Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 86 – Dua Lelaki Sejati


__ADS_3

Aku mendekati Hans yang tengah sibuk merapikan tikar dan menumpuknya menjadi satu lalu mengikatnya menggunakan seutas tali.


Dia berpikir sejenak, melirikku memastikan sesuatu. Aku mengacungkan jempol seraya memberikan kode aman padanya.


Son yang melihat kami saling bertukar kode rahasia jadi ikut penasaran dan mendekati kami berdua.


“Sedang apa kalian berdua?” tanya Son singkat.


Aku menghiraukannya dan melanjutkan tugas lain yang baru saja diperintahkan oleh Hans.


“Hey, kau hendak ke mana Tyaga,” tanya Son sekali lagi, tapi aku masih menghiraukannya.


Aku mempercepat langkah dan Son mengikuti dari belakang sambil terus menerus memanggilku.


Namun tetap saja aku menghiraukannya, ada hal lain yang harus aku selesaikan segera.


“Berhenti,” ucapku menghentikan langkah lalu menoleh ke belakang.


“Kenapa kau terus mengikuti, Son Hallins.” Aku memanggil namanya, lengkap dengan nama marga.


“Huft, akhirnya kau berhenti...” balasnya megap-megap karena berjalan cepat sambil berteriak-teriak tidak jelas.


“Kau dan Hans pasti sedang menyembunyikan sesuatu dariku!” lanjut Son melengos sambil menggerutu.


‘Tingkahnya seperti cewek saja, dasar aneh’ gumamku dalam hati seraya memasang mimik wajah jijik.


Tanpa pikir panjang aku kembali mempercepat langkah dan meninggalkannya sendirian.


“Hey tunggu! Cepat katakan atau aku akan membunuhmu.” Son menarik lengan bajuku dan menatapku garang.


“Kali ini kau berlagar seperti preman pasar... entah berapa karakter yang telah merasukimu. Apa mungkin author menulismu dengan berbagai macam karakter,” balasku.


Aku menyingkirkan tangannya dan melanjutkan langkahku menyelelusuri semak-semak dan menurunkan badan ketika mendapatkan posisi yang pas.


“HEY...!” teriak Son menghampiriku segera.


“Ssshhhtt.... jangan berisik!” selaku sebelum dia berbuat onar.


“Ada apa sih sebenarnya?” timpal Son semakin penasaran.


“Ssshhtt... kecilkan suaramu, kau tunggu di sini dan jaga tempat ini. Aku akan segera kembali,” balasku sambil mengecek daerah sekitar dan perlahan menjauh dari Son.


“Kau mau ke mana lagi?” Lagi-lagi Son bertanya hal yang sama.


“Diam dan tunggu,” bisikku lirih dalam sebuah kode mulut.


“Aku ingin memanggil Hans,” tuntasku.


Son terdiam dan membulatkan jarinya. Oke. Aku lantas meninggalkan serta menyuruhnya untuk menjaga tempat ini selagi aku pergi menemui Hans.

__ADS_1


Dia menjawab oke lagi. Selanjutnya waktunya menjalankan misi. Tempat persembunyian berhasil diamankan.


Semoga Hans juga menyelesaikan misinya dengan lancar.


Hanya saja apakah kehadiran Son akan menjadi masalah.


Mungkin kali ini aku bisa sedikit mempercayainya.


***


“Apakah kau berhasil menyakinkan mereka?” tanyaku.


“Tidak, sayangnya mereka ingin langsung melanjutkan perjalanan,” balas Hans lesu.


Rencana gagal. Aku memang tidak berharap banyak, sebab tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki sifat feminim.


Tapi aku yakin sebenarnya Saigiri masih ada keinginan untuk mandi, berhubung dia kalah suara dengan lainnya jadi mau tak mau dia harus menuruti para senior.


Kedua orang itu, Aalisha dan Adellia bahkan tak memiliki secuil sifat feminim, mana mungkin seorang cewek tidak ingin mandi setelah melawati malam di alam terbuka.


