
"Kalau kak Zidan tidak membaca pesan yang Aisyah kirim, harusnya kak Zidan bertanya pada istri muda kakak." ucap Aisyah menatap tajam kearah Sela
"Ee.. emm.. begini mas, maaf sepertinya Sela tidak sengaja menghapus pesan itu dan Sela lupa memberitahu mas Zidan kalau Aisyah malam itu mengirim pesan" terang Sela gugup
"Astaghfirullah Sela, kenapa kamu bisa melupakan hal sepenting itu. karena hal itu mas dianggap tidak bertanggung jawab pada istri mas yang lain." ucap Zidan mengusap wajah dengan kedua tangannya
"Sepertinya tidak mungkin mbak Sela melupakan hal seperti itu. sekarang aku tebak kak Zidan mendapatkan foto itu pasti dari mbak Sela kan?" tanya Aisyah menatap Sela tajam
"Iya aku memang yang memberikan foto itu dari pada mas Zidan, karena aku juga terkejut saat mendapatkan foto itu didepan rumah kami" kilah Sela
"Mana mungkin foto itu bisa tiba-tiba ada didepan rumah kalian? kalau tidak, mungkin memang ada orang yang sengaja diminta memata-matai apartemen kak Ulya. mungkin awalnya cuma buat ngawasi kali-kali aja suaminya kak Ulya pulang ke apartemen biar ada yang langsung nyusulin ke apartemen kalau tau suaminya kak Ulya disana. tapi karena ternyata yang didapat pas foto kak Ulya pingsan dan ditolong orang, diambilah kesempatan untuk memfitnah kak Ulya"ucap Aisyah
"A-apa maksud kamu? kamu mau memfitnah aku?" sahut Sela
"Bukan memfitnah! hanya menggambarkan situasi yang mungkin bisa saja?"
"Tapi aku tidak melakukan semua itu, jangan asal bicara seperti itu hanya demi membela kakak kamu" ucap Sela dengan nada tinggi
"Kalau memang tidak ya sudah, gak usah marah emosi seperti itu" ucap Aisyah tersenyum
"Kamu" gumam Sela menahan emosi
"Sudah, sekarang kalian berdua pulang saja. yang penting semua sudah jelas. nak Zidan bawa istri muda kamu pulang" ucap Abah memotong perdebatan
"Kalau begitu Zidan akan pulang, Ulya sebaiknya mas antar kamu ke apartemen" ucap Zidan
"Tidak perlu mas, Sampai menunggu proses perceraian kita selesai, Ulya akan tinggal di rumah Abah
"Perceraian? kamu mau kita bercerai lagi? Ulya jangan seperti itu! iya mas tau, mas salah sempat mencurigai kamu menghianati mas, tapi sekarang mas tau kalau itu semua hanya salah faham. kita tidak perlu lagi bercerai" ucap Zidan
"Terlepas dari kesalah fahaman ini, Ulya memang sudah berencana untuk bercerai dengan mas Zidan. maaf Ulya sudah tidak sanggup jika harus berbagi hati dan suami. seperti yang selama ini mas Zidan bilang. mungkin memang benar Ulya ini orang yang egois" ucap Zidan
"Maafkan aku Ulya"
"Sudahlah mas, kalau memang mbak Ulya mau bercerai dengan mas Zidan, ya sudah mas, biarkan saja! itu sudah menjadi keputusan mbak Ulya" sahut Sela melihat Ulya dan tersenyum. karena itu memang yang diinginkan Ulya
"Tapi Ulya itu istriku.aku sudah berjanji dihadapkan Alloh saat ijab qobul dan Alloh itu membenci perceraian."
