
Akhirnya rombongan dari ibu kota telah selesai urusannya di istana kerajaan dan akan segera menuju ke mari, itulah yang disampaikan oleh prajurit kerajaan yang baru saja tiba. Dia menyuruh kami untuk menyiapkan segala hal yang sekiranya masih tertinggal atau belum lengkap. Setelah merasa cukup, diharapkan langsung menatanya rapi ke dalam kereta kuda yang datang bersamaa dengan prajurit kerjaaan tadi.
“Di mana Aalisha?” Tanya Hans, mengecek kelengkapan timnya.
“Bukannya dia tadi ijin kembali ke rumah untuk mengambil beberapa perlengkapannya yang masih tertinggal.” Ujarku sambil mengangkati satu per satu karung dan meletakkannya ke dalam kereta kuda.
“Kenapa dia tak kunjung datang, apa mungkin dia ketiduran di dalam rumah ya?” Imbuh Son yang sedang menata karung-karung tersebut dan perlengkapan milik kami berlima.
“Saigiri aku boleh minta tolong, kau susul Aalisha di rumahnya. Sebab keknya sebentar lagi kita akan berangkat.” Pinta Hans.
Baru saja Saigiri mengiyakan permintaan Hans, Aalisha tiba-tiba muncul dengan membawa dua buah koper persegi yang tampak misterius dengan gambar setengah lingkaran yang di tengahnya ada perwujudan bintang delapan penjuru. Ingin aku bertanya apa isi dari koper tersebut, tapi enggan mendengar kata-kata pedasnya. Masa bodoh. Barang-barang lainnya juga belum dimasukkan ke dalam kereta kuda.
“Maaf aku agak terlambat.” Ucap Aalisha seraya menyodorkan kedua koper tersebut kepadaku untuk memasukkan ke dalam kereta kuda. “Ini adalah beberapa buku milik Tetua Agamemnon yang selama ini beliau sembunyikan di tempat rahasia perpustakaan umum. Beliau berpesan kelak jika kita sampai ke ibu kota, buku ini bisa menjadi pegangan kita dan banyak ilmu pengetahuan serta mantra-mantra sihir di dalamnya.” Imbuhnya.
“Cukup menarik! Itu akan cocok denganmu, Hans. Bukankah kau sangat menggemari kisah-kisah penyihir kuno.” Sahut Son dari dalam. “Bahkan ketika dikabari akan adanya sebuah ritual saat upacara pelepasan kemarin, kau sangat bersemangat. Sampai-sampai malamnya kau tak kunjung tidur, karena tak sabar menunggu pagi tiba.” Lanjutnya seraya turun dari kereta kuda dan menghampiri kami.
“Mungkinkah kau ibu keduanya Hans?” Tanyaku, entah dia tahu dari mana jika Hans begadang.
“Sudah mesum, jadi penguntit pula. Terlebih lagi yang diikuti adalah seorang lelaki. Mungkinkah... kau adalah seorang geh?” Tandas Saigiri sambil mundur langkah demi langkah guna menjaga jarak. Dia jadi semakin yakin dengan ketidak normalan salah satu kakak tingkat di akademinya.
“Dari mana munculnya asumsi liarmu itu, Saigiri! Sudah banyak kecapan yang menempel pada diriku, tolong jangan sampai memperparahnya dengan sebutan baru. Hiks... Hiks... Hiks....” Balas Son memelas.
__ADS_1
Hans pun melerai kami semua dan menyuruh mempercepat mengemasi barang-barang, dia juga ikut membantuku mengangkat beberapa tas dan persediaan lainya. Son melanjutkan tugasnya untuk merapikan barang-barang tersebut, kali ini dibantu dengan Saigiri dan Aalisha. Tidak butuh waktu lama untuk memasukkan semua barang.
kami para laki-laki pergi menuju kandang kuda yang tak jauh dari pintu gerbang. Memang benar kita ada kereta kuda, namun itu hanya berguna mengangkut perlengkapan dan persediaan, serta Saigiri dan Aalisha juga menaikinya. Sementara aku, Hans, dan Son tetap naik kuda dan berjaga ketika ada serangan monster. Oh ya, setelah kami sampai di ibukota, kereta kuda akan kembali ke kerajaan, jadi yang akan menjalankannya adalah kusir kerajaan.
Satu, dua, tiga ekor kuda sekiranya sudah siap di depan gerbang. Aku memilih kuda yang biasa kutunggangi, sebab saat bertarung melawan Zardock, bagiku kuda ini sangat berjasa. Sementara Son dan Hans memilih kuda yang sebelumnya juga telah disiapkan oleh Raja Achille. Kuda kerajaan bisa dibilang sebagai kuda dengan kualitas tinggi, badan dan kecepatannya jauh di atas rata-rata kuda pada umumnya.
“Saudara Collab? Kalau boleh tahu mengapa raja dan para tamu dari ibu kota tak kunjung datang?” Tanyaku kepada salah seorang prajurit yang tadi datang bersama kereta kuda. Tertulis di pin namanya ‘Collabtion Aundless’, jadi kupanggil saja dia dengan ‘Collab’.
“Mungkin sebentar lagi Tuan.” Jawab singkat prajurit tersebut.
“Ah, sial. Mungkinkah kita akan berangkat ketika matahari tepat di atas kita.” Malas Son, dia mengukur kelurusan antara kepalanya dengan matahari.
“Apa kau takut cahaya matahari, Son? Dasar laki-laki lemah.” Balas Aalisha dengan kata-kata pedasnya.
Atau mungkin orang-orang dari ibu kota ini memang sengaja memperlambat pemberangktan. Mending dari tadi aku tetap malas-malasan di rumah sampai rombongan ini benar-benar berangkat. Sial. Waktu bermalas-malasku jadi terbuang sia-sia. Lantas bagaimana dengan kabar kelompok kedua, bukankah pemberangkatan kami berbeda. Tunggu. Perasaanku mulai tak enak, atau mungkin raja mempunyai niat memberangkatkan kedua kelompok bersamaan.
Jadi tamu dari ibu kota tidak hanya melindungi kelompok pertama saja, memang bagus. Dengan jumlah yang lebih banyak, maka monster-monster juga enggan untuk menyerang.Tapi beberapa orang di kelompok kedua ada yang licik, misterius, dan menyebalkan. Terutama si Cleo Acestes. Semoga perjalanan ini tidak ada pertempuran atau perdebatan yang tidak perlu. Aku harus bersikap dewasa. Untuk sementara saja. Benar-benar merepotkan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:
__ADS_1
* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe
* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho
* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu
* Always like and share in your social media
* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak
* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D
Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja
see you on the next chapter.... ^_^
WA : 08973952193
IG : bayusastra20
__ADS_1
email : bayu_sastra20@yahoo.co.id