black card nya pada Roni


"Baik pak" ucap Roni mengangguk dan berlalu


Roni memesankan banyak makan siang untuk para Staf kantor, sedangkan Danu berangkat menuju sebuah hotel mewah yang berada tak jauh dari perusahaan untuk meeting dengan pak Ergan pemasok bahan untuk perusahaan Danu.


"Ini dalam rangka apa pak? tumben pak Danu membelikan kita makan siang?" tanya Salah satu staf


"Karena pak Danu sedang senang, sebantar lagi pak Danu akan menjadi seorang ayah" jawab Danu


"Benarkah? beruntung sekali istri pak Danu ya? kenapa bukan aku aja yang jadi istrinya pak Danu?" ucap Lili salah satu karyawan


"Itu sih maunya kamu"


"Ya iyalah, karena ternyata selara pak Danu juga gak setinggi yang aku kira. tau gitu, dulu aku coba dekati si bos"


"Hust.. jangan ngawur kalau bicara! ketauan bos, habis kamu dipecat dari sini"


"Kalian ini membicarakan apa? tentu saja kalian ini bukan levelnya pak Danu. bu Aisyah itu tidak seperti yang kalian kira, biarpun bu Aisyah masih kuliah tapi bisnis yang baru dijalankannya maju dengan pesat bahkan sudah export sampai ketimun tengah" sahut Roni


"Benarkah?"


"Tentu saja benar, bu Aisyah itu wanita yang luar biasa. tidak perlu banyak bicara tapi hasil nyata." ucap Roni membanggakan Aisyah istri bosnya


***

__ADS_1


"Jadi sesuai dengan apa yang telah kita sepakati beberapa waktu yang lalu, mulai minggu depan, pak Ergan sudah bisa melalui menyiapkan beberapa bahan pakaian yang tadi sudah saya pilih. karena saya yakin perusahaan pak Ergan mampu memasok kain yang perusahaan kami butuhkan. tolong tetep dijaga kwalitasnya karena saya tidak ingin sampai mengecewakan pelanggan" ucap Danu


"Baik Pak, saya sangat berterimakasih karena perusahaan bapak mempercayakan pilihan kainnya pada perusahaan kami. kami akan menjaga kepercayaan bapak." jawab pak Ergan


"Baiklah karena semua sudah kita sepakati, saya permisi dulu. jika mungkin ada yang perlu dipertanyakan lagi, nanti pak Ergan bisa langsung berkoordinasi dengan sekertaris saya" ucap Danu mengulurkan tangan dan berpamitan.


***


Danu melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang ingin segera sampai kerumah sakit untuk bertemu dengan istrinya


Danu mengambil ponselnya dan menghubungi Aisyah


"Assalamu'alaikum sayang"


"Walaikumsalam mas" Jawab Aisyah


"Sayang, aku sedang dalam perjalanan kerumah sakit. ada sesuatu yang ingin kamu makan tidak?" tanya Danu


"Tidak ada mas" jawab Aisyah


"Mungkin kamu ingin makan rujak atau apa gitu? wanita hamil kan biasanya nyidam-nyidam gitu?"


"Tidak mas, Aisyah sepertinya belum mulai nyidam apa-apa" jawab Aisyah


"Iya mas Danu, Hati-hati bawa mobilnya" ucap Aisyah


"Iya sayang, Assalamu'alaikum" Danu menutup panggilan


"Walaikumsalam" jawab Aisyah tersenyum


***


"Senangnya yang diperhatikan suami terus" goda Ulya


"Iya kak, Alhamdulillah" jawab Aisyah


"Oya gimana dengan butik kamu? apa kamu butuh bantuan kakak? kakak bisa bantu kalau memang dibutuhkan" ucap Ulya seraya mengupas buah apel


