
"Okay, aku tau kamu marah sama aku. Vallen sudah menceritakan kesalah pahaman diantara kita. dan aku jauh-jauh dari Paris datang ke Indonesia untuk menjelaskan kesalah pahaman diantara kita."
"Tidak perlu menjelaskan apapun. semua itu sudah tidak penting bagiku" jawab Danu menaikan sebelah bibirnya
"Tapi aku berkewajiban untuk tetap menjelaskan, aku dan Vallen sungguh tidak memiliki hubungan seperti yang kamu pikirkan. saat itu kami sama-sama tidak sadarkan diri. kami melakukan itu di luar kendali kami. Kamu yang membuat Vallen frustasi malam itu"
"Maaf mas jika aku tidak sopan memotong pembicaraan kalian, tapi menurut Aisyah sudah tidak pantas membahas masa lalu saat orang itu sudah berkeluarga. tolong hargai rumah tangga kami. dan berhentilah mengganggu suami Aisyah" tegas Aisyah
"Kenapa? apa kamu takut kalau Danu akan kembali sama aku?" ucap Valen
"InsyaAlloh aku yakin dengan cinta kami, dan aku percaya mas Danu tidak akan pernah melakukan dosa dengan berhubungan kembali dengan mbak Vallen"
"Tau apa kamu tentang cinta? sekolah yang benar dulu baru bahas cinta" ucap Vallen
"Hati-hati bicara dengan istri saya, aku peringatan sama kamu Vallen. aku sudah tidak tertarik membahas masa lalu kita. karena dimasa sekarang dan masa depanku hanya ada istri kecilku."
"Mas Danu, kenapa bilang Aisyah istri kecil" gerutu Aisyah manja
"Hehehe.. iya sayang maaf, kan emang istriku ini masih kecil tapi si kecil ini yang sudah bisa membuat Danu Dirgantara rela melakukan apa saja demi membahagiakan istri kecilku ini" ucap Danu mencolek hidung Aisyah yang seketika berhasil membuat wajah Aisyah memerah dan membuat Vallen terbakar api cemburu"
"Kamu pasti bohong, tidak mungkin kamu mencintai wanita seperti ini. aku tidak percaya! aku yakin kamu mengatakan itu hanya karena ingin membuat aku cemburu?" ucap Vallen
"Coba beri aku satu alasan untuk apa aku masih mencintai kamu sedangkan aku memiliki istri yang cantik, sholehah, pinter membahagiakan suami, jika dipandang menyenangkan dan menyejukkan hati. lalu alasan apa yang membuat kamu seyakin itu kalau aku masih mencintai wanita yang sudah bekas sedangkan aku punya wanita yang sangat menjadi kesuciannya dan hanya menyuguhkan kecantikannya untukku" ucap Danu tersenyum menyunggingkan sebelah bibirnya puas
"Ayo sayang kita pulang" ucap Danu meletakkan tangannya dipinggang Aisyah dan tersenyum pada Vallen
"Assalamu'alaikum" ucap Aisyah tersenyum pada Vallen dan David
"Arrggg.. " Teriak Vallen
"Aku sudah berusaha membantu menjelaskan tapi kalau hasilnya tidak seperti apa yang kamu harapkan itu bukan salahku juga kan?" ucap David mengangkat kedua pundaknya
"Semua gara-gara kamu, semua salah kamu." teriak Vallen
"Aarrgg.. kenapa semua jadi seperti ini, kenapa kamu harus melakukannya malam itu?" tangis Vallen dan David segera memeluknya
"Maafkan aku Vallen, kamu tau aku juga tidak bermaksud melakukannya malam itu." ucap David mengusap punggung Vallen untuk menenangkan nya.
