Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 65 – Menunggu


__ADS_3

Dua jam lagi kami akan berangkat, aku masih tidak mengetahui ada acara apa lagi sebelum kami benar-benar meninggalkan kerajaan ini. Apa mungkin akan terjadi upacara lagi seperti kemarin, ataukah ada warga yang berbondong-bondong datang menemui kami lalu memberikan banyak harta dan makanannya. Pikirku sangat liar, sampai-sampai aku berpikir kalau kepergian kami akan sangat mengharukan.


Aku mencoba menanyakan perihal apa yang kami tunggu lagi kepada Hans, namun dia hanya menjawab kita menunggu seseorang yang penting. Dia bahkan tidak mengetahui siapa yang ditunggu, dia menambahi jika orang-orang penting itu lagi berbicang dengan Raja Achille. Jadi kita harus menunggu orang yang berada di Istana, sepertinya orang-orang ini bukanlah orang biasa.


Selain Hans, aku juga menanyakan hal yang sama ke Aalisha dan Son, tapi mereka juga memberi jawaban yang sama. Tak satu pun dari mereka tahu, intinya kami harus sabar menunggu seseorang yang tak tahu identitasnya. Anehnya tadi salah satu prajurit kerajaan diutus oleh raja untuk memberikan pesan agar kami tidak berangkat dulu dan menunggu kedatangan raja.


“Saigiri...” Bisikku yang berada persis di belakangnya.


“Eiii... Kau mengagetkanku saja, ada apa Kak?” Ucap Saigiri seraya mengepal tangan dan siap memukulku. Sepertinya dia sangat fokus menanti orang yang misterius.


“Apa kau tahu siapa yang sedang kita tunggu? Bukannya semakin cepat berangkat semakin baik ya?” Pikirku.


“Memang sih, tapi kita juga menunggu kereta dari kerajaan. Tanpa kereta itu mana mungkin kita dapat mengangkut semua karung-karung itu.” Balas Saigiri setelahnya dia langsung kembali fokus memperhatikan ujung jalan dari arah istana kerajaan.


Memang benar dengna apa yang diucapkan oleh Saigiri, namun aku jadi cukup penasaran siapa orang yang kita tunggu. Kalau pun itu hanya Raja Achille ataupun Tetua Agamemnon, mereka pasti akan langsung menemui kami. Sayangnya teman-teman lainnya juga sedikit informasi lebih lanjut, pasrah adalah salah satu pilihan untuk sementara.


“Oh ya aku ingat!” Bentak Saigiri memecahkan lamunan kami bertiga, Aku, Hans, dan Son. Semetara Aalisha ijin kembali ke rumah untuk membawa beberapa barang yang ketinggalan.


“Apa kau mendapat sedikit bocoran informasi dari orang dalam, Saigiri?” Tanya Son sangat penasaran.


“Cepat ceritakan kepada kami.” Timpangku tak sabar ingin mengetahuinya.


“Walaupun nantinya kita dapat mengetahuinya sendiri, namun aku juga cukup penasaran Dik Saigiri.” Ucap Hans dengan gaya bijaksananya.

__ADS_1


“Aku sendiri tak tahu pastinya, namun sebelum berangkat dari rumah. Ayah memberi tahuku kalau beberapa orang dari ibu kota akan datang ke Kerajaan Laiquendi.” Ujar Saigiri menceritakannya.


Spekulasiku mengatakan, mungkin mereka diutus oleh Raja di ibukota unruk menjaga kami selama perjalanan menuju Kerajaan Dordrecth. Pilihan mereka tepat, berhubung pengalaman dan pengetahuan kami mengenai dunia luar sangatlah minim, ditakutkan kami tersesat atau bahkan terbunuh oleh ganasnya dunia luar.


Alih-alih dapat belajar teknik dan ilmu baru di Akademi Teratai Ungu, sampai di gerbang pintu masuk ibu kota dengan tubuh utuh kami sangat bersyukur.


Jika mereka berasal dari ibu kota, pastinya mereka telah sampai ke Kerajaan Laiquendi sebelum hari ini, tetapi tak satu pun dari kami mengetahui info tersebut. Aku tahu, mungkin datangnya mereka bertepatan saat upacara pengambilan roh. Jadi warga ataupun kami tidak menyadarinya. Sebenarnya masih banyak pertanyaan lainnya di dalam otakku, tapi aku enggan untuk berpikir lebih jauh.


“Orang dari ibu kota ya?” Gumam Son memikirkan sesuatu. “Sepertinya aku penasaran dengan wajah mereka, rambut mereka,tinggi mereka, bahkan aku sangat ingin mengetahui ukuran dada wanitanya. Apakah ukurannya lebih besar atau malah lebih kecil dari punyanya....” Lanjutnya sambil sedikit melirik dada milik Saigiri yang bisa dibilang cukup mengesankan.


“Apa yang kau lihat!! Dasar mesum!!” Bentak Saigiri seraya melancarkan pukulan, oh aku salah. Itu bukan pukulan, melainkan sebuah tusukan dua titik yang terkenal. Melesat tajam nan kuat, tepat ke arah dua kelopak mata Son.


WUSH, CLEK! Tepat pada sasaran.


“Semoga kau diterima di sisi tuhan, wahai kedua matanya Son.” Ucapku dan Hans berbarengan, mendoakan kedua bola mata nan mungil itu tenang di alam sana. “Amin, maaf kawan cuman ini yang dapat kami perbuat.” Imbuhku sambil meletakkan sekuntum bunga yang identik dengan rasa bela sungkawa.


“Mungkin hari ini akan lahir legenda baru di negeri ini, legenda itu bernama ‘Tuan bodoh mesum yang kehilangan kedua matanya’.” Balas Hans seraya menangisi kepergian salah satu sahabat terbaiknya. Son Halins.


“Sungguh kejam sekali kau wahai adikku, Saigiri.”


“Cih! Itulah akibat dari kebodohan dan kemesumannya. Rasakan itu!” Hardik Saigiri. Beruntungnya aku sebab belum sekalipun merasakan jurus colokan mata miliknya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe


* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho


* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak


* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja


see you on the next chapter.... ^_^


WA : 08973952193


IG : bayusastra20

__ADS_1


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id


__ADS_2