Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 76 – Sepakat


__ADS_3

Kata sepakat telah terucap, semua setuju dengan jalur yang diputuskan dan didiskusikan bersama-sama. Berawal dari ingatan Kakek Hork yang menuturkan jalan yang dia lalui bersama pasukan bala bantuan.


Dituntun oleh sang pemandu yang sudah dipercayai sebelumnya oleh serikat gabungan untuk menuntun mereka menuju Kerajaan Laiquendi.


Ditambah dengan buku catatan yang diberikan oleh Tetua Agamemnon sebelum perjalan dimulai, dan terciptalah peta ini. Peta yang telah kami patenkan dan telah kami setujui sebagai jalur yang paling aman.


“Dengan peta ini kemungkinan kecil kita berjumpa dengan monster. Kalau pun masih bertemu dengan monster, mereka pasti monster lepas yang tidak hidup dalam sebuah koloni atau kelompok.” Ucap Hans menyakinkan teman-teman.


“Kita hanya dapat mempercayainya, bagaimana pun itu adalah keputusan kita bersama.” Balas Adellia mulai mempersiapkan kudanya untuk berangkat.


Tak ada satu pun dari kami yang menolak ataupun memberi saran lagi. Memang peta itulah yang pasti akan menuntun kami keluar dari Hutan Laiquendi dengan sedikit lebih aman, atau bahkan bisa-bisa itu jalan yang terbaik.


“Wah dengan peta ini bisa-bisa nantinya akan menjadi jalur penghubung Kerajaan Laiquendi dengan dunia luar.” Timpal Son berandai-andai.


Walaupun tak banyak yang memperhatikan dan menghiraukannya karena semua orang pada fokus menyiapkan kuda, tapi aku mendengar jelas doanya itu.


Mungkin hal itu akan segera terwujud, sudah seharusnya Kerajaan Laiquendi tidak lebih lama lagi mengurung diri di dalam hutan nan penuh akan monster.


Kami pun melanjutkan perjalanan, di depan ada Hans dan Kakek Hork sebagai petunjuk jalan. Tepat di belakangnya ada Adellia, disusul para pasukannya yang berada di sekitar kereta kuda, dan yang paling belakang adalah aku dan ditemani dengan Son.


Langsung saja Hans memacu kudanya, lalu diikuti lainnya.


Matarahari mulai tampak lesu dan menampakkan warna nan semu redup. Cahaya redup dari matahari senja, tak begitu menyilaukan mata bahkan terlihat begitu anggun dan menawan.


Jingga, warna kuning nan malu-malu berubah menjadi merah, menghiasi langit-langit ufuk barat. Bagai menggambarkan sebuah ketenangan.


Satu persatu bintang tampak kecil nan membentang bebas di langit nan semu, kawanan burung mungil berterbangan penuh semangat kembali menuju sarang masing-masing.


Tak jarang terlihat tupai-tupai menuntun anak-anaknya masuk ke dalam lubang-lubang pohon dengan senangnya, dengan tumpukan bijia-bijian di rumah, setidaknya cukup buat mereka makan sekeluarga melewati heningnya malam.


Suasa yang hangat namun pekat, damai tapi sepi. Menghirup tiap hembusan angin yang berhampusan lepas.


Rasanya pohon-pohon yang ada di sini mengajakku berbincang ria dan tak jarang aku mendengar keluh kesah dari rerumputan liar yang tingginya hampir sepaha.

__ADS_1


Asri bukan. Sayangnya hutan ini dipenuhi oleh para monster yang menakutkan.


Kami telah berjalan kurang lebih selama dua jam.


“Terlebih dahulu kita akan terus mengikuti arus sungai ini sampai ke hulu.” Ucap Hans seraya menoleh ke belakang, memecah keheningan sore, dan mengecek timnya apakah ada yang tertinggal.


“Semua aman, masih belum ada monster yang menyerang.” Balas Adellia mendekatkan jaraknya dengan barisan depan.


“Bagaimana tim yang paling belakang, apa kalian merasakan ada yang mengikuti atau mengawasi kita?” Imbuh Hans menuntun kudanya berjalan ke belakang.


Dengan lantang Son menjawab. “Tenang! Kami aman di sini, tak ada satu pun monster yang mengikuti kita.”


Meskipun aku tak merasakan gangguan, namun tetap saja aura negatif terus terpancar dari sela-sela pepohonan nan jauh di dalam hutan.


Tatapan tajam menghujam keras dalam sukma, sepertinya mereka setidaknya tidak ada yang menyadarinya.


Namun aku, sebagai seorang Half-Elf dapat merasakan aura-aura itu. Ini adalah salah satu kelebihanku, terlebih lagi tak jarang aku juga dapat melihat dengan jelas pergerakan aura.


Mungkin Saigiri juga merasakan apa yang aku rasakan. Meskipun kami berdua berbeda jenis Half-Elf, tapi kemampuan merasakan energi ataupun aura makhluk lain tetaplah sama denganku.


Sayangnya kemampuan Saigiri masih belum terasa, berbeda denganku, aku selalu mangasah kemampuanku ini.


Menurutku kemampuan ini sangat berguna ketika berhadapan dengan musuh, aku dapat merasakan kapan dan di mana musuh menyerang.


Tampak Saigiri memunculkan batang hidungnya dan melirik ke sekitar, mungkin dia mencariku. Dia menatapku dan perlahan menunjuk arah timur.


Aku juga merasakannya, aura yang cukup menakutkan. Aku mengangguk lalu menggelengkan kepala, mengodenya agar tidak memberi tahu lainya.


Cukup aku dan dia yang tahu, kami hanya perlu menuntun mereka agar tidak mendekati mereka. Aku memberi tahu Saigiri jika mereka tidak akan menganggu kalau kita tak menganggu mereka terlebih dulu.


Berbeda halnya ketika berada di gunung yang secara tiba-tiba didatangi oleh kawanan «Tiny Wolf».


Mereka sama sekali tidak menunjukkan energi atau pun aura yang menandakan ketidak enakan atas kehadiran kami.

__ADS_1


Namun hanya sekadar menginginkan sebuah upeti, sekiranya koloni yang bersinggungan dengan kami di awal perjalan adalah koloni yang sering ditemui oleh para elf lainnya jadi mereka sedikit bersahabat dengan kita.


Itu bisa dilihat dari aura yang terpancar dari monster-monster itu. Terlebih tekanannya juga tak semengerikan ini.


Sungguh Hutan Laiquendi masih penuh dengan misteri yang tak satu pun dapat dipikirkan oleh nalar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe


* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho


* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak


* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja


see you on the next chapter.... ^_^


WA : 08973952193


IG : bayusastra20


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id

__ADS_1


__ADS_2