Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 80 – Kau Pencuri!


__ADS_3

“Dari mana kau mendapatkannya? Dan ini buat apa?” tanyaku penasaran, aku mencegah mereka sebelum hal yang tak kami inginkan terjadi kembali. Bahkan mungkin lebih parah.


“Kenapa kau tampak panik Tyaga. Ada yang salah dengan kristal ini?” ucap kesatria yang ada tepat di depanku.


“Ini adalah pemberian dari Kakek Hork untuk mencegah monster yang ada di dalam hutan agar tidak menyerang kita saat kita tertidur,” lanjutnya.


“Benar apa yang dikatakan olehnya. Kami hanya menjalankan perintah dari Kakek Hork dan mengalirkan sedikit energii sihir untuk mengaktifkannya,” timpal penyihir.


Aku menyuruhnya untuk mencoba sedikit mengalirkan energi sihirnya ke dalam kristal yang membuat kristal mengeluarkan chaaya biru muda. Warna kristal pun ikut berubah, sekarang lebih didominasi warna biru.


“Tunggu!” cegahku menghentikannya supaya cahaya biru itu tidak terhubung dengan cahaya kristal lainnya.


Aku ingat. Itu adalah kristal penghalang, sama seperti yang ada di perbatasan Kerajaan Laiquendi dengan kawasan Hutan Laiquendi.


“Jangan dulu memasang penghalangnya. Aku ingin membicarakannya terlebih dahulu dengan Kakek Hork,” tandasku seraya menundukkan kepala dan mengucapkan.


“Aku mohon.”


Serentak mereka berdua mengangguk, namun tetap meletakkan kristal itu di pohon lalu mengikatnya dengan tali.


Sementara penyihir tadi kembali mengambil energi sihirnya yang membuat warna kristal itu kembali berwarna hijau lagi. Aku meminta penyihir itu untuk tetap berjaga di sana.


Sementara itu si kesatria, aku memintanya untuk membatalkan sihir penghalang di tiap penjuru yang telah disiapkan sebelumnya.


“Mohon bantuannya," pintakunsekali lagi, lalu meninggalkan mereka berdua. Terlihat si kesatria juga ikut bergegas setelah aku pergi menjauh.


Tampak dari kejauhan terlihat bayang-bayang Kakek Hork yang tengah tertidur santai di samping tempat kusir kuda.


Padahal pasukan dan teman-teman lainnya tengah sibuk menyiapkan perkemahan, dia malah malas-malasan di sini.


Bermodal ucapan, Kakek Hork menyuruh seluruh penyihir untuk melakukan sihir penghalang empat penjuru untuk menghalau monster mengganggu kita.


Kristal itu pasti darinya, sebab kristal itu sendiri tak dapat ditemukan dengan mudah.


Hanya beberapa penyihir hebat saja yang bisa memiliki kristal yang dapat membuat penghalang sehingga monster-monster yang ada di Hutan Laiquendi tak dapat menyerang ataupun merusaknya.


Penggunaannya juga tidak main-main, jika ingin mengaktifkannya saja sudah membutuhkan energi sihir yang lumayan besar.


Kristal ini berasal dari gua yang ada jauh di dalam hutan dan hanya dua tahun sekali kami dapat memanennya dan itu pun nyawa menjadi taruhan saat mengambilnya.

__ADS_1


“Kakek Hork bangunlah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu," ucapku pelan agak bersabar dengan tingkahnya, setidaknya aku harus lebih menghormati orang yang lebih tua dariku.


“Ada apa wahai anak muda? Apa masakannya sudah jadi?” balas Kakek Hork malas.


“Oh itu masih belum Kek,” balasku menahan amarah. Hampir saja kepalan tanganku melesat keras di wajahnya nan penuh keriput.


Namun aku harus tetap bersabar. Tenang. Pasti ada saatnya membalas semua tingkahnya.


“Jadi apa yang ingin kau sampaikan?” ujarnya turun dari kereta kuda dan mendekatiku.


“Sebenarnya kenapa Kakek memberikan kristal-kristal itu ke para penyihir,” balasku.


“Oh itu, tentu saja membuat penghalang agar hewan ataupun monster tak dapat menganggu kita,” ucapnya seraya mengeluakan satu kristal lagi yang lebih kecil dari sakunya.


”Bukannya kau sendiri sudah tahu kalau kristal ini dapat menghalau segala bentu sihir dari monster. Bahkan dengan membawa ini saja, monster-monster pasti tak akan berani mendekatimu. Medan area sihir penghalang ini lumayan luas dan kuat,” imbuhnya.


“Sebelumnya aku juga ingin bertanya dari mana Kakek mendapatkan kristal-kristal itu?” balasku tanpa mempedulikan ucapannya tadi.


Aku jadi sedikit curiga, mengapa dia memiliki kristal sebanyak itu.


“Oh jadi kau mencurigaiku ya? Memang benar di Kerajaan Dordrecth tak ada satupun «item» atau «equip» yang memiliki daya tahan serangan sihir sekuat ini,” Ujar Kakek Hork sambil memainkan kristal yang ada di genggamannya.


“Apa kau mengira aku mencuri dari kerajaanmu?” tanya Kakek Hork melirikku.


Aku mengangguk. Lalu aku menjelaskan kalau tak mungkin jika aku tak mencurigainya.


Kakek Hork juga mengatakan kalau di dunia luar tak ada kristal yang sama dengan apa yang ada di Kerjaan Laiquendi, lebih tepatnya yang ada di dalam Hutan Laiquendi.


Aku pun menjelaskan jika kristal itu sendiri sangat langka dan susah didapatkan, bahkan tak jarang korban jiwa berjatuhkan demi mendapatkan satu biji kristal dengan ukuran sebesar kepalan tangan.


Berbeda dengannya yang seperti sedang mempermainkan mainan, kristal ini justru sangat berharga bagi kami.


Sebab dengan kristal ini, Kerajaan Laiquendi menjadi aman dari gangguan monster-monster yang menghuni hutan.


Sayangnya setelah dua tahun efek penghalang dari kristal ini mulai memudar dan harus digantikan dengan kristal baru.


Itulah yang aku tahu dari omongan para guru dan tetua, tanpa kristal ini Kerajaan Laiquendi pasti akan lebih sering diserang oleh kawanan mosnter yang tak memiliki tempat tinggal.


“Kalau benar aku mencurinya, lalu kau mau apa?” ucap Kakek Hork seakan ingin menantangku.

__ADS_1


“Jadi kau benar-benar telah mencurinya dari kerajaan," balasku seraya menatapnya tajam.


“Maka tak ada cara lain selain mengambilnya secara paksa dari tanganmu Kek. Maafkan jika nantinya akan sedikit menyakitkan,” imbuhku dan mulai memasang kuda-kuda.


Namun aku tak buru-buru mengalirkan energi rohku, sebab pengaliran itu sendiri masih belum sempurana. Bisa-bisa aku kehabisan tenaga sebelum mengalahkannya.


“Kau terlalu bersemangat, wahai anak muda,” balas Kakek Hork santai seraya mengeluarkan cinci yang pernah dia pakai saat melawan Zardock dan menggunakannya di jari tengah tangan kirinya.


Mungkin itu sejenis tongkat sihir tapi bertipe sebuah cincin.


“Jangan salahkan aku, Kek!” Aku pun melesat cepat ke arahnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe


* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho


* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak


* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja


see you on the next chapter.... ^_^


WA : 08973952193


IG : bayusastra20


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id

__ADS_1


__ADS_2