
Ulya meluapkan semua kesedihannya, bulir-bulir air menggenangi sudut matanya.
"Maafkan Ulya Abah, umi, tolong maafkan Ulya. Ulya gagal bah, mi, Ulya gagal mempertahankan rumah tangga Ulya." ucap Ulya terisak
"Ulya, bangun nak! jangan seperti ini.Abah tau kamu sudah berusaha, Abah dan umi tau tidak mudah berbagi hati. dan tidak mudah menjalani poligami. karena sesungguhnya manusia biasa tidak akan mampu bersikap adil." ucap Abah
"Ulya dari awal umi mengetahui tentang perlakuan Zidan. umi dan Abah sudah menduga hal ini akan terjadi lagi, tapi umi sempat mengira keputusanmu rujuk dengan Zidan kembali karena Zidan akan berubah. tapi melihat kamu sekarang ada disini, membuat umi yakin, Zidan tidak berubah. ya sudah nak, jika suami kamu tidak bisa memperlakukan kamu dengan baik. jangan bersedih lagi, ada kami! ada umi dan Abah yang akan menerima kamu kembali, kami akan menyayangi kamu Ulya" ucap Bu Zaroh menyakinkan keputusan Ulya untuk berpisah dari Zidan
"Abah yang salah, dari awal Abah yang memaksamu untuk menikah dengan Zidan. bahkan Abah ingat, Abah langsung menyetujui lamaran mereka tanpa meminta pendapatmu. Sekarang Abah sadar, sebagai orang tua Abah sangat berdosa dengan putri-putri Abah. Abah selalu membuat keputusan secara sepihak, tanpa menanyakan dulu pendapat dan suara hati kalian. bahkan sekarang setelah Aisyah menikah Abah juga baru tau kalau Aisyah sudah memiliki seseorang didalam hatinya.tapi dulu Abah terlalu acuh dan selalu menganggap hanya keputusan Abah lah yang benar dan wajib didengar" ucap Abah dengan mata menerawang
"Abah jangan berkata seperti itu Aisyah sekarang justru bersyukur dengan perjodohan ini. Aisyah menjadi wanita yang sangat beruntung menjadi istri dari mas Danu. mungkin saat ini Aisyah adalah wanita yang paling beruntung dimuka bumi ini bah" ucap Aisyah memeluk Abahnya
"Apaa semua yang kamu katakan itu benar? apa bukan karena kamu tidak ingin melihat Abah sedih sehingga berkata seperti itu?" ucap Abah
"Tentu saja tidak bah, Abah kan tau bagaimana Aisyah. untuk apa Aisyah harus berbohong. Aisyah benar-benar bersyukur dengan perjodohan ini dan Aisyah sekarang sadar, Takdir Alloh pasti baik, Hanya saja, terkadang manusianya yang terlalu sempit dalam memandang. Tidak ada yang salah dengan ketetapan Alloh Yang salah adalah sudut pandang kita yang terlalu sempit dalam menyikapi Takdir yang sudah Alloh tetapkan untuk kitakita. begitu juga dengan Takdir yang saat ini sedang dijalani kak Ulya. Aisyah yakin akan ada kebahagiaan setelah ini. ini cara Alloh menyayangi kak Ulya"
"Jika Alloh mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji" (HR. Ath. -Thabrani dalam Mu'jamul Ausath. 3/302. Dishahihkan Al-albani dalam Shahih Al-jami' no 285)
Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
Manusia yang paling berat cobaannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang semisal mereka dan yang semisalnya” (HR. Ahmad, 3/78, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 995).
Mereka adalah orang-orang yang dicintai oleh Allah. Ujian yang menimpa orang-orang yang Allah cintai, itu dalam rangka mensucikannya, dan mengangkat derajatnya, sehingga mereka menjadi teladan bagi yang lainnya dan bisa bersabar."
