
BRAK!!! Berhasil! Carsten berhasil memecahkan susunan balok bata tersebut. Walaupun memiliki tebal dua meter lebih, tapi Carsten dengan peningkatan kekuatan menggunakan energi roh, dia mampu membuat balok bata itu terbelah menjadi dua bagian dalam satu hentakan telapak tangan.
Bersamaan dengan retaknya tiga lapisan balok bata tingkat Expert, suara tepuk tanganpun bergemuruh mengiri kepalan tangan Carsten serta ucapan hore melantun riuh kegirangan. Rerunuhan balok berjatuhan ke bawah membentuk sebuah huruf ‘v’ dan tak ada satupun dari tiga lapisan yang luput dari hebatnya peningkatan kekuatan Carsten.
Tampak senyuman bangga dan lega menghias jelas di raut wajah Carsten. Begitu senangnya dia ketika bisa mematahkan rekor yang beberapa tahun terakhir tidak ada satupun murid di akademi yang dapat mengungguli pencapaian para murid pendahulu.
Terlebih lagi dengan semua orang yang memadati aula akademi juga ikut merasa tidak percaya kalau seorang Elf muda dapat memecahkan susunan balok yang setidaknya memiliki tinggi lapisan hampir setinggi badan Elf dewasa. Mungkin dengan adanya pengetahuan energi roh maka kita, para rakyat Kerajaan Laiquendi akan dapat bersaing kembali dengan dunia luar.
“Tetua! Tetua Agamemnon, saya berhasil memecahkannya!” Ucap Carsten kegirangan.
“Apa yang kubilang sebelumnya. Dengan kekuatanmu yang sekarang, memecahkan balok bata setebal dua setengah meter bukanlah hal yang sulit. Kau tinggal mengalirkan energi roh secara maksimal pada satu titik maka kekuatanmu yang ada pada titik tersebut akan meningkat berlipat-lipat kali.” Balas Tetua Agamemnon dengan memamerkan janggut panjang nan putih mengilau.
“Tapi ketika saat awal saya mengalirkan energi roh ke seluruh tubuh, hanya terjadi sekitar dua kali pingkatan kekuatan. Sedangkan saat saya hanya mengalirkannya pada satu titik, kekuatannya jadi meningkat sampai tiga atau empat kali lipat.” Ucap Carsten sambil memandangi kepalan tanganya yang sedari tadi membuka dan menutup.
__ADS_1
“Sebab semua energi roh yang kau punya hanya menempati satu titik dan otomatis akan menguatkan daerah titik tersebut secara maksimal, sehingga membuat kekuatan yang terletak pada telapak tanganmu akan meningkat sampai beberapa kali lipat.” Jelas Tetua Agamemnon.
“Namun ketika kalian hanya mengalirkannya pada satu titik saja, maka bagian tubuh kalian yang lain tidak akan mendapatkan bagian pengaliran energi roh, yang mengakibatkan bagian tubuh yang tidak teraliri energi roh hanya akan memiliki kekuatan atau daya tahan tubuh sewajarnya atau bisa dikatakan tanpa ada peningkatan dari energi roh.” Imbuhnya.
“Hmmm.... Tapi kalian bisa agak tenang, sebab dalam tubuh kalian, ras Elf memiliki daya tahan tubuh atau kemampuan bertahan yang lebih kuat dibandinkan dengan manusia biasa sepertiku. Terlebih lagi kalian para murid akademi telah dilatih kemampuan fisik dan daya tahan tubuh kalian agar tidak mudah terluka jika terkena benturan ataupun pukulan benda keras.” Tambah Tetua Agamemnon.
“Jadi pelatihan keras yang kita lalui selama ini tak lain untuk meningkatan daya tahan tubuh dan kemampuan fisik kita? Sehingga kita tidak perlu terlalu khawatir jikalau musuh menyerang daerah yang tidak kita aliri energi roh dan fokus menyerangnya secara maksimal dengan kekuatan penuh.” Sambung Carsten semakin bersemangat, sampai-sampai dia menyelesaikan omongan hanya dengan beberapa hitungan detik.
“Nah, itulah letak kesusahannya.” Ucap Tetua Agamemnon.
“Jadi pada dasarnya adalah kembali lagi pada kemampuan pengendalian energi roh, dengan mudah kalian bisa memenangkan pertarungan jika kalian dengan mengendalikan roh secara maksimal bagaikan aliran pembuluh darah.”
“Ketika kalian menyerang, maka fokuskan energi roh tersebut pada serangan. Sedangkan ketika kalian bertahan, maka alirkan energi roh itu ke pertahanan. Atau kalau bisa kalian fokuskan energi roh tersebut pada satu titik saja. Maka peningkatan kekuatannya akan berlipat-lipat ganda.”
__ADS_1
“Hal itu juga bisa kalian lakukan saat melakukan pertahan. Ketika kalian ingin membuat tameng dari kedua tangan dan sebelumnya kalian telah memusatkan energi roh tersebut, maka pertahanan kalian akan menjadi lebih kuat dan kedua tangan kalian hanya akan mengalami luka fisik ringan.” Tuntas Tetua Agamemnon.
“Apa kau ingin mencobanya?” Tanya Tetua Agaememno sambil melirik Carsten.
“Tidak Tetua. Bagiku penjelasan dari Tetua Agamemnon sudah sangat rinci serta dengan pengalaman pemusatan energi roh pada serangan sebelumnya lebih dari cukup menurutku.” Tolak Carsten karena dia sudah merasa mampu mengendalikan energi roh dengan baik. Tinggal latihan beberapa kali lagi agar dapat memaksimalkannya.
“Permisi Tetua Agamemnon...” Ucap Hans meminta ijin untuk menyela penjelasan Tetua Agaemmnon.
“Inti dari semua adalah bagaimana kita sebaik mungkin dapat pengendalian energi roh dan juga saat awal menerima energi roh dari Mutiara Roh kita harus bisa memaksimalkan proses pemusatan serta proses penyamaan karakteristik. Sehingga ke depannya kita dapat mengendalikan energi roh dengan mudah, sebab energi roh tersebut sudah sangat murni dan telah menjadi satu kesatuan dengan ranah roh kita.” Hans menyampaikan sebuah konklusi dari apa yang telah dijelaskan oleh Tetua Agamemnon.
“Itulah yang diharapkan dari salah satu murid kebanggaan Akademi Bunga Hijau. Dapat membuat kesimpulan sebagus itu. Hahaha...” Balas Tetua Agamemnon.
Namun dalam benakku terus kepikiran mengenai Senjata Roh, terlebih lagi dengan {Senjata Roh Jiwa}. Sedari tadi Tetua Agamemnon menjelaskan sesuatu yang menurutku juga penting, tetapi penjelasannya terlalu lama hingga memakan waktu kurang lebih tiga jam dari awal pembukaan upacara ini. Itupun sudah dikurangi dengan perselisihanku dengan Tuan Muda Cleo. Lama sekali bukan.
__ADS_1