
“Silahkan, jangan sungkan-sungkan untuk menyerangku, Saigiri.” Balasku penuh semangat.
“Boleh juga nyalimu, Kak.” Ucap Saigiri.
Saigiri dengan cepat melesat ke arahku. Terlihat pada pergerakan awalnya, dia mengalirkan energi roh ke kedua kakinya untuk bergerak secepat kilat dan dengan kekuatan kaki itu Saigiri langsung melancarkan sebuah tendangan memalang dengan kaki kanan.
Cukup bagus. Namun gerakan secepat itu sudah pernah aku lihat sebelumnya. Kecepatan itu setara dengan kecepatan pergerakan dari Zardock. Untung saja aku memiliki mata yang lumayan jeli dan teliti, setiap gerakan atau pola serangan yang pernah kulihat atau aku amati, pasti tak sulit untuk mengingat dan mengikuti pergerakan semacam itu.
Aku pun segera menghindarinya dengan menunduk dan membalasnya dengan pukulan “Upper Cut”. Saigiri juga masih dapat menangkis serangan balasanku dengan telapak tangannya. Dia melompat mundur beberapa meter belakang, menjaga jarak dan mencoba pola serangan lain.
“Lumayan lah, walaupun aku sudah meningkatkan kecepatanku, namun kau masih dapat mengikutinya, Kak.” Ucap Saigiri, mungkin dia agak terpesona dengan kemampuan mataku.
“Hahaha, kalau kecepatannya segitu, mudah bagiku untuk menghindar.” Balasku dengan bergaya mengatur poni rambut dan menonjolkan pesona mataku.
“Padahal kau cuma dapat menghindari seranganku saja sudah berlagak. Apa kau tidak bisa mengalirkan energi rohmu, Kak?”
“Ya iya lah, dengan kekuatanmu seperti itu bagaimana mungkin aku mampu menangkisnya. Kalau pun aku mengalirkan energi roh ke tangan, pasti sangat berbahaya dengan kekuatan energi rohku yang sekarang. Padahal tadi aku sudah mengalirkannya ke seluruh tubuhku, apa kau tidak dapat menyadarinya?”
Aku mengatakan apa adanya, kekuatanku masih belum cukup untuk bertarung dengan kekuatan dari Saigiri. Sial memang jika memiliki energi roh yang lebih lemah, energi roh seperti ‘cheat’ yang dapat meningkatkan kekuatan drastis dari pemiliknya. Untuk sementara, entahlah kekuatan dari energi roh milikku dapat dinaikkan lagi tingkatannya atau tidak.
“Kakak sudah mengalirkannya ke seluruh tubuh? Apa kau bercanda? Bahkan aku tidak merasa sedikit pun adanya peningkatan kekuatan.” Tanya Saigiri, entah dia niatnya ingin menyinggungku atau pun dia benar-benar tidak merasakannya sedikit pun.
“Astaga kau benar-benar mengejekku karena energi rohku benar-benar lemah ya Saigiri? Kau sungguh tega wahai adik kecilku.” Ucapku, kata-katanya sangat menusuk hatiku.
__ADS_1
“Eh bukan maksudku begitu Kak. Namun aku benar-benar tak dapat merasakan aliran energi sedikit pun.” Tampaknya dia tidak berbicara dengan jujur. Aku tahu pasti ketika Saigiri sedang berbohong.
“Waduh bisa gawat itu, bagaimana kalau kita menghentikan terlebih dahulu pertarugan ini.” Ucapku, bisa bahaya kalau kekuatanku tidak meningkat sedikitpun.
Meskipun aku masih bisa mengikuti pergerakan dari Saigiri, tapi aku tak yakin dapat menghindarinya semua. Kalau pun aku menahan serangan serangan dengan tangan kosong, tulang-tulangku pasti akan langsung retak, atau bahkan patah.
Saigiri menuruti permintaanku dan dia menghela napas panjang guna mengalirkan energi roh untuk kembali ke ranah roh. Aura kekuatan pun ikut turun bertahap bersamaan dengan satu tarikan napas. Terlihat dari kejauhan dia mengusap dahinya, mungkin pergerakannya tadi ditambah dengan pengendalian energi banyak menguras tenaga Saigiri.
“Apa kau kelelahan?” Tanyaku ketika dia sudah sampai di dekatku.
“Iya, mungkin aku belum terbiasa saja dengan pengendalian energi roh ini.” Balasnya sambil menyenderkan tubuh mungil di sebuah pohon. “Mengesampingkanku, apa kabar dengan energi roh milikmu, Kak?” Imbuhnya melirikku.
“Sejujurnya aku sudah mengalirkan energi roh ke suluruh tubuhku, aku juga merasakan adanya peningkatan energi roh. Walaupun ya... sangat lemah.” Ucapku.
“Huh? Sudah pasti aku merasakannya lah. Sekalipun energi rohku lemah, dengan kemampuanku aku masih dapat merasakan adanya peningkatan kekuatan dalam dirimu, Saigiri.” Balasku seraya ikut duduk di sampingnya dan menyilangkan kedua kaki.
Di bawah silauan redup cahaya rembulan. Dikelilingi oleh pohon-pohon nan menjulang tinggi, dedaunannya yang lebat rimbun seakan menjadi pelindung kami dari pantauan monster udara. Sementara ini kami habiskan waktu dengan bincangan-bincangan kecil. Berbalas argumen, silih berganti menanyakan suatu hal yang tidak penting, dan sesekali mengutarakan pendapat.
Saigiri mengurungkan niatnya melanjutkan pertarungan, dia ingin melatih pengendalian energi roh terlebih dahulu. Sekiranya kalau sudah merasa cukup, baru dia menggabungkannya dengan beberapa gerakan ringan. Hal ini dia lakukan supaya dapat terbiasa dengan ppengendalian energi roh dan tidak mudah kelelahan ketika menggerakannya.
Berbeda denganya, aku masih bingung dan berkutat dengan permasalahanku. Beberapa kali aku coba mengalirkan energi roh ke dalam satu titik saja, lalu meminta pendapat dari Saigiri apakah dia sudah bisa melihat adanya peningkatan kekuatan pada titik tersebut. Sayangnya jawabannya masih tetap sama, tidak terasa apa pun. Tampaknya aku dibodohi oleh panda kecil, kenapa aku menolong dan membawa. Kalau aku meninggalnya waktu itu, pasti ceritanya akan berbeda lagi. Sayangnya tidak mungkin aku dapat memutar balikkan waktu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:
* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe
* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho
* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu
* Always like and share in your social media
* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak
* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D
Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja
see you on the next chapter.... ^_^
WA : 08973952193
IG : bayusastra20
__ADS_1
email : bayu_sastra20@yahoo.co.id