
Dari kejauhan terdengar derap kaki kuda yang melangkah pasti ke arah kami. Mereka segera tiba, tak lama lagi setelahnya kami akan berangkat dan berpetualan di dunia luar. Pertaruhan hidup sebentar lagi akan datang, kami tak tahu apakah kita akan menjadi petarung hebat atau malah tak mampu bertahan dari kerasnya dunia luar.
“Kalian, bersiaplah dan baris yang rapi.” Ucap tegas dan lantang dari salah satu prajurit. Tampak dari banyaknya bintang yang tertera pada lencananya, sepertinya pangkat orang itu lebih tinggi dari prajurit-prajurit lainnya. “Untuk para murid pilihan dari akademi, dimohon berbaris di sebelah kiri dari kami.” Imbuhnya dengan nada lebih halus.
Kami pun menuruti perintahnya. Son tengah merapikan pakaiannya yang lumayan berantakan. Sementara itu Alisha menata rambutnya, padahal seari tadi poninya tidak berubah sedikit pun. Lalu Saigiri beberapa kali melirik ke arah kereta kuda, mungkin mengecek apakah barang-barang sudah tertata rapi atau belum. Berbeda dengan lainnya, Hans, selaku pemimpin kelompok ini, tampak rileks dan cukup berwibawa. Dia sedikit membusungkan dada dan mengatur pernapasan lambat, menambah kesan gagah dan elegan. Itulah yang diharapkan dari Hans Balaputradi.
Mereka tiba, dari barisan paling depan ada beberapa komandan prajurit, dan prajurit berpangkat tinggi di belakangnya. Setelahnya muncul Raja Achille dengan gagahnya memakai zirah baja berpoleskan emas serta menunggangi kuda berompi emas pula menampakkan kesan mewah dan megah. Di samping raja ada para tetua kerajaan, tak terkecuali Tetua Agamemnon yang merupakan orang yang paling dihormati se antero Kerajaan Laiquendi.
“Kak Kak! Lihat siapa itu.” Kejut Saigiri seraya menarik-tarik ujung lengan bajuku.
“Ada apa sih? Kenapa kau sangat terkejut, memang zirah raja agak berbeda. Tapi itu merupakan hal yang wajar jika raja memiliki zirah yang berbagai macam jenis zirah.” Balasku santai.
“Lihatlah lebih teliti! yang aku maksud adalah orang-orang yang ada di belakang raja.” Cakap Saigiri sambil menunjuk ke arah jauh tepat di belakang Raja Achille.
Setelah aku memastikannya sendiri, alangkah terkejutnya aku. ”Eh! Bukankah itu.... Pasukan bala bantuan!” Ucapku sangat keras hingga membuat para prajurit dan teman-teman melihatku tercengang.
“Hey diamlah! Bisakah kau tidak bertingkah bodoh sedetik pun.” Tindih Aalisha melirikku tajam.
Mana mungkin aku tidak terkejut, padahal mereka sendiri mengatakan akan kembali ke ibu kota untuk melaporkan segala kejadian yang telah berlalu. Lalu mengapa mereka di sini. Terlebih lagi ada dua orang yang sangat familiar denganku. Siapa lagi kalau bukan si kakek yang berisik, Kakek Hork dan si cewek dingin nan kuat, Adellia Monattlas.
“Hai, wahai anak muda! Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik setelah jauh dariku!” Teriak Kakek Hork dengan jarak ya bisa dibilang sangat jauh seraya melambaikan tangannya. Sudah kubilangkan dia adalah salah satu tipe kakek-kakek yang berisik.
__ADS_1
“Kakek tak bisa diam sebentar apa! Di depan kita ada raja dari kerajaan ini, Kakek sungguh memalukan negeri kita.” Tampak dari kejauhan pula Adellia tengah memarahi Kakek Hork, tapi hal itu percuma. Sebab beberapa saraf otaknya mungkin sudah lama putus.
Sebelum membalas sapaan Kakek Hork, terlebih dahulu aku harus memberi hormat kepada Raja Achille dan Tetua Agamemnon.
“Hormat kami yang mulia Raja Laiquendi, Raja Achille dan Tetua Agamemnon. Semoga Kerajaan Laiquendi selalu makmur sejahtera serta dalam lindungan Tuhan.” Ucap kami serentak seraya mengambil posisi jongkok dan menundukan kepala.
Raja Achille membalas hormat kami dengan senyuman ramah dan lambaian tangan, setelahnya dia turun dari kudanya dan diikuti pula dengan para tetua yang ada di sampingnya. Begitu pula dengan Adellia beserta pasukannya.
“Permisi yang mulia raja, para murid dari akademi sudah siap berangkat, begitu pula dengan semua perlengkapan sudah dipersiapkan.” Lapor salah satu prajurit menghadap sang Raja Achille.
“Bagus, kalian sudah mempersiapkannya dengan baik. Maaf telah membuat kalian semua menunggu kami selama ini, ada beberapa berkas yang perlu kalian urus untuk tinggal dan hidup di Kerajaan pusat.” Balas Raja Achille.
“Itu bukanlah apa-apa Raja Achille, terimakasih banyak telah berkenan mengurus keperluan dan kebutuhan kami berlima. Bahkan dengan bahan-bahan makanan sebanyak itu, kami bahkan tidak merasa kekurangan sedikit pun.” Sapa Hans selangkah maju menghadap Raja dan sedikit membungkukan badan untuk memberikan rasa hormat.
“Kalau begitu aku perkenalkan diri kalian masing-masing.” Tunjuk Raja Achille ke barisan kelompok di belakang para tetua. “Mereka akan menjaga kalian saat perjalanan menuju ibukota, mereka juga sekalian ingin kembali ke ibukota. Selain itu mereka juga akan membantu kalian selama kalian hidup di sana.” Imbuhnya seraya menyuruh kelompok itu maju dan memperkenalkan diri.
“Terimakasih atas Raja Achille atas sambutan kecilnya, mohon ijin untuk memperkenalkan diri.” Ucap gadis berambut perak serta iris tajam nan biru pekat menyala. Dia lah wanita yang menurutku memiliki wajah yang hampir mirip dengan Saigiri, dia adalah pemimpin dari pasukan bala bantuan yang telah menyelamatkanku di pertarungan melawan Zardock. Namanya adalah Adellia Monattlas.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:
__ADS_1
* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe
* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho
* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu
* Always like and share in your social media
* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak
* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D
Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja
see you on the next chapter.... ^_^
WA : 08973952193
IG : bayusastra20
__ADS_1
email : bayu_sastra20@yahoo.co.id