"Sementara ini sudah bisa di handle Fitri kak, tapi kalau kakak tidak sibuk. boleh kalau kakak mau bantu ikut ngecek proses produksinya. nanti kakak bisa langsung koordinasi dengan pak Roni sekertaris mas Danu. karena proses produksinya dikerjakan di perusahaan mas Danu" jawab Aisyah


"Okey, besok aku langsung ke pabrik, kamu kirim saja nomer telpon nya pak Roni. biar nanti aku langsung menghubungi Pak Roni"

__ADS_1


"Iya kak, aku kirim nomernya pak Roni ya kak" ucap Aisyah mengirimkan kontak pak Roni


Tak lama kemudian Danu datang dengan membawa banyak makanan kesukaan Aisyah.


"Ini semua buat Ais mas?" Aisyah tercengang melihat begitu banyak makanan


"Iya, ini semua makanan kesukaan kamu" jawab Danu


"I-iya tapi mana mungkin Ais makan sebanyak ini mas?"


"Dimakan dikit-dikit saja gak apa-apa, aku gak mau anak kita kurang makan" ucap Danu


"Iya tapi jangan berlebihan juga mas? makanan sebanyak ini kalau tidak habis jadinya kan mubadzir mas" ucap Aisyah


"Ya gimana, tadi aku tanya kamu pengen makan apa, kamu bilang gak pengen. tapi aku lihat di artikel ibu hamil harus banyak makan. ya sudah aku beli saja semuanya"


"Danu, Danu. istri kamu ini masih hamil muda. belum memerlukan makanan sebanyak ini. bisa makan aja sudah Alhamdulillah. karena perempuan yang hamil muda itu bawaannya mual, males makan" sahut bu Retno


Danu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum melihat Aisyah.


"Maaf sayang, aku terlalu bersemangat dan takut bayi kita kekurangan makanan" ucap Danu membuat semua tersenyum


"Mas, tolong bilang sama Dokternya ya, besok Ais mau pulang. Ais bosen dirumah sakit Ais ingin pulang"


"Memangnya Ais sudah kuat?" tanya Umi


"Sudah Umi, Aisyah ingin dirumah. dan sudah terlalu sering juga kan Aisyah ijin tidak masuk kuliah"


"Kamu mau masuk kuliah sayang?" sahut Danu


"Iya mas, Ais sudah terlalu sering ijin. bulan depan Ais juga ujian. Ais takut tidak bisa mengerjakan ujian kalau terlalu lama tidak masuk"


"Ais yakin mau kuliah? apa tidak sebaiknya kamu ambil cuti dulu saja sayang?" timpal bu Retno


"Tidak ma, kalau mas Danu memberikan Ais ijin. Ais ingin tetep kuliah"


"Bagaimana menurut kamu Dan?" tanya Abah


Danu melihat Aisyah yang sepertinya tampak berharap. sebagai seorang suami Danu sebenarnya ingin Aisyah dirumah karena mengkhawatirkan kehamilan istrinya. tapi disatu sisi Danu juga tidak ingin memupus harapan Aisyah yang ingin menyelesaikan studinya. Danu menyadari dirinya sudah cukup egois merebut masa muda Aisyah untuk menikah dan menjadi ibu dari anaknya. Danu tidak ingin Aisyah merasa sedih jika sampai Aisyah tidak bisa melanjutkan kuliahnya.


Setelah terdiam dan berpikir untuk beberapa saat, Danu memutuskan untuk tetap mengijinkan Aisyah kuliah. tapi tentu saja dengan beberapa syarat kalau Aisyah harus tetep memperhatikan kehamilannya dan Danu yang akan mengantar dan menjemput Aisyah kuliah.

__ADS_1


^Happy Reading^


Jangan lupa like, coment dan Vote ya! dan jangan lupa follow akun ini ya Qurrotaayun. karena bagi pemenang pemberi dukungan terbanyak akan hangus dan digantikan yang lain. jika pemenang belum memfollow akun ini. 🙏


__ADS_2