Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 111 – Rencana Peningkatan Peforma


__ADS_3

“Oh ternyata sadar juga kau? Lalu? Apakah kau ingin berterima kasih sekarang?” balasnya, tampaknya dia sudah berani menggodaku.


“Simpan saja hal itu dalam khayalanmu,” tuntasku tidak mempedulikan ucapannya sedikit pun. Aku lantas meninggalkannya.


“Hey tunggu, aku ikut,” ucap Adellia sembari mengejarku yang sudah berjalan duluan.


Kami berdua pun bergegas menuju gerbang sebelah utara, sebab di sana ada tiga monster yang lebih kuat dari monster-monster lainnya.


Bisa dibilang mereka lah komandan koloni dari monster-monster yang menyerang kami.


Ketiga monster itu memiliki tubuh yang besar dan tentunya kekuatannya masih belum bisa kami ukur. Untungnya mereka bukanlah Majuu, cukup itu yang dapat aku syukuri.


Dari kejauhan para penyihir terlihat sedang berusaha mengusir para monster dengan sihir jarak jauh.


Meskipun tahu di depannya ada barrier pelindung, tapi para monster tetap mencoba menghancurkan pelindung.


Sayangnya mereka tidak akan bisa, sekuat apapun serangan mereka. Pelindung empat penjuru pasti dapat menahannya, apalagi itu hanya serangan fisik. Percuma saja.


“Bagaimana keadaan sekarang?” tanya Adellia ke salah satu kesatria yang sedang berjaga tepat di tepi pintu gerbang.


Miris sekali aku melihat pintu gerbang itu, padahal tadi siang masih berdiri kokoh. Tapi lihat sekarang, hancur dan rata dengan tanah.


Jadi tak mungkin aku menyalahkan mereka karena membiarkan banyak monster lewat dan mengangguku waktu proses pengaktifan sihir pelindung.


Bisa dipastikan para kesatria dan pasukan lainnya sudah berjuang semaksimal mungkin, bahkan terlihat dari zirah mereka yang begitu banyak bekas cakaran, ataupin luka-luka yang mereka dapatkan.


“Memang tidak ada satu pun monster yang bisa melewati pelindung ini, tapi mereka juga tak kunjung mundur. Sehingga kami harus tetap berjaga di sini,” balas kesatria itu.


“Bagus lah kalau begitu, teruslah berjaga. Tapi kalian harus berhati-hati dan jangan ceroboh,” ujar Adellia.


“Siap,” jawab kesatria itu dan bergegas kembali ke posisinya semula.


Tanpa kami sadari Kakek Hork lah yang menghampiri kami. Tujuan awal kami memang ingin bertemu dengannya.


Kakek Hork menanyakan perihal sihir pelindung kepadaku dan tentu saja aku menjawabnya Aalisha berhasil mengaktifkannya tanpa ada kesalahan.


Dia sempat terkejut, Kakek Hork mengira jika yang berhasil mengaktifkan sihir pelindung empat penjuru adalah salah satu penyihir terkuat milik Adellia. Ternyata tidak.


Kakek Hork tidak menyadari kalau Aalisha ternyata memiliki bakat sihir. Padahal sudah hampir dua hari dia bersama Aalisha.


Tapi tidak sedikit pun merasakan adanya gejolak energi sihir di dalam diri Aalisha. Begitu pula denganku.


“Jadi kau ke sini untuk mencariku?” tanya Kakek Hork.


“Kau pasti merindukanku bukan,” imbuhnya penuh percaya diri.


“Jangan bodoh,” timpalku.


“Aku ke sini ingin meminta bantuanmu beserta penyihir kuat lainnya untuk meningkatkan pertahanan dari sihir pelindung empat penjuru.” Aku mengatakan tujuanku kenapa mencarinya.

__ADS_1


“Lha? Bukannya temanmu, Aalisha sudah berhasil mengaktifkannya, apa masih belum cukup untuk menghadang monster-monster itu?” ucap Kakek Hork diiringi sebuah pertanyaan.


“Jelas belum, Kek,” tuntasku.


Melihatku berunding dengan Kakek Hork membuat Adellia tidak terlalu dibutuhkan di sana, dia lalu mempasrahkan urusan ini kepadaku dan Kakek Hork.


Sedangkan dia ingin memeriksa bagian-bagian lainnya, dia takut jika ada sesuatu hal yang tengah terjadi di luar jangkauannya.


Meskipun sebelumnya Adellia juga telah diberi tahu oleh salah satu pasukannya jika Hans dan Son sedang menuju timur dan barat untuk membantu pasukan yang ada di sana.


Tapi dia masih belum bisa tenang kalau tidak memastikannya denga matanya sendiri. Aku beserta Kakek Hork pun mengiyakan dan membiarkannya pergi.