__ADS_1
Hadis Rasul yang berbunyi “Perbuatan halal yang sangat dibenci Alloh adalah thalaq (cerai)”(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
"tapi kak Zidan lupa, Alloh juga tidak melarang perceraian jika didalam suatu pernikahan itu sudah tidak lagi sehat dan tidak ada keinginan diantara keduanya untuk berusaha menyatukan kembali rumah tangga itu. Perceraian itu halal tapi sangat dibenci Alloh. tapi jika dalam pernikahan itu hanya ada saling menyakiti perceraianlah mungkin satu-satunya jalan." ucap Aisyah
"Apa yang disampaikan Aisyah sudah cukup mewakili apa yang akan Abah sampaikan. biar bagaimana orang tua kamu dan Abah ini berteman baik. jadi sebaiknya masalah ini tidak perlu diperpanjang lagi. segera selesaikan perceraian kalian, biar semua segera selesai. InsyaAlloh Abah dan Umi akan menerima dan menyayangi Ulya kembali."ucap Abah
Mendengar keputusan Abah dan Ulya yang sepertinya saat ini sudah tidak mungkin untuk berubah lagi, membuat Zidan kesal dan pulang tanpa pamit dan salam.
"Kak Zidan" ucap Danu yang baru saja keluar dari mobil namun Zidan dan Sela berlalu tanpa menghiraukan panggilan Danu
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" jawab Abah, Umi, Aisyah dan Ulya
Danu mencium tangan Abah dan umi, sedangkan Aisyah mencium tangan Danu
"Tadi diluar Danu bertemu dengan kak Zidan, tapi sepertinya kak Zidan marah. memangnya ada apa bah? tanya Danu
"Kali ini keputusan kami tentang perceraian Ulya dan Zidan sudah bulat, dan itu membuat Zidan marah" terang Abah pada Danu
"Bah, Abah tidak apa-apa kan?" tanya Aisyah
"Tidak Aisyah, Abah baik-baik saja" ucap Abah
"Mungkin ini semua awalnya memang berat untuk kita semua terutama kak Ulya, tapi percayalah terkadang melepas jauh lebih baik dari pada bertahan dengan orang yang hanya akan memberikan kita beban" ucap Aisyah
"Iya bah, Ulya harap. keputusan Ulya untuk berpisah dari mas Zidan tidak melukai hati Abah dan Umi."
"Tentu saja tidak nduk, Abah sangat mendukung keputusanmu" ucap Abah memeluk Ulya
***
Diperjalanan
Danu dan Aisyah malam ini memutuskan pulang kerumah setelah menyakinkan semua baik-baik saja.
"Jadi tadi kak Ulya sempat difitnah dengan Niko?" tanya Danu
__ADS_1
"Iya mas, mereka jahat banget sama kak Ulya"
Dret.. dret..
Panggilan diponsel Aisyah
"Sebentar ya mas, Ais angkat telpon dulu"
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam, apa ini denu Aisyah?" tanya Khadijah
"Iya saya sendiri, anda siapa?" tanya Aisyah
"Nama saya Khadijah. bisa dibilang saya orang yang perduli dengan Ilham. apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Khadijah disebrang telpon
"Iya, apa yang mau anda bicarakan? kalau soal Ilham. maaf saya sudah tidak ada hubungannya dengan Ilham. karena saat ini saya sudah menikah" jawab Aisyah
"Itulah yang ingin saya bicarakan, meskipun saya tau. tidak seharusnya saya melibatkan anda lagi dalam masalah Ilham. tapi saat ini Ilham membutuhkan anda. hanya anda yang bisa menolong Ilham."
Deg..
Hati Aisyah mulai cemas
"Menolong Ilham? memangnya ada apa dengan Ilham?" ucap Aisyah melirik Danu
"Saat ini kondisi Ilham sangat memprihatinkan, dan sudah beberapa minggu ini Ilham tidak pernah lagi kuliah. bahkan Ilham tidak pernah keluar dari Asrama. Ilham mengurung diri didalam Asrama. sepertinya Ilham sudah tidak memiliki semangat dalam hidupnya"
"Astaghfirullah" gumam Aisyah dan tanpa disadari bulir-bulir air mata menggenang disudut matanya
Danu mengarahkan mobilnya ketepi jalan dan berganti ditepi untuk memastikan keadaan Aisyah.
"Sayang kamu kenapa?" Danu menatap Aisyah
"Ma-maafkan aku mas, tolong maafkan aku. ta-tapi Ilham sedang dalam keadaan tidak Baik. mbak Khadijah bilang saat ini Ilham seperti orang depresi. apa aku berdosa mas? aku yang membuat Ilham seperti ini" tangis Aisyah pecah dan Danu segera memeluk Aisyah menenangkan Aisyah
^ Happy Reading ^
__ADS_1