Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 84 – Makan Malam


__ADS_3

“Intinya? Apa salahnya jika kita memasang penghalang?” tanya Kakek Hork.


“Jelas salah!” tuntasku tegas.


Apa yang terjadi ada orang asing membuat suatu wilayah sendiri di atas tanah kekuasanmu.


Hal itu yang aku tanyakan ke Kakek Hork dan si kesatria yang masih betah dengan perbincangan ini.


Kakek Hork mengangguk pelan, dia memegangi janggutnya dan sedang berpikir memang benar apa yang aku ucapkan.


Kesatria pun ikut terkejut ketika mengetahui kebenarannya, dia sadar jika membuat wilayah penghalang di wilayah teritorial monster adalah salah.


“Sebab itu tadi aku sempat bilang kita akan dalam bahaya jika tetap memasang penghalang ini,” ucapku mengambil salah satu kristal dari tangan Kakek Hork.


“Kekuatan penghalang kristal ini memang kuat dan tak mudah untuk ditembus. Tetapi ini hal yang percuma," imbuhku.


"Sebab monster yang akan menyerang kita bukan lagi monster biasa. Melainkan sebuah Majuu, monster yang dapat mengeluarkan kekuatan sihir,” tuntasku.


“Apa Tuan Tyaga pernah bertemu dengan salah satu Majuu?” tanya si kesatria penasaran.


“Tidak,” jawabku singkat. “Aku hanya dapat merasakan energi yang terpancar darinya, itu pun hanya beberapa kali saja." Memang benar aku belum pernah menjumpainya sekalipun.


“Energi kedua makhluk itu jelas berbeda. Aku memang tak dapat merasakan sepertimu. Tapi ketika kalian melawan mereka, dilihat dari pola dan efek serangan dari keduanya sangat berbeda. Terlebih energi sihir dari Majuu itu sangat mengerikan,” sela Kakek Hork.


Kakek Hork menambahkan kalau dia pernah bertemu dengan salah satu Majuu dan untuk melawan setidaknya butuh satu peleton pasukan yang sudah terdidik dengan sempurna.


Kekuatan satu ekor Majuu masih tidak bisa dibandingkan dengan tiga penyihir kehormatan.


Mendengar kata ‘penyihir kehormatan’ membuat si kesatria terkejut dan mundur beberapa langka.


“Mohon maaf sebelumnya, yang sedang mengawasi kita kurang lebih berjumlah tiga Majuu,” ujarku lesu, meskipun begitu aku harus menyampaikannya ke mereka berdua.


“Tenang Nak Tyaga, aku sudah mengiranya. Sebelumnya aku bertanya kepadamu sebenarnya cuman ingin memastikan jumlah mereka," ucap Kakek Hork.


"Aku megetahui kemampuanmu dari awal pertemuan kita, yakni saat pertarungan melawan Zardock.” Kakek Hork menenangkanku dan kembali mengambil kristal.

__ADS_1


“Aku akan menyimpan kristal-kristal ini,” imbuhnya.


Si kesatria yang sedari tadi mengikuti pembicaraan mulai panik dan terlihat mimik wajah menunjukkan ketakutan.


Tapi Kakek Hork berhasil menenagkannya dan menyuruh seluruh pasukan dan lainnya untuk berkumpul.


Aku pun menambahi ucapan Kakek Hork jika mereka, para Majuu tidak akan menyerang kita jika kita tidak menganggu mereka lebih dulu.


Mereka hanya waspada akan kehadiran kami dari jauh di dalam hutan.


Sebenarnya ketika kita pertama kali menginjakan kaki di luar area kerajaan, sudah tidak ada tempat yang aman di Hutan Laiquendi.


Semua kawasan hutan telah dikuasi oleh para koloni monster. Entah itu se hektar atau bahkan luasnya sehutan ini, semua memiliki penguasanya sendiri-sendiri.


Masih beruntung kami dapat menemukan aliran sungai ini, sebab di sini adalah perbatasan antara tiga kawasan kekuasaan Majuu.


Jadi mereka tidak terlalu merasa terganggu jika kita tetap berada di area perbatasan.


“Baiklah, kalau begitu aku akan mengurus pasukan lainnya dan mengatur jadwal jaga. Aku juga minta tolong agar kau juga menyampaikannya ke teman-temanmu,” ucap Kakek Hork.


Mereka terlalu bersemangat, padahal sebentar lagi Saigiri dan Aalisha akan menghidangkan makan malam.


Hans memanggilku dan bertanya mengenai kelanjutan masalah kristal penghalang, aku hanya menjawab semua berjalan lancar dan sedikit menjelaskan masalah monster yang sedang mengawasi kita.


Hans tampak tenang, dia tahu hal itu memang benar sebab dilihat dari catatan Tetua Agamemnon tak ada satu pun tempat yang aman untuk dilewati.


Pada akhirnya Hans memintaku untuk memanggil Son agar menyiapkan tikar untuk tempat lesehan.


Aku lalu menemui Son dan dia pun setuju, selain itu aku juga berinisiatif untuk mengambil sedikit buah-buahan di dalam kereta sebagai pencuci mulut.


Tak lama kemudian semua orang berkumpul di dekat api unggun, mereka duduk di atas tikar.


Sempat suasana menjadi canggung, tapi Kakek Hork langsung mencairkan suasana dengan lelucon-leluconnya.


Kehangatan ketika bercengkrama terasa sangat kental dan mengalir tidak terasa hingga makanan siap disajikan.

__ADS_1


Saigiri membawa daging ayam bakar ekstra pedas dengan tekstur empuk buatannya, sementara Aalisha membawa nasi yang cukup buat makan kami semua.


Dari balik Aalisha juga tampak Adellia tengah kesusahan membawa semangkok besar sup panas, terlihat jelas bahwa dia tidak pernah menghidangkan makan malam di rumahnya.


Semua siap dihidangkan, Hans segera memotong daging ayam dan membagikannya ke setiap orang.


Aalisha dan Saigiri juga sibuk mengatur porsi nasi agar cukup untuk semua orang, dituangkannya di sebuah daun nan lebar lalu diberikan ke Adellia untuk membumbui dengan sup.


Satu per satu kami menerima hidangan dan lauk dari Hans. Kami mulai menyantap makanan bersama-sama dan larut dalam malam nan panjang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe


* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho


* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak


* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja


see you on the next chapter.... ^_^


WA : 08973952193


IG : bayusastra20

__ADS_1


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id


__ADS_2