
“Oshuu! Bagaimana kabar kalian Tyaiga, Saigiri.” Sapa Son Hallins ketika kami sampai di tempat keberangkatan.
“Kelihatannya kalian berdua habis berlatih mengendalikan energi roh ya?” Kini giliran Hans angkat bicara, dia datang dari arah selatan dengan membawa beberapa karung yang berisi beras dan bahan pokok lainnya.
Aku terkejut bukan main ketika Hans membawa karung-karung itu dengan semangatnya. Apa mungkin dia tidak mengetahui kalau kita akan berangkat ke ibu kota untuk melanjutkan sekolah ke tahap selanjutnya di Akademi Tertatai Ungu, mungki kah dia mengira kita akan pergi berdagang. Aku tidak percaya jika Hans memiliki sisi bodoh seperti Son.
“Hei, kenapa kau memandangi Hans seserius itu, Tyaga?” Ucap salah satu wanita yang bertengger di peringkat lima murid terbaik di Akademi Bunga Hijau yang tak lain adalah Aalisha Abellone. Gaunnya yang berwarna merah ketat dipoles dengan ikat kaki hitam nan mencolok dihiasi gelang manik di kaki kirinya.
“Iya Kak, memangnya ada yang salah dari Kak Hans?” Saigiri juga tidak menyadarinya, atau mungkin kah aku yang terlalu berpikir berlebihan tentang barang yang dibawa oleh Hans.
“Mungkin kau bertanya-tanya mengapa aku membawa barang sebanyak ini?” Tanya Hans setelah menurunkan semua karung itu satu persatu.
“Akhirnya kau menyadarinya juga, Hans. Untuk apa kau membawa persediaan makanan sebanyak itu?” Balasku sambil mendekatinya, untuk lebih memastikan persediaan apa saja yang benar-benar dia bawa.
Berbeda dengan sebelumnya, dari satu kalimat yang kuucapkan membuat semua orang yang ada di sekitarku malah melihatku dengan tatapan aneh. “Apakah ada yang aneh dari pertanyaanku?” Ucapku seraya memandangi mereka dari Saigiri, Son, Aalisha, serta Hans.
Mendengar perkataanku barusan, Saigiri menepuk jidatnya dan Son tertunduk layu seakan mendengar pertanyaan yang sangat bodoh. “Aku salah menilaimu, Tyaga, Ternyata selama ini kau jauh lebih bodoh dari Son.” Muncul juga, kata-kata pedas yang keluar dari mulut Aalisha.
“Aku bodoh? Kenapa kau menganggapku begitu, bukankah aneh ketika Hans membawa setumpuk karung yang isinya persediaan makanan?” Balasku membela diri.
Son mendekatiku dengan penuh gaya dan begitu elegan, sayangnya itu malah terlihat menjijikan, “Tunggu Nak Tyaga, apa gara-gara energi roh kau menjadi sebodoh diriku?” Ucapnya, dia sama sekali tidak mengelak julukan ‘bodoh’ yang melekat pada dirinya.
“Hahaha... apa kau pikir perjalanan kita ke ibu kota hanya memerlukan beberapa hari saja?” Tanya Hans menyindirku.
“Aku juga tahu itu, Hans. Dari perkiraanku, kurang lebih perjalanan ini membutuhkan dua minggu bahkan lebih.” Jawabku percaya diri. “Namun jika kita berjalan sambil membawa karung-karung itu, bisa-bisa sebulan lebih kita baru sampai ke ibu kota.” Tuntasku.
__ADS_1
“Jalan kaki? Dari mana pemikiran itu datang, Kak?” Balas Saigiri terkejut.
“Haish... Hanya orang bodoh yang mau jalan kaki selama itu. Kau dan Son mungkin salah satunya.” Ucap Aalisha khas dengan kata-kata pedasnya.
“Tyaga Nasution” Ucap Hans menghampiriku.
GLEK, aku menelan ludahku sendiri. Ketika Hans memanggilmu dengan nama lengkapmu dengan nada rendah sambil mendekatimu, percayalah itu lah detik-detik seakan se isi dunia akan menganggap ‘bodoh’, atau mungkin tingkatnya lebih rendah lagi. Dalam bahasa kuno bisa disebut dengan istilah ‘goblok’.
“Huft, apa yang sedang kau takutkan, mana mungkin aku menyebut temanku dengan kata-kata itu.” Imbuh Hans seraya menampilkan senyum simpul.
‘Mana mungkin’ dengkulmu, jelas-jelas dari raut wajah dan sorot matamu nan sinis itu kau pasti ingin mengecapku sebagai kalangan orang ‘goblok’. Bahkan sahabatmu sendiri, Son Hallins pernah kau sebut dengan kata-kata di depan banyak orang. Cukup mengerikan, walaupun kata-kata itu sangat menyakitkan hati, namun kau tidak dapat menghindarinya ataupun memarahi Hans.
Waktu itu, sehari setelah diberi kutukan itu, Son sampai-sampai demam selama tujuh hari suntuk. Itulah salah satu mantra kutukan dari Hans, bisa dikatakan sebagai salah satu kutukan paling mengerikan di penjuru dunia ini. Sekali kena akan selalu terngiang-ngiang di dalam sukma dan jiwa, sampai sekarang masih tak ada obat yan dapat menyembuhkannya. Efeknya adalah kau akan benar-benar menjadi ‘goblok’ seumur hidupmu, sama seperti yang dialami oleh Son. Sungguh malang sekali nasibnya.
“Tolong maafkan lah segala dosa dan kesalahan yang hamba lakukan, Tuan Hans.” Ucapku sambil bersujud memohon agar mencegah Hans mengucapkan mantra kutukannya.
“Terima kasih banyak, Hans. Kau adalah salah satu teman terbaikku.” Ujarku dengan mata yang berkaca-kaca. Semua pun ikut tertawa dan larut dalam drama komedi yang kusuguhkan bersama Hans.
“Lalu apa yang akan kau lakukan dengan semua makanan-makanan itu?” Tanyaku kembali ke topik awal.
“Dari tadi kau masih belum paham kondisinya, Tyaga?” Balas tanya dari Aalisha.
“Iya aku paham, namun bagaimana cara kita mengangkutnya? Jika satu orang mengangkut dua karung, itu juga akan memberatkan kuda yang kita tumpangi.” Ujarku setelah menghitung pasti jumlah karung itu yang banyaknya delapan karung.
“Oh ya, mohon maaf sebelumnya. Aku lupa memberi tahumu, Kak.” Kata Saigiri teringat akan sesuatu.
__ADS_1
Ternyata kita dipinjami satu kereta dengan dua kuda untuk mengangkut persediaan makanan oleh Raja Achille. Terlebih pihak kerajaan lah yang memberi kita semua pasokan makanan ini untuk bertahan beberapa hari di ibu kota sebelum kita mampu bertahan hidup sendiri. Wajar saja aku tidak mengetahui semua informasi ini, sebab kemarin aku pulang lebih awal dibandingkan empat orang ini. Sangat memalukan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:
* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe
* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho
* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu
* Always like and share in your social media
* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak
* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D
Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja
see you on the next chapter.... ^_^
WA : 08973952193
__ADS_1
IG : bayusastra20
email : bayu_sastra20@yahoo.co.id