
“Oh iya, aku akan menjawab pertanyaan Ganicca tentang pengendalian dua atau lebih energi roh kan?” Ucap Tetua Agamemnon teringat dengan pertanyaan tadi.
Terlihat semua murid sedang benar-benar membuka telinganya lebar-lebar, begitu pula dengan tatapan mata yang tak berkedip sedikitpun. Jawaban Tetua Agamemnon sangatlah kami nanti-nantikan. Apakah bisa atau tidak?
“Kalian akan mengetahuinya kelak, setelah berpetualangan lama di dunia luar. Hahaha...” Canda Tetua Agamemnon sangat garing yang membuat seisi aula tiba-tiba menjadi sunyi.
Aku menepuk dahi mendengar leluconnya yang tak lucu sama sekali. Namun aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh Tetua Agamemnon. Tidak semua pertanyaan bisa dijawab dengan kata-kata semata, melainkan kita bisa mendapat jawabannya dengan berpetualangan. Banyak ilmu-ilmu serta pengetahuan lain yang dapat kita peroleh dengan terus berkelana di dunia luar. Dunia memang sangat luas, sehingga membuatku yakin banyak rahasia di benua ini yang belum terungkap kebenarannya.
“Aku setuju dengan perkataan Tetua Agamemnon.” Gumamku.
“Benar sekali, Tyaga. Sebagus-bagusnya teori yang kau dapat kalau tidak dipraktekan secara langsung maka akan percuma.” Balas Hans setelah mendengar ucapanku.
“Apa hubungannya teori dan praktek dengan petualangan?” Tanya Son kebingungan.
“Hmmm...“ Hans tidak menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Son.
“Hahaha... Mungkin yang dimaksud Hans adalah kita jangan terus berada di sini atau terus belajar teori tentang energi roh atau apalah itu, tetapi kita harus langsung mencari jawabannya sendiri di dunia luar dengan berpetualang bebas.” Jawabku mencoba menengahi mereka berdua. Kelihatan Hans masih kesal dengan kebodohan temannya sebelumnya.
“Oh seperti itu...” Mendengarkan penjelasanku. Sons menganggukkan kepalanya, setuju dengan pendapatku dan Hans.
__ADS_1
“Permisi yang terhormat Tetua Agamemno, sebelumnya mohon maaf jika perkataan saya menyinggung perasaan tetua. Bukankah kita akan dikirim ke Akademi Teratai Ungu, tapi mengapa tetua malah menyuruh kita berpetualang?” Tanya Son dengan sangat percaya.
“Astaga...” Gumam Hans menundukkan kepala.
“Kenapa Hans?” Tanyaku penasaran.
“Kenapa dia bertanya seperti itu... Padahal dia sudah tau alasan kita dikirim ke sana.” Jawab Hans lesu.
Tetua Agamemnon menjawab pertanyaan Son. “Hahaha... pertanyaan yang bagus sekali wahai anak muda, kalian memang dikirim ke sana untuk mengemban ilmu, tapi...” Ucapannya terhenti sejenak.
“Tapi jangan lupa gunakan waktu senggang kalian untuk menjelajah dunia yang luas ini, jangan terlalu berdiam diri di akademi atau lebih parahnya kalian hanya menghabiskan waktu untuk tidur-tiduran atau malas-malasan di kamar.” Lanjutnya.
“Adakah salah satu murid di sini yang sering melakukannya?” Tanya Tetua Agamemnon melirik tajam ke seluruh penjuru barisan.
Semua murid terdiam dan tak ada sepatah katapun yang keluar. Tak sedikit pula yang melirik temannya, mereka pasti satu kelompok orang malas.
“Hahaha... Pasti semua melakukannya, aku sangat yakin. Sebab dulu tak jarang pula aku melakukannya.” Tawanya menggelegar hingga membuat semua murid juga ikut tertawa. Kali ini candaannya tidak terlalu garing.
“Huft... Untung saja prilaku tidak sepenuhnya salah. Hehehe...” Gumamku diiringi tawa kecil.
__ADS_1
“Tapi tetap saja Kak! Mulai sekarang Kakak tidak boleh malas-malasan lagi!” Kata Saigiri membalas alasanku.
“Iya-iya, dasar adik bawel.” Ujarku menggodanya.
“Huh?! Ini juga demi kebaikanmu. Mau Kakak terima atau tidaknya, itu juga bukan urusanku. Dasar orang menjengkelkan. Hump!” Balasnya sambil membuang muka kesal.
“Benarkah? Kalau begitu mulai nanti kau coba kau urus dirimu sendiri? Masak-masak sendiri, cuci piring sendiri, dan semua pekerjaan kau lakukan sendiri, mau?” Candaku.
Parasnya nan cantik jelita dan wajahnnya yang seputih salju dengan bulu mata yang lentik menggoda. Berhiaskan bibir mungil berwarnakan merah muda dan iris birunya yang menawan, menambah kesan anggun pada dirinya.
Meskipun Saigiri terlihat seperti wanita yang sempurna. Tapi dibalik kesempurnaan fisiknya, ternyata dia adalah seorang perempuan yang tidak berguna. Andai saja semua urusan keluarga dipegang olehnya pasti akan berakhir dengan mengenaskan. Pernah sekali dia membantu ibu memasak di dapur dan kalian tahu seperti apa akhirnya, masakan ibu jadi kacau balau hingga membuatnya tampak seperti lumpur beracun.
Terkadang pula aku berpikir aneh tentang orang tua asli Saigiri. Anaknya saja secantik ini, bagaimana dengan ibunya. Apakah beliau lebih cantik dari Saigiri ataukah malah sebaliknya. Benar, Saigiri sama sepertiku. Dia bukanlah anak kandung ayah dan ibu, mungkin juga dia adalah seorang Half-Elf. Sebab ayah dan ibu juga tidak mengetahui asal usul Saigiri secara pasti.
Tetapi Saigiri berbeda denganku. Walaupun mungkin dia juga seorang Half-Elf tapi tidak tampak perbedaannya dengan ras Elf pada umumnya. Sedangkan aku yang juga merupakan Half-Elf, memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Biasanya seorang Elf memiliki telinga runcing yang berwarna seperti tubuhnya, sedangkan aku yang juga memiliki kuping runcing pula namun sangat pendek dengan ujungnya berwarna kehitaman.
Menurut orang lain, aku adalah seorang anak haram campuran antara Elf biasa dengan Dark Elf yang terkenal akan kekejamannya. Tetapi ras Dark Elf telah lama dibasmi setelah perang saudara antar sesama ras Elf.
Sungguh disayangkan pada zaman dahulu terjadi perang tersebut yang membuat ras Elf tidak bersatu dan memilih untuk tinggal di masing-masing kelompoknya nan menyebar di benua ini atau mungkin di bagian bumi lainnya.
__ADS_1