
“Hey Son, hebat sekali kau. Apakah kau mendapatkan hewan yang sama dengan miliknya Carsten?” Tanyaku langsung menghampirinya setelah dia turun dari podium.
“Tyaga... kau jangan terlalu memujinya, mungkin aja dia beruntung mendapatkan hewan yang bagus.” Ucap Hans melirikku tajam.
“Hahaha... jangan pedulikan ucapan Hans, dia hanya iri sama aku. Bagaimana tidak, baru kali ini capaianku dapat di atasnya.” Balas Son sambil berkacak pinggang.
“Jadi?” Tanyaku penasaran.
Son menjelaskan singkat tentang apa saja yang telah dia alami selama melakukan ritual pengambilan energi roh. Pertanyaan yang sama pula aku lontarkan kepada teman-teman lainnya. Aku ingin membandingkannya dengan apa yang telah aku alami. Apakah mereka juga mengalami hal yang sama denganku ataukah berbeda.
Namun dari setiap orang yang kutanya semua menjawab dengan jawaban yang sama, yakni mereka hanya merasakan suatu roh yang merambat dari dalam mutiara roh menuju lengannya, lalu menjalar ke seluruh tubuh. Untuk saat ini mereka hanya dapat merasakan kekuatan dan tingkatan dari energi roh atau hewan tersebut saja, tanpa mengetahui jenis roh apakah yang berhasil mereka tarik.
Hal itu sangat berbeda sekali denganku. Ketika aku bercerita kalau aku sampai di bawah ke alam bawah sadarku dan berada di hutan, mungkin itu berada jauh di dalam inti dari mutiara roh. Tetapi mereka pada tidak percaya dengan ceritaku dan malah mengira aku berkhayal, serta mengatakan kalau aku tidak perlu mengada-ada agar dikira berbeda dengan lainnya dan mendapatkan hewan atau energi roh yang langka.
Sebab ketika aku selesai dalam ritual pengambilan energi roh, hanya ada perbedaan aliran energi yang teramat kecil dan mereka berspekulasi bahwa aku mendapatkan inti roh yang bertingkat hijau dan itu tingkat hijau yang paling bawah. Sungguh sangat menjengkelkan, tapi jika aku semakin mengeyel dengan ucapanku, mereka akan semakin tidak percaya.
“Sudahlah Kak, jangan dibahas di sini lagi.” Bisik Saigiri menghampiriku.
“Apa kau juga tidak percaya dengan kakakmu ini?” Tanyaku pelan.
“Bukan itu maksudku, sedetail apapun kakak menjelaskan kepada mereka. Walaupun ucapan kakak memang benar seperti itu, mereka akan tetap menganggap kakak berbohong.” Jelas Saigiri seraya menarik bajuku untuk mengajakku ke belakang kerumunan murid. “Ikuti saja aku.” Pintanya.
__ADS_1
Aku pun menurutinya dan mengikuti tiap langkahnya. Semakin lama aula terasa semakin penuh sesak, mungkin para warga yang sedari tadi melihat dari luar aula semakin penasaran dan bergerombol memaksa masuk ke area murid-murid. Sementara itu ritual pengambilan inti roh dari mutiara roh masih terus berlanjut. Satu persatu dari murid Akademi Hijau mulai maju, mungkin ke depannya murid-murid akademi akan dibekali dengan energi roh dan nantinya ada mata pelajaran tambahan mengenai pengendalian energi roh.
Setelah sekian lama memecah gerombolan manusia, akhirnya kami berdua sampai di tiang paling ujung dari aula akademi yang dekat dengan pintu keluar bagian samping. Tampak dari pintu masuk utama aula akademi masih penuh sesak warga yang ingin melihat atau mungkin salah satu di antara mereka adalah wali murid yang ingin menyaksikan anaknya mendapatkan energi roh.
“Apa kau ingin pulang? Kenapa kau mengajakku ke sini?” Tanyaku ke Saigiri.
“Tidak tidak tidak, di tengah aula sangat penuh sesak.” Ucap Saigiri seraya mengusap secuil keringat yang membasahi dahinya.
“Oh ya aku lupa kalau kau tidak suka kerumunan seperti ini.” Balasku santai.
“Lantas...” Saigiri melihatku dengan tatapan menyinggung.
“Lantas? Aku tak mengerti dengan apa yang kau inginkan.” Tandasku.
“Bukankah tadi sudah kujelaskan semua ya?” Pikirku malas menjelaskan ulang dari awal.
“Tapi kan aku datangnya telat, kakak bercerita ke teman-teman waktu aku maju ke podium. Jadi yang kudengar hanya akhir cerita dan sindirian mereka saja.” Balasnya dengan nada sedikit naik.
“Baiklah-baiklah, jadi sebenarnya seperti ini....” Aku pun menjelaskan semuannya dari awal pertemuanku dengan panda kecil, hingga akhirnya aku terbangun dari alam bawah sadarku dan ternyata mendapatkan energi roh yang teramat lemah. Namun semua yang kualami ternyata tidak terjadi kepada teman-teman lainnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:
* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya
* Follow akun penulis
* Berkomentar yang baik dan bijak
* Always like and share in your social media
* Bintang limanya ya gaes
* Favorit (Ini yang paling penting wkwkwkwk)
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D
# Terimakasih banyak gaes, see you on the next chapter.... ^_^
WA : 08973952193
IG : bayusastra20
__ADS_1
email : bayu_sastra20@yahoo.co.id