
Sholat subuh ya? memang ini jam berapa? sudah adzan ya? " tanya Aisyah merasa malu
"Ini sudah lebih dari waktu adzan subuh, buruan gih sana cepet ambil air wudhu!" ucap Danu
Aisyah pun segera turun dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi untuk mengmbil air wudhu.
"Jangan lari nanti jatuh" ucap Danu dan tersenyum seraya menggelengkan kepala melihat tingkah lucu istrinya
Setelah sholat bersama Aisyah mencium tangan Danu.
"Mas"
"Ada apa Ais?" Danu menatap Aisyah yang terlihat gelisah
"Mas, maafkan Aisyah ya".
"Maaf? maaf untuk apa? kamu tidak salah apa-apa kenapa harus minta maaf"
"Maafkan Ais, karena sampai saat ini Ais belum bisa menjalankan tugas Ais sebagai seorang istri" Ais tertunduk
"Aisyah, kamu kenapa tiba-tiba bicara seperti ini?" Danu senyum dan mengusap pipi Aisyah lembut
"Aisyah merasa berdosa karena sebagai istri, seharusnya Aisyah melakukan tugas Aisyah tapi, tapi_" Aisyah terdiam
"Aisyah, tidak apa-apa, aku juga tidak mempermasalahkan nya kok, aku faham sepenuhnya kita adalah dua orang yang tidak saling mengenal tiba-tiba kita menjadi suami istri. pasti ini tidak mudah untuk kamu. sekarang ini yang terpenting kita coba saja untuk bisa saling mengenal satu sama lain. masalah lainnya, tidak perlu buru-buru. apa jangan-jangan kamu sebenarnya yang ingin buru-buru ya?" Danu mendekatkan wajahnya
"Siapa juga yang menginginkannya?" Aisyah berlari kedapur
"Pagi Bik siti"
"Pagi Non Aisyah, ceria banget Non" goda bik siti senyum-senyum
"Alhamdulillah bik, Ais kan memang selalu ceria bik" Aisyah tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.
"Non ini sepertinya tidak pernah capek ya, setiap pagi selalu menyiapkan menyiapkan sarapan. padahal kan ada bibik yang bisa melakukannya"
"Tidak apa-apa bik, Aisyah memang sudah terbiasa, setiap habis sholat subuh masak buat sarapan Abah dan Umi kalau d\irumah"
Setelah selesai masak, Aisyah bergegas kembali kekamar untuk bersiap kekampus.
Danu yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya bersiap untuk turun dan sarapan
"Aww.. sakit" teriak Aisyah menabrak dada Danu
"Aisyah, kamu ini kenapa? pagi-pagi udah lari-larian?"
"Tidak ada waktu menjelaskan mas, Aisyah buru-buru, Aisyah hari ini ada kuliah pagi" ucap Aisyah sambil berlari
"Lama-lama mengenalnya ternyata kamu lucu juga" gumam Danu tersenyum memperhatikan Aisyah berlari
__ADS_1
***
Dret.. dret..
"Hallo Nik, ada apa siang-siang gini nelpon" ucap Danu mengangkat telpon dari Niko
"Dan, nanti malam kita ada party si Raya ulang tahun, kamu ingat kan?"
"Nanti malam ya? kok bisa lupa gini ya" ucap Danu
"Kamu Dan, ulang tahun teman sendiri dilupakan. ya udah yang penting nanti malam kamu harus datang, tidak boleh bilang tidak" ucap Niko memutuskl sambung telponnya
"Hollo Niko, hallo" Ucap Danu melihat ponselnya
"Main mati-matiin aja ni orang" gumam Danu
Siang ini Danu berkeliling pabrik untuk melihat langsung produksi pakaiannya. dan Danu melewati ruangan kerja Vallen yang kosong.
Iya sejak kejadian kecelakaan itu, Vallen memang diijinkan Danu untuk tidak bekerja sampai tangannya sembuh.
tak terasa waktu sudah sore, Danu yang sebenarnya ingin segera pulang kerumah terpaksa tidak bisa pulang karena karena harus menghadiri ulang tahun Ray sahabatnya.
