Tales Of Schaduw : The Half-Elf

Tales Of Schaduw : The Half-Elf
Ch. 89 – Majuu?


__ADS_3

“TIDAK!” jawabku singkat menolak permintaannya.


“Apa kau takut?” tanya Kakek Hork dengan nada yang menyiratkan bahwa dia sedang menguji atau mungkin mengejekku.


“Bukannya aku takut, tapi...” Aku tak mampu melanjutkan ucapanku.


Meskipun aku tak ingin menggunakan kemampuanku, namun kemampuan itu akan aktif sendiri tanpa harus menunggu persetujuan dari penggunanya.


Energi yang aku rasakan datangnya pasti secara mendadak dan yang pasti hal itu mendatangiku tanpa aku sadari sebelumnya.


“.... sayangnya aku tidak merasakan apa-apa di dalam,” lanjutku lirih.


“Mana mungkin, kau pasti berbohong,” balas Kakek Hork menolak alasanku mentah-mentah.


“Cukup! Kalian jangan lagi melakukan hal yang tidak perlu.” Hans menghentikanku sebelum aku membalas ucapan Kakek Hork yang tidak mendasar itu.


“Sebenernya aku juga cukup penasaran dengan apa yang ada di dalam sana, tapi hal itu bukan prioritas ita saat ini,” imbuh Hans memandangi wajah kami berdua secara bergantian.


“Aku tekankan sekali lagi, tujuan awal kita adalah keluar dari hutan dan yang terpenting aku ingin kita semua selamat, jadi kalian jangan melakukan hal yang tidak perlu.” Hans menuntaskan perkataannya.


Dia mengingatkan kepada kami kembali, jika tujuan kami bukan untuk memasuki gua yang baru saja kami temukan.


“Apa ada yang kau ingin sampaikan lagi, Kakek Hork?” tanyaku melirik ke arahnya.


Dia melengos ketika mendengar pertanyaanku, tanpa ada sepatah kata yang keluar dari mulut keriputnya.


Tampaknya dia masih belum puas dengan keputusan Hans, tapi bagaimana lagi pertimbangan yang diberikan oleh Hans memanglah benar.


Kita tak mungkin mengambil tujuan lagi sedangkan tujuan utama kita belum tentu berhasil sepenuhnya.


“Maaf bukan berarti aku menentangmu Kek,” ucap Hans ketika berpapasan langsung dengan Kakek Hork.


“Sebenarnya aku lah yang lalai dengan tugasku, mohon maafkan orang tua ini." Suara Kakek Hork terdengar lirih, bahkan tak sanggup memecah sunyi.


"Keputusan yang bijak, kau lebih mementingkan tujuan dan keselamatan timmu daripada harus mengorbankan mereka karena tergoda dengan keegoisan semata,” imbuhnya sembari memamerkan senyumannya.


“Kelihatannya tak lama lagi aku bakal menemukan murid yang aku cari-cari selama ini,” gumam Kakek Hork seraya pergi meninggalkan kami berdua.

__ADS_1


Kendati demikian dia pergi dengan menaggalkan jempol terbalik ke arahku.


Cukup mengesankan. Rupanya dia masih menyimpan dendam padaku.


Begitu pula denganku yang masih memiliki berjuta pertanyaan yang ingin aku utarakan padanya.


“Kau bisa cerita denganku. Percayalah padaku,” bisik Hans saat mata kami saling bertatapan.


Aku lalu mendekatinya.


“Kalaupun aku menolak kau pasti aku terus memaksaku. Kau kira aku tak tahu jika rasa penasaranmu itu jauh lebih parah dibandingkan Kakek Hork,” ucapku sambil mengambil posisi duduk sambil mengamati jauh ke dalam isi gua.


Hans ikut duduk dan siap mendengar semua penjelasanku.


Dia tampak begitu antusias dengan mata berbinar-binar, bak seorang anak kecil yang tengah mendengar kisah legenda yang diceritakan oleh seorang kakek-kakek.


“Jadi?” ucapnya membuka perbincangan, dia menjulurkan kaki dan mengistirakatkan badannya di sebongkah pohon di dekatnya.


“Jujur aku memang tidak merasakan apa-apa di dalamnya, begitu pula saat ini di sekitar kita aku hanya merasakan sedikit energi ataupun aura para monster," jawabku memandangi sekali apa yang ada di dalam gua.


“Sedikit pun kau tidak merasakan apa-apa di dalamnya?” tanya Hans penasaran.


“Memang itu yang aku rasakan, malahan aku mengira tak ada satupun tanda-tanda kehidupan,” balasku tanpa menutupi kebenaran secuilpun.


“Aneh.” Hanya satu kata yang bisa kudengar darinya, kata itu begitu tegas namun padat.


“Ada hal lain yang menganggumu?” Kali ini giliranku yang bertanya padanya.


“Apa kau tidak merasa aneh...” Dia menatapku tajam.


Aku mengangguk, meskipun aku tidak tahu tentang segala sesuatu yang ada di dalam pikirannya.


“Sebelum aku melerai kalian, aku sempat memeriksa tanah di dekat hilir sungai. Aku menemukan beberapa jejak kaki yang mengarah ke dalam gua itu, dan aku tidak tahu jejak kaki monster apa. Meskipun beberapa ada yang hilang karena tersapu air, tapi aku cukup yakin jika...” Sejenak Hans terdiam, mencerna suatu kata yang hilang.


“Aku yakin jika jejak kaki itu bukanlah dari monster biasa, jejak kaki itu cukup besar untuk ukuran seekor monster pada umumnya. Mungkin itu sekelas Majuu,” lanjutnya, dia memelankan suaranya di kalimat yang terakhir.


“Majuu? Apa kau yakin? Bahkan kita sendiri belum tahu bagaimana bentuk dan ukuran dari Majuu itu sendiri,” tampikku meragukannya.

__ADS_1


“Kenyataannya memang begitu, tapi aku sangat yakin dengan spekulasiku,” ucapnya menyakinkanku.


Lalu aku lagi-lagi menanyakan tentang rencana selanjutnya.


Tapi dia tetap di keputusan awal, yakni tetap melanjutkan perjalanan, gua ini mungkin bisa dia masuki kapan pun dia mau.


Itu jika dia berhasil mencapai ibukota dengan selamat dan kembali mendapat gelar murid dengan predikat nomer satu.


Bukan hal yang mustahil baginya untuk pulang ke Kerajaan Laiquendi dan menuntaskan keinginannya. Tentu jawaban itulah yang aku harapkan darinya, Hans.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:


* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya hehehe


* Follow akun penulis, penulis tampan dan pemberani lho


* Berkomentar yang baik dan bijak, ingat jarimu belatimu


* Always like and share in your social media


* Bintang limanya ya gaes, biar dapat reward dari emak


* Favorit atau tanda lovenya (Ini yang paling penting wkwkwkwk)


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D


Terimakasih sebanyak-banyak author ucapkan gaes, semoga kalian senang dengan apa yang author tulis. Oh ya tetap jaga kesehatan ya teman-teman, stay safe dan di rumah saja


see you on the next chapter.... ^_^


WA : 08973952193


IG : bayusastra20


email : bayu_sastra20@yahoo.co.id

__ADS_1


__ADS_2