
Semenjak mengetahui Istrinya sedang hamil, Danu begitu protektif dengan Aisyah. bahkan enggan untuk meninggalkan istrinya walaupun hanya sebentar. Danu sangat mengkhawatirkan istrinya, apalagi ini kehamilan pertama untuk Aisyah dengan usia Aisyah yang masih tergolong muda.
"Mas, sebaiknya hari ini mas Danu masuk kerja! mas Danu sudah dua hari gak masuk kerja lho, gak enak kan sama karyawan yang lain?" bujuk Aisyah
"Gak mau sayang, aku mau disini saja jagain kamu!" jawab Danu
"Mas Aisyah ini kan hamil bukan sedang sakit parah, kenapa harus dijagain sampai gak kerja?"
"Justru karena kamu hamil sayang, aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu dan anak kita. aku mau jagain kamu!"
"Tapi kan disini sudah banyak orang mas, ada mama ada papa, ada umi ada kak Ulya juga. semuanya sudah jagain Ais mas" ucap Aisyah
Dret.. dret..
Panggilan dari Roni
"Assalamu'alaikum Ron, ada apa?" jawab Danu
"Walaikumsalam pak, saya hanya mau mengingatkan bahwa nanti siang klien kita yang dari Bandung akan datang jam satu siang pak."
"Klien dari bandung? oow.. pak Ergan bagian pemasok bahan-bahan ya?"
"Betul pak" jawab Roni
"Astaghfirullah, kok aku bisa sampai lupa seperti ini ya?" gumam Danu mengusap wajahnya
"Okay, nanti aku kekantor. Assalamu'alaikum" jawab Danu menutup panggilan
"Walaikumsalam" jawab Roni
"Ada apa mas?" tanya Aisyah
"Hari ini aku ada janji dengan klien. jadi pak Ergan ini pemasok bahan baku untuk perusahaan."
"Ya sudah mas Danu ke kantor saja! kan Aisyah sudah bilang kalau mas Danu masuk kantor saja"
"Iya, tapi aku khawatir sama kamu dan anak kita"
"Danu terus gunanya kita semua disini buat apa? kamu tidak percaya sama kami?" ucap bu Retno mengangkat tangan dan bahunya
"Bukan gitu ma, Danu percaya sama mama, umi, kak Ulya, papa juga. tapi Danu hanya ingin memastikan sendiri kalau Aisyah benar-benar baik-baik saja"
"Aisyah baik-baik saja mas, sebaiknya mas Danu segera berangkat ke kantor" ucap Aisyah
"Benaran ini aku kekantor?" Danu menatap Aisyah
__ADS_1
"Huum, iya mas." Jawab Aisyah tersenyum
"Ya sudah, aku kekantor dulu. begini pekerjaanku selesai aku akan langsung kesini. ucap Danu
"Iya mas"
"Assalamu'alaikum" ucap Danu
"Walaikumsalam" jawab Aisyah mencium tangan Danu
"Ma, umi, kak Ulya, Danu titip Aisyah ya!"
"Iya, kamu tenang saja. kami akan menjaga Aisyah dengan baik sampai kamu kembali" sahut Bu Retno dan Umi tersenyum melihat menantunya yang begitu menyayangi ank perempuannya.
"Assalamu'alaikum" ucap Danu mencium tangan umi dan bu Retno
"Walaikumsalam" jawab semuanya
Sesampainya di depan pintu Danu kembali melihat kearah istrinya. seakan tidak rela meninggalkan istrinya
"Sudah mas, cepet berangkat" ucap Aisyah tersenyum
"Aku beneran pergi ini? kamu gak mau nyegah aku?" ucap Danu manja membuat kedua orang tua dan ibu mertuanya tertawa
"Iya, iya" ucap Danu dan berlalu
"Danu, Danu segitu cintanya sama istrinya sampai tidak bisa jauh-jauh dari Istrinya" ucap bu Retno tersenyum
"Alhamdulillah Umi senang melihat Aisyah mendapatkan jodoh yang mencintai Aisyah. dan Umi juga berdoa semoga Ulya juga akan mendapatkan jodoh yang terbaik dan mencintai Ulya" ucap Umi menggenggam tangan Ulya dan semua mengaminkan
"Aisyah yakin suatu saat kak Ulya akan bertemu dengan laki-laki yang mencintai kak Ulya dan bisa menjadi Imam buat kak Ulya"
"Kok jadi pada bahas Ulya ya? Abah dimana mi?" tanya Ulya
"Abah sepertinya sedang berbicara dengan Abinya zidan diluar" jawab Umi
"Zidan itu laki-laki bodoh, bisa-bisa melepaskan berlian seperti Ulya untuk wanita seperti istri keduanya itu" sahut bu Retno.
