Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 99 – Syukurlah


__ADS_3

“Pasukan A bersiap untuk bertempur!” ucap Adellia dari dalam kamp perkemahan.


Sial, aku harus bagaimana ini. Jarakku juga semakin dekat dengan kamp.


Terlebih para penyihir juga tengah menyiapkan serangan penuh jika aku berani menginjakkan kaki di area serang mereka.


Apa yang harus aku lakukan agar mereka sadar bahwa yang mendatangi mereka adalah aku, Tyaga Nasution. Bukan seekor monster yang sedang kelaparan.


Ingin sekali aku berteriak ‘Tunggu, ini aku Tyaga’. Tapi aku tak yakin apakah suaraku akan sampai ke telinga mereka.


Apakah aku harus melemparkan pedangku kuat-kuat agar bisa mencapai bagian dalam kamp perkemahan dan menyadarkan mereka jika itu adalah pedang milik Tyaga.


Tapi lagi-lagi aku ragu, mungkinkah mereka tak akan menghalau pedangku dengan sihir penghalang.


Alih-alih mencapai bagian dalam, malah bisa membuat situasi jadi semakin runyam.


Bisa-bisa aku jadi tidak bersenjata dan bagaimana caraku menghentikan serangan-serangan mereka yang semakin membrutal.


"Sial..." hardikku pada keadaan.


Apakah tidak ada hal yang bisa aku lakukan. Aku sendiri tak memiliki cukup banyak waktu, sebentar lagi senja akan mulai menampakkan diri dan para monster aku memulai perburuannya.


Sementara itu kecepatanku juga mulai melambat. Baru sepuluh menit tapi kenapa efek dari sihir penambah kecepatan, «Snel» jadi menurun.


Apa mungkin Kakek Hork sudah kehabisan energi sihirnnya, jangan sampai dia tak sadarkan diri sebelum aku bisa masuk ke dalam kamp.


Sudah seharusnya aku cepat memutuskan apa yang akan aku lakukan. Sebab waktu terus memburu.


Menunggu mereka datang. Mustahil. Mereka pasti akan langsung melancarkan serangan penuh, mana mungkin aku bisa menghalau ataupun menghindari dengan kondisiku yang mulai menurun ini.


Bisa-bisa belum selesai aku menyelesaikan ucapanku, aku sudah mati duluan. Itu hal yang bodoh jika aku berdiam diri dan pasrah dengan keberuntungan.


‘Oh sial, aku lupa. Masih ada cara lain,” gumamku seraya menghadari «Lighting Beam» dan serangan-serangan sihir lainnya yang entah sudah beberapa kali berusaha merengut nyawaku.


Aku teringat suatu hal yang penting. Di dalam sana pastinya ada Hans, Son, Aalisha, dan yang paling penting adalah Saigiri pasti sedang menungguku di dalam.


Aku ingat jika kami, aku dan Saigiri, sering berlatih kemampuan kebatinan.


Jadi kemampuan itu adalah kemampuan seseorang yang dapat berbicara dengan orang lain melalui indera keenam, yakni kebatinan.

__ADS_1


Syarat kedua orang itu bisa saling terhubung adalah penyamaan frekuensi energi antara keduanya.


Jadi mereka lebih mudah terhubung dan bisa bercakap-cakap melalui batin. Tanpa harus mengeluarkan suara sedikit pun.


Aku sudah beberapa kali melatinya bersama Saigiri dan aku cukup yakin kami masih bisa terhubung, meskipun belakangan ini aku sudah jarang mencoba menyamakan frekuensi energi bersamanya.


Selain frekuensi energi yang harus sama, ada pula tentang jarak antara kedua penggunannya.


Aku kesampingkan dulu masalah frekuensi, yang menjadi permasalahannya adalah jarak.


Aku tidak tahu pasti di mana letak Saigiri berada, akan sangat tidak menguntungkan jika dia benar-benar di pusat kamp perkemahan.


Entah aku yang harus lebih mendekat atau mencoba keberuntungan lainnya.


Terlebih aku hanya memiliki satu kesempatan saja untuk terhubung dengannya, yakni ketika kau mencoba menghubungkan batin kalian ke pihak kedua.


Kalian harus fokus dan mencari letak posisinya secara pasti, dan itu akan sangat beresiko ketika keadaan seperti ini. Sial sekali.


Namun aku tak memiliki waktu banyak, aku harus memutuskan apakah aku akan melakukannya atau tidak.


Aku hanya memiliki satu kali kesempatan. Aku harus membuat peluangnya jadi semakin besar dengan memperpendek jarak pencarianku.


Jarak semakin dekat, ini adalah kesempatanku. Lebih dulu aku menghindari semua serangan sihir.


Ada hal lain yang dapat aku sadari, yakni tak hanya aku yang mulai kelelahan. Para penyihir yang ada di atasku juga tampak kelelahan dan sihir yang mereka keluar juga tak se intensif di awal serangan.


Aku melihat kesempatanku menjadi semakin lebar dan terdapat banyak cela.


Setelah ada selang waktu yang cukup. Aku pun menutup mata dan mulai memfokuskan diri dalam pencarian Saigiri. Aku juga mencoba merendahkan ataupun menaikkan frekuensi energiku.


Setidaknya di malam saat melakukan latihan tanding, aku sedikit tahu di mana letak frekuensi energi Saigiri. Semoga aku lekas menemukan posisinya.


Beruntungnya aku, tak butuh waktu lama bagiku untuk menemukan posisinya Saigiri.


‘Saigiri,’ ucapku mencoba memasuki alam bawah sadarnya.


Saigiri tampak kebingungan, bukan hanya itu dia terlihat begitu terkejut ketika mendengar suaraku.


“Di mana kau Kak?” tanyanya langsung.

__ADS_1


‘bicaralah lewat batinmu. Aku hanya ingin kau menghentikan penyerangan, sebab yang mereka serang bukanlah monster melainkan... AKU!' ucapku menekankan nada.


'Sekarang juga cepat beritahu Adellia untuk menghentikan seluruh pasukannya!” tuntasku memberitahunya.


Semoga dia mengerti dan langsung bergerak, sebab aku sudah tidak ada waktu lagi. Kalau Saigiri tidak segera menghadap Adellia, maka mereka akan menyerangku terus-menerus.


Nyawaku adalah taruhan. Kumohon Saigiri, selamatkan kakakmu ini.


“HENTIKAN SERANGANNYA!” Tepat sebelum aku menghindari serangan untuk terakhir kalinya.


Terdengar nyaring suara Adellia dari dalam kamp menghentikan penyerangan.


“Huft...” ujarku lega. Serangan pun berakhir dan aku masih bisa bernapas.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe


* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho


* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak


* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja


see you on the next chapter.... ^_^


WA : 08973952193


IG : bayusastra20

__ADS_1


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id


__ADS_2