Bagaimana dengan kulit-kulit nan putih dan bersih, apa mereka tega membiarkan kulitnya menjadi kotor dan tidak membersihkannya.


Hans juga sudah mengatakan hal yang sama, namun Aalisha menampiknya dengan alasan dia sudah membasuh wajahnya di sungai sebelumnya.


Begitu pula dengan Adellia, dia pun telah membersihkan tubuhnya di sungai. Iya saat dia mencuci peralan masak bersamaku.


“Mungkinkah kau ingn menikmatinya sendiri?!” lanjutnya seraya mengangkat kerah bajuku.


“Kau pikir aku dapat melihat semuanya! Dia hanya membasuh sebagian tubuhnya, bahkan memperlihatkan pakaian dalamnya saja tidak! Apa yang bisa aku nikmati?!” gumamku kesal.


“Tapi asal kau tahu, Adellia memiliki kulit yang sangat mulus. Air akan mengalir licin ketika dia membasuh tanganya, dan juga wajahnya tampak bersinar silau saat sisa-sisa air yang masih menempel di wajahnya memantulkan manja dengan sinar matahari,” lanjutku memberi tahu Hans apa yang aku saksikan tadi pagi.


“Meskipun kau tidak dapat melihat tubuhnya tanpa dibalut sehelai sutra, kau tetap beruntung dapat berduaan dengannya apalagi basah-basahan seperti itu. Aku sangat iri denganmu,” ucap Hans.


"Dasar Tyaga sialan!" tuntasnya menggerutu.


Matanya berkaca-kaca meratapi nasib.


Walaupun dia cukup terkenal di akademi dan menjabat menjadi ketua aliansi murid selamat dua tahun berturut-turut.


Apalagi sempat menjadi nomer ‘satu’ sebelum aku gulirkan posisinya di tahun berikutnya.


Tapi sekali pun dia belum pernah merasakan berduaan mesrah dengan seorang perempuan.


Sungguh malangnya dirimu kawan.


“Kita sudahi saja misi ini, percuma kita membahasnya sampai larut malam. Bahkan sampai menyiapkan tempat di pagi-pagi buta,” gumam Hans lesu.


“Cepat kau panggil Son, tapi jangan sekali-kali bilang padanya jika sebenarnya kita ingin mengintip para cewek mandi. Dia tidak bisa menjaga mulutnya,” bisiknya mendekatkan bibir ke telingaku.

__ADS_1


“Roger kapten,” jawabku singkat.


“Bukannya aku tidak percaya padanya, dia punya kebiasaan keceplosan,” imbuhnya seraya menatap tegar langit nan tampak membiru cerah.


Aku cukup tahu bagaimana rasanya ketika misi yang sudah kau siapkan ternyata tidak sesuai rencana.


Terlebih ini adalah misi yang berhubungan dengan kejantanan seorang laki-laki sejati.


“Tapi bagaimana kau tahu jika Son sedang menunggu di tempat persembunyian kita?” tanyaku.


“Tadi ketika kau pergi, dari kejauhan aku melihat Son mengikutimu padahal kau sudah beberapa menghiraukannya. Aku yakin dia akan terus bertanya dan tidak akan pergi jika dia sudah puas,” balas Hans.


“Oh jadi begitu...” gumamku mangut-mangut


“Ingat pesanku Tyaga. Kita tidak boleh menyerah mungkin esok atau lusa kita pasti akan dapat menikmatinnya. Kita harus tetap bersabar sampai kesempatan itu benar-benar datang.” Hans mengucapkan beberapa kalimat yang penuh makna.


Sayangnya perkataanya tidak mengenai hal yang baik, bahkan sebaliknya.


Aku setuju dengannya. Meskipun kami gagal hari ini, bukan berarti kami tidak memiliki kesempatan mengintip di lain hari.


Setidaknya ini akan menjadi misi rahasia di antara dua lelaki sejati.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe


* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho


* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak


* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja


see you on the next chapter.... ^_^


WA : 08973952193


IG : bayusastra20


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id

__ADS_1


__ADS_2