Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 71 – Kerabat Dekat


__ADS_3

“Kek, boleh aku tanya sesuatu?” Tanyaku seraya menatap mata Kakek Hork dalam-dalam.


“Kau tampak serius, ada apa gerangan?” Balik tanyanya dan juga lebih menguatkan sihir pengikatnya sebab Adellia semakin meronta-ronta.


“Ini hanya spekulasiku, Kek. Tolong jawab jujur. Apakah pasukan kalian pernah bertemu dengan seekor monster kecuali Zardock ataupun orang misterius?” Ucapku serius.


“Wahai anak muda, memang kami diberi tugas oleh Pimpinan Serikat Gabungan untuk mengalah monster yang terkena kutukan hitam seperti Zardock. Namun percayalah pasukan Adellia ada pecahan dari pasukan tim enam...." Ucap Kakek Hork, dia berhenti sejenak.


Selang beberapa detik dia melanjutkan ucapannya. ".... Jadi jujur Zardock adalah musuh pertamanya setelah meninggalkan ibukota. Selain itu karena kami selalu berekspedisi secara bergerombol jadi tak ada satu pun monster yang berani mendekati kami.” Imbuhnya lirih.


Pantas saja mereka sangat bersiaga, sampai-sampai menggunakan formasi bertempur. Aku cukup memahami kalau Adellia sampai bertindak seperti itu, lucunya seluruh kesatria dan penyihirnya juga ikut bersiap melakukan sebuah serangan.


Kelihatannya mereka sedang tak main-main, wajah serius terpampang nyata, dahi mengerut mengakibatkan kedua alis terlihat menyatu. Tongkat sihir sedari awal tadi sudah mulai memunculkan cahayanya, berwarnakan sesuai rapalan mantra.


Adellia meronta-ronta minta dilepaskan dari sihir pengikat, «Bivestiger».


Kakek Hork tak ingin membuat keributan se awal ini dan membuat monster penghuni mengetahui keberadaan kami, jika kami mengacau sekarang pasti monster-monster yang lebih kuat akan mengetahui posisi kami.


Pastinya perjalanan ini akan tak aman lagi. Memang benar, seharusnya seminim mungkin kami harus menghindari pertarungan yang tidak perlu. Terlebih lagi kita hanya melawan «Tiny Wolf».


“Cukup Adellia.” Ucapku singkat.


Dia mulai tenang lalu menyarungkan kembali pedangnya, Kakek Hork pun melepaskannya dari sihir pengikat. Namun dari sorot matanya masih terlihat sangat serius dan masih ada secuil keinginan dirinya untuk segera mungkin mengurus monster-monster kecil itu.


“Apa kalian punya strategi untuk mengalahkannya tanpa membuat keributan sedikit pun.” Tuntas Adellia.


“Tentu saja, bahkan kami tak perlu sampai mengeluarkan pedang atau senjata apa pun itu.” Balasku sombong.


“Hans kau pasti sudah mengertikan apa yang aku maksud.” Imbuhku seraya memberikan kode kepadanya untuk menyelesaikan masalah sepele ini.

__ADS_1


Segeralah Hans mengambil beberapa barang di dalam kereta kuda, sementara itu Adellia masih tetap menyuruh pasukan untuk berjaga jika srigala kecil itu hendak menyerang. Aku pun tidak mem-permasalahkannya asal dia tidak menyuruh mereka untuk menyerang mosnter-monster itu.


Telah aku beri tahu sebelumnya, jika pasukan berulah terlebih dahulu maka monster-monster itu akan memanggil teman-teman lainnya dan pastiya jumlah mereka akan menjadi berlipat-lipat.


Itu hanya skema kecilnya. Andai saja yang datang hanya kelompok besarnya, kalau yang datang malah monster-monster lainnya bagaimana. Pasti pertempuran ini tak akan usai sampai kami benar-benar keluar dari Hutan Laiquendi.


Bukan berarti mereka saling tolong menolong, melainkan setiap monster di sini memiliki kerabat dekat dan terus mengakar sampai bentuk monster terkuat, yakni majuu.


Monster yang memiliki kekuatan sihir serta sedikit akal untuk mengetahui strategi lawan. Bahkan bentuk terkuat majuu, mereka dapat bicara selayaknya manusia biasa.


Contoh kecilnya, «Tiny Wolf» adalah kerabat dekat dari «Blue Tail Wolf» karena kesamaan warna ekornya, dan parahnya keduanya juga memiliki silsilah keluar dari majuu yang bernama «Blue Fire Wolf».


Meskipun masih bertipe majuu yang tergolong rendah, tapi setidaknya tiga ekor «Blue Fire Wolf» dengan satu yang terkuat dapat memimpin sebuah koloni yang terdiri dari monster-monster yang memiliki kerabat dekat dengan mereka. Iya. Salah satunya «Tiny Wolf» dan «Blue Tail Wolf».


Jadi semua kemungkinan itu ada dan kita tidak boleh bertindak gegabah dengan langsung mengalahkan monster-monster yang kita temui.


Setidaknya kalau bisa seminim mungkin kita harus menghindari pertarungan dengan mereka, atau bahkan bertemu mereka.


Kita tidak perlu panik, sebaliknya kita harus bersikap senatural mungkin, dan tetap menunjukkan sopan santun.


Sebab bagaimana lagi kita telah memasuki batas teritorial mereka tanpa seijin dan sepengetahuan mereka.


Kalau kita bersikap baik, presentasi kita akan diserang pun akan berkurang,adapun kalau kita masih tetap mengancungkan pedang atau senjata lainnya.


Maka entah aku sendiri tidak mengetahui kelanjutan dari ceritanya. Sebelum perjalan ini dimulai, Tetua Agamemnon juga menasehati kami kalau bisa agar selalu menghindari pertarungan.


Sebab itu beliau menitipkan catatannya ke Hans tentang bagaimana cara mengatasi monster-monster yang ada di Hutan Laiquendi.


Tentu itu hanya secuil informasi saja, mungkin di dalamnya cuman informasi monster-monster yang berada di radius berapa kilo meter saja, atau kalau tidak. Ya.

__ADS_1


Pasti monster-monster yang sempat ditemui oleh pasukan kerajaan atau para ekspedisi hutan yang syukur dapat kembali setelah menemukan dan dapat menuliskan informasi tentang monster-monster baru.


Cukup beruntung jika yang ditulis adalah mengenai teritorial atau kawasan monster yang dipimpin oleh seekor majuu. Justru itu yang paling kami cari.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe


* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho


* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak


* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja


see you on the next chapter.... ^_^


WA : 08973952193


IG : bayusastra20

__ADS_1


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id


__ADS_2