Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 52


__ADS_3

Sudah tiga hari sejak Ulya dirawat dirumah sakit, tapi tak sekalipun Aisyah melihat kedatangan kakak iparnya tersebut.


Aisyah semakin yakin, kalau rumah tangga kakaknya memang sudah tidak sehat dan tidak seharusnya kakaknya mempertahankan suami yang tidak bertanggung jawab seperti itu.


"Kak, Dokter bilang hari ini kakak sudah bisa pulang. bagaimana kalau kakak pulang kerumah Abah saja"


"Tapi syah_" jawab Ulya terpotong


"Kak, untuk apa kakak kembali kesitu? kakak sendirian dirumah itu, suami kakak sudah tidak perduli dengan kakak. Selama kakak dirawat disini, dimana tanggung jawabnya sebagai seorang suami? dimana kak Zidan? kenapa Kak Zidan tidak menemani kakak disini. padahal Aisyah sudah mengirimkan pesan untuk Kak Zidan dan memberitahu kalau Kak Ulya sedang dirawat dirumah sakit" ucap Aisyah kesal


"Iya Aisyah, ta-tapi kakak takut. kakak tidak ingin melihat Abah dan umi sedih" ucap Ulya


"Kak, percayalah Abah dan umi akan semakin sedih kalau sampai tau kak Ulya hanya berpura-pura bahagia. lebih baik kakak selesaikan semua ini secepatnya. Aisyah yakin Abah dan umi akan mengerti jika memang perceraian adalah jalan yang terbaik. rumah tangga yang kakak pertahankan ini sudah tidak sehat" jawab Aisyah


Aisyah sebenarnya mengerti ketakutan kakaknya, tapi Aisyah juga tidak ingin kakaknya menderita karena harus diperlakukan tidak adil oleh suaminya.


Dret.. dret...


"Sebentar ya kak, Ais angkat telpon dulu" ucap Aisyah mengangkat telpon dari suaminya


"Assalamu'alaikum mas Danu"


"Walaikumsalam salam sayang, sayang maaf ya sepertinya aku tidak bisa mengantar kamu dan kak Ulya pulang. ada meeting mendadak dengan klien yang tidak bisa dibatalkan. karena klien ini sangat penting untuk perusahaan" ucap Danu


"Iya tidak apa-apa mas Danu, biar Ais dan kak Ulya pulang naik tadi online saja" jawab Aisyah


"Jangan sayang, ini aku sudah menyuruh supir untuk kerumah sakit menjemput kalian. kasihan kak Ulya kalau harus naik taxi. sebentar lagi supir samapai sana, kalian tunggu ya"


"Baiklah mas. oya mas, Ais mau mengantar kak Ulya pulang ke rumah Abah. jadi mungkin nanti Aisyah pulangnya agak malam boleh tidak?" tanya Aisyah meminta ijin suaminya


"Iya sayang boleh, tolong sampaikan salamku untuk Abah dan Umi ya! dan tolong sampaikan permintaan maaf ku untuk kak Ulya karena tidak bisa menjemput kalian" ucap Danu


"Iya mas, akan Ais sampaikan. mas jangan sampai melupakan makan siangnya ya. sesibuk apapun tetap ingat makan!" ucap Aisyah

__ADS_1


"Siap istriku tercinta. love you"


"Me too" jawab Aisyah malu-malu karena ada kakaknya


Setelah menutup telpon Aisyah menyampaikan permintaan maaf suaminya untuk kak Ulya karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.


"Tidak perlu minta maaf. justru aku yang mau mengucapkan terimakasih. karena Danu sudah mengijinkan kamu menjaga kakak selama kakak sakit. kakak tidak bisa membayangkan kalau tidak ada kalian" ucap Ulya tersenyum


"Sudah kewajiban Ais untuk menjaga kakak"


"Aisyah, kakak senang melihat pernikahan kamu dan Danu sepertinya berhasil. awalnya kakak sempat takut kalau perjodohan antara kamu dan Danu akan berujung pada kesedihan seperti pernikahan kakak. karena saat itu, kamu dan Ilham juga saling mengagumi. tapi ternyata kekhawatiran kakak tidak beralasan. nyatanya kamu dan Danu sekarang bisa saling mencintai. kakak bisa melihat itu dari mata kalian. mata yang memancarkan kebahagiaan dan cinta diantara kalian" ucap Ulya


"Iya kak, Alhamdulillah. kalau Alloh sudah mentakdirkan seseorang untuk berjodoh maka tidak sulit juga bagi Alloh untuk menumbuhkan rasa cinta diantara kami. walaupun awalnya sulit. namun karena pernikahan ini kami niatkan untuk beribadah. Alhamdulillah Alloh mempermudah dan menumbuhkan rasa cinta dihati kami, rasa cinta yang sesungguhnya, cinta karena Alloh" ucap Aisyah tersenyum memandang Ulya


Ketika mencintai seseorang karena Alloh, ia akan mengutamakan ridho-Nya terlebih dahulu.


