Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
IJIN MENELPON ILHAM


__ADS_3

Pernikahan Ulya dan suaminya memang tidaklah sehat, semenjak Ulya dipoligami. Ulya seperti menelan pil pahit setiap hari, Zidan memang suami yang baik. Segala kebutuhan Ulya dicukupi namun semenjak Zidan menikah lagi Zidan tidak benar-benar adil terhadap kedua istrinya.


Bahkan sekarang ini hampir dua minggu Zidan belum mengunjungi Ulya.


"Kak, Alloh membenci perceraian tapi bukan berarti melarang. Harus ada dasar yang jelas. karena perempuan yang meminta cerai pada suaminya tanpa ada kesalahan maka haramlah atas perempuan itu wewangian surga" (HR.ABU DAWUD)"


"Awalnya kakak mengira semua akan baik-baik saja, dan kakak mengira kakak sanggup menjalani pernikahan ini. Selama ini kakak diam, berusaha menerima karena ini adalah takdir yang harus kakak jalani. Sampai saat dimana kakak harus kehilangan calon anak kakak. Disitulah kakak baru menyadari kalau ternyata tidak mudah untuk bisa menerima poligami" cerita Ulya


"Astaghfirullah, jadi kak Ulya pernah hamil? kenapa kakak tidak pernah cerita? apa Abah dan umi tau tentang kehamilan kakak?" tanya Aisyah


"Tidak dek, umi dan Abah tidak tau. Kakak tidak pernah cerita karena kakak tidak ingin melihat umi dan Abah sedih."


"Tapi bagaimana ceritanya kakak bisa kehilangan janin kakak?" Aisyah memegang tangan Ulya untuk menguatkan karena terlihat mata Ulya mulai berkaca-kaca


"Saat itu usia kehamilan kakak baru empat minggu. Dan kondisi kakak saat itu cukup lemah, kakak meminta mas zidan mengantar kakak kedokter kandungan. Tapi dengan berbagai alasan kak Zidan bilang tidak bisa. Kakak mencoba berangkat sendiri ke dokter kandungan. dan dokter menyarankan agar kakak bed rest karena kondisi kandungan kakak lemah. Kakak menghubungi mas zidan tapi lagi-lagi mas zidan bilang tidak bisa datang. Hingga saat malam itu tiba, hari dimana perut kakak terasa sakit dan panas tidak ada satu orang pun yang menolong kakak. Berkali-kali kakak menghubungi mas zidan tapi tidak pernah diangkat.


Baru keesokan harinya setelah kakak kehilangan janin kakak mas zidan datang untuk menyalahkan kakak karena tidak bisa menjaga calon anak kami dengan baik." Ulya terisak mengingat kejadian itu


"Kak" Aisyah memeluk Ulya


"Sakit, sakit sekali. Itu yang kakak rasakan saat itu. Kakak sendiri menjalani kuretase. Tiga hari kakak dirumah sakit. Tidak sekalipun mas zidan datang menjenguk"


"Kenapa kak? kenapa kakak tidak pernah cerita?" Aisyah nampak sedih dengan kondisi kakaknya


"Kakak tidak mau membuat Umi dan Abah sedih"


"Kak, kalau saja kakak cerita umi dan Abah pasti akan mengerti dan akan ada di pihak kakak. Setidaknya ada yang memberi nasehat untuk mas zidan"


"Kakak berusaha menutupi aib dikeluarga kakak, dan kakak selalu berdoa agar mas zidan mampu bersikap adil terhadap isti-istrinya."


"Kakak sebenarnya Poligami memang tidak dilarang. Dan kita tidak boleh membenci poligami Karana didalam Islam syariat poligami memang diperbolehkan tapi bagi yang mampu. Karena berpoligami itu bukan karena nafsu. Melainkan karena ibadah. Poligami adalah salah satu sunah Rosul tentu saja bagi yang mampu. Sedangkan mas Zidan adalah manusia biasa yang tidak akan pernah bisa adil seperti Rosul."


Jika seorang laki-laki hendak berpoligami sebaiknya mengukur dahulu kemampuannya, bukan hanya kemampunan dalam hal materi.Tapi juga mampu bersikap adil dan membagi waktu antara istri-istrinya jangan sampai condong kesalah satu pihak. Karena sejatinya menikah itu ibadah. Jangan sampai nafsu menguasai diri kita dan merusak amalan-amalan kita. Jika kita tidak mampu bersikap adil akan lebih baik jangan melakukan poligami. Karena masih banyak sunah-sunah yang lain, yang bisa kita kerjakan.

