
“Cepat pergi dari sini dan beri ini ke tuanmu sebagai tanda permintaan maaf kami sebab memasuki daerah kekuasaan kalian tanpa ijin,” ucap Hans seraya mengelus kepala si pemimpin dari kelompok «Tiny Wolf».
Sekiranya mereka bisa dibilang sebagai tim berburu dan kami telah masuk daerah kekuasan mereka.
“Aneh ya, kenapa mereka dapat mengerti bahasa kita,” ujarku lirih.
“Monster itu berbeda dengan hewan. Selayaknya manusia, mereka memilik akal dan pikiran. Namun ketajamannya tergantung pada tingkatan atau level monster itu.”
Hans menanggapi ucapanku seraya mengajak kembali ke kelompok. Aku pun mengiyakannya.
Tepat sebelum kami berbalik, Adellia langsung menyusul kami dan menepuk punggung kami berdua dengan sangat keras. Sial, meskipun itu hanya tepukan tangan, tapi rasanya bagaikan terkena pukulan telak dari tongkat kayu.
Sampai-sampai membuat Hans tersungkur seraya meringis menahan sakit. Sementara Adellia malah tampak kebingungan, kenapa kedua orang yang di depannya malah terdiam dan terbujur membatu. Bukannya bergembira karena berhasil mengusir para monster kecil itu.
“Kenapa kalian diam saja?” tanya Adellia membungkuk guna melihat raut wajahku yang tengah menahan sakit.
Bukan karena serangan dari «Tiny Wolf», melainkan karena tepukan punggung yang teramat keras.
“Sebenarnya yang boleh tanya adalah aku! Kenapa kau memukul kami!” balasku geram melihat tingkah lugunya.
“Oh maaf kalau aku sedikit kelewatan. Aku hanya ingin memastikan keadaan kalian, apakah kalian baik-baik saja ataupun ada luka yang diakibatkan oleh serangan srigala-srigala itu,” timpal Adellia sambil berlagak khawatir.
“Dari awal kami memang baik-baik saja... sampai tiba-tiba kau muncul dari belakang dan melancarkan pukulan penuh tenaga. Nah saat itu lah yang membuat kami tersungkur kesakitan!” ucapku semakin kesal.
Aku melirik Hans dan dia masih betah dengan posisinya yang tergeletak di tanah. ”Lihat! Bahkan kau telah membunuh Hans, sungguh malangnya nasib sahabatku...” imbuhku seraya berjalan menyeret mendekati Hans dan membantunya untuk duduk.
“Apa kau tidak apa-apa kawan?” tuntasku.
“Hey kenapa kalian jadi mendrama begini?! Cepat bangun dan jelaskan apa yang telah terjadi!” bentak Adellia sambil menendangi kami tanpa belas kasihan.
Mau tidak mau kami akhirnya berdiri. Hans beralasan masih sedikit terasa sakit di punggung, namun Adellia langsung menampiknya dan akan mengobati semua lukanya setelah menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Adellia memanggil salah satu tim penyembuhnya. Datanglah dia dibarengi dengan teman-teman dan pasukan lainnya, tampak Kakek Hork berjalan dengan santainya di belakang mereka semua.
Sembari diobati, Hans mulai bercerita. Jika dari awal kami telah memilih jalur yang salah dan tidak mempertimbangkan apapun, melainkan hanya berjalan lurus dari pintu gerbang hutan, dan berharap keluar dari Hutan Laiquendi dengan selamat.
Namun itu semua salah, sebab kami tidak tahu di mana saja letak daerah aman dan letak wilayah kekuasaan para petinggi monster, atau bahkan lebih buruknya. kawasan yang dikuasai oleh seekor Majuu.
Hans melanjutkan ceritanya. Jadi dia sendiri merasa bersalah karena seharusnya dia tidak asal menyetujui saran dari Son, dia tahu kalau Son tidak akan memikirkan sejauh ini.
Namun semua juga ikut andil dalam pengambilan keputusan ini. Dimulai dari Aalisha yang acuh tak acuh, Saigiri yang lebih mementingkan persedian makanan, sedangkan aku yang dari awal asik beradu argumen dengan Adellia, dan juga Kakek Hork yang malah enak-enakan tidur di dalam kereta kuda.
Sementara pasukan lainnya enggan untuk berpendatan dan mereka mungkin sebagai tim iya saja. Apapun keputusan kami, mereka pasti menyetujuinya.
“Lantas kita harus bagaimana?” tanyaku seusai Hans menyudahi ceritanya.
“Kali ini kita harus memikirkan jalur yang kita pilih agar tidak memasuki wilayah terotial monster lagi,” ucap Hans sembari mulai menggambar peta kasaran di tanah menggunakan ranting kecil.
Hans menunjuk suatu tempat yang menurutnya inilah posisi kami sekarang jika dilihat dari arah perjalanan dan jalur yang telah kami lalui, kami berada di daerah pegunungan.
Kami salah. Jalan ini malah menuju tempak kawasan kekuasaan salah satu monster Hutan Laiquendi. Spekulasi itu berasal dari buku catatan Tetua Agamemnon yang menyebutkan
‘Jika menemukan jalan setapak menuju puncak pegunungan dari arah utara, jangan melanjutkannya. Sebab pengunungan itu adalah kawasan «Blue Tail Wolf».
Jika ada monster yang menghadangmu beri saja makanan kesukaannya dan beberapa makanan tambahan sebagai tanda ijin karena telah memasuki wilayahnya’.
“Itulah yang dikatakan oleh buku ini,” ucap Hans menunjuk halaman di buku catatan untuk menguatkan argumennya.
“Lalu kita harus mengambil jalan lain ataukah kembali ke tempat semula dan merencanakannya dari awal?” tanya Saigiri.
“Tapi kan kita tadi sudah memberi mereka sedikit makanan kita sebagai tanda ijin memasuki wilayahnya," timpal Son yang berada di samping Saigiri.
“Tidak semua itu wahai anak muda... Dua kantong makanan itu bukanlah sebagai tanda ijin kita, melainkan sebagai tanda permintaan maaf kita karena telah memasuki wilayahnya tanpa ijin," balas Kakek Hork seraya memainkan janggut putihnya.
__ADS_1
Hans sependapat dengan Kakek Hork, aku juga setuju akan perkataannya. Mana mungkin kita dapat diijinkan jika hanya memberi makanan dengan jumlah yang sedikit.
Kalau pegunungan ini adalah kawasan kekuasaannya, pasti tak sedikit koloni monster yang meninggalinya, dan tak mungkin dua kantong itu cukup untuk semuanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:
* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe
* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho
* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu
* Always like and share in your social media
* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak
* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D
Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja
see you on the next chapter.... ^_^
WA : 08973952193
IG : bayusastra20
email : bayu_sastra20@yahoo.co.id
__ADS_1