Sebenarnya aneh, buat apa dia meminta ijin dariku dan Kakek Hork. diakan bisa langsung pergi dan tidak mempedulikanku ataupun Kakek Hork.


“Mari kita lanjut perbincangan kita tadi,” ujar Kakek Hork membalikkan dialog yang sempat tertunda.


“Apa kau pikir pelindung ini bisa menahan semua pergerakan para monster?!” balasku kembali menaikkan tensi pembicaraan.


“Kenapa kau berpikir hal demikian?” ucap Kakek Hork.


“Kita tidak bisa terus membuang waktu Kek! Pertempuran ini belum selesai dan juga sihir pelindung empat penjuru ini juga belum sepenuhnya sempurna!” tandasku menentangnya.


Sementara itu kedua monster kuat yang tersisa sedang mengintai perbincangan kami berdua dari luar barrier pelindung. Aku tidak terlalu mempedulikannya.


Tapi jelas sekali mereka sedang memikirkan cara bagaimana menembus sihir ini ataupun mencari celah yang dapat mereka masuki.


Monster itu kerap kali tampak mondar-mandir mengitari daerah sekitar, tak berani bertindak gegabah.


“Jelas tidak, baiklah aku menurutimu. Tapi bagaimana caraku meningkatkan ketahanan dari sihir ini.” Itulah jawaban yang aku tunggu darinya.


Aku pun menjelaskan padanya, namun secara singkat. Beberapa kali memang aku harus mengulangi di bagian tertentu, Kakek Hork pun mendengarnya dengan seksama.


Pada dasarnya, pengaktifkan sihir dan peningkatan peformanya jelas membutuhkan cara yang berbeda.


Untungnya saat itu aku masih bisa mengikuti sesi khusus yang ada di Akademi Bunga Hijau. Jadi aku bisa mengetahui caranya.


“Cukup mudah bukan?” ujarku.


“Mudah, pantatmu!” geram Kakek Hork setelah benar-benar memahami prosesnya.


“Aku yakin kau pasti bisa kok, Kek. Aku yakin kau tak akan mati dengan mudah, meskipun kau melakukannya. Terlebih kau tidak harus melakukannya sendirian.”


“Memang benar aku tidak akan mati, tapi yang pasti aku bakalan tidur lama lagi,” timpalnya mengerutkan dahi.


“Hahaha... bergegaslah Kek dan tetap semangat, aku pasti akan mengurusmu saat nanti kau tidak bisa apa-apa,” ujarku menggodanya.


Kakek Hork bergegas menuju ke tengah kamp perkembahan. Namun sebelum dia pergi, dia memanggil beberapa penyihir yang berjaga di atas tembok kayu yang masih berdiri kokoh.


Sekiranya penyihir-penyihir itu adalah penyihir kuat yang dipilih oleh Kakek Hork untuk membantunya dalam proses peningkatan peforma dari sihir pelindung empat penjuru.

__ADS_1


Perlu diketahui untuk meningkatkan pertahanan dari sihir pelindung empat penjuru jelas membutuhkan energi sihir yang sangat banyak.


Sebab itu aku meminta Kakek Hork mengumpulkan penyihir-penyihir yang memiliki energi sihir besar. Tapi tidak semua.


Hanya beberapa, yang lainnya tetap berjaga ataupun mempunyai tugas untuk menghalau monster yang berusaha menghancurkan barrier pelindung.


Aku hanya bisa berdo’a agar Kakek Hork beserta penyihir lainnya dapat meningkatkan pertahanan dari sihir ini.


Setidaknya bisa menahan gempuran para monster kuat, dan bisa bertahan sampai kami benar-benar bisa bertahan tanpa harus menggunakan sihir «Vierhoekige Beschermer» ataupun semua kondisi dari pasukan Adellia sudah pulih kembali.


Pengorbanan kami hari ini akan terbayar dengan kemenangan di esok hari.


Aku berharap penuh akan kalimat itu, setidaknya sudah banyak teman-teman yang mengorbankan dirinya demi mengaktifkan sihir pelindung ini.


Ada yang bangkit dan ikut kembali berperang, meskipun dirinya belum pulih sempurna.


Ada pula yang terus bertarung walaupun tubuh sudah terkena banyak serangan.


Inilah peperangan. Aku jadi sedikit paham.


Tidak seperti dulu, waktu masih panik-paniknya ketika bertemu dengan monster yang ada di dalam Hutan Laiquendi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe


* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho


* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak


* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja


see you on the next chapter.... ^_^


" S T A Y - S A F E "


WA : 08973952193


IG : bayusastra20

__ADS_1


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id


__ADS_2