__ADS_1


***


Dirumah Danu


"Aisyah, Bagaimana mungkin wanita sholihah sepertimu mau dijodohkan dengan laki-laki sepertiku?" tanya Danu pada aisyah saat Aisyah sedang belajar di meja belajarnya


"Bukankah Aisyah sudah pernah mengatakan sama mas Danu, Aisyah tidak bisa menolak keinginan Abah"


"Apa kamu menyesal menikah denganku" Danu menatap Aisyah


Aisyah menggelengkan kepala


"Aisyah menerima takdir Aisyah. Dan Aisyah percaya Alloh mendatangkan mas Danu dalam hidup Ais bukan tanpa alasan. Karena sesungguhnya Alloh lebih tau apa yang terbaik buat kita. Baik menurut kita belum tentu baik menurut Alloh, tapi baik menurut Alloh sudah pasti baik untuk kita." ucap Aisyah


Entah kenapa Danu merasa semakin kagum dengan Aisyah, bisa dibilang wanita seperti Aisyah ini mungkin seribu satu didunia ini.


Tanpa disadari Danu tersenyum sendiri mendengar perkataan Aisyah.


"Mas apa besok Aisyah boleh main ke rumah Abah setelah pulang kuliah? tanya Aisyah


Sementara Aisyah masih duduk dimeja belajarnya


Dret... dret...


panggilan masuk dari Fitri


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam"


"Ada apa Fit?" tanya Aisyah


"Aisyah, tadi temannya Ilham telpon mengabarkan Ilham saat ini sedang dirawat dirumah sakit karena kecelakaan" ucap Fitri dari sebrang telpon

__ADS_1


"Astaghfirullah.. bagaimana keadaannya?" Aisyah panik dan meneteskan air mata, seketika Aisyah mengingat dirinya sudah bersuami tidak pantas baginya memikirkan laki-laki lain


"Astaghfirullah" ucapnya lagi


"Kata orang yang menelpon tadi, sebenarnya luka kecelakaannya tidak begitu serius. tapi masalahnya dia dehidrasi berat. beberapa hari ini sepertinya dia tidak makan dan minum dengan baik. apa tidak sebaiknya kamu menghubungi nya saja is, sebaiknya kamu jujur saja. Dengan kamu seperti ini justru Ilham semakin tidak bisa belajar karena memikirkan kamu yang tiba-tiba tidak memberi kabar" ucap Fitri


"Aku tidak bisa Fit" Aisyah menangis


"Ya sudah kamu pikirkan saja dulu ya. aku tutup telponnya Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" aisyah meletakkan ponsel nya dan menangis


Danu yang melihat Aisyah menangis mendekat, dengan ragu Danu memegang pundak Aisyah


sontak membuat Aisyah kaget dan melihat kearah Danu berdiri dibelakangnya


"Ma-maaf.. " Danu segera menarik tangannya mengetahui Aisyah terkejut


Aisyah menggelengkan kepalanya


"Tidak apa-apa mas Danu" ucapnya singkat


"Kamu kenapa?" tanya Danu


"Tidak apa-apa mas, maafkan Aisyah mas. Aisyah.. Aisyah" ucap Aisyah terbata-bata


"Tidak usah minta maaf, kamu kan tidak punya salah apa-apa" ucap Danu sembari melangkahkan kaki mau kembali tidur.


"Dia sakit, apa boleh Aisyah menelpon nya?"ucapan Aisyah menghentikan langkah Danu


"Terserah kamu" jawab Danu seolah tidak perduli tetapi hatinya merasa tidak rela mendengar Aisyah mau menghubungi laki-laki lain. Apa lagi laki-laki itu adalah laki-laki yang mencintai Aisyah


"Terimakasih mas" Aisyah merasa lega sudah mendapatkan ijin dari suaminya.

__ADS_1


Malam ini Danu tidak bisa memejamkan matanya sama sekali.


Danu menatap Aisyah yang tidur disofa lengkap dengan jilbab yang menutupi rambutnya. iya semenjak menikah sampai saat ini Aisyah belum pernah membuka jilbabnya di depan suaminya.


__ADS_2