Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 87


__ADS_3

Di Madinah


"Assalamualaikum" ucap Khadijah


"Walaikumsalam" jawab Ilham, Fuad dan Asep


"Bisa kita bicara Ilham?" tanya Khadijah dalam bahasa Arab


"Iya ada apa?"


"Khadijah dengar kalau Ilham dipanggil pihak kemahasiswaan mengenai beasiswa, apa itu benar?" tanya Khadijah


"Iya, Ilham memang dipanggil untuk menghadap pihak kemahasiswaan, tapi sudah beres kok, pihak kampus bisa memaklumi dan sepertinya sudah tidak mempermasalahkan"


"Alhamdulillah, Khadijah ikut lega mendengarnya. jujur saja aku khawatir saat mengetahui tentang berita kamu dipanggil pihak kemahasiswaan"


"Ehemm... " Fuad berdeham


"Cie.. cie.. " goda Asep


"Kalian ini ngapain sih, maaf ya mereka memang suka begitu" ucap Ilham


"Iya aku tau kok, mereka kan memang suka bercanda. tapi Ilham, boleh aku bertanya lagi?" tanya Khadijah di depan taman-teman Ilham karena tidak ingin ada fitnah jika mereka hanya bicara berdua.


"Iya katakan ada apa?"


"Apa sampai saat ini, Aisyah masih ada dihati kamu" tanya Khadijah


Ilham tersenyum sedikit berjalan ke depan dan memasukkan tangannya kedalam saku celana. Ilham menghela nafas dalam mendengar pertanyaan dari Khadijah.


"Akan berdosa bagiku jika aku mencintai istri orang. hal ini memang tidak mudah bagiku. Tapi sekarang aku sudah mengikhlaskan jika memang Aisyah bukan jodohku. mungkin ini cara Alloh menegurku karena caraku mencintai Aisyah dari awal sudah salah."


"Ilham, boleh aku bertanya lagi?"


"Silahkan" jawab Ilham


"Apa tidak mungkin bagiku untuk bisa menggantikan posisi Aisyah dihati kamu?" tanya Khadijah penuh harap


"Maafkan aku Khadijah, tapi untuk saat ini aku ingin fokus pada study. Aku tidak ingin membuang-buang waktuku lagi"


"Apa menurut kamu, bersama denganku akan membuang waktumu Ilham?"


"Maafkan aku Khadijah, kamu wanita yang sangat baik. aku takut mengecewakan kamu"


"Aku bersedia menunggumu Ilham. aku bersedia menunggu kamu sampai kamu jatuh cinta padaku. aku hanya berharap, kamu mau membuka hati kamu untukku, beri aku kesempatan untuk bisa membuat kamu jatuh cinta kepadaku, setelah kita halal" ucap Khadijah


Perkataan Khadijah sontak membuat Ilham tercengang. "A-apa maksud perkataan kamu?"

__ADS_1


"Halalkan aku Ilham, aku tau kamu tidak mencintai aku. Tapi aku bersedia menjadi pasangan halalmu walaupun kamu tidak mencintaiku. Aku bersedia menunggu sampai aku bisa mengisi ruang dihatimu."


"Bagaimana mungkin, aku bisa menikah denganmu jika aku tidak mencintaimu Khadijah?"


"Menikah itu tidak harus cinta, tapi dengan menikah kita bisa menumbuhkan rasa cinta diantara kita. karena mencintai sebelum pernikahan itu rawan dengan godaan setan. berbeda dengan mencintai setelah pernikahan. aku yakin kamu paham maksudku"


Ilham terdiam dan memikirkan perkataan Khadijah, apa yang Khadijah katakan memang tidak salah. Tapi sampai saat ini belum terpikirkan dihati Ilham untuk menikah dalam waktu dekat setelah apa yang dirinya alami.


Fuad dan Asep saling pandang mendengar Khadijah meminta Ilham untuk menikahi dirinya.


Khadijah memang wanita yang cukup berani untuk mengungkapkan perasaannya.


"Jangan buru-buru menolakku Ilham, aku harap kamu mau mempertimbangkannya dan aku harap kamu sholat Istikharah dulu! Assalamu'alaikum" ucap Khadijah melangkah pergi meninggalkan Ilham


"Walaikumsalam" jawab Ilham dan yang lainnya


"Ham, itu Khadijah segitu cintanya ya sama kamu? sampai begitu berani meminta kamu untuk menikah dengannya. biasanya cowok yang meminta cewek untuk menikah tapi ini cewek yang nyamperin cowok untuk menikah. hebat, keren kamu Ilham" celetuk Asep


