Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 125 – Keluar?! Bodoh!


__ADS_3

[ Not Edited, maaf kalau ada salah penulisan 🙏🙏🙏 ]


POV : Orang Ketiga serba tahu


Sebelum semua ini terjadi begitu saja.....


“Kek, lihatlah!” ucap Tyaga mendapati sebuah kabut tebal perlahan kian menjalar di sekitar mereka. Padahal bisa dikatakan beberapa menit yang lalu, tidak ada satupun pergerakan monster, dan Tyaga merasa semua berjalan normal. Lantas mengapa sekarang kabut itu muncul kembali.


“Ada apa denganmu wahai anak muda?” Kendati Tyaga yang tampak panik, Kakek Hork hanya membalasnya dengan memasang raut wajah heran.


“Lihat sekelilingmu Kek! Kabut, kabutnya ada lagi!” seru Tyaga semakin panik, dia mengeluarkan pedangnya dan mengangkat sejajar dengan tubuh, berjaga apabila ada serangan dadakan.


“Kabut apa yang kau maksud?! Aku tidak melihat apapun di sini.” 


Semua kuda berjalan melambat, lahan pacuan kian menyempit dan tidak mudah bagi mereka untuk melewatinya dengan kecepatan yang sama. Di dalam benak Kakek Hork mulai merasa ada yang salah dengan Tyaga. Namun dia tidak langsung mengambil spekulasi dan keputusan yang aneh.


“Apa kau benar-benar tidak bisa melihatnya, Kek?!” tanya Tyaga lagi, memastikan Kakek Hork tidak sedang berbohong. Mana mungkin, dalam keadaan genting seperti ini tidaklah mungkin Kakek Hork berani bercanda.


“Jangan bercanda Nak Tyaga,” balas Kakek Hork singkat dan pergi meninggalkan Tyaga di barisan paling belakang. 


Hening, beberapa detik kemudian hilang tersapu oleh kegelapan hutan. Dia tampak berdiam diri, cukup lama. Hingga membuat jaraknya semakin menjauh dari tim yang berjaga di barisan belakang


Dalam gelapnya malam, suasana begitu sepi. Sunyi tanpa meninggalkan sisa-sisa suara hewan-hewan kecil ataupun bunyi hembusan angin yang mematahkan ranting ataupun menggugurkan sehelai daun. Rembulan terlihat murung di angkasa, sebab gagahnya tertutupi oleh gumpalan awan. Awan hitam, menghalangi pasukan bintang untuk memancarkan pesonanya.


Tanpa ada suatu sebab yang pasti. Tiba-tiba Tyaga memacu kudanya dengan cepat dan melewati beberapa pasukan. Dia kemudian melompat dari kudanya dan melepaskan satu tebasan memalang. Naas, tebasan itu mengenai salah satu pasukan yang membuat kepalanya jatuh menggelinding, menyisakan bekas cairan merah.


Sontak hal tersebut membuat seluruh pasukan  yang di dekatnya menjadi histeris. Salah satu kepala temannya terputus dari leher hanya dengan satu kali tebasan.


BRUK...


Tubuh kesatria untuk terjatuh dari kuda, tanpa kepala.

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan!” teriak salah satu kesatria lainnya. Dia lalu melesat ke arah Tyaga, mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan siap mengayunkannya kapan saja.


Namun pergerakan itu cukup lambat bagi Tyaga, dengan mudahnya dia menghindar. Satu gerakan pasti, kemudian Tyaga melompat ke kudanya dan menusuk kesatria itu dari belakang. Dua kesatria tumbang. Tyaga menyeringai kecil, menatap satu persatu pasukan lainnya yang ada di sekitarnya, menebarkan aura membunuh yang cukup pekat.


Akhirnya pertempuran antar beberapa pasukan dengan Tyaga tidak bisa dielakkan lagi. Mereka menyerang Tyaga secara bersamaan, ada yang masih menunggangi kuda, ada yang beberapa turun dari kudanya dan memutuskan bertarung secara langsung. Tapi lagi-lagi hal tersebut tidak membuat Tyaga menurunkan tempo bertarungnya.


