Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 67


__ADS_3

Dan malam ini Danu pergi ke pesta ulang tahun Tom yang diadakan di sebuah cafe, dengan gemerlap lampu, musik yang begitu keras dan tentu saja banyak tersaji minuman beralkohol dan wanita-wanita dengan pakaian yang tidak sesuai dengan ketentuan seorang wanita muslimah.


"Hai.. Dan, datang juga kamu.aku kira istri sholihah kamu tidak akan memberikan ijin" Sapa Niko menghampiri dan Danu hanya tersenyum


Danu dan Niko berjalan menghampiri Tom.


"Hai tom, semoga Alloh selalu melimpahkan keberkahan dan perlindungan untuk kamu" ucap Danu menyalami Tom. sontak ucapan Danu membuat semua teman-teman mengarah kepadanya


"Ni anak kesambet apa? doanya kayak seorang ustadz aja" sahut salah satu temannya


Sementara Niko dan Ray hanya senyum-senyum.


"Hai Dan, kamu datang" sapa vallen duduk disamping Danu


"Maaf bisa pindah tempat duduk?" ucap Danu pada Vallen membuat semua mata tertuju pada Vallen.


"Kamu apaan sih Dan" ucap Vallen semakin mendekat membuat dan Danu segera berdiri untuk pindah tempat duduk.


Vallen terlihat sangat kesal dengan penolakan Danu.


Tom memberikan segelas minuman untuk Danu, namun dengan halus Danu menolaknya.


"Sejak kapan Danu minum alkohol? dia kan emang dari dulu tidak pernah mau minum seperti itu" ucap Ray


"Iya aku lupa, ya sudah ini buat kamu saja" ucap tom memberikan gelasnya pada Ray


Ray menerima gelas tersebut saat mau meminum Danu memanggilnya


"Ehem.. katanya mau tobat" ucap Danu membuat Ray tersenyum dan meletakkan kembali gelasnya dimeja


"Tobat? maksudnya Ray mau tobat? hahaha.. " Tom dan yang lainnya tertawa


"Niko kamu juga dari tadi tidak ambil minuman bisanya kamu gercep banget kalau soal minuman. apa jangan-jangan kamu juga mau bilang tobat?" ucap teman yang lain


"Hehehe.. iya sekarang aku sudah tidak mau menyentuh yang berbau alkohol" jawab Niko menggaruk kepalanya yang tidak gatal

__ADS_1


"Kalian ini apa-apaan sih, tidak asik banget jadi orang. kayak kanebo kering" ucap Tom kesal


"Lebih baik kayak kanebo kaku dari pada harus melanggar perintah agama" jawab Danu


"Ini semua pasti gara-gara istri kamu ya, waktu itu aku sempat lihat konferensi pers yang kamu lakukan bersama istri kamu, melihat dari penampilannya seperti dia yang mempengaruhi kalian menjadi seperti ini" ucap Tom


"Kalau mempengaruhi dalam hal positif kenapa tidak." jawab Danu tersenyum


"Cantik sih istri kamu, tapi penampilannya itu terlalu kampungan" ucap Tom


"Jangan pernah merendahkan istriku, dia hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan wanita muslimah ya sudah aku pulang dulu" ucap Danu


"Pulang? ini jam berapa sudah mau pulang, acara saja belum dimulai" ucap Tom


"Aku tidak bisa pergi lama-lama istriku sudah menunggu dirumah" jawab Danu


"Jangan bilang kalau sekarang hidup kamu juga dikendalikan sama istri kamu? apa sih yang membuat kamu segitu takutnya sama istri kamu? perasaan mending Vallen kemana-mana? jujur Dan sampai sekarang aku masih heran, bagaimana bisa kamu tinggalkan wanita sehebat dan secantik Vallen hanya untuk wanita yang penampilannya aneh seperti itu" ledek Tom


"Bukan dikendalikan cuma aku saja yang tidak bisa jauh-jauh dari istriku dan satu lagi,tidak usah membahas aku dan Vallen. karena kami memang tidak berjodoh" ucap Danu tersenyum dan berlalu


"Danu, Danu, berhenti aku mau bicara" teriak Vallen berusaha menghentikan langkah Danu diperkirakan


"Astaghfirullah, lepaskan Vallen, lepaskan aku bilang" teriak Danu berusaha melepaskan pelukan Vallen


"Tidak, aku tidak mau. aku merindukan kamu Danu. jangan tolok aku. biarkan aku seperti ini sebentar saja" ucap Vallen memelas


"Lepaskan! aku bilang lepaskan!" teriak Danu menghempaskan tubuh Vallen hingga terjatuh ke lantai.


