
Aisyah menunggu suaminya yang sedang makan dan menatap suaminya penuh rasa syukur, walaupun saat ini hatinya sedang dilema lantaran tidak tau harus memulai dari mana untuk membicarakan masalah Ilham pada suaminya.
Namun Danu yang sudah mulai memahami Aisyah, dapat membaca kegelisahan yang saat ini dirasakan oleh istrinya.
"Ada apa sayang? apa ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Danu
"Em.. I-itu mas, Ais, Ais,_" Aisyah tak melanjutkan perkataannya
"Itu kenapa? sebenarnya apa yang kamu bicarakan? kenapa susah sekali sepertinya? kalau memang ada yang ingin kamu bicarakan atau ada yang ingin kamu tanyakan, katakan saja! ada apa, katakan saja sayang!" ucap Danu memegang tangan Aisyah
"Mas, tadi pagi wanita itu kembali menghubungi Aisyah" ucap Aisyah
"Wanita? wanita yang mengabarkan kondisi Ilham maksud kamu?" tanya Danu
"I-iya mas" jawab Aisyah
"Lalu apa yang dia katakan?" tanya Danu kembali
"Mas, Aisyah hanya menyampaikan apa yang dia katakan, Aisyah harap mas Danu tidak marah dengan apa yang akan Aisyah sampaikan" ucap Aisyah
"Iya, aku tidak akan marah" jawab Danu tersenyum
"Be-begini mas, Mbak Khadijah bilang. kalau keadaan Ilham saat ini semakin memburuk dan saat ini Ilham harus dirawat dirumah sakit, karena itu mbak Khadijah meminta agar, agar_" ucap Aisyah terputus
"A-agar apa?" Danu melihat Aisyah menunggu perkataan selanjutnya
"Agar Aisyah datang dan berbicara secara langsung sama Ilham" ucap Aisyah menunduk
Danu menghela nafas berat dan melepaskan tangannya yang dari tadi menggenggam Aisyah
"Mas, mas Danu jangan marah. Aisyah hanya menyampaikan apa yang dibicarakan mbak Khadijah" ucy Aisyah
__ADS_1
"Aku tidak marah, tapi aku ingin bertanya satu hal sama kamu. apa kamu ingin datang menemui laki-laki itu?" tanya Danu menatap Aisyah
"Jujur, Aisyah memang kepikiran tentang keadaan Ilham. karena biar bagaimana Ilham seperti ini karena kesalahan Aisyah" ucap Aisyah menunduk
"Baiklah, pergilah jika itu bisa membuatmu tenang dan terlepas dari rasa bersalah" ucap Danu
"Mas Danu benar mengijinkan Aisyah datang ke Madinah menemui Ilham?" tanya Aisyah melihat Danu
"Jika memang itu bisa membuatmu lepas dari rasa bersalah, pergilah! aku hanya tidak ingin melihatmu diselimuti perasaan bersalah. biar bagaimana kamu punya masa lalu yang harus segera kamu selesaikan" jawab Danu
"Terimakasih mas Danu" ucap Aisyah, bulir-bulir air mata membasahi sudut matanya
Aisyah merasa lega karena suaminya begitu memahami posisinya saat ini. bahkan Aisyah tidak menyangka suaminya akan semudah ini memberi ijin kepadanya.
***
Sementara keesokan harinya Danu tampak gelisah dan mondar mandir di ruangnya. Danu menyesali perkataannya yang menyuruh Aisyah untuk pergi menemui Ilham di Madinah. Danu merasakan ketakutan kalau dengan kepergian Aisyah ke Madinah akan merubah perasaan Aisyah terhadap dirinya. Danu yang saat ini sudah sangat mencintai Aisyah dan tidak ingin kehilangan Aisyah wanita yang dicintainya.
