
"Apa mereka sudah memiliki seorang anak?"
"Belum, lebih tepatnya mereka kehilangan calon anak mereka, saat anak mereka masih dalam kandungan. dan itu semua juga karena suaminya tidak pernah ada saat kak Ulya hamil. hingga kak Ulya harus berjuang sendiri datang kerumah sakit saat merasakan ada yang tidak beres dengan kandungannya. namun saat sampai dirumah sakit semua sudah terlambat. cerita yang aku dengar seperti itu" terang Danu
"Kasihan sekali nasib kakak ipar kamu, kenapa dia masih mau bertahan dengan laki-laki seperti itu, kenapa tidak bercerai saja. dia masih muda dan cantik. dari pada harus menanggung penderitaan seumur hidup dengan mempertahankannya rumah tangga seperti itu" ucap Niko
"Itu juga yang kami pikiran. karena sejatinya Alloh memang tidak menyukai perceraian walaupun itu diperbolehkan. mungkin itu yang menjadi bahan pertimbangan kak Ulya" ucap Danu
"Ya sudah aku pulang dulu Dan, sekarang aku tau kenapa kamu mencintai istri kamu. ternyata tidak buruk dekat dengan wanita yang terlihat sedikit norak. tapi bisa membawa kedamaian dalam hati" ucap Niko menepuk bahu Danu
"Kesambet apa kamu? Tiba-tiba bilang seperti itu? MasyaAlloh semoga sahabatku ini kelak juga menemukan jodoh yang bisa memberikan energi positif" ucap Danu dan Niko tersenyum
"Harusnya mengaminkan bukan cuma tersenyum" goda Danu
"Iya, iya Amin. aku pergi dulu" ucap Niko berlalu
***
Diruang perawatan Ulya
"Kak, tolong ceritakan sebenarnya apa yang terjadi sampai kakak seperti ini? dan kenapa kak Ulya melarang Ais untuk menghubungi Kak Zidan?" Tanya Aisyah yang masih bertanya-tanya
"Sebenernya mas Zidan sudah beberapa minggu ini tidak pernah mengunjungi kakak lagi. setiap kakak hubungi alasannya karena tidak bisa meninggalkan Sela yang saat ini sedang mengandung. dan tadi kakak berusaha menghubungi mas Zidan lagi, tapi lagi dan lagi Mas Zidan tidak perduli dengan kakak dan justru Mas Zidan menganggap kak Ulya ini egois tidak bisa mengerti keadaan Sela. padahal kak Ulya sudah berusaha untuk selalu memahami mereka. kakak juga membutuhkan mas Zidan sebagai suami kakak, tapi Maz Zidan sepertinya memang hanya membutuhkan kakak sebagai istri didepan masyarakat. Mas Zidan tidak mau bercerai dengan kakak bukan karena masih menginginkan kakak tapi karena tidak ingin dilihat masyarakat buruk. Mas Zidan hanya takut pandangan Masyarakat jika mereka mengetahui seorang pendakwah dan ustadz bercerai dengan istri pertamanya. Mas Zidan hanya tidak ingin nama baiknya rusak" ucap Ulya dan bulir-bulir air mata mulai membanjiri sudut matanya
"Kakak, bukankah Aisyah sudah bilang. kalau mustahil bagi orang biasa untuk mampu bersikap adil. sebelum kak Ulya memutuskan rujuk dengan Kak Zidan, Aisyah sudah sering mengingatkan Kak Ulya untuk tidak gegabah mengambil keputusan"
"Aisyah" Ulya memeluk Aisyah dan menangis sejadi-jadinya
__ADS_1
"Kakak sabar ya. Aisyah rasa sudah cukup kakak memberi kesempatan kepada Kak Zidan, bercerai saja kak. Aisyah tau Alloh memang membenci perceraian tapi kakak juga jangan lupa Alloh juga tidak melarang perceraian jika didalam suatu pernikahan itu sudah tidak lagi sehat dan tidak ada keinginan diantara keduanya untuk berusaha menyatukan kembali rumah tangga itu. Perceraian itu halal tapi sangat dibenci Alloh. tapi jika dalam pernikahan itu hanya ada saling menyakiti perceraianlah mungkin satu-satunya jalan." ucap Aisyah
"Kakak takut Abah akan bersedih Aisyah" jawab Ulya
"Kak, bukankah kita sebelumnya sudah pernah membahas masalah ini? dan Abah juga sudah menyetujui perceraian kak Ulya dan kak Zidan. lalu kenapa kakak masih berpikir seperti itu?" hanya Aisyah
"Sebenarnya saat kakak berada dirumah Abah, kakak pernah melihat Abah menangis dalam doanya setelah sholat tahajjud. tidak sengaja kakak mendengar Abah menyalahkan dirinya sendiri karena telah memilihkan jodoh yang salah untuk kakak" ucap Ulya dengan air mata mengalir membasahi pipinya
"Tapi jika Abah tau, kakak sampai seperti ini karena memikirkan kak Zidan. Abah akan lebih sedih kak" ucap Aisyah
"Kak menurut Aisyah biar bagaimana kak Zidan harus tau kondisi kakak saat ini, Kak Zidan harus tau kalau saat ini kakak berada dirumah sakit, karena Kak Zidan suami kakak. kakak akan semakin salah jika kakak tidak memberitahu kondisi kakak saat ini. jadi Aisyah mohon, ijinkan Aisyah untuk menghubungi kak Zidan" Aisyah menatap Ulya menunggu ijin dari nya.