"Kamu tidak punya harga diri ya?" teriak Danu merasa geram


"Dan, kenapa kamu setega ini? apa aku seminjijikan itu hingga kamu harus berbuat kasar seperti ini?" ucap Vallen yang masih berada di lantai. merasakan tubuh dan hatinya yang sangat sakit.


"Apa kamu tau, yang kamu lakukan barusan itu dosa. kita bukan mahram. tidak seharusnya kamu memelukku seperti itu?" ucap Danu


"Kenapa? biasanya kita juga sering berpelukan. dan kamu tidak masalah. kenapa sekarang kamu ngomongin dosa?"

__ADS_1


"Itu dulu saat aku belum mengenal agama, tapi istriku mengajari aku banyak hal tentang aturan yang benar menjadi seorang muslim. dan perlu kamu ingat, aku ini laki-laki beristri jadi jangan coba-coba merayuku lagi" jawab Danu


"Dan aku mencintaimu, aku ingin menjadi istri yang halal bagimu?"


"Hah.. ingin menjadi istri yang halal bagiku? dulu aku selalu memohon untuk menjadikan kamu istriku, tapi kamu selalu menolak lamaranku. sekarang kamu mengatakan ingin menjadi istriku? apa kamu pernah melihat Danu Dirgantara menggunakan barang bekas?" ucap Danu tersenyum menyeringai dan masuk ke dalam mobil.


"Apa kamu tidak ingin berterimakasih sama aku? tanpa aku saat ini kamu sudah dalam masalah. cuma aku satu-satunya wanita yang pantas mendampingi kamu" teriak Vallen


"Masalah klien yang dari Taiwan kemarin? oya bagaimana mungkin aku sampai lupa. terimakasih sudah melakukan pekerjaan yang seharusnya aku lakukan. jangan khawatir bulan depan aku kasih kamu bonus kenaikan gaji. karena kamu sudah melakukan pekerjaan dengan baik" ucap Danu


"Tidak, aku tidak mau kenaikan gaji. aku ingin makan malam sama kamu" ucap Vallen tapi Danu tidak menjawab dan langsung menyalakan mobilnya


Tanpa Danu sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang mengarahkan kamera kepadanya


Vallen menatap mobil Danu yang sudah jalan dengan penuh kebencian.


"Aku pasti akan mendapatkan kamu kembali Danu, jika aku tidak bisa mendapatkan kamu. maka tidak ada seorangpun yang berhak mendapatkan kamu. kamu itu tercipta hanya untuk Vallen" gumam Vallen tersenyum menyeringai


***


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" jawab Aisyah menghampiri suaminya dan mencium tangan suaminya


"MasyaAlloh cantiknya bidadariku" ucap Danu melihat Aisyah yang menyambut dengan gaun diatas lutut dan rambut panjang terurai indah karena saat ini dirumah hanya ada dirinya dan Danu saja. karena itu, saat dirumah Aisyah tidak menggunakan jilbab dan justru selalu menggunakan pakaian yang sexy untuk menyenangkan pandangan suaminya.


"Kan memang Aisyah selalu cantik" jawab Aisyah tersenyum


"Iya, istriku ini memang selalu cantik, dan Alhamdulillah hanya aku satu-satunya laki-laki selain Abah yang melihat kecantikanmu" ucap Danu


"Aisyah pikir mas Danu pulang larut malam ini, kok sudah pulang mas? tadi katanya mau keacara ulang tahun temannya" tanya Aisyah


"Iya, tadi aku sudah dari sana. tapi aku cepat-cepat pulang. sudah kangen sama istriku yang cantik ini" ucap Danu mencium kening Aisyah


^Happy Reading^

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mendukung karya ini jangan lupa Like, coment dan Vote ya🙏🥰😘


Dukungan dari kalian sangat berarti besar bagi Author 🙏🙏


__ADS_2