__ADS_1
"Tapi kamu melakukannya, kamu merusak hidupku, masa depanku. gara-gara kamu aku harus kehilangan segalanya, gara-gara kamu aku dipandang rendah Danu. dan gara-gara kamu anak kecil itu berhasil merebut hati Danu" ucap Vallen mendorong tubuh David menjauh
"Wah.. wah.. ternyata ini yang membuat Danu berpaling dari kamu?" ucap Niko dan Raya mendekat
"Niko, Ray" gumam Vallen tercengang dengan kehadiran Ray dan Niko saat Dirinya sedang dipeluk David
"Kalian salah, David cuma menghiburku karena Danu membuatku menangis" ucap Vallen
"Menghibur dengan cara yang bagaimana nih?" goda Ray tersenyum sinis
"Dengan cara ehem.. ehem.. " Sahut Niko berdeham seolah menyindir Vallen dan David
"Okay silahkan dilanjut ehem.. ehem nya" ucap Niko tersenyum sinis dan berlalu
"Niko, Ray" panggil Vallen tapi tidak dihiraukan
"Kenapa sih kamu peluk aku, kamu tau kan mereka itu sahabatnya Danu, sudah pasti mereka akan mengadu pada Danu"
"Sadar Vallen, Danu sudah tidak mungkin mengharapkan kamu lagi. walaupun kamu mengiba Danu sudah tidak mungkin melihat kamu lagi" ucap David dengan suara meninggi
Vallen menampar David
"Aku pasti akan dapatkan Danu kembali" ucap Vallen menatap mata David
"Lupakan Danu, dia sudah tidak menginginkan kamu lagi. kamu harus sadar itu Vallen"
"Tidak.. tidak. aku tidak mau mendengar apa pun" ucap Vallen menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya
"Aku akan bertanggung jawab" ucap David yang sebenarnya selama ini memang memendam perasaan untuk Vallen tapi tidak pernah diungkapkan karena melihat Vallen yang begitu mencintai Danu
"Apa maksud kamu" ucap Vallen menatap David tidak percaya
"Lupakan Danu, aku akan bertanggung jawab. aku akan menikah kamu" ucap David
"Jangan mimpi kamu David, aku tidak akan menikah dengan laki-laki seperti kamu. laki-laki yang pantas menikah denganku hanya Danu" ucap Vallen penuh kebencian
"Tapi Danu tidak akan pernah mau kembali sama kamu. cuma aku yang mau menikah dengan kamu karena aku laki-laki yang sudah tidur bersama kamu" ucap David dengan suara meninggi.
__ADS_1
***
Sepanjang perjalanan Aisyah hanya bterdiam begitu juga dengan Danu yang masih terdiam hingga mereka sampai di kediaman pak Herman
"Aisyah apa kamu marah" tanya Danu yang sedang duduk ditepi ranjangnya saat melihat Aisyah yang baru saja keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian rumahan.
"Tidak mas, kenapa Aisyah marah? mas Danu kan tidak melakukan kesalahan apapun" jawab Aisyah
"Lalu kenapa kamu diam saja sejak kita pulang tadi?"
"Mas Danu sendiri juga dari tadi diam kenapa?" Aisyah tersenyum
"MasyaAlloh kamu benar-benar istri sholihah Aisyah"
"Kenapa tiba-tiba memuji mas?" Aisyah mendudukkan tubuhnya diranjang sebelah
"Setiap melihat senyumanmu rasanya hatiku tentram banget. bukankah salah satu ciri stri sholihah itu jika dipandang menyenangkan ya?"
"Sudah pintar ya sekarang suamiku"
"Sini sayang, duduk didekatku" ucap Danu
"Mau apa mas?" Aisyah menatap Danu
"Tidak mau ya? padahal menurut dan menyenangkan hati suami itu pahalanya banyak lho, apa tidak mau dapat pahala?"
Aisyah pun menurut dan duduk dekat dengan suaminya. Danu segera melingkarkan tangannya pada pinggang istrinya dan menyandarkan kepalanya dipundak Aisyah. jarak mereka yang begitu dekat hingga Danu mampu mencium aroma tubuh dan Rambut Aisyah yang begitu wangi.
"Sayang apakah kamu belum mencintai aku?" ucap Danu
"Kenapa tiba-tiba menanyakan ini lagi mas?"
"Karena kamu sudah membutuhku jatuh cinta padamu Aisyah, aku tidak akan bisa kehilangan kamu. aku tidak sanggup jika tiba-tiba kamu meninggalkan aku"
"Kenapa Aisyah meninggalkan mas Danu, jika Alloh masih memberikan Aisyah umur panjang tentu saja Aisyah akan selalu menjadi istri mas Danu. tidak akan ada alasan untuk pergi dari mas Danu jika mas Danu masih menginginkan Aisyah"
^Happy Reading^
__ADS_1