Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 80


__ADS_3

Pak tolong saya, antarkan saya kerumah sakit" ucap Danu menghentikan pengendara motor yang lewat


"Maaf Pak, saya bukan tukang ojek" jawabnya


"Saya mohon Pak, antarkan saya! istri saya sedang sakit. saya akn membayar berapapun tapi tolong antarkan saya kerumah sakit Pak" ucap Danu memohon


"Baiklah mas, akan saya antarkan" ucap pengendara motor


Danu segera naik kemotor dan tak butuh waktu lama Danu sampai kerumah sakit


Danu mengeluarkan dompet dan mengambil uang lembaran seratus ribuan beberapa lembar dan memberikannya pada pengendara motor


"Tidak usah mas, tidak perlu. saya mengantarkan karena saya tau istri anda sedang sakit" ucap pengendara motor


"Tidak apa-apa pak, ambil ini ya pak terimakasih" ucap Danu meninggalkan uangnya dan segera berlari ke dalam rumah sakit


"Assalamualaikum bah, bagaimana keadaan Aisyah? dimana Aisyah sekarang bah?" Tanya Danu panik


"Walaikiumsalam,Ais masih ada didalam, Dokter sedang melakukan pemeriksaan"


"Maafkan Danu bah, ponsel Danu kehabisan daya. tapi bagaimana ceritanya Aisyah bisa sampai pingsan?"


"Fitri tadi yang menghubungi kami, karena tidak bisa menghubungi kamu" jawab Abah


"Iya mas Danu, tadi Fitri coba hubungi mas Danu tapi tidak bisa, Alhamdulillah Fitri bisa menghubungi kak Ulya dan memberitahukan kondisi Aisyah" timpal Fitri


"Tapi kenapa Aisyah bisa sampai pingsan?" tanya Danu


"Fitri juga tidak tau mas, tadi kami sedang membereskan butik dan mengemas pesanan. Tiba-tiba saja Aisyah jatuh pingsan" jawab Fitri


"Astaghfirullah, semoga Aisyah baik-baik saja" gumam Danu mengusap wajahnya


"Kita sama-sama berdoa untuk kesembuhan Aisyah nak Danu, jangan panik serahkan semua pada Alloh" hibur Abah


Klek..


Dokter membuka pintu dan dengan cepat semua berlari mendekati Dokter untuk mengetahui keadaan Aisyah


"Dok bagaimana keadaan istri saya dok? istri saya baik-baik saja kan dok?" tanya Danu panik


"Anda suami dari bu Aisyah?" tanya dokter balik


"Iya dok, saya suaminya. bagaimana keadaan Aisyah dok?"

__ADS_1


"Bapak tidak perlu khawatir, karena itu kondisi yang umum dan wajar" jawab dokter tersenyum


"A-apa maksud Dokter? kenapa istri saya pingsan dokter bilang wajar?" Danu tampak bingung


"Selamat bapak, sebentar lagi, bapak akan menjadi seorang ayah" ucap Dokter mengulurkan tangan


"Ma-maksud Dokter, saya, saya akan menjadi seorang ayah? ma-maksud Dokter istri saya hamil?" ucap Dokter seakan tak percaya dan membalas uluran tangan Dokter


"Iya bapak, bu Aisyah positif hamil. dan sekarang usia kehamilannya sudah empat minggu" jawab Dokter


"Alhamdulillah, Aisyah hamil ma, pah! sebentar lagi Danu akan menjadi seorang ayah" ucap Danu bahagia dan memeluk papa dan mamanya


"Alhamdulillah, sebentar lagi mama akan menjadi Nenek"


"Dan sebentar lagi papa akan menjadi seorang kakek. pewaris Dirgantara sebentar lagi akan hadir di dunia ini" ucap pak Herman bahagia


"InsyaAlloh, sebentar lagi kita akan menjadi seorang kakek" sahut Abah


"Iya InsyaAlloh, kita akan menjadi kakek" timpal pak Herman lagi


Umi dan Ulya berpelukan dan tersenyum, begitu juga dengan Fitri. semua bahagia mendengar berita kehamilan Aisyah


"Dok, apa saya bisa bertemu dengan istri saya?" tanya Danu


Danu melihat kearah mama, papa, Abah dan Umi


Dan mereka tersenyum mengangguk


"Baik Dok, saya akan menemani Aisyah dulu" ucap Danu segera masuk kedalam ruang IGD


