
“Baiklah teman-teman sekalian, perkenalkan saya Adellia Monattlas. Saya di sini sebagai pemimpin pasukan dari ibukota, kami diberi misi dari Kerajaan Dordrecth untuk mengawal dan menjamin keselamatan kalian selama perjalanan menuju ibukota. Namun di luar itu kami mohon kerja sama dari kalian agar tidak merasa canggung dengan adanya kami dalam tim kalian. Mohon anggap kami sebagai teman perjalanan.” Ucap Adellia sangat sopan seraya menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan ketua tim kami, Hans Balaputradi.
“Kami sungguh merasa terhormat mendapatkan perlindungan dan teman perjalanan dari pasukan ibukota, Nona Adellia. Semoga perjalanan kita tidak membosankan dan dapat berjalan lancar atau pun tidak terjadi penyerangan apa pun itu.” Balas Hans dan menerima salamnya dengan hangat. Begitulah tipe Hans, orangnya ramah, sopan, serta hangat.
“Oh ya bagaimana kalau saya...” Imbuh Hans.
“Sudahlah Hans kau jangan terlalu sopan begitu, bukankah kau sudah menjabat tangannya? Jadi sekarang kita sudah menjadi teman. Bukan begitu Nona Adellia?” Sela Son menepuk pundak sahabatnya seraya melirik keren ke Adellia. Sifat kedua manusia ini benar-benar berkebalikan, anehnya mereka malah bersahabat sudah sangat lama.
“Emm.. iya, bisa disebut seperti itu, tuan?” Balas Adellia menampilkan senyum terpaksa.
“Jaga prilakumu, dasar otak kuda!” Bisik Hans sambil memukul perut Son tepat di ulu hatinya, hingga membuat Son tersungkur layu seakan terkena ‘stun’. “Mohon lupakan ucapannya tadi Nona Adellia.”
“Benar katanya tadi, kau jangan terlalu sopan. Cukup panggil aku Adellia saja. Aku juga akan memanggil kalian cukup dengan nama kalian” Balas Adellia.
Setelahnya Hans memperkenalkan satu per satu dari kami, mulai dari Son yang masih tersungkur, mungkin efek ‘stun’ belum kunjung usai, sampai dengan Aalisha yang rupanya cukup sopan juga ketika bertemu dengan orang yang baru dia kenal. Tentu berbeda halnya denganku dan Saigiri, aku cukup yakin dia masih mengingat kami. Mana mungkin orang akan melupakan kisah heroikku saat mengalahkan Zardock, bahkan memusnakan orang misterius yang datang di tengah-tengah pertarungan.
“Perkenalkan kembali aku, Tyaga Nasution, salah satu murid terbaik dari Akademi Bunga Hijau dan pada tahun ini sedang menyandang perdikat murid nomer satu se akademi.” Ucapku sambil menyombongkan diri.
“Apa? Murid nomer ‘1’? Mungkin aku salah mendengar atau pun salah satu guru salah memasukkan berkas ke dalam murid beasiswa.” Balas Adellia cuek.
“Benar, kenapa kau tidak percaya? Bukankah sudah terbukti kemarin di kala aku membunuh Zardock maupun orang misterius itu.” Ujarku yakin.
“Hey jangan berlagak kau, tanpa bantuan ‘buff’ dari para pasukan penyihirku dan tombak milikku mana mungkin kau dapat mengalahkan mereka semua.” Balas Adellia sengit.
__ADS_1
“Mungkin kau tak ingat siapa yang telah menyelamatkanmu ketika terkena sihir penghenti ruang dan waktu kala itu.” Aku juga tak mau kalah ketika berdebat dengannya, entah mengapa bawaannya selalu tersinggung saat menatap wajahnya nan menawan itu. Tidak. Ralat. Maksudku, wajahnya yang menjengkelkan itu.
“Jangan bilang kau lupa siapa yang telah diselamatkan terlebih dahulu, andai saja aku tak menyuruh salah satu penyihir menggunakan sihir «Bevistiger» untuk menyelamatkanmu dari ledakan «Fire Ball Destruction» milik Zardock pasti kau mungkin tidak dapat menghirup napas lagi.”
Cih! Benar juga katanya, aku hampir lupa jika sebelumnya dia telah menyelamatkanku dari ledakan yang bahkan aku sendiri tak dapat menghindarinya dikarenakan jarak nan dekat dan juga area ledakannya juga sangat luas. Selain diriku, Saigiri juga ikut diselamatkan olehnya. Sungguh naif kalau aku tidak berterimakasih padanya.
“Aku baru ingat akan kejadian itu, maaf jika sedikit menyinggungmu. Ijinkan aku untuk berterimakasih.” Balasku namun dengan nada yang merendah.
“Hah? Atas apa kau berterimakasih padaku?” Adellia tampak bingung dengan perubahan sikapku.
“Ini bukan karena kau telah menyelamatkanku, namun saat kau juga menyelamatkan adikku, Saigiri.” Ucapku seraya menundukkan kepala sebagai bentuk rasa terima kasihku. ”Kau mungkin tidak percaya jika nyawanya jauh lebih berharga dari pada nyawaku sendiri.” Bisikku pelan agar tidak didengarkan oleh orang lain.
“Maksudmu?” Dia semakin keheranan.
Sejenak dia terdiam, sesekali melirik ke arah Saigiri. Tak kusangka ternyata Adellia tipe orang yang penasaran akan kebenaran, yang mungkin saja fiksi belaka.
Mendapat tatapan aneh dari Adellia, Saigiri juga merasa tidak nyaman. Ketika dia bertanya, Adellia hanya mengela dan pura-pura membicarakan pakaian yang tengah dikenakan Saigiri. Cukup aneh kalau kau membahas pakaian seseorang jika kalian hanya beberapa kali bertemu atau bercakap dengann orang tersebut. Apalagi pakaian yang dikenakan Saigiri adalah pakian baiasa. Ya. Biasa dia gunakan ketika bersekolah atau pun ke pasar. Tidak ada istimewanya sama sekali.
Malah sangat berbanding terbalik dengan apa yang dipakai olehnya, Adellia. Apa mungkin dia selalu memakai zirah hitam pekat yang silau saat terkena pancaran cahaya, bahkan di kala santai seperti ini. Zirah itu pastinya sangat berat dan penuh sesak. Aku pernah mencoba memakai zirah yakni ketika sesi kelas kunjungan ke kastil kerajaan. Walaupun aku memakainya hanya beberapa menit saja, namun rasanya seperti terjebak dalam ruang kedap udara yang tidak ada sedikit pun kelembapan di dalamnya. Tapi Adellia malah memakainya di saat terik matahari tepat di atasmu. Aku terlalu memikirkannya. Mungkin saja dia punya kemampuan me-‘ristensi’ atau bisa dikatakan mengurangi efek gerah.
Cewek yang satu ini mungkin bisa kumasukkan ke dalam list ‘orang aneh’. Aku sendiri baru menyadarinya sekarang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:
* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe
* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho
* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu
* Always like and share in your social media
* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak
* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D
Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja
see you on the next chapter.... ^_^
WA : 08973952193
IG : bayusastra20
__ADS_1
email : bayu_sastra20@yahoo.co.id