__ADS_1
"Apa yang dikatakan Aisyah benar bah, Ulya tidak pernah merasa menyesal dengan perjodohan yang Abah lakukan untuk Ulya, dan Ulya menerima Takdir Ulya, karena ini adalah ujian kesabaran bagi Ulya. hanya saja saat ini mungkin perpisahan adalah satu-satunya jalan agar tidak saling menyakiti dan saling berprasangka." Ucap Ulya memeluk Abah
Kini Ulya dan Aisyah bersama-sama memeluk Abah, tanpa disadari air mata yang sedari tadi Abab tahan akhirnya pecah.
Umi pun tak kuasa lagi menahan air matanya, segera umi menyeka air mata yang membasahi pipi seraya melengkungan bibir keatas.
Umi tersenyum melihat Abah dan putri-putrinya berpelukan hangat seperti itu, Abah memang sangat menyayangi putri-putrinya namun biasanya Abah jarang memperlihatkan rasa sayang itu, berbeda dengan hari ini, kasih sayang itu terlihat sangat jelas.
"Ulya putri Abah, mulai saat ini, kamu jangan sedih lagi ya nduk! Ada Abah dan umi yang akan selalu menjadi perisai untuk kamu. tidak akan Abah biarkan orang menyakitimu lagi nak. kita hadapi ini bersama" ucap Abah
"Abah, umi" ucap Ulya menatap lekat Abah dan uminya
"Kenapa nak?" tanya Ulya
"A-apa kalian tidak akan malu jika mempunyai seorang anak janda?" tanya Ulya ragu
Selama ini menjadi janda memang seperti momok yang menakutkan bagi seorang wanita hingga terkadang mereka lebih memilih untuk bertahan walaupun didalam rumah tangga itu sudah tidak ada lagi kedamaian hanya karena takut mendapat predikat janda. yang selama ini selalu dinilai orang negatif. padahal menjadi seorang janda juga belum tentu karena keinginannya. tidak jarang wanita yang lebih memilih menjadi janda itu sudah berupaya untuk mempertahankan rumah tangganya. namun takdir berkata lain.
***
"Assalamu'alaikum" ucap Abah yang menelpon Zidan
"Walaikumsalam Abah" jawab Zidan
__ADS_1
"Nak Zidan bisa tolong kerumah Abah sebentar?"
"Iya bah, sebentar lagi Zidan akan kesana" jawab Zidan
"Ya sudah, Abah tunggu dirumah Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" jawab Zidan menutup telponnya
"Huft... " Abah menghela nafas
"Bagaimana bah? tanya umi, Ulya dan Aisyah pun melihat Abah
"Kita tunggu saja, sebentar lagi dia kesini" jawab Abah menyandarkan tubuhnya dikursi
Setelah hampir satu jam Zidan datang bersama dengan istri mudanya Sela
Aisyah tampak menatap mereka dengan penuh kebencian.
"Assalamu'alaikum Abah, umi" ucap Zidan mencium tangan Abah dan umi dan tidak melihat ke arah Ulya
"Walaikumsalam duduk lah" jawab Abah menyuruh keduanya duduk
"Huft.. Zidan har ini Abah ingin menyampaikan kalau, Abah ingin meminta anak Abah kembali. anak perempuan yang sudah Abah percayakan pada Nak Zidan dengan harapan biar anak Abah bahagia. namun ternyata Abah salah. anak perempuan Abah justru menderita. Ulya sudah berusaha bertahan mempertahankan rumah tangga kalian, tapi sepertinya nak Zidan tidak bisa berlaku adil terhadap istri-istri nak Zidan" ucap Abah
__ADS_1
"Baiklah Abah, kali ini Zidan tidak akan meminta Ulya bertahan seperti sebelumnya, sebagai seorang suami, Zidan juga sangat kecewa dengan Ulya. Ulya sudah menghianati Zidan Abah" ucap Zidan
^ Happy Reading ^