
Sekarang papi akan atur perjodohan untuk kamu, dan kali ini kamu tidak boleh menolaknya" tegas pak Bagaskara
"Dijodohkan pi? tidak pi Vallen tidak mau dijodohkan" tolak Vallen
"Lalu apa mau kamu? kamu sudah merusak semua rencana papi"
"Dia itu emang anak tidak tau diuntung pi, masih bagus ada yang mau sama kamu, papi pasti tidak akan menjodohkan kamu dengan sembarangan orang, jadi terima saja perjodohan itu" sahut Vany yang baru menuruni anak tangga
"Tapi Vallen masih mencintai Danu pi!" ucap Vallen dengan nada tinggi
"Apa kamu tidak sadar, Danu itu sudah menikah tidak mungkin lagi kamu harapkan" bentak pak Bagaskara
"Tapi Vallen yakin Pi, Vallen yakin kalau Vallen masih bisa mendapatkan cintanya Danu. Danu itu masih mencintai Vallen Pi"
"Sadar diri kamu, kamu pikir kamu itu siapa? kalau Danu masih mencintai kamu tidak mungkin saat ini. Danu menikah dengan wanita lain" sahut Vany
"Kamu yang tidak tau apa-apa, Danu menikah dengan wanita itu hanya karena marah dengan Vallen, karena Vallen menolak lamaran nya, tapi Vallen yakin Pi, kalau Vallen berusaha menyakinkan Danu lagi, kalau Vallen menyesal menolak lamanya. Vallen pasti bisa mendapatkan cinta Danu kembali. Vallen yakin itu Pi. karena Vallen tau, Danu itu akan selalu mencintai Vallen. kita bersama sudah lebh dari Empat tahun. tidak mungkin semudah itu Danu melupakan Vallen " ucap Vallen menyakinkan pak Bagaskara
"Kamu memang terlalu sombong Vallen, bisa-bisanya kamu menolak seorang Danu Dirgantara. sekarang kamu lihat , semua rencana Papi berantakan."
"Maafkan Vallen pi, tapi Vallen janji. Vallen akan mendapatkan Danu kembali"
"Okey, papi kasih waktu kamu tiga bulan. kalau dalam waktu tiga bulan kamu tidak bisa membuat Danu menceraikan istrinya. mau tidak mau kamu harus menerima perjodohan yang papa atur untuk kamu" ucap pak Bagaskara
****
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" Aisyah mendekat pada Danu yang baru saja masuk rumah dan mencium punggung tangan suaminya
"Mau langsung mandi apa mau makan dulu mas?" tanya Aisyah
__ADS_1
"Em.. makan dulu saja kali ya, Aku lapar banget. tadi banyak kerjaan gak sempat makan. dan pengen cepet sampai rumah kangen istri" goda Danu
"Ehem.. ehem.. " pak Herman berdeham
"Dunia milik berdua pa" sahut bu Retno
"Kamu sih mas" Aisyah mencubit pinggang Danu
"Aaww.. sakit sayang, kok aku yang dicubit" Danu memegang pinggang nya yang sakit
"Astaghfirullah.. maaf mas, maaf. sakit ya. Aisyah gak sengaja" ucap Aisyah memegang pinggang Danu yang habis dicubit
"Bohong ding, gak sakit kok" ucap Danu memeluk istrinya
"Mas Danu lepasin. malu dilihat mama dan papa" gerutu Aisyah berusaha melepaskan pelukan Danu
"Kenapa malu sama mama dan papa? kita kan suami istri gak perlu malu, iya kan ma, pa?" Danu tersenyum melihat bu Retno dan pak Herman
"Sudah, sudah sana makan dulu. papa dan mam mau keluar dulu" ucap pak Herman
"Memang papa sama mama mau pergi kemana?" tanya Danu
"Kita rencananya mau bertemu dengan Abahnya Aisyah"
"Papa sama mama mau ke rumah Abah?" tanya Aisyah
"Iya Ais, kita mau kerumah abah kamu karena ada yang mau kita bahas. kita rencananya akan memperluas pondok pesantren Abah dan rencana akan kita juga akan mendirikan sekolah mulai SD sampe SMA disitu. jadi sekolah dan pesantren akan jadi satu kawasan disitu" Jawab pak Herman
"Iya pah, Aisyah sudah lama mendengar rencana Abah soal itu sebenarnya tapi Aisyah tidak menyangka kalau papa juga akan menjadi donatur disitu"
"Selain menjadi salah satu donatur disitu, rencananya papa sama mama juga ingin tinggal dipesantren untuk memperdalam ilmu agama kami." ucap pak Herman
__ADS_1
"Papa yakin mau tinggal di pesantren?" tanya Danu
"Iya Dan, papa sama mama ini kan sudah semakin tua, jadi kami ingin dimasa tua kami ini. kami bisa lebih dekat dengan Alloh. salah satunya dengan tinggal dipesantren biar kami bisa selalu belajar lebih mendekatkan diri pada Alloh. jadi kalau sewaktu-waktu Alloh memanggil kami, kami sudah siap."
