Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 62 – JANGAN BERCANDA!


__ADS_3

Detik berganti dengan detik baru, begitu pula malam yang semakin larut. Rembulan kian lama tanpa malu lagi menyinarkan seluruh cahayanya, berpantulan ria bersama para bintang yang menghiasi angkasa. Entah jarum pendek jam rumah sudah menunjuk angka berapa, atau pun ayah sudah pulang dan menunggu kedatangan kami.


Semakin lama adikku, Saigiri telah meningkat kemampuannya dalam pengendalian energi roh dan juga dapat bergerak lebih lama, tanpa khawatir kehabisan stamina. Mungkin tak lama lagi dia dapat melampauiku, dalam bentuk kekuatan saja. Dalam urusan kemampuan aku masih seratus persen yakin, dia masih belum dapat mengimbangiku.


“Kelihatanya kau semakin jago saja, Saigiri!” Sapaku setelah melihatnya sedang meminum seborol air yang dia bawa dari rumah.


“Walaupun kelihatan mudah, tetapi masih butuh beberapa kali latihan lagi untuk menguasainya sepenuhnya.” Jawab Saigiri sambil menyodorkan botol minuman lainnya. Sangat disayangkan kalau ke depannya aku akan mengandalkan Saigiri dan melindungiku ketika bahaya datang.


“Bisakah kau cek sekali lagi, apakah aura kekuatanku sudah terasa meningkat atau belum?” Tanyaku untuk lebih memastikannya.


“Maaf, Kak.” Balasnya lesu seraya menundukkan kepalanya.


Apa dia merasa bersalah ketika mengatakan hal tadi. Sebenarnya dari awal aku memang harus menyadarinya, sebelum nantinya ada orang lain yang malah menjelek-jelekanku. Pada akhirnya Saigiri kembali merasa terbebani dengan masalahku.


“Kau tak perlu terlalu memikirkannya, Kakak pasti akan mengatasinya sendiri. Percayalah pada Kakakmu ini.” Ucapku menenangkannya seraya memamerkan senyum lebar. Ingin sekali aku memeluk kepalanya dan mengusap rambutnya.


Dia hanya terdiam, membisu, tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya nan mungil. Aku tahu dia sangat peduli denganku, tapi jika keadaan seperti ini bagaimana aku tahan. Melihat dia bersedih, malah akan membuatku semakin sedih. Namun jika aku mengatakannya, niscaya dia akan menyembunyikan kesedihannya dan enggan untuk menatapku lagi.


“Sudah lah Saigiri, bagaimana jika kita melanjutkan pertarugan kita lagi? Sebelum kita pulang ke rumah. Aku ingin mengecek sampai perkembangan dari latihanmu.” Tawarku mengalihkan perhatian agar dia kembali bersemangat.


Namun dia hanya membalasku dengan anggukan kecil, dia masih saja memikirkannya.


“Begini saja, jika kau mampu menyentuhku sekali saja, aku anggap kemampuanmu sudah melampaui Kakak. Batas waktunya lima belas menit.” Ucapku sambil mengeluarkan jam pasir mini yang biasa aku bawa untuk latihan pernapasan. Setiap pembalikan jam pasir, membutuhkan waktu 15 menit.


Masih belum, Saigiri masih tampak murung. Aku harus mencari cara untuk mengembalikan senyumannya.

__ADS_1


“Jika kau menang, aku akan membuatkan masakan kesukaanmu sebelum kita berangkat besok. Tetapi jika kau yang kalah, maka kau wajib mencucikan seluruh pakaianku selama tinggal di Ibukota. Apa kau setuju?” Tanyaku.


“What?! Mencucikan pakaianmu selama tinggal di Ibukota?! Bukankah itu penawaran yang buruk? Aku hanya menikmati sekali, sedangkan kau dapat keuntungan berkali-kali. Tidak adil itu namanya, Kak.” Balasnya sambil bersulut-sulut.


“Hahaha... Lantas apa yang kau inginkan, Saigiri?”


“Jika aku menang, berjanjilah untuk semantara ini Kakak harus mengijinkanku melindungimu, sampai kelak tiba saatnya ketika kekuatan sejati Kakak muncul dan dapat melindungiku lagi. Kakak dapat menyetujuinya kan?” Pintanya, dia tampak sangat serius terdengar dari nada suaranya yang berat dan tidak ada keraguan sedikit pun.


“JANGAN BERCANDA!!” Bentakku.


Tidak mungkin aku membiarkan adik kesayanganku menghadapi bahaya di dunia luar sendirian, mana mungkin aku tega melihatnya ketika bertarung entah dengan monster ataupun maju, bahkan hewan-hewan buas lainnya.


“Walaupun dengan kekuatanmu yang sekarang, sebagai kakakmu sudah menjadi tanggung jawabku untuk menjagamu. Meski kekuatanku cuman segini, aku akan tetap melindungimu. Karena aku tak ingin...”imbuhku, aku mencoba menenangkan pikiran dan tak memperburuk suasana. ‘melihatmu mati sebelum aku’ gumamku dalam hati.


Itu adalah akhir kata yang aku ucapkan, kami sama-sama terdiam. Hening, sejenak suasana menjadi sunyi. Aku tak mampu melihat, sebab aku tahu pasti. Dia pasti sedang menahan tangisannya, entah iris mata birunya sudah terpenuhi oleh genangan air mata atau pun tidak. Aku tak tega melihatnya. Sungguh bodohnya aku ketika membentaknya.


“Kakak...” Panggil Saigiri, terdengar lirih dan sedikit serak.”Bukankah Kakak pernah berjanji untuk membiarkanku bertarung di sampingmu, Kak.” Imbuhnya, dia mendekapkan kedua kakinya dan menenggelamkan wajahnya ke dalam.


“Mana mungkin aku melupakan janji itu. Aku memang mengijinkanmu untuk bertarung di sisiku, namun aku sama sekali tidak pernah menginginkanmu untuk menjagaku.” Balasku seraya mendekatinya dan mengelus lembut tiap helai rambutnya.


“Percayalah sama Kakak. Aku akan selalu menjagamu, Saigiri.” Aku harus segera mungkin menjadi kuat, dengan kekuatan energi rohku yang sekarang mana mungkin aku dapat melindunginya secara maksimal.


Aku sendiri belum tahu bagaimana kengerian dunia luar, pastinya banyak monster dan musuh kuat yang berkeliaran bebas, bahkan mungkin jauh lebih kuat dari Zardock. Mungkin sebelumnya aku harus melangkai batasan tubuhku terlebih dahulu, baru mencari cara bagaimana meningkatkan energi roh dalam tubuhku. Akan aku rubah dunia ini. Percayalah kepadaku, Saigiri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe


* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho


* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak


* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja


see you on the next chapter.... ^_^


WA : 08973952193


IG : bayusastra20


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id

__ADS_1


__ADS_2