
“Kita balik dulu ke tempat awal,” ujar Hans singkat.
“Maksudmu kembali ke kerajaan?” tanya Son aneh.
“Iya tidak lah, maksudnya turun dari pegunungan ini dan keluar dari zona wilayah monster,” ucapku lalu berjalan menuju kuda milikku.
Dipimpin oleh Hans semua pun berjalan menuruni jalan setapak dan keluar dari daerah pengunungan. Adellia pun menuruti Hans dan juga menyerahkan pasukan beserta dirinya untuk dipimpin olehnya juga.
Sementara itu untuk berjaga jika ada serangan atau sergapan dari monster lain, Kakek Hork pun memustukan untuk ikut berjaga.
Sialnya dia malah memboceng kudaku dengan alasan kudaku nampak lebih besar dari lainnya. Padahal malah sebaliknya, ini hanyalah kuda desa yang sudah aku rawat dari kecil dan sering aku gunakan di kala berlatih.
Saigiri dan Aalisha tetap berada di dalam kereta kuda untuk kembali mengatur persediaan makanan dari yang mudah basi sampai yang paling tahan lama, agar tidak habis sebelum kita sampai di ibukota.
Butuh waktu sekiranya dua puluh menit untuk sampai di bawah dan tampak dengan jelas menara jaga Kerajaan Laiquendi, ya jaraknya memang tidak terlalu dari kerajaan.
Bayangkan saja kita baru berjalan sekitar setengah jam dan sudah memasuki daerah kekuasaan monster. Memang begitulah Kerajaan Laiquendi yang tiap harinya bersinggungan langsung dengan para monster.
Sebab itu tadi ketika bertemu dengan «Tiny Wolf» kami tidak terlalu panik, itu hal yang lumrah bagi kami ketika mencari bahan makanan di hutan.
“Kenapa kita tidak membicarakannya di kedai saja," ucap Son santai.
“Jangan ngelawak, para warga pasti akan menganggap kita aneh. Kenapa kita malah kembali ke dalam pemukiman, padahal belum genap satu hari kita keluar dari sana. Mereka pasti mengecap kita penakut dan tidak berani menembus ganasnya Hutan Laiquendi,” balasku menanggapi ucapan Son.
Akhirnya kami semua memutuskan untuk sementara menghentikan perjalan dan mulai menyusun ulang strategi serta membuat jalur perjalanan yang lebih aman.
Namun kami terlebih dahulu mencari tempat di luar pengawasan menara penjaga agar keberadaan kami tidak diketahui oleh mereka, dan ujung-ujungnya kami pergi agak ke timur laut menuju daerah hilir sungai.
Di sana cukup aman, sebab lahannya juga lebih terbuka dibandingkan tempat lainnya. Tempat yang cocok untuk berdiskusi, udaranya pun nyaman dan asri.
__ADS_1
“Jadi bagaimana selanjutnya, beberapa jam lagi matahari akan mulai turun, dan sinarnya akan tergantingkan dengan gelapnya malam. Kalian tahu bukan jika hutan akan sangat gelap di saat malam hari, terlebih jika kita ingin memasukinya lebih dalam,” ucap Hans memulai diskusi.
“Sebelumnya aku ingin tahu bagaimana pasukanmu dapat memasuki Hutan Laiquendi dengan selamat dan berhasil mencapai kerajaan kami?” tanyaku menoleh ke arah Adellia.
“Oh itu, bukannya aku sudah mengatakannya tadi. Mungkin mereka enggan menemui kami, sebab jumlah pasukan yang kami teramat banyak, dan tak mungkin baginya mengalahkan kami,” balas Kakek Hork.
“Aku juga berpikir begitu, saat kami melewati hutan tak ada hadangan semacam tadi. Kita dengan mudahnya menyelusuri hutan dan berkat bantuan pemandu kami akhirnya menemukan Desa Ajhe yang berujung bertemu dengan monster «Werewolf» jadi-jadian,” imbuh Adellia sebagai pemimpin pasukan bala bantuan.
“Maksudmu Zardock. Tunggu.... Tadi kau sempat bilang pemandu?” Sontak aku bertanya ketika mendengar kata ‘pemandu’.
”Mungkin kau dapat menceritakan bagaimana cara pemandu itu mengarahkan kalian sampai menemukan kerajaan kami. Bukankah di dunia luar juga beredar kabar tentang kengerian Hutan Laiquendi yang dihuni oleh berbagai monster kuat," tuntasku.
“Benar juga kata Tyaga. Mungkin kita dapat menggunakan jalur yang dipakai oleh pemandu tersebut. Monster di sini sangat kuat dan jumlahnya juga banyak, tidaklah susah untuk mengalahkan pasukanmu berapa pun jumlahnya,” ucap Aalisha sedikit menyinggung Adellia karena terlalu membanggakan jumlah pasukannya.
“Aku juga berpikir begitu, mungkin ada hal lain yang membuat para monster bersembunyi," lanjut Son.
Satu per satu dari kami mulai berpendapat, namun hal yang mendasari argumen kami tidak lah kuat, dan pada akhirnya bagaikan imajinasi semata.
“Lantas apa kalian masih mengingat jalan yang kalian lalui dari luar hutan?” tanya Hans membalikkan pokok pembahasan.
“Maaf Hans, tapi waktu itu aku terlalu fokus dengan pemburuan dan tidak menghafal arah mana saja yang telah aku lalui," balas Adellia murung.
“Bagaimana denganmu Kek?” lanjut Hans melihat Kakek Hork.
“Aku hanya menghapalnya sampai di kamp perkemahan. Sebab setelah itu kami melanjutkan ekspedisi sendiri dan para pemandu tetap tinggal di kamp untuk menjaga keselamatannya," jawab Kakek Hork.
Hans lalu meminta Kakek Hork untuk menggambarkan peta dari kamp perkemahan sampai ke luar Hutan Laiquendi dan selanjutnya memprediksi jalur yang dilalui pasukan pengawal untuk sampai ke kerajaan, dengan begitu kami akan melewati hutan ini dengan presentase bertemu dengan para monster lebih kecil.
Ditambah dengan buku catatan yang ada di tangan Hans, kami juga dapat memprediksi kawasan mana saja yang menjadi kekuasaan sebuah kelompok monster.
__ADS_1
Entah itu kelompok kecil ataupun besar, mereka tetaplah monster yang berbahaya. Seminim mungkin kami harus menghindari pertarungan yang tidak perlu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:
* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe
* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho
* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu
* Always like and share in your social media
* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak
* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D
Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja
see you on the next chapter.... ^_^
WA : 08973952193
IG : bayusastra20
email : bayu_sastra20@yahoo.co.id
__ADS_1