Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Chapter 25 : Tetua Agamemnon


__ADS_3

“Apa tidak ada yang mengganggu hati dan pikiran kalian lagi?” Tanya Guru Senjati.


“Apakah bisa saya mulai acara pelepasa murid Akademi Bunga Hijau?” Tanyanya sekali lagi.


“Tidak Guru Senjati, silahkan dilanjutkan acaranya.” Ujar Hans dengan menyodorkan tangan untuk mempersilahkan dimulainya acara.


“Baiklah, jika tidak ada yang ingin kalian sampaikan lagi, maka acara ini akan segera saya mulai. Jikalau di tengah-tengah acara ada yang mengganggu maka dia akan dikeluarkan dari acara ini dan mungkin untuk rekomendasi mengemban ilmu di Akademi Teratai Ungu akan dicabut.” Kata Guru Senjati dengan seksama.


“Iya Guru!” Jawab kami serentak.


“Semua keputusan raja dan para tetua wajib kalian terima dengan lapang dada dan kalian emban tugas ini dengan sungguh-sungguh.” Imbuh Guru Senjati.


“Siap Guru Senjati.”

__ADS_1


Guru Senjati kembali naik ke panggung menemani Raja Achille dan para tetua yang hadir, sedikit berbincang-bincang kecil dengan perbincangan yang intens. Entah apa yang sedang dibicarakan oleh para petinggi, mereka kelihatan sangat serius. Seakan akan ada suatu hal yang penting terlewatkan.


“Perhatian semua!” Kata Guru Senjati menggelegar seluruh aula. Sebagai pembawa acara kali ini dia tampak gagah dan megah, dengan jas warna hitam yang mempunya dua pucuk lancip di masing-masing samping dan celana ketat yang sewarna. Sementara kemeja dalam yang dia pakai berwarnakan putih tulang berlabelkan Akademi Bunga Hijau di sebelah kerah kanan serta berhiaskan dasi keunguan yang tampak silau bercahaya, menambah kesan elegen pada Guru Senjati.


“Upacara pelepasa murid Akademi Bunga Hijau akan segera dimulai, dimohon untuk para hadirin sekalian untuk mengikuti upacaranya dengan khitmad. Sebelumnya perkenankan Tetua Agamemnon untuk menyampaikan pesannya.” Ucap Guru Senjati.


“Saya persilahkan dengan hormat untuk Tetua Agamemnon naik ke atas podium.”


“Terimakasih atas kesempatannya.” Ucapnya lirih.


Guru Senjati hanya mengangguk dan berjalan ke belakang, menempati posisi di sebelah kanan panggung.


“Salam sejahtera bagai semua rakyat Laiquendi, saya sebagai perwakilan para tetua turut berbangga dan bersuka cita dengan kerja keras dan pengorbanan seluruh pasukan kerajaan. Kami, kita wajib bersyukur atas kemenangan ini dan tak lupa untuk tetap berusaha melanjutkan kehidupan kita. Saat ini kita memang dalam keadaan yang terpuruk, kemenangan ini tak lepas dari bencana-bencana yang telah kita hadapi sebelumnya, yang banyak menguras kehidupan kita, menghancurkan rumah-rumah kita, dan mengambil nyawa orang-orang yang kita sayangi.” Ucap Tetua Agamemnon.

__ADS_1


“Jangan sampai kepergian mereka, para pasukan kerajaan, saudara-saudara kita, keluarga yang kita sayangi menjadi hal yang sia-sia, jangan sampai kita terus-terusan terpuruk dalam kesedihan, keterpurukkan, dan kesengsaraan. Kita harus bangkit, hadapi kenyataan, dan berusaha untuk tetap hidup ke depannya. Aku yakin kehidupan kita selanjutnya akan jadi lebih baik. Oleh sebab itu, kami memberikan kesempatan kepada kesepuluh murid-murid kebanggaan Kerajaan Laiquendi untuk mengemban ilmunya di markas pusat, serta jangan lupa kalian untuk tetap berpetualang di benua yang luas ini. Sehingga membuat kalian menjadi manusia yang hebat dan kembali ke tanah kelahiranmu dengan penuh kebanggaan dan kehormatan. Kelak kalianlah yang akan menjadi pondasi penting kerajaan ini. Semoga Tuhan tetap memberkati dan melindungi kalian. Do’a seluruh Kerajaan Laiquendi menyertai petualangan kalian.” Lanjutnya.


“Hidup Kerajaaan Laiquendi! Hidup Kerajaan Laiquendi! Hidup Kerajaan Laiquendi!”


“Hidup!!! Hidup!!! Hidup!!!” Ucap seluruh orang saling bersautan.


“Semoga Tuhan tetap memberkati Kerajaan Laiquendi berserta rakyatnya.” Tuntas Ketua Agamemnon.


Setelah itu dia berjalan menuruni podium dan dia tersenyum ke arah Raja Achille, rajapun membalasnya dengan senyuman pula. Tetua Agamemnon kembali ke barisan para tetua, di sana dengan riang dia berbicang dengan tetua lainnya. Walau tampak paling tua, tapi sebenarnya umur mereka tidak terpaut banyak.


Sejatinya ras Elf memiliki umur yang panjang dan juga tidak mengalami penuaan atau penambahan usia yang terlihat secara fisik seperti makhluk lain. Rata-rata dari kami terlihat seperti umut dua puluh lima tahunan ras manusia dari umur 40 tahun hingga meninggal dan yang membedakan kita saat bertambahnya usia secara fisik adalah kekuatan tempur atau kekuatan fisik kami berkurang, namun secara mental dan kedewasaan semakin meningkat. Sebab itu pada jaman dahulu yang diprioritaskan menjadi menteri kerajaan pusat adalah para tetua ras Elf.


Dari kami berlima yang paling tua adalah Hans yang telah berumur 23 tahun, disusul Son 22 tahun, dan Aalisha 22 tahun. Sedangkan aku sekarang masih di umur 20 tahun, Saigiri juga baru saja menginjak umur 20 tahun bulan lalu. Para alumni sendiri yang aku ketahui yang paling tua adalah si Cleo, dia sekarang berumur 28 tahun, dan sepupuku Ganicca yang baru saja lulus akademi tahun kemarin, berumur 24 tahun.

__ADS_1


__ADS_2