Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 53 – Ada yang Berbeda


__ADS_3

“Panda kecil, apakah kau masih bangun?” tanyaku saat panda itu mulai menyandarkan layu kepalanya nan mungil di pundakku. Aku mungkin terlalu untuk menyelusuri gelapnya hutan sendirian dan tak ada teman


yang diajak berbicara.


Namun panda kecil tidak menjawab ataupun meresponku, atau mungkin dia telah tidur terlelap dan bersuka ria dalam mimpi indahnya. Aku cukup tahu, walaupun jika dia adalah salah satu hewan yang langka tapi tetap saja panda ini masih kecil dan sekiranya kemampuan dalam dirinya masih belum bangkit. Jadi tidak mungkin untuk membangunkannya dan menemaniku.


Tanpa ada keraguan lagi aku pun melanjutkan langkahku dan berusaha mencari jalan keluar. Sedikit pun aku tidak menyadari di manakah aku sekarang serta tidak tahu ke mana arah yang dapat menuntunku kembali lagi ke permukaan. Apakah ada salah satu petunjuk yang dapat kujadikan acuan.


Semakin kaki ini melangkah maju, semakin pula hati ini merasa jauh dan jatuh ke dalam jurang yang namanya kegelapan. Semakin pula cahaya kehidupan meredup dan menghilang secara perlahan-lahan. Napasku terasa mulai memberat, entah apa yang terjadi pada udara di sekitar kini. Hingga rasanya leherku seperti tercekik dan mulut keluh tak dapat bersikulasi sedikit pun. Pandanganku mulai kabur, sekitar pun terlihat buram.


BRUK! Tanpa sadar tubuhku roboh dan terkapar di tanah nan lembab ditambah pula panda kecil yang tengah kugendong juga ikut terjatuh dan menimpaku.


Mungkinkah ini aku sedang terkena racun dan tubuhku tidak dapat menahannya lagi? Sayang sekali kalau aku harus mati dalam di alam bawah sadarku sendiri. Semoga saja ini bukan racun.


***


“Hey, Tyaga! Bangunlah!”


Samar-samar tampak wajah yang kukenali sebelumnya, “Siapa?” Tanyaku polos.

__ADS_1


“Siapa? Apa maksudmu, cepat bangun! Sudah banyak yang mengantri, kalau kau sudah berhasil mendapatkan energi roh cepatlah kembali ke barisanmu, biar yang lainnya dapat segera melakukan ritual pemanggilan.” Ujarnya panjang lebar.


Kuusap kedua kelopak mataku, kenapa sakarang aku malah kembali ke aula akademi. Bagaimana dengan panda kecil, apa yang sebenarnya telah terjadi. Bukankah tadi aku sedang berada di dalam hutan bersama panda kecil. Namun setelah terkena kabut misterius dan tak sadarkan diri, aku jadi kembali ke alam sadarku.


“Tunggu Guru Senjati?!” Ucapku memegang lengannnya.


“Ada apa lagi Tyaga?” Balasnya heran. “Jangan bilang kau tidak berhasil mendapatkan energi roh?” Tanya guru penasaran, dia memandangiku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Seakan tidak terjadi apa-apa denganku.


Aku menggelengkan kepala, tanpa mengucapkan kata satu pun. Setidaknya untuk saat ini aku harus memikirnya sendiri tentang apa yang barusan terjadi padaku. Mungkin aku akan bertanya-tanya terlebih ke teman-temanku, atau jika masih tidak menemukan jawabannya, mungkin aku akan bertanya kepada Tetua Agamemnon. Beliaulah yang paling tahu di antara semuanya mengenai energi roh.


“Sekiranya saya hanya heran bagaimana hebatnya saya sehingga mendapatkan enrgi roh yang teramat hebat.” Ujarku memamerkan wajah yang sombong dan cukup menjengkelkan.


“Jadi kau hanya ingin mengatakan hal itu saja? Syukurlah mulai sekarang kau tidak akan menjadi beban lagi di dalam kelompokmu.” Balas Guru Senjati mengalihkan perhatiannya dan memanggil murid selanjutnya untuk melanjutkan ritual pemanggilan energi roh.


Apa mungkin panda kecil yang kupungut bukanlah hewan langka ataupun istemewa, melainkan hanya anak panda yang bertingkat hijau dan paling lemah sebab dia masih anak-anak. Miris sekali hidupku, untuk saja kekuatan dan kemampuanku tidak buruk-buruk amat. Peringkat 1 di Akademi Hijau adalah salah satu nilai jualku.


Di barisan murid-murid, aku berbincang-bincang dengan Saigiri, Son, Hans, dan Aalisha. Satu persatu dari mereka dipanggil ke depan untuk melakukan ritual pemanggilan energi roh dan lagi-lagi ritual mereka sangat berbeda denganku. Bahkan Son sendiri tampak signifikan dalam perubahan aliran energi dibandingkan yang lainnya. Aku yakin dia mendapatkan hewan atau energi roh di atas rata-rata, mungkin sekelas miliknya Carsten. Hebat sekali dia, tapi yang menjadi mengangguku bukanlah capaian dari Son. Melainkan apa yang terjadi padaku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya


* Follow akun penulis


* Berkomentar yang baik dan bijak


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes


* Favorit (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


# Terimakasih banyak gaes, see you on the next chapter.... ^_^


WA : 08973952193

__ADS_1


IG : bayusastra20


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id


__ADS_2