"Bagaimana jika mereka kambali jatuh cinta? bagaimana jika Aisyah tidak akan pernah kembali ke Indonesia lagi? Arrgg... " teriak Danu mengacak-acak rambutnya merasa frustasi
"Pak Danu, apa pak Danu baik-baik saja? apa bapak ada masalah?" tanya Roni segera masuk ke ruangan Danu setelah mendengar atasannya berteriak
"Aku tidak baik-baik saja" jawab Danu menyandarkan kepalanya dikursi kerjanya
"Apa bapak ada masalah?" kembali Roni bertanya
"Aku ini laki-laki bodoh yang mengijinkan istrinya bertemu dengan laki-laki yang jelas-jelas mencintai istrinya" ucapan Danu menghela nafas berat
"Maksud bapak, bu Aisyah?" Roni menatap Danu
"Iya, Aisyah akan pergi ke Madinah bertemu dengan laki-laki itu" jawab Danu
__ADS_1
"Kenapa bu Aisyah kesana pak? saya pikir hubungan bapak dan bu Aisyah baik-baik saja" tanya Roni belum memahami situasinya
"Iya hubungan kami memang baik-baik saja, sangat baik malah. tapi saat ini Ilham sakit dan membutuhkan kehadiran Aisyah. aku memberikan Aisyah ijin untuk datang ke Madinah karena tidak ingin melihat Aisyah diselimuti rasa bersalah. tapi kenapa sekarang aku justru merasa ketakutan. aku takut kalau setelah Aisyah bertemu dengan Ilham disana, Aisyah berubah pikiran dan tidak balik ke Indonesia lagi" ucap Danu
"Jika itu sudah menjadi kesepakatan bapak dan Bu Aisyah saran saya, bapak percaya saja dengan Bu Aisyah. saya rasa bapak tidak perlu ketakutan seperti itu. saya yakin bu Aisyah bukan orang yang seperti itu bu Aisyah faham batasan seorang istri itu bagaimana" ucap Roni
Mendengar perkataan Roni, Danu merasa sedikit lega karena memang Aisyah wanita yang sangat faham dengan ajaran agama. seandainya Danu melarang, Aisyah pasti juga akan menerima keputusan Danu tanpa protes. tapi Danu tidak ingin melihat wanita yang dicintainya harus merasakan perasaan bersalah lantaran penyesalan. Danu ingin Aisyah menyelesaikan masa lalunya dengan Ilham. masa lalu dimana hubungan yang belum pernah terjalin tapi sudah harus kandas.
Danu menyadari dirinya ikut andil dengan kondisi Ilham saat ini, seandainya pernikahan mendadak itu tidak pernah terjadi mungkin keadaan Ilham tidak akan seperti ini. karena itu Danu ingin Aisyah dan Ilham menyelesaikan kisah mereka untuk sama-sama mengikhlaskan takdir yang sudah Alloh gariskan untuk mereka.
***
Dirumah
"Besok jam berapa pesawatnya berangkat?" tanya Danu menatap Aisyah yang memasukkan pakaian di koper yang besok harus dibawa ke Madinah
"Jam enam mas" jawab Aisyah sambil melipat baju
"Apa kamu yakin tidak akan berubah pikiran saat kembali bertemu dengan Ilham?" tanya Danu
"Maksud mas Danu?" Aisyah meletakkan bajunya dan melihat kearah suaminya.
"Apa hati kamu tidak akan berubah? apa kamu masih akan mencintai aku?"
"Jika mas Danu tidak mengijinkan Aisyah untuk pergi, Aisyah tidak akan pergi. Aisyah akan tetap disini. Aisyah tidak ingin membuat mas Danu berprasangka buruk terhadap Aisyah"
"Bukan Aisyah, bukan seperti itu. aku mengijinkan kamu bertemu dengan Ilham karena aku ingin kamu dan Ilham segera menyelesaikan masa lalu kalian, agar kalian bisa sama-sama saling mengikhlaskan. aku tidak ingin antara kamu dan Ilham memiliki penyesalan yang tidak terselesaikan" ucap Danu
"Kalau memang seperti itu, maka ijinkan Aisyah bertemu dan mengakhiri hubungan yang belum pernah kami mulai. tapi jika mas Danu ragu dan tidak percaya dengan Aisyah. mas Danu boleh untuk tidak memberi ijin pada Aisyah. Aisyah tidak akan pergi karena Aisyah tau dan mengerti apa yang menjadi bahan pertimbangan mas Danu. bagi Aisyah mas Danu yang utama, tanpa ijin dari mas Danu, Aisyah tidak akan melangkahkan kaki Aisyah"
^ Happy Reading ^
__ADS_1
Jangan lupa, like, coment dan vote ya. terimakasih 🙏🥰😘