"Aisyah" ucap Danu mendekati istrinya dan mencium kening Aisyah dengan mata berkaca-kaca karena bahagia sebentar lagi akan menjadi seorang ayah


"Mas Danu, ada apa? kenapa menangis? apa ada yang salah dengan Aisyah?" tanya Aisyah tak mengerti


"Terimakasih sayang, terimakasih" ucap Danu dan menciumi tangan Aisyah membuat Aisyah semakin bingung dengan sikap suaminya


"Terimakasih untuk apa mas?" tanya Aisyah bingung


"Terimakasih karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah" jawab Danu dengan air mata berkaca-kaca lagi


"Ma-maksud mas Danu, Ais_" ucap Aisyah terpotong


"I-iya sayang, kamu hamil. sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu" jawab Danu bahagia

__ADS_1


"Aisyah hamil?" gumam Aisyah dan seketika air mata menggenangi mata Aisyah


"Sayang, kamu kenapa? apa kamu tidak senang dengan kehamilan kamu?" tanya Danu bingung


Aisyah tak menjawab, Aisyah menundukkan kepala untuk melihat perutnya dan tangan kanannya mengusap lembut perutnya.


"Apa benar ada bayi diperut Aisyah?" gumam Aisyah yang seakan belum percaya


"Iya sayang, ada bayi didalam perut kamu, anak kita sayang. kamu senang kan?" tanya Danu lagi


Air mata Aisyah menetes dan tersenyum.


"Alhamdulillah, mas.. benar aku akan menjadi seorang ibu?" tanya Aisyah mendongakkan wajahnya keatas melihat Danu


"Iya sayang, kita akan menjadi orang tua sekarang. kamu bahagia kan?"


"Iya mas, Aisyah bahagia. sangat bahagia. Aisyah tidak menyangka. kalau Alloh Akan secepat ini memberi kita kepercayaan untuk menjadi orang tua" jawab Aisyah kembali menangis karena bahagia


"Mulai sekarang, kamu harus banyak istirahat dan jangan teralu capek ya. kita harus menjaga anak kita dengan baik. karena ini adalah amanah dari Alloh yang harus kita jaga" ucap Danu


"Iya mas, Aisyah akan lebih berhati-hati mulai sekarang" jawab Aisyah


***


"Rahmat, sepertinya aku dan Retno harus pulang kerumah, meskipun sebenarnya kami masih betah tinggal dipesantren. tapi kami rasa sekarang Aisyah membutuhkan kami untuk menjaga kehamilannya" ucap pak Herman


"Iya, sebaiknya memang begitu. aku titip putriku ya Her! tolong jaga Aisyah. mungkin saat ini Aisyah belum begitu mengerti tentang kehamilan. karena ini kehamilan pertamanya dan mengingat usianya yang masih muda, jujur aku sedikit khawatir" ucap Abah


"Kamu ini ngomong apa mad? Aisyah itu bukan hanya anakmu. tapi Aisyah itu juga anak kami. InsyaAlloh kami akan menjaga Aisyah dengan baik" jawab Pak Herman menepuk bahu Abah


"Iya Bu, jangan khawatir! kami akan menjaga Aisyah dengan baik. kami ini sudah menganggap Aisyah sebagai anak kami sendiri. dan kami menyayangi Aisyah sama seperti kami menyayangi Danu" sahut bu Retno


"Alhamdulillah, sekarang kami merasa tenang. Aisyah sangat beruntung memiliki mertua seperti kalian" timpal Umi


"Kami pun merasa sangat bersyukur memiliki menantu Aisyah, sejak kehadiran Aisyah hidup Danu menjadi lebih terarah dan Aisyah juga memberi dampak positif dalam kehidupan kami. lantaran Aisyah sekarang kami bisa kembali dekat dengan Alloh dan sekarang kehidupan kami menjadi jauh lebih baik" ucap bu Retno


Umi tersenyum dan merasa sangat bersyukur, putrinya berada ditengah-tengan orang yang menyayangi Aisyah.


****


"Ulya, kenapa kamu ada disini?" tanya Zidan yang tidak sengaja bertemu dengan Ulya dirumah sakit


^ Happy Reading ^

__ADS_1


__ADS_2