"Benar itu yang dikatakan mama, Apa sih yang Zidan lihat dari wanita itu" timpal pak Herman yang ikut kesal jika mengingat Zidan pasalnya sudah menganggap Ulya seperti anaknya sendiri
"Tidak apa-apa Om, tante. Ulya sudah iklas dengan takdir yang harus Ulya jalani. Ulya percaya ini ketetapan yang terbaik untuk Ulya. Tidaklah Alloh menguji hambanya kecuali karena Alloh mencintainya. Ulya yakin akan ada hal yang baik kedepannya" jawab Ulya
"MasyAlloh, Anak-anak bu Zaroh ini luar biasa lho. jujur saya kagum bu Zaroh bisa mendidik dia putri dengan sangat baik. huh.. tidak seperti saya bu, mendidik satu anak saja seperti itu. tapi Alhamdulillah, Alloh memberikan jodoh seperti Aisyah yang bisa merubah sifat Danu seratus delapan puluh derajat."
"Mas Danu itu sebenarnya baik kok ma, hanya saja dulu mungkin karena pergaulan diluar negeri yang terlalu bebas membuat mas Danu terlena dengan dunia dan terkesan mengkesampingkan akhirat. tapi Alhamdulillah sekarang mas Danu sudah banyak berubah dan semoga bisa selamanya istiqomah dijalan Alloh" ucap Aisyah dan semua mengaminkan
__ADS_1
***
"Aku dengar Aisyah hamil, Selamat ya Mad. sebentar lagi kamu akan menjadi kakek" ucap pak Maulana abinya Zidan
"Iya Lan, selamat juga. aku juga sudah mendengar kalau sekarang kamu sudah menjadi seorang kakek. Ulya sudah cerita kalau istri Zidan sudah melahirkan" jawab Abah
"Iya saat ini Sela sudah melahirkan tapi kondisi anaknya kurang baik. bayinya terlahir prematur dan jantungnya belum menutup sempurna"
"Inalilahi wainnailaihi rojiun, Syafakillah (Semoga Alloh menyembuhkan) kamu yang sabar ya Lan" ucap Abah
"Jazakalloh khairan(ucapan terimakasih yang juga berarti mendoakan kebaikan)" ucap Abi Zidan
"Aamiin" jawab Abah
"Hufff.. jujur saja Mad, aku ini sebenarnya merasa bersalah dengan kamu dan Ulya. aku sudah gagal mendidik anak laki-laki ku dengan baik. aku juga tidak menyangka akan seperti ini jadinya. sekarang ini Zidan seperti orang yang tidak punya arah. istrinya susah untuk dididik, Karirnya sebagai pendakwah hancur. sudah tidak ada lagi orang yang mau mengundang Zidan untuk berdakwah" Abi Zidan menghela nafas
"Kita manusia hanya bisa berencana, Ulya pun saat ini sudah mengikhlaskan atas semua yang pernah terjadi pada dirinya. kamu tidak perlu merasa bersalah lagi. meskipun ternyata anak-anak kita tidak lagi berjodoh tapi itu tidak akan merubah persahabatan kita." ucap Abah memeluk Abinya Zidan
Abinya zidan meneteskan air mata, karena terharu dengan kebaikan hati sahabatnya yang tidak menaruh dendam walaupun anaknya sudah menyakiti hati anak perempuannya.
Pak Maulana juga mengajak Abah untuk melihat cucunya yang saat ini berada diruang NICU (ruang perawatan intensif di rumah sakit yang disediakan khusus untuk bayi baru lahir yang mengalami gangguan kesehatan)
Disana Abah berdoa untuk kesembuhan Cucu dari sahabatnya.
"Kenapa Abah ada disini?" tanya Sela yang menjenguk anaknya diruang NICU karena ini memang jam berkunjung pasien
"Sela yang sopan sama orang tua, ucapkan salam terlebih dahulu" Sahut Abi
"Sela jaga sikap kamu" timpal Zidan
"Sudah-sudah tidak perlu ribut, ini rumah sakit. Abah kesini hanya ingin mendoakan untuk kesembuhan anak kalian. tapi kalau kalian tidak berkenan, Abah kan segera pergi dari sini. Assalamu'alaikum" untuk Abah
"Abah tolong maafkan istri Zidan Abah" ucap Zidan
"Tidak apa-apa, sudah kalian lanjut saja. Abah juga harus segera kembali ke ruangan Aisyah" jawab Abah
"Rahmat sekali lagi aku minta maaf atas semua yang terjadi" ucap Abi Zidan
"Iya tidak apa-apa, sudah kamu temani dulu cucu kamu. aku pergi dulu! Assalamu'alaikum" ucap Abah berlalu
"Walaikumsalam" jawab Abi dan Zidan
^ Happy Reading ^
Jangan lupa like, Coment dan Vote ya. karena pemberi dukungan terbanyak akan mendapatkan hadiah yang akan diumumkan tgl 3 September. dan wajib yang sudah follow akun ini ya🙏🙏
__ADS_1