"Assalamu'alaikum" ucap Dahlan yang baru datang


"Walaikumsalam" jawab Ilham dan yang lainnya


"Sepertinya, aku mendengar ada yang minta dinikahi ini?" goda Dahlan yang baru saja datang dan tersenyum melihat Ilham


"Kamu ini datang-datang langsung mau ikut membully aku?" gerutu Ilham


"Ilham kamu ini beruntung, disukai wanita seperti Khadijah. Apa kurangnya Khadijah coba? kalau aku jadi kamu, aku tidak akan menunggu lama lagi, aku pasti akan langsung datang untuk mengkhitbahnya" ucap Dahlan


"Kamu belum buka grub kelas? hari ini kuliah Prof. Zakaria dibatalkan. beliau sedang ada acara jadi tidak bisa mengisi kelas." ucap Dahlan


"Yes, bebas hari ini" celetuk Asep


"Kamu itu, gak ada kelas malah girang gitu. inget woi tujuan kita jauh-jauh kesini untuk apa?" Fuad menepuk pelan kepala Asep


"Hahaaa.. sekali-kali boleh dong santai" Asep tertawa


"Pulang aja ke Indonesia kalau mau santai" sahut Dahlan


Ilham hanya tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah kocak teman-temannya.


Mereka memutuskan untuk kembali ke asrama. sampai di Asrama Ilham menjatuhkan tubuhnya dikasur dan menatap ranjang Dahlan yang berada di atasnya. ranjang Asrama berbentuk atas bawah untuk menghemat tempat. Dahlan diatas dan Ilham dibawah.


Kini Ilham memiringkan tubuhnya menghadap tembok, pikirannya berkelana dengan permintaan Khadijah untuk menghalalkannya.


"Apa dengan menikahi Khadijah, aku bisa sepenuhnya melupakan Aisyah? tapi apa ini benar? jika aku menikah dengan Khadijah hanya untuk melupakan Aisyah? bukankah aku akan berdosa pada Khadijah?" batin Ilham yang sedang tidak karuan


***

__ADS_1


Dikantor Danu


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam, tumben kalian masuk kesini mengucapkan salam" goda Danu melihat kearah sumber suara


"Itu kan dulu, sekarang sudah beda dong" ucap Niko menyeringai


"Kalian tumben kesini? sejak pulang dari pesantren sepertinya kalian sudah jarang kesini?"


"Aku sibuk membantu mama dan papa mengurus perusahaan Dan sekarang, melihat mereka sudah banyak berubah tentu saja sekarang aku juga ingin berubah menjadi anak yang lebih baik dengan membantu mereka mengurus perusahaan dengan benar" ucap Niko


"Kalau kamu Ray? apa kamu juga sibuk membantu diperusahaan orang tua kamu?" Danu menatap kearah Ray


"Tidak, aku membantu pekerjaan Niko" jawab Ray


"Kalian ini sudah kayak upin dan ipin saja, tidak terpisahkan hahaha.." Danu tertawa


"Sialan kamu, aku hanya malas saja di perusahaan papaku. kami tidak sejalan dalam mengurus perusahaan. papa tidak pernah mempercayai kemampuanku. lalu untuk apa repot-repot disana" jawab Ray


"Kamu yang sabar ya, kita do'akan terus semoga papa dan mama kamu segera mendapatkan hidayah seperti orang tua Niko" ucap Danu dan semua mengaminkan


"Kamu masih banyak pekerjaan Dan? kita nongkrong bentar yuk" ajak Niko


"Sorry aku tidak bisa brow, aku harus menjemput Aisyah ke kampusnya."


"Okay dech, yang lagi jatuh cinta. maunya berduaan terus" goda Niko lagi


"Aisyah sedang hamil brow, jadi aku mau menjaga calon anak kami."


"Aisyah hamil? kamu serius?" Niko tercengang


"Kamu mau jadi seorang Ayah Dan?" timpal Ray


"Iya, Aisyah hamil dan sebentar lagi aku akan menjadi seorang Ayah" ucap Danu dengan bahagia


"MasyaAlloh, sempurna sekali hidup kamu Dan. sudah punya istri dan sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah" ucap Ray


"Benar tu Dan, kapan ya kita nyusul?" celetuk Niko


"Nyusul apa ni?" tanya Danu


"Punya anak kayak kamu" jawab Ray


"Nikah aja belum mikir punya anak" sahut Niko


"Boro-boro nikah. calon aja gak punya hahaha... " celetuk Niko lagi dan semua tertawa

__ADS_1


^Happy Reading^


Jangan lupa kasih dukungan yang banyak ya! dan jangan lupa di follow juga ya. karena Hadiah pulsa dan parfum sudah menunggumu untuk lima pemberi dukungan terbanyak dan syaratnya wajib sudah follow akun ini ya, Qurrotaayun🙏😍


__ADS_2