
“Lihat!!! Guru Senjati menghentikan serangan dari Tuan Muda.” Ucap salah warga.
“Iya, itu Guru Senjati! Apa dia berada di pihaknya si pengecut, Tyaga!”
“Apakah tangannya baik-baik, pukulan Cleo sungguh mengerikan sekali! Pantas saja kalau dia sekarang menjadi komandan pasukan delapan!”
Semua warga mulai bersahutan, ricuh, dan sangat ramai sekali. Hingga membuat seisi aula menjadi gaduh.
“Diam kalian semua!!!” Bentak Guru Senjati.
“Guru Senjati...” Ucap Cleo terkejut.
“Apa yang telah guru lakukan?” Imbuh Cleo.
“Tuan Muda apa sudah selesai main-mainnya? Tuan Muda harus bisa lebih mengontrol diri, apa Tuan Muda mau memperlakukan yang mulia Raja Achille di depan rakyatnya sendiri?” Tukas Guru Senjati.
“Apa guru tidak percaya akan kekuatanku? Apa guru beranggapan bahwa aku yang akan kalah dalam pertarungan tangan kosong ini?” Beribu tanya dilontarkan oleh Cleo.
__ADS_1
“Bukan begitu maksud saya, Tuan Muda Cleo. Tidak sewajarnya seorang putra mahkota bertarung secara brutal di luar arena tarung, bukannya pada peraturan apapun bentuk pertarungan harus diselesaikan di Arena Tarung.” Sabda Guru Senjati.
Setelah mendengar perkaataan Guru Senjati, Cleo akhirnya menurunkan tinjunya seraya mengusapnya dengan sapu tangan. Dia melangkah mundur dan kembali ke barisan murid-murid yang akan terpilih untuk mengemban ilmu di Akademi Teratai Ungu.
“Guru! Kenapa guru menghentikannya? Ini adalah urusanku dengannya!” Ucapku tidak terima dengan apa yang sudah dilakukannya.
“Hey kau, Tyaga! Baru bertarung sekali saja dengan pasukan markas pusat, egomu meninggi! Nafsumu jadi tidak dapat terkontrol! Apa roh dari monster werewolf kemarin merasukimu!” Marah Guru Senjati.
“Tapi Guru!! Alumni Cleo telah memutar balikkan fakta yang sebenarnya! Aku telah bertarung melawan Zardock dengan susah payah, beribu kali nyawaku hampir melayang, tak terhitung pukulan dan tendangan yang kuterima, mataku sampai bosan melihat mayat-mayat rekan tempurku yang tergeletak layu. Bahkan sebelum pasukan bala bantuan itu datang, aku pertaruhkan seluruh jiwa dan ragaku untuk melindungi kerajaan ini! Sedangkan Dia!!!—” Kataku membara-bara seraya menunjuk kasar ke arah Cleo.
PLAK!!! Tamparan keras mengenai wajahku hingga membuat pipiku merah nyala dan sedikit memuntahkan darah.
“Cukup Tyaga! Sekarang kau bahkan berani menghina Tuan Muda! Apa maksudmu sampai menyebutnya sebagai pengecut, lepas tanggungjawab, dan mengorbankan anak buahnya demi keselamatannya!! Apa kau sudah gila?! Sampai-sampai kau berbohong seperti itu?!” Marah Guru Senjati semakin menjadi.
“Aku telah memberitahukan yang sebenarnya terjadi, aku tak akan peduli dengan perkataan orang lain. Aku tak akan peduli jikalau tidak ada yang mempercayaiku, ini juga tidak ada untungnya bagiku. Hanya saja aku tidak akan menerima Tuan Muda Cleo jikalau nanti akan diangkat sebagai penerus tahta Kerajaan Laiquendi!” Ujarku pasrah.
“Namun... Hormat saya yang mulia Raja Laiquendi, Raja Achelli. Atas nama keluarga Nasution dan dengan darah suci, aku bersumpah bahwa kelak saya akan menjadi kesatria yang terkuat di benua ini serta memohon maaf jika nanti saya akan menjadi kaum pengelana dan tidak lagi menetap di kerajaan ini. Tapi sumpah setiaku masih terpaku dalam sukma untuk kerajaan ini.” Kataku seraya menghadap Raja Achille dan bersumpah dengan darah suci.
__ADS_1
“Aku terima sumpahmu, Tyaga Nasution. Semoga berkat dan lindungan Tuhan akan selalu menyertaimu.” Balas Raja Achille dengan tersenyum ikhlas.
“Semoga tuhan terus memberkati Kerajaan Laiquendi beserta rakyat-rakyatnya.” Ucapku seraya duduk hormat kepadanya.
“Aku terima tantanganmu.” Mungkin itu yang dia ucapkan dikala aku meliriknya sebentar.
“Sebelumnya ada satu lagi pintaku yang mulia Raja Achille. Anggap saja ini adalah permintaan terakhirku. ” Ucapku.
“Dasar bocah, masih untung nyawamu masih diampuni oleh sang raja sekarang malah meminta sesuatu.” Bisik Guru Senjati.
“Pintaku adalah saya ingin membagi murid ini mejadi dua tim, tim alumni dan tim murid. Untuk tim murid saya ingin yang mulia raja mengangkat Senior Hans sebagai ketua tim kami dan saya harapkan tim alumni tidak mengganggu tim murid dalam petualangannya sampai kelak, 2 tahun lagi akan kami akan buktikan siapakah yang lebih kuat. Pembuktian tersebut akan diadakan di aula ini, Aula Keagungan Kerajaan Laiquendi.” Ucapku.
“Baiklah jika itu pintamu akan kuterima, akan kutunggu kalian semua untuk menjadi prajurit yang kuat dan buktikan siapa yang terkuat di antara kalian. Do’a seluruh rakyat Laiquendi akan menyertai petualangan kalian.” Tutur Raja Achelli.
(Kelak aku akan menjadi prajurit yang terhebat di benua ini dan mengalahkan berbagai musuh yang jauh lebih kuat dariku...)
Semua orang tertegun dan selang beberapa detik barulah beberapa tepukan tangan memecah keheningan tersebut. Semua orang kembali bersorak ria dan akhirnya acara pelepasan murid Akademi Bunga Hijau dilanjutkan.
__ADS_1