***
"Hai.. brow, yang ditunggu- tunggu akhirnya datang juga." ucap Niko
"Iya tapi maaf sepertinya nanti aku harus segera pulang"
Danu tersenyum menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Jangan buru- buru pulang dulu, kita ada kejutan buat kamu. yakin deh pasti kamu akan suka dengan kejutan yang kami kasih. bener gak Nik" ucap Ray
"Yo'i, bakalan gak mau pulang kamu, kalau udah tau kejutan dari kita" ucap Niko tersenyum lebar dan mengedipkan matanya
"Coba lihat siapa itu yang datang?" ucap Niko melihat pintu
Danu dan yang lainnya juga ikut melihat kearah pintu
"Hai Rey, happy birthday" ucap Vallen memberikan hadiah
"Terimakasih Vallen" ucap Ray menerima kado dari Vallen
"Jadi maksud kalian ini? kejutan yang kalian maksud?" Danu melihat Rey dan Niko bergantian
"Menurut kamu apa lagi? gimana kamu senang kan dengan kejutan yang kita kasih" ucap Ray
"Bagaimana ceritanya kalian bisa mengundang Vallen kesini?"Danu melihat Rey dan Niko
"Jangan salahkan mereka, aku yang beberapa waktu lalu sengaja mencari mereka untuk menanyakan lowongan pekerjaan diperusahaan kamu" ucap Vallen
__ADS_1
"Jadi kalian" Danu menatap Rey dan Niko
"Bagaimana? kamu pasti senang kan dengan inisiatif kita? iya dong? Ray senyum dan mengedipkan matanya
" Huuftt... " Danu menghela nafas kasar, kesal dengan dua sahabatnya.
Walaupun sebenarnya sahabatnya ini juga tidak salah, karena tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Danu tidak pernah menceritakan masalahnya dengan Vallen yang mereka tau Danu sangat mencintai Vallen.
"Okey, sepertinya aku harus segera pulang. dan kamu Vallen, lihatlah kondisi kamu. dengan tangan seperti ini saja kamu masih bisa-bisanya menghadiri pesta. segitu sukanya kamu dengan pesta" Danu menyunggingkan sebelah bibirnya dan melangkah pergi
"Dan, Danu.. kamu mau kemana brow?" panggil Niko
"Dan, ini kan ulang tahunku, masak kamu tinggal gitu aja" teriak Ray
Tapi Danu tetep berjalan pergi dan hanya melambaikan tangannya.
"Danu tunggu, Danu" teriak Vallen mengejar Danu
"Danu kenapa sih? bukannya seharusnya dia senang Vallen ada disini?" ucap Ray yang merasa heran
"Entahlah, mungkin mereka sedang bertengkar" jawab Niko kembali meneguk minumannya
"Danu berhenti" teriak Vallen di parkiran
"Ada apa lagi?" tanya Danu males
"Danu kamu kenapa seperti ini? aku kesini ini untuk kamu Dan"
"Untuk aku kamu bilang? aku heran dengan cara pikir kamu. lihat tangan kamu! bisa-bisanya kamu malah kesini"
"Iya maaf Dan, aku tau kamu mengkhawatirkan aku kan? aku kesini itu demi kamu Dan. ya sudah tolong maafkan aku ya" Vallen manja bergelayut ditangan Danu
"Bagaimana kalau kita masuk dulu? kasian Ray kan, ini kan pestanya Ray. kalau kamu pergi begitu saja. apa yang nanti dipikirkan Ray?" bujuk Vallen
Setelah memikirkan sesaat, Danu menuruti keinginan Vallen untuk kembali masuk ke pesta Ray.
Disana Danu hanya diam dan minum softdrink, melihat teman-temannya yang berjoget dan mabuk.
"Aku ke toilet dulu" Danu melangkah pergi
Sementara Aisyah melihat jam didinding menunjukkan pukul 23.15 WIB tapi belum ada tanda-tanda suaminya pulang.
Aisyah yang gelisah mencoba menghubungi Suaminya
***
Dret.. dret...
Panggilan masuk diponsel Danu yang tertinggal atas dimeja.
__ADS_1
Hati Vallen bergemuruh melihat panggilan masuk dari "My Wife"
^Happy Reading^