"Papa dan mama ini ngomong apa sih? kalian akan panjang umur dan akan selalu menemani Damu" ucap Danu
"Sayang gak boleh bicara seperti itu, karena setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada sang Pencipta yaitu Alloh" ucap bu Retno
"Tapi Danu gak mau sampai kehilangan papa dan mama" ucap Danu
"Apa yang dikatakan mama benar mas Danu. dijelaskan dalam( QS. Al Ankabut:57).Tafsir: Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kematian dimanapun kalian berada, maut pasti akan mendekati kalian. maka jadilah orang-orang yang selalu berada dalam ketaatan kepada Alloh dimanapun kalian beradaberada, sesuai dengan apa yang diperintahkan Alloh kepada kalian.
Dan dari Abu Hurairah RA, Rasullulah SAW bersabda:"Jika manusia itu meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga hal shadaqah jariyah, Ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendoakannya." (HR. Al-bukhari, muslim, Abu Daud, At. Tirmidzi, An-nasa'i)
"MasyaAlloh adem rasanya memiliki menantu yang pemahaman agamanya begitu mendalam. papa dan mama jadi tenang jika sewaktu-waktu Alloh memanggil kami, karena pasti akan ada Aisyah yang akan selalu mengingatkan anak papa ini untuk selalu mendoakan kami jika nanti kami sudah tidak ada lagi didunia ini. " ucap Pak Herman menepuk pundak Danu.
"Karena itu mas, kalau mas Danu benar-benar menyayangi papa dan mama, mas Danu harus menjadi anak yang sholih yang selalu mendoakan papa dan mama. dunia ini hanya sementara. karena sesungguhnya kita semua akan meninggalkan dunia ini. dan tujuan akhir kita adalah surga. karena itu, kita harus banyak melakukan amalan yang baik untuk mendapatkan ridho dari Alloh agar kita semua nantinya bisa kembali berkumpul disurga" terang Aisyah.
"Siap bu ustadzah, mulai sekarang aku akan lebih banyak lagi belajar tentang agama. InsyaAlloh aku ingin hijrah agar menjadi orang yang lebih baik. Aisyah tolong bantu aku ya!" ucap Danu
"Kita akan sama-sama belajar mas, karena Aisyah pun masih miskin ilmu. karena itu kita akan belajar hijrah bersama" ucap Aisyah
"Ya sudah, papa dan mama berangkat dulu, keburu malam" ucap pak Herman
"Oya semua pintu dikunci ya, malam ini kami tidak pulang, kami akan tidur dipesantren" ucap bu Retno
"Iya ma. tolong sampaikan salam Aisyah untuk Abah dan umi ya ma" ucap Aisyah mencium tangan kedua mertuanya
"Iya Aisyah, kalian baik-baik dirumah ya. dan jangan lupa buatkan kami cucu hehehe" ucap Bu Retno dan seketika Wajah Aisyah memerah karena malu sedangkan Danu menggaruk kepalanya yang tidak gatal
^ Happy Reading ^
__ADS_1