Dan terkadang Alloh menguji kita dengan sesuatu yang kita cintai, maka janganlah berlebihan mencintainya. agar saat sedih tidak berlebihan.


"Itu memang keputusan yang terbaik Aisyah, karena seorang istri akan sangat berdosa jika masih memikirkan laki-laki lain sementara ada suami yang sudah sangat baik yang Alloh takdirkan untuk membimbing kamu, menjadi jembatan menuju surga Alloh."


"InsyaAlloh, Sekarang Aisyah mencintai mas Danu karena Alloh. tidak ada alasan bagi Aisyah untuk tidak mencintai mas Danu. dan sekarang Aisyah semakin yakin, Sebaik-baiknya ketetapan adalah yang datangnya dari Alloh" ucap Aisyah


Tok.. tok.. tok


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam"


"Maaf Bu Aisyah, saya diutus pak. Danu untuk menjemput bu Aisyah dan mbak Ulya pulang."


"Oh.. iya Pak, tadi mas Danu sudah mengabari saya, kalau bapak yang akan menjemput kami. tolong antarkan kami kerumah Abah ya pak" ucap Aisyah


"Baik bu Aisyah, kalau begitu biar saya bawakan tasnya ke mobil dulu bu" ucap pak supir.

__ADS_1


"Bapak bawa tas yang itu saja, biar tas yang ini saya bawa sendiri" jawab Aisyah menunjuk tas yang ada diatas sofa.


"Kak, kita pulang sekarang ya!" ucap Aisyah membantu kak Ulya turun dari tempat tidur


Diperjalanan Ulya terlihat sangat tegang. pikirannya berkelana, takut melihat Abah dan umi akan kecewa melihat Dirinya yang gagal dalam membina rumah tangga.


"Kak, jangan takut! ada Aisyah disini. kita hadapi ini sama-sama ya!" ucap Aisyah menggenggam tangan Ulya dan Ulya juga menggenggam tangan Aisyah


Sesampainya dirumah Abah, Umi segera bergegas keluar rumah saat melihat Aisyah dan Ulya turun dari mobil yang sama


"Assalamu'alaikum umi" ucap Aisyah mencium tangan umi begitu juga dengan Ulya


"Walaikumsalam, bagaimana kalian bisa datang bersama? dan kenapa bawa koper besar seperti ini?" tanya Umi melihat pak Supir mengeluarkan barang bawaan mereka


"Umi, kita bicara didalam saja ya" ucap Aisyah mengajak umi nya masuk kedalam.


Umi merasakan ada yang tidak benar dengan anaknya. karena beberapa hari ini, sebenarnya umi juga merasa gelisah tapi entah karena apa.


Sesampainya didalam rumah, Ulya memeluk uminya dan bersimpuh dikaki umi.


"Ulya apa yang terjadi?" tanya Abah


"Abah" gumam Ulya merasa tidak tega menyampaikan yang sebenarnya kepada umi dan Abah. Ulya ganti mendekati Abah dan bersimpuh dikaki Abah.


Ulya meluapkan semua kesedihannya, bulir-bulir air menggenangi sudut matanya.


"Maafkan Ulya Abah, umi, tolong maafkan Ulya. Ulya gagal bah, mi, Ulya gagal mempertahankan rumah tangga Ulya." ucap Ulya terisak


"Ulya, bangun nak! jangan seperti ini.Abah tau kamu sudah berusaha, Abah dan umi tau tidak mudah berbagi hati. dan tidak mudah menjalani poligami. karena sesungguhnya manusia biasa tidak akan mampu bersikap adil." ucap Abah


^ Happy Reading ^


jangan lupa Like, Coment dan Vote ya, terimakasih sayangku 🙏🥰😘

__ADS_1


__ADS_2