Dia semakin ganas mengayunkan pedangnya, dari tebasan memalang, menyilang, sampai memutar, semua dilakukannya. Meskipun terlihat pergerakan sangat tidak terkontrol dan berantakan, tapi para pasukan tidak dapat mengimbanginya. Benar saja, tubuh dan kekuatan dari seorang elf di atas kemampuan manusia. Walaupun itu sekelas prajurit ataupun kesatria.


Terlebih tubuh Tyaga yang sangat terlatih, membuat satu kali tebasan pedangnya sangat berat untuk ditahan. Bisa-bisa malah membuatmu terpental. Bahkan dengan mudahnya Tyaga memotong kaki kuda dengan sekali ayunan pedang, membuat kesatria yang menungganginya pun tersungkur dan Tyaga langsung mengakhiri hidupnya dengan sebuah tusukan di leher.


Tyaga semakin membabi buta dan menghabisi seluruh pasukan yang ada di barisan belakang. Memang di sana banyak terisi oleh kesatria dan beberapa penyembuh saja. Dengan jumlah yang tidak sedikit, pasukan itu malah kewalahan mengatasi satu orang elf. Namun itu semua bukan atas kemauan Tyaga sendiri, tidak mungkin sosok Tyaga akan melakukan hal sekeji itu.


“Sihir pengikat, «Bevestiger»!”


Dari balik pohon, Kakek Hork melepaskan sebuah sihir pengikat bayang. Dari tadi dia menunggu waktu yang tepat untuk menggunakan sihirnya. Kakek Hork kemudian mendekatinya secara perlahan dan menyuruh pasukan yang terluka agar tidak menyerang.


“Siapakah dirimu!” Kalimat itulah yang pertama keluar dari mulut Kakek Hork.


Itu semua sudah membuktikan bahwa yang diincar oleh makhluk itu tak lain adalah Tyaga sendiri, dan sosok itu menunggu waktu yang tepat untuk masuk ke dalam Tyaga. Sayangnya Kakek Hork baru bisa memastikan ketika mengetahui adanya kekacuan di tim barisan belakang dan mendapati mayat-mayat yang tergeletak, rata-rata keadaannya tanpa kepala.


“Cepat lepaskan aku!” teriak Tyaga, dia meronta-ronta dan berusaha melepaskan diri dari sihir pengikat  «Bevestiger». Bukannya percuma, tapi sihir pengikat yang dibuat oleh Kakek Hork bukanlah sihir yang biasa. Apalagi ditambah dengan energi sihir dari kristal sihir yang dipunyainya. Pasti akan jadi lebih sulit untuk menghancurkannya.


“Cepat katakan, siapakah sebenarnya dirimu!” tanya Kakek Hork sekali lagi, kini dia semakin mempererat sihir pengikatnya hingga membuat badan Tyaga menimbulkan sedikit bunyi retak.


“Kalau kau ingin membunuhku, tubuh anak ini pasti akan ikut terbunuh!” Tayga membalasnya dengan hinaan dan diikuti tawa yang menggelegar. 


“Kau tidak akan bisa membunuhku! Aku sangat yakin, sebab anak ini bukanlah sembarang anak! Nyawa anak ini sangat berharga bagi kalian!” imbuhnya sembari berkali-kali mengertakkan gigi dan sempat menggigit bibir bagian bawah. Darah menetes pelan, Tyaga langsung menjilati dengan lidahnya sendiri.


“Oh inikah rasa darah seorang elf, sungguh lezat sekali!” tuntas Tyaga kegirangan.


“Cepat keluar dari tubuh anak ini!” timpal Kakek Hork semakin menguatkan sihir pengikat sampai ke titik bagaimana Tyaga benar-benar kesakitan dan entah sudah berapa tulang rusuknya yang patah.

__ADS_1


“Keluar?!” balas Tyaga menyeringai dan memiringkan kepalanya hingga membuat tulang lehernya patah. “Dasar bodoh!! Mana mungkin aku mau keluar dari tubuh... tubuh yang sangat lezat ini. Hahahaha.....” tawanya menggelegar, membuat takut sebagian pasukan yang tersisa.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe


* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho


* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak


* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja


see you on the next chapter.... ^_^


" S T A Y - S A F E "


WA : 08973952193


IG : bayusastra20


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id

__ADS_1


__ADS_2