"Baiklah dek" Ulya menurut
Aisyah mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Zidan namun sampai tiga kali dicoba panggilannya tidak juga diangkat hingga Aisyah memutuskan untuk mengirimkan pesan whatsapp pada Zidan untuk memberitahu tentang Ulya yang saat ini sedang sakit dan dirawat dirumah sakit.
"Tidak masalah kalau kak Zidan tidak mau menerima telpon dari kita, yang penting kita sudah memberitahu tentang kondisi kakak. Aisyah sudah meninggalkan pesan whatsapp, mungkin saat ini kak Zidan sudah tidur tapi besok setelah bangun dan membaca pesan dari Aisyah kak Zidan harusnya segera mengunjungi kakak"
"Assalamu'alaikum" ucap Danu masuk keruangan Ulya
"Walaikumsalam" jawab Aisyah dan Ulya bersamaan
"Ini aku bawakan makan buat kalian, tapi adanya cuma ini. sudah malam soalnya sudah pada tutup" ucap Danu menunjukkan kotak makanan ditangannya
"Iya mas, tidak apa-apa" Aisyah menerima kotak makanan
"Kak, kakak makan ini dulu ya!" Aisyah membuka kotak makanan dan mulai menyuapi kakaknya makan. sementara Danu tertidur disofa
__ADS_1
"Aisyah sebaiknya kamu dan Danu pulang saja dulu. kasihan Danu besok kan harus kerja. kakak bisa kok sendiri. kalian pulang saja ya" ucap Ulya
"Tidak kak, malam ini biarkan kami menjaga kakak" ucap Aisyah tersenyum dan kembali menyuapi kakaknya.
"Terimakasih ya Aisyah, kamu selalu menjadi adik yang baik buat kakak" ucap Ulya tersenyum
"Sama-sama Kak, kakak juga selalu menjadi kakak yang baik buat Aisyah. dan Aisyah selalu merasa beruntung punya kakak seperti kak Ulya" ucap Aisyah
Keesokan harinya, Danu pamit pulang karena harus berangkat ke kantor. sedangkan Aisyah memilih untuk tetap dirumah sakit menjaga kakaknya. Aisyah mengantarkan Danu sampai ke parkiran.
"Aisyah boleh kan mas, disini dulu sampai kak Ulya sembuh?" tanya Aisyah
"Iya boleh, nanti biar Bik Siti mengantarkan pakaian ganti buat kamu ya" ucap Danu mengusap pipi Aisyah
"Terimakasih ya mas" ucap Aisyah
"Terimakasih aja nih? gak ada yang lain?" Danu mengedipkan satu matanya
"Apaan sih mas? ini kan rumah sakit, jangan mulai deh" ucap Aisyah dengan wajah memerah
Danu yang senang menggoda istrinya segera memeluk Aisyah dan mencium kening Aisyah
"Kalau hanya seperti ini boleh dong?" ucap Danu tersenyum.
^ Happy Reading ^
Terimakasih dukunganny sayangku, jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Coment dan Vote ya